
Yuna yang sudah tertidur dengan tubuh tertutup selimut sementara Joe bangun merapikan kembali kemeja yang berantakan dan kembali memakai jas nya.
Kau membuatku sangat gila sayang, apa ini karna magic 7 negara yang kau katakan itu. ucap dalam hatinya
Sebelum meninggalkan kekasihnya Joe memastikan kekasihnya sudah tertidura lalu Joe melangkah keluar meninggalkan kamar istirahat karna ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan.
Joe yang meninggalkan ponsel dimeja kerja langsung memeriksa ponselnya dan ternyata ada beberapa pesan masuk.
"Tuan rapat hari ini saya yang memimpin karna tidak ingin mengganggu waktu istirahat anda bersama dengan Nona Muda"
Kau memang selalu bisa diandalkan sekertaris Lee tidak salah aku memilihmu.
Apa tadi dia kemari dan melihat apa yang terjadi didalam ruang istirahat, mana mungkin dia selancang itu.
Tidak ada drama panas yang terjadi antara Yuna dan Joe diruang istirahat tadi hanya sekedar cumbuan kecil yang biasa mereka lakukan.
Setelah 2 jam sibuk dengan beberapa dokumen Joe melihat agendanya dan baru menyadari jika 3 hari lagi jadwal untuk Yuna bertemu dokter yang di Singapura.
Tok Tok Tok
Sekertaris Lee muncul dari balik pintu dengan membawa beberapa berkas hasil rapat.
Lee yang melihat Joe terlihat sedang memikirkan sesuatu langsung bertanya.
"Tuan Muda apa ada yang mengganggu pikiran anda" meletakkan berkas yang dibawanya tepat dihadapan Tuannya.
"3 hari lagi aku harus membawa Yuna cek up, tapi aku melupakan hal itu"
"Semua sudah saya siapkan Tuan, dan anda mendapat undangan pengenalan sebuah rancangan dari perusahaan xxx apa anda akan menghadirinya"
"Benarkah terimakasih Lee kau selalu melakukan yang terbaik, rancangan.... " Joe mulai bernafas lega kembali
"Rancangan Nona Muda yang sedang ditangani diperusahaan xxx"
"Benarkah.. " Membuka berkas yang disodorkan Sekertaris Lee
__ADS_1
"Sudah ada beberapa perusahaan yang melirik rancangan itu dan sudah memberi angka yang cukup besar"
"Atur semuanya" Sekertaris Lee hanya menganggukkan kepala dan duduk disofa
"Sekertaris Lin tolong keruangan saya sekarang" Joe menekan telfon yang ada dimeja nya dan langsung menutupnya kembali
Selain Sekertaris Lee, Joe sangat mempercayai Sekertaris Lin dalam mengurus beberapa hal termasuk kebutuhan kekasihnya.
"Anda memanggil saya Tuan" Sekertaris Lin sudah berdiri didepan meja yang bertuliskan Presdir Utama dengan wajah tertunduk
"Siapkan gaun untuk dipakai Nona Marvel saat menghadiri undangan di Singapura nanti, Saya yakin kamu tahu yang terbaik" Mendengar Joe menyebut Nona Marvel, Sekertaris Lee dan Sekertaris Lin merasa heran siapa yang dimaksud oleh Tuannya itu.
"Baik Tuan Muda, Maafkan saya bila sudah lancang menanyakan ini tapi siapa yang anda maksud dengan Nona Marvel" Dengan suara yang terbata-bata Sekertaris Lin memberanikan diri bertanya kepada Joe.
"Nona Muda, mulai saat ini publik akan mengenal Yuna sebagai Nona Marvel"
"Baik Tuan Muda, apa ada lagi yang harus saya siapkan"
"Bawakan beberapa katalog perhiasan sebelum jam kerja berakhir"
Sekertaris Lin pergi meninggalkan ruangan Presdir Utama dengan wajah yang biasa karna semua tugas yang diberikan Presdir itu bukan hal sulit untuk Sekertaris Lin.
Linsa sudah pergi meninggalkan kantor utama untuk mengambil gaun yang dimaksud oleh Joe dibutik keluarga MARVELOUS.
semenjak mengetahui Tuan Muda memiliki kekasih butik itu selalu menyiapkan beberapa model gaun khusus kekasih Tuan Muda. Linsa langsung memasuki butik dan memilih gaun yang sudah terpajang diruangan khusus.
Akhirnya pilihan Linsa jatuh pada gaun hitam yang sangat elegan dan akan sangat cocok dipakai Nona Muda nanti.
Selesai memilih gaun Linsa kembali ke kantor dan saat diperjalan mendapat kabar bahwa katalog perhiasan sudah ada dimeja kerjanya.
Finish
Semoga anda menyukai gaun ini Nona Muda
Anda pantas mendapatkan semua ini..
__ADS_1
Semoga anda selalu bahagia Nona..
Linsa terus tersenyum memandangi gaun yang ada dipangkuannya seolah bangga bisa dipercaya untuk mengurus segala keprluan kekasih dari bos nya.
****
"Joe kenapa kamu ingin publik mengenal kekasihmu sebagai Nona Marvel" Lee masih bertanya-tanya atas keputusan sahabatnya
"Karna Ayah akan mengirim Yuna untuk mulai menangani proyek dibeberapa perusahaan, Aku ingin semua orang mengenalnya sebagai Nona Marvel bukan Yuna, karna aku tidak tahu pasti seperti apa memory yang ada diingatan Yuna saat ini tapi aku memilih dia tidak mengingatnya. Mungkin aku terlalu egois tidak membiarkan Yuna mengingat masa lalunya tapi terlepas dari itu aku melakukan semuanya karna tidak ingin kehilangan dirinya" Joe menghela nafas cukup panjang saat berbicara dengan sahabatnya
"Apa kau yakin Yuna akan menerima itu semua"
"Aku sangat yakin Lee, kenapa aku sangat ingin Yuna segera bertemu dengan dokter itu"
Linsa sudah sampai dilobi kantor langsung masuk membawa gaun yang sudah terbungkus rapi. Sebelum membawa gaun menuju ruangan Presdir, Linsa mengambil beberapa katalog perhiasan yang sudah ada dimeja kerjanya untuk diberikan kepada Presdir.
Linsa mengetuk pintu lalu masuk membawa gaun dan katalog. Joe yang melihat gaun pilihan Linsa tersenyum puas lalu beralih melihat setiap lembar halaman yang berisi model perhiasan limited edition.
Joe tertuju pada sebuah kalung berlian merah yang sangat mewah dan elegan.
"Pesankan kalung ini" Menunjukkan pada Linsa yang langsung mengangguk
Kau terlihat begitu mencintai kekasihmu Joe..
Sejak lama aku mengenalmu tidak pernah melihatmu memilih langsung hadiah untuk seseorang.
Tapi sekarang kau begitu antusias memilihkan hadiah untuk kekasihmu.
.
.
.
.
__ADS_1