Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa

Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
Buah Melon


__ADS_3

Marvel berdiri dari kursi besarnya dan berjalan mendekati wanita yang selalu membuat nya hilang kendali atas hasrat nya.


Yuna yang sudah berganti pakaian menggunakan baju berkancing dengan bagian leher terbuka menambah Marvel gila memandang nya ingin segera kembali meninggalkan jejak disana.


"Marvel ini kantor, kita bisa melakukan nya lagi saat sudah tiba di mansion nanti Hunny" Yuna Sudah paham arti tatapan Marvel hingga terus mundur secara teratur


"Lalu apa masalah nya,, kau tadi yang menjanjikan nya padaku jadi kau harus menepatinya" Marvel berhasil menarik pinggang Yuna dan membuat Marvel bisa merasakan betapa hangatnya tubuh istrinya


Sepertinya ini saatnya aku memberi pelajaran kepada bocah keras kepala itu.


"Baiklah tapi kita akan melakukan nya dikamar istirahat mu bukan diruangan ini"


Marvel menggendong Yuna dan mendudukannya dimeja kerjanya, bukan tanpa alasan itu semua agar dirinya bisa menekan ponsel yang ada diatas meja dan memberi tanda pada sekretaris nya.


Hah kenapa Tuan memberi tanda ini, apa dia sudah selesai memakan Nyonya..


Sesingkat itu, aku rasa tidak..


Sepertinya Tuan Muda ada rencana lain untuk bocah itu..


Oh ya ya aku paham pasti Tuan Muda ingin dengan sengaja membuat si bocah tengik itu melihat adegan mesra nya bersama Nyonya hingga akan ada hati yang hancur nantinya..


Kau memang sangat kejam Tuan Muda, tapi jika tidak kejam kau malah akan terlihat aneh..


"Andi Tuan Muda sudah menunggu diruangannya untuk mendengar laporan kemarin, Jangan membuat Tuan menunggu lama segeralah temui Tuan Muda"


" Baik Tuan Lee, saya akan segera menemui Presdir"


Sekretaris Lee menelfon menggunakan telfon yang ada dimeja Linsa karna itu satu-satu nya telfon terdekat yang ada didekat ruangan Presdir Utama.


Sementara Marvel masih melanjutkan aktivitas nya bersama Yuna diatas meja kerjanya. Marvel tidak memakan Yuna karena itu dianggap terlalu vulgar dan tidak rela jika ada lelaki lain yang melihat wajah istrinya yang tengah merasakan nikmatnya surga dunia karena itu pasti akan membuat yang melihat nya tergoda.


Marvel hanya menikmati buah melon yang membuat dirinya selalu ingin melahapnya dan hal itu sukses membuat wanita cantik dihadapannya tidak bisa berkutik dan langsung bertekuk lutut ditangan suaminya.


Kancing baju Yuna sudah terbuka semua tapi Marvel sudah memastikan tidak ada bagian tubuh yang akan terlihat.


"Marveeeeel... sakit kenapa digigit" Yuna mendorong tubuh Marvel dengan kesal karena ada rasa sakit saat Marvel dengan sengaja mengigit buah melon nya


"Maafkan aku, aku hanya gemas dibuat nya"


"Apa kau mau membuat nya terluka dan dirimu tidak akan bisa melahapnya lagi" Yuna mengerutkan bibirnya


"Ah tidak tidak,, aku janji tidak akan mengigitnya lagi. sebelum kita berangkat kita akan kedokter dulu memastikan semuanya baik-baik saja oke.. "


Yuna terkekeh melihat tingkah suaminya yang selalu berlebihan dalam menanggapi sesuatu hal yang terjadi menyangkut dirinya.

__ADS_1


"Kemarilah suami tampanku" Yuna menarik pundak suaminya dan menarik kedalam pelukan nya.


"Boleh aku mendapatkan nya lagi" Marvel kembali memegang melon besar yang sudah jadi miliknya. Yuna hanya mengangguk dan membiarkan Marvel mendapatkan hak nya.


"Masuklah Tuan Muda sudah menunggu dari tadi" Ucap sekretaris Lee dengan wajah tanpa ekspresi pada Andi yang sudah berdiri didepan pintu ruang Presdir Utama.


"Akhh Hunny jangan terlalu ka... "


"Permi.... "


Deeeeeeeeg


Andi mematung melihat wajah Marvel tepat didepan tubuh bagian depan Yuna dengan baju yang sudah terbuka.


Lets the Game.....


Marvel menyeringai memperlihatkan wajah licik saat mendengar suara yang ditunggu akhirnya muncul.


Suara itu... Ya Tuhan Mas Andi


Yuna menarik pakaian nya yang sudah berantakan karena ulah suaminya dan mencoba merapikan kembali, tapi tangan Marvel menahannya dan menarik tubuh Yuna turun dari meja. lalu membenamkan Yuna kedalam pelukan nya.


Yuna ingin menolak tapi tidak mungkin karena Marvel pasti akan marah tapi hal yang dilakukan Marvel ini pasti akan membuat hati lelaki yang masih berdiri didepan pintu akan hancur sehancur-hancurnya.


"Maafkan saya Tuan, sudah mengganggu waktu anda.. " Andi masih memperlihatkan raut wajah biasa seolah baik-baik saja padahal hatinya sudah hancur berkeping keping.


Marvel mengambil jas yang ada dimeja dan menutup seluruh bagian depan tubuh istrinya yang masih belum tertutup pakaian.


"Pergilah kekamar istirahat sekarang, sebentar lagi aku menyusulmu" Sebelum membiarkan Yuna pergi Marvel mendaratkan sebuah kecupan mesra di kening Yuna. Dan barulah Yuna berjalan menuju kamar yang masih ada didalam ruang itu tanpa berani menatap Andi yang masih berdiri


Didalam kamar Yuna merasa gelisah dan merasa bersalah pada Andi walau bagaimana pun dirinya tahu jika Andi menaruh hati padanya.


"Andi.. aku tidak ingin membuang waktu langsung saja pada intinya. aku memanggilmu bukan karena pekerjaan tapi mengenai istriku"


Deeeeeeeeg


Andi semakin tertunduk mendengar ucapan Marvel.


"Jauhi dia jangan pernah ada niat untuk mendekati nya, aku sudah tahu jika kau menyukai nya sejak pertama kau melihatnya. Aku tidak akan menyangkutkannya dengan pekerjaan ini masalah pribadi kita. dan aku harap kau mengerti maksudnya"


"Maafkan atas kelancangan saya Tuan Muda"


"Kau akan tetap kerja disini dan memegang beberapa proyek istriku"


"Baik Tuan Muda"

__ADS_1


"Mulai kau pelajari proyek yang akan berjalan di Singapura, kau yang akan memegang nya disana. Aku percaya pada kinerjamu"


"Baik Tuan Muda"


"Sekretaris Lee yang akan mengurus keberangkatanmu, kembalilah bekerja dan mulai pelajari proyek itu"


"Baik Tuan Muda saya permisi"


"Silahkan"


Tidak ada perdebatan atau pun adu mulut karen sebelumnya Andi sudah ada niat untuk melupakan semuanya.


Kina Andi sudah pergi meninggalkan ruangan Presdir Utama.


"Lee..... siapkan semua nya, aku akan segera berangkat ke London"


"Semua sudah siap Tuan Muda"


"Baguslah.. kau masih harus mengawasi bocah itu"


"Kau akan menggantikanku selama aku tidak ada disini. Kau tidak perlu menunggu keputusan ku lakukan saja yang menurut mu benar. Jika ada pembangkang kau urus saja terserahmu"


"Baik Tuan Muda"


Marvel sudah rapi menggunakan jas mewahnya.


Sedangkan Yuna masih bersiap dan sedikit memoles wajahnya. Yuna kembali mengganti pakaiannya dengan mini dress berwarna merah dengan bagian dada terbuka tapi Marvel sudah menyiapkan mantel untuk menutupinya selama perjalanan menuju Bandara dan saat berada di Bandara.


.


.


.


***FYI


Hallo..


Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..


Untuk weekend diusahakan lebih dari hari-hari biasa ya..


Dan diusahakan setiap hari up ya..


Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..

__ADS_1


Thank You For Reading ☺***


__ADS_2