Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa

Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
Ungkapan


__ADS_3

Joe meyakinkan Yuna apa yang baru saja ia ungkapkan itu benar ada nya bukan hanya candaan saja. dihadapan orangtua Yuna Joe meminta restu atas hubungan Joe dan Yuna.


Yuna yang melihat keseriusan Joe akhirnya menerima untuk mulai mencintai Joe dengan cara nya sendiri.


Saat setelah mendapat restu Joe memeluk Yuna dihadapan kedua orangtuanya.


"Aku akan mulai mencintaimu dengan caraku Hunny" bisik Joe ditelinga Yuna.


"Aku juga akan mulai mencintaimu dengan caraku sendiri" membalas peluka Joe


"Aku harus kembali ke kantor ada meeting penting, aku tidak akan lama setelah selesai aku akan datang lagi untuk menemanimu" mengusap lembut rambut Yuna


"Pergilah" sedikit tersenyum seperti tidak ingin ditinggalkan Joe


"Tidurlah,, nanti saat aku datang aku akan membangunkan mu dengan mencium keningmu"


"Baiklah aku akan menagih hak ku pada mh saat nanti kau datang, cepatlah kembali"


***


Kantor Pusat MARVEL GROUP


Setelah memastikan Yuna sudah istrahat dan tertidur, Joe kembali ke kantornya.


Joe yang langsung duduk sofa di ikuti seketaris Lee membawa beberapa berkas laporan perusahan di simpan atas meja kerja Presdir Joe.


"Tuan apa terjadi sesuatu"


meihat wajah Joe yang terlihat lelah


"Tidak Lee, hanya saja tadi saat aku sedang bersama Yuna, tiba-tiba Yuna histeris dan pingsan"


"Apa yang dokter katakan Tuan.. "


"Yuna seperti melihat bayangan memory nya yang hilang makan nya dia histeris lalu pingsan"


"Apa perlu saya mencari dokter ahli yang khusus untuk memantau kondisi Yuna.. "


"Itu lebih baik,, segera kamu cari dokter terbaik, dan satu hal panggil dia dengan Nona Muda Yuna karna sekarang dia kekasihku. kamu paham Lee..."


"Ba.. Baik Tuan Muda maafkan saya"


"Bagaimana proyek yang sedang berjalan dilapangan"


"Semua nya baik Tuan sesuai kontrak yang kita tanda tangani"


"Baguslah lalu rancangan proyek bagaimana.. "


"Semuanya sudah 50% Tuan berjalan lancar, tapi ada sesuatu yang akan membuat kurang nyaman"


"Apa? apa ada proyek yang failed? "

__ADS_1


"Bukan Tuan Muda, tapi ini tentang Nona Muda"


"Dari informasi yang saya dapat, Andi salah satu senior Nona Muda di bagian proses sudah menaruh hati kepada Nona sejak lama"


"Hemmmm,,,bagaimana dengan ruang kerja untuk Nona Muda apa sudah selesai.. "


"Sudah Tuan"


"Baiklah jangan memberi akses masuk untuk semua lelaki kecuali saya, kamu paham sekertari Lee"


"Paham Tuan Muda"


Kenapa dengan Tuan Muda apa dia benar-benar jatuh hati pada Nona Yuna atau ini hanya karna kedua anaknya yang sangat dekat dan terlihat bahagia dengan Nona Yuna.


Lalu Ketua bagaimana....


Apa beliau akan setuju dengan keputusan Tuan Muda.


Arghh sudahlah yang penting itu membuat Tuan Muda senang.


"Lee tolong atur ulang jadwal ku hari ini karna selesai meeting nanti aku kan menemui Yuna lagi di rumah sakit"


"Baik Tuan Muda, Apa ada lagi Tuan Muda"


"Ah satu lagi tolong pesan kan satu buket bunga mawar putih" wajah yang tadi seperti lelah berubah memberikan senyuman manis.


Joe yang sudah berada di ruang meeting sejak 2 jam yang lalu mulai gelisah karna seharusnya dia sudah sampai dirumah sakit untuk bertemu Yuna sesuai yang ia janjikan pada Yuna saat makan siang tadi.


"Maafkan saya Tuan ini luar kendali saya" Lee Membalas pesan dari presdirnya yang pasti sekarang sedang kesal sekali.


"*Kirim bunga yang sudah di pesan untuk Nona Yuna ke Rumah Sakit sekarang"


"Baik Tuan*"


***


Ruang Rawat Yuna


Sementara Yuna yang baru saja bangun tidur dan melihat jam yang sudah menunjukan 16.30 Joe ternyata masih belum datang. Saat sedang melamun karna masih pusing akibat baru bangun ada yang membuka pintu kamar.


Dan Ternyata Yuna kedatangan teman-teman dekat nya.


"Aahhh Naa sudah terlihat lebih baik sekarang, senang bisa melihat mu sudah segar seperti ini" berjalan menuju Yuna yang masih dalam posisi rebahan, Mirna langsung memeluk sahabatnya


"Iya Naa sepi gk ada kamu" Andree yang baru masuk membawa beberapa jenis buah untuk Yuna makan sore hari.


"Mba Yunaa,,, Kirana kangen masakan Mba Yuna ayo cepet pulang ke aparte". Kirana yang duduk ditepi ranjang Yuna merengek seprti pada kakak kandungnya.


"Besok Yuna udah bisa pulang kok dan lusa udah bisa kerja lagi tapi kayaknya Yuna gak kerja dulu mau anter Ayah sama Ibu ke Bandara" Yuna tersenyum manis pada semua teman nya yang datang menjenguk.


Sementara yang lain sudah menyapa Yuna, Andi hanya berdiri seolah ragu ingin mendekat ke arah Yuna yang masih rebahan diranjang nya.

__ADS_1


"Gimana sekarang masih sakit atau pusing kepala nya" Andi duduk di samping Yuna sambil mengelus perban yang masih menutup sebagian kepala Yuna


"Yuna sudah lebih baik Mas"


Suara pelan yang diikuti dengan senyuman manis membuat Andi merasa lega tapi masih ada rasa khawatir karena suara Yuna masih lemah tidak seperti biasa nya.


"Tadi Mas sama yang lain beli beberapa buah buat cemilan kamu, Mas siapin buat kamu ya.."


Yuna hanya mengangguk atas tawaran Andi.


Saat Andi sedang menyiapkan buah, pintu kamar Yuna terbuka dan terlihat seorang suster membawa buket bunga mawar putih. Yuna yang tersenyum senang melihat ada kiriman bunga untuk nyaa dan sudah tau siapa pengirim nya.


Andi terhenti sejenak saat melihat ada senyuman diwajah Yuna saat menerima bunga yang diantar suster.


Bukan hanya Andi yang bertanya-tanya pengirim bunga yang setiap hari selalu mengirimi bunga untuk Yuna tapi teman-teman Yuna pun bertanya-tanya siapa pengirimnya.


**Aku tidak tau sejak kapan aku mencintaimu, aku tidak tau kapan mulai memiliki perasaan terhadapmu.


Tapi aku akan terus mencintaimu**


Yuna tersenyum geli Membaca isi kartu yang terselip yang ada didalam bunga.


Andi kembali duduk disamping Yuna yang masih memegang bunga dan terus tersenyum.


"Makanlah buah ini Yuna.. " Menyodorkan piring yang berisi buah


"Hah baiklah, makasih mas udah repot-repot nyiapin buah buat Yuna" Mengambil piring buah dan menyimpan bunga di meja yang berada tepat disamping tempat tidur Yuna


"Biar kirana simpan di vas bunga ya Mba, Kirana ganti bunga yang sebelum nya" Kirana yang baru saja berdiri mau melangkahkan kaki langsung berhenti karena Yuna melarang niat Kirana yang akan mengganti bunga.


"Tidak Rin, bunga yang di vas itu bunga tadi pagi"


"Hah hemmm baiklah"


Siapa sih yang selalu mengirim bunga sesering ini pada Mba Yuna...


Iiisshhh buat orang penasaran saja.


Yuna yang sedang menikmati buah segar yang di siapkan Andi terlihat senang banyak yang menemani jadi tidak merasa bosan menunggu kedatangan Joe yang masih belum datang juga padahal hari sudah mulai gelap.


Joe apa kamu lupa dengan janjimu tadi..


Huh Yuna kenapa kamu langsung percaya sih..


Mungkin Joe tidak akan datang, liat saja hari sudah mulai gelap.


Arrghhh aku benci dia


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2