
Didepan mall sudah berdiri seorang gadis cantik yang terus tersenyum kepda Marvel.
Marvel langsung melebarkan tangan dan gadis cantik itu langsung memeluk tubuh kekar kekasihnya.
"Aku lelah" Mendengar kekasihnya berbicara dengan nada sangat manja membuat Marvel gemas
"Kita pulang lalu istirahat" mencium pipi kekasihnya sebelum masuk kedalam mobil
Marvel sedikit menatap Sekertaris Lin dan lalu masuk kedalam mobil bersama kekasihnya.
Seolah mengerti dari setiap tatapan Marvel, Sekertaris Lin tidak ikut naik tapi berjalan kearah mobil yang dipakai para pengawal lalu pergi meninggalkan pusat perbelanjaan.
Didalam mobil mewah yang ditumpangi Marvel dan kekasihnya hanya ada 3 orang. Yuna duduk sangat dekat dengan kekasihnya sementara kekasihnya tidak melepaskan pelukannya sedikitpun.
"Bagaimana pertemuan dengan teman lamamu sayang"
"Biasa saja sayang,, Bagaimana apa hari ini kau senang bisa berbelanja dengan Linsa?"
"Tentu" tersenyum dan mencium pipi kekasihnya
"Aku memiliki hadiah kecil untukmu"
"Benarkah,, apa itu satu buket bunga mawar..? "
"Nanti kau akan tahu setelah sampai dirumah,, sekarang berikan hadiahku" menatap lekat wajah kekasihnya dan perlahan Marvel mencium bibir kekasihnya. Tidak ada penolakan sedikitpun Yuna menyambut ciuman kekasihnya dengan membalas ciuman itu.
Semua berubah dari sebuah ciuman lembut sekarang menjadi pemainan L***h yang cukup lama dan membuat Marvel menarik turun resleting dress yang ada dibagian depan tapi tiba-tiba terhenti karna Yuna mencegahnya dan membisikan sesuatu.
"Apa kau ingin supirmu juga melihat tubuhku, bahkan dirimu saja belum pernah melihatnya"
__ADS_1
Marvel yang mendengar itu langsung menutup bagian tubuh depan kekasihnya menggunakan jas.
"Tidak ada yang berhak melihatnya selain diriku, kau mengerti"
Terlihat wajah Marvel yang memerah menahan emosi membayangkan ada orang lain melihat tubuh kekasihnya.
Sementara Yuna hanya tersenyum melihat betapa possesivenya lelaki yang sedang memeluknya.
"Siapapun yang berani mendekati wanitaku apalagi sampai menyentuhnya akanku pastikan aku sendiri yang menghabisinya"
Mobil mewah yang ditumpangi Yuna sudah masuk melewati gerbang besar yang dijaga para pengawal Marvel dan langsung menundukan kepala saat Marvel turun dari mobil.
Linsa heran saat melihat Yuna turun dari mobil dengan tubuh ditutupi jas milik Marvel.
"Ada apa dengan Nona Muda apa dia merasa tidak sehat, lalu kenapa Tuan Muda seperti sedang menahan emosi hingga wajahnya begitu merah"
Marvel berjalan dengan menggandeng pinggang kekasihnya dengan diikuti seorang asisten rumah tangga yang membawa tas belanjaan milik Yuna.
Sekarang hanya ada Marvel yang terlihat masih emosi dan kekasihnya.
"Ada apa.. " bertanya dengan suara pelan dan membenamkan wajah didada kekasihnya yang tengah duduk disofa
"Aku akan mempercepat pernikahan kita" tatapan Marvel sangat dingin
"Kenapa"
"Apa kau tak ingin secepatnya bisa bersamaku" pikiran Marvel terlihat kalut sampai-sampai sangat cepat terpancing emosi
"Ah bukan itu maksudku, tenanglah lepaskan cengkraman tanganmu kau membuatku merasa sakit" Yuna mengerutkan keningnya karna heran dengan sikap kekasihnya yang tiba-tiba berubah.
__ADS_1
Cengkraman Marvel sudah terlepas berganti menarik tubuh kekasihnya kedalam pangkuannya dan beberapa kali mendaratkan ciuman diarea wajah kekasihnya.
"Aku ingin istirahat bersamamu" membenamkan wajahnya didada Yuna
"Baiklah aku akan mengganti pakaianku dulu, tunggu sebentar"
Yuna berjalan menuju ruang ganti pakaian meninggal kekasihnya yang sedang kalut. Yuna keluar dari ruang ganti menggunakan pakaian tidur model kimono yang sudah tersedia
"Ganti dulu pakaianmu aku akan menunggu disana" menunjuk sebuah tempat tidur besar dengan seprai warna putih.
Marvel tidak menjawab dan pergi keruang ganti. Saat sudah berganti pakaian menggunakan pakaian lebih santai Marvel melihat kekasihnya sudah duduk bersandar ditempat tidur miliknya.
"Apa kau tulus mencintaiku..." Dengan suara lirih bertanya pada kekasihnya yang sedang duduk bersandar
"Apa kau tidak yakin denganku sayang.. " menatap lekat mata kekasihnya
"Aku hanya takut ada orang lain yang merebutmu dariku.. " Tertunduk seperti seorang yang sedang frustasi
"Tidak akan ada yang merebutku darimu jika pun ada aku akan tetap bertahan denganmu tapi itupun jika kau memberiku cinta dan kasih sayangmu"
"Aku pasti akan melakukan apapun agar dirimu tetap bertahan denganku.. "
Drama sedih terjadi beberapa waktu dan membuat seorang Marvel berubah menjadi murung.
Marvel tertidur sangat nyenyak dipelukan kekasihnya, dan membuat Yuna bisa merasakan ada jiwa yang sedang rapuh.
.
.
__ADS_1
.