
Bruuuukkkkkk.....
Yuna berjalan sangat buru-buru hingga menabrak tubuh seorang lelaki.
Tenyata lelaki yang ditabraknya tak lain adalah kekasihnya sendiri.
"Hey ada Hunny" Marvel menahan tubuh kekasihnya yang hampir terjatuh
"Ma... Marvel" Nafas Yuna masih belum normal hingga bicaranya terbata-bata
"Kenapa kau lama sekali, apa ada yang mengganggumu" merapikan rambut Yuna yang sedikit berantakan.
"Ah itu sudahlah lupakan,, kenapa kau disini bukankah seharusnya kau disana"
"Aku mencarimu Hunny,, bisa kita kembali kesana sekarang" mencium pipi Yuna
"Tentu"
Untung saja Marvel tidak melihatku sedang bicara dengan lelaki lain, kalau dia sampai melihatnya pasti akan kacau.
Kenapa aku terus bertemu dengan Dokter stev..
ini hanya membuatku sulit.
Banyak sekali yang menyapa Marvel dan sedikit berbincang tentang bisnis mereka yang berhubungan dengan keluarga MARVELOUS GROUP.
Yuna terlihat menikmati jamuan malam ini dan tidak merasa canggung kepada para tamu yang sesekali mengajaknya berbicara walaupun Marvel tidak melepaskan dirinya untuk mengobrol terpisah.
Bukankah itu Marvel ternyata dia ada disini juga, Arghh bodoh ya jelas dia disini karna dia adalah orang penting diacara malam ini.
Hey siapa yang terus berada dipelukan Marvel, apa dia wanita yang diceritakan Marvel.
"Marvel" Teriak seorang lelaki yang berjarak cukup jauh
__ADS_1
"Hey kau ternyata ada disini,, apa ini karn ayahmu" Marvel mengolok-ngolok sahabatnya karna seperti tidak menikmati acara yang tengah berlangsung
"Sesuai dugaanmu Vel" Stev mengangkat kedua bahunya dan mengangkat ujung bibirnya menandakan Ketidak sukaan
"Hunny,, kenalkan ini sahabatku yang kemarin sempat aku ceritakan padamu" Seorang wanita yang membelakangi Stev sedang sibuk memilih minuman dan saat wanita itu berbalik dengan sangat jelas dia bisa melihat wajah wanita yang berada dipelukan sahabatnya
"Flow" dengan kedua mata yang membulat seolah tidak percaya wanita yang ada dipelukan sahabatnya adalah wanita yang telah menggetarkan hatinya
"Dokter Stev, jadi anda sahabat dari kekasihku senang bisa bertemu lagi dengan anda" Yuna tersenyum kepada Stev dan lagi-lagi senyuman itu membuat dada dokter tampan itu kembali bergetar
Melihat sahabat dan kekasihnya sudah saling kenal membuat Marvel heran dan banyak pertanyaan timbul diotaknya.
"Hunny sejak kau mengenal Stev" mengusap pipi kekasihnya seolah sengaja membuat lelaki yang berdiri hadapannya merasa gerah
"Waktu kau membawaku untuk bertemu Dokter Crish, ditaman rumah sakitlah aku tak sengaja bertemu dengan Stev" Saat Yuna menjelaskan awal pertemuan dengan Stev Marvel beberapa kali mencium pipi kekasihnya dan Yuna tidak memberikan penolakan karna itu hal biasa Marvel lakukan dan tanpa Yuna sadari ada hati yang sedang tersakiti
Dokter Crish..
"Vel untuk apa kau membawa Flow bertemu dokter Crish"
"Flow,,, kenapa kau terus memanggilku dengan sebutan Flow" Marvel sangat gerah dengan sebutan itu seolah memggambarkan sahabat sangat mengenal kekasihnya
"Flowers.... Bukankah kekasihmu menyukai bunga dia tidak memberitahuku siapa namanya sejak awal jadi aku memanggilnya dengan panggilan Flow" Stev sudah bisa menangkap jika sahabatnya sedang terbakar cemburu
"Panggil dia Nona Marvel" Tegas Marvel
"Baiklah,, Nona apa kau juga menyukai jus buah" Melihat minuman yang dipegang Yuna adalah minuman yang sama dengan yang ada ditangan Steven
"Iya Stev karna aku tidak menyukai minuman beralkohol dan bersoda, pasti karna anda seorang jadi anda menerapkan hidup sehat hingga yang anda adalah jus buah"
"Ya aku salah satu penganut hidup sehat Nona"
Stev tidak memperdulikan tatapan lelaki dihadapannya dirinya terus asik berbincang dengan Flow karna mereka memiliki beberapa kesamaan diantarnya dalam menjalankan pola hidup.
__ADS_1
Marvel tiba-tiba menarik dagu Yuna dan mencium bibir Yuna dihadapan Stev dan sontak langsung membuat Stev sangat gerah timbul rasa tidak rela wanita yang ada didepannya sedang dicumbui oleh sahabatnya yang tak lain kekasih dari wanita itu sendiri.
Merasa tidak nyaman dengan perlakuan kekasihnya Yuna mendorong tubuh kekasihnya dengan kedua tangannya.
"Hunny hentikan disini banyak sekali orang, aku merasa tidak nyaman" Rengek Yuna dengan suara yang sangat manja
"Baiklah,, Setelah acara selesai kita langsung pulang dan melanjutkannya dirumah" Marvel dengan jelas melihat wajah Stev memerah melihat adegannya dengan Yuna.
Yuna hanya tersenyum mendengar kata-kata kekasihnya tidak memperhatikan ada pasang mata yang sedang menatap dengan penuh kekesalan.
Stev tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Marvel yang terus saja mencium pipi Flow dan meminta balasan dari ciumannya.
Acara inti sudah dimulai semua tamu memperhatikan penjelasan dari pembawa acara sampai akhirnya waktu yang sangat ditunggu para pengusaha adalah mengetahui siapa perancang yang selalu mendapat nominal yang besar.
"Mari kita sambut Nona Marvel gadis cantik memiliki banyak ide-ide hingga bisa melahirkan rancangan mesin yang memiliki teknologi modern dan sekaligus calon istri dari Presdir Utama MARVELOUS GROUP" Semua orang bertepuk tangan atas kesuksekan Yuna banyak yang tidak menyangka ternyata pemilik rancangan adalah seorang gadis muda.
"Aku akan menemani kesana" Marvel mengulurkan tangan dan menyambut tangan Yuna dan mereka berjalan berdua menuju atas panggung.
Diatas panggung Yuna kembali mendapatkan satu buket bunga mawar putih dengan ukuran cukup besar.
Mawar putih apakah Flow menyukai mawar putih..
Ternyata kamu gadis hebat Flow..
Stev sangat mengagumi Flow bukan hanya kecantikan dan sikap ramahnya tapi sekarang Stev juga mengagumi kehebatan Flow.
Tapi lagi-lagi Marvel mendaratkan ciuman dibibir Flow yang membuat Stev sangat gerah melihatnya.
.
.
.
__ADS_1