
Pesta pernikahan Yuna dan Daniel sudah ditentukan, pesta akan digelar satu bulan setelah pernikahan Raffa dan Netra.
Daniel tidak memberikan Yuna izin untuk pergi meninggalkan rumah kecuali pergi dengan dirinya. Yuna tidak merasa keberatan dengan sikap calon suami nya dan memilih menikmati setiap waktu nya dengan menggunakan semua fasilitas mewah yang tersedia dirumah Moris.
Hari ini Yuna memilih untuk menghabiskan waktu dikolam renang sebelum menghadiri peresmian bar milik calon suami nya. Yuna tidak pernah suka jika saat ada kolam ada yang mengganggu nya siapa pun, maka Yuna meminta para maid nya berjaga dipintu yang menuju kolam renang dan tidak membiarkan ada orang masuk tanpa seizin dirinya.
"Selamat datang Tuan Dami.." Sapa salah satu bodyguard yang berjaga dihalaman rumah
Daniel tersenyum dan memberikan bungkus makanan yang sengaja dibawanya dari resto nya untuk para bodyguard seperti biasa. Daniel berjalan memasuki rumah dan memilih ada sepasang pengantin baru yang tengah asik bercumbu disofa yang ada diruangan tengah.
"Apa kalian tidak bisa melakukan nya didalam kamar huh, atau pergilah untuk berbulan madu" Sindir Daniel yang sedikit kesel melihat keintiman pengantin baru itu, karena beberapa hari ini dirinya tidak mendapatkan nya dari Yuna karena dirinya tengah sibuk mengurus bar baru nya.
"Haha aku tahu kau pasti menginginkan hal ini, tapi adikku selalu menolak nya. lebih baik kau pergi temui adikku sebelum kau menjadi gila melihatku yang sedang bercumbu dengan istriku" Raffa tertawa puas melihat wajah Daniel yang terlihat kesal.
Daniel memilih pergi meninggalkan Raffa karena jika terus meladeni ocehan receh Raffa dirinya pasti akan kalah dan menjadi bahan bully.
Saat akan menemui calon istri nya, langkah nya terhenti karena ada para maid yang tengah menjaga didepan pintu yang menuju kolam renang.
"Apa istriku masih berenang..?"
"Maaf Tuan Dami, calon istri anda masih berenang dan seperti biasa tidak boleh ada yang memasuki area kolam renang tanpa izin dari Nona Moris" Ucap seorang pelayan wanita yang selalu bertugas mengurusi segala keperluan Yuna sekaligus pelayan kepercayaan Yuna.
"Haha ya ya maksudku calon istriku.."Daniel tertawa mendengar pelayan itu menegaskan posisi Yuna yang belum sah menjadi istrinya.
"Sebaiknya anda menunggu diruang tengah atau dikamar Nona Moris saja Tuan Dami" Maid itu masih menundukkan kepala nya bagaimana pun Daniel adalah kekasih dari majikannya.
"Aku akan menemui nya disana, dia tidak mungkin marah jika aku yang datang" Daniel mengarahkan tangan nya ke arah pintu yang tertutup dengan tirai.
"Maaf Tuan Dami.." Maid itu menahan laju langkah Daniel yang hendak memaksa masuk
"Ada apa ini..?" Dave yang baru turun dari ruang kerjanya bersama Stev melihat Daniel yang ditahan oleh Maid kepercayaan Yuna langsung berjalan menghampiri calon iparnya.
"Maaf Tuan Dave.. Tuan Dami ingin menemui Nona diarea kolam sedangkan Nona sudah berpesan jangan ada yang memasuki area itu tanpa seizin dari nya"
"Menyingkirlah, berikan Daniel jalan"
"Ta..tapi Tuan.."
Maid itu langsung bergeser memberi jalan untuk Daniel saat Dave memberikan tatapan yang sangat tajam.
Daniel menyapu sudut area yang paling disukai kekasihnya, area hijau yang biasa dipakai untuk menghilangkan rasa penat yang dialami Yuna. Dan disana Daniel melihat jelas keindahan tubuh kekasihnya yang tengah memakai bikini berwarna hitam sedang berenang.
Daniel duduk dikursi santai dengan memperhatikan keindahan tubuh kekasihnya, Yuna tersadar ada sosok yang sedang memperlihatkan dirinya dan ternyata sosok itu adalah kekasihnya.
__ADS_1
"Bagaimana dirimu bisa masuk, apa para pelayanku tidak melarangmu..?" Yuna menerima handuk yang diberikan kekasihnya dan langsung memakai nya.
"Tidak ada yang bisa melarangku menemuimu Baby.."Daniel meraih tangan Yuna lalu menarikn kedalam pangkuannya
"pakaianmu terlalu terbuka Baby" Bisik Daniel pelan
"Itulah alasan kenapa selalu ada pelayan yang berjaga didepan pintu itu" Yuna mengecup mesra pipi Daniel
"Apa yang membawamu kemari, bukankah kita akan langsung bertemu diacara peresmian nanti"
"Aku sangat merindukanmu makannya aku menemui terlebih dahulu sebelum melihat persiapan peresmian nanti" Daniel memeluk perut ramping kekasihnya yang tertutup jubah mandi.
"Tidak disini.." Yuna menghentikan Daniel yang hendak mencium bibirnya dan langsung berdiri menarik Daniel untuk mengikuti dirinya.
Yuna memasuki rumah dengan dipeluk posesive oleh kekasihnya, saat pintu terbuka Yuna melihat Dave tengah memarahi maid kepercayaan nya.
"Kak Dave apa yang kamu lakukan, kenapa kau memarahi maidku..? apa kesalahan nya?!"
"Dia tadi sempat bersikeras melarang Daniel menemui di kolam"
"Aku yang meminta nya untuk melakukan itu, jadi wajar jika tadi dia melarang Daniel menemuiku saat sedang disana."
"Non manis...."
"Sudahlah ini bukan masalah besar"
"Sudah lebih baik sekarang pergilah beristirahat kakimu pasti lelah berdiri lama karena harus berjaga didepan pintu"
Wanita ku ini memang berhati malaikat, kau Nona dirumah ini tapi dirimu tidak pernah semena-mena pada para pelayan mu bahkan dirimu selalu memperhatikan segala kebutuhan mereka dan keluarga nya.
Tidak salah aku menjatuhkan hati padamu Baby..
"Ayo By,, bukankah kau mau menemaniku" Yuna bertingkah manja karena merasakan hal yang sama dengan kekasihnya yaitu sama-sama rindu.
Daniel tersenyum melihat tingkah manja kekasihnya dan langsung menggandeng kekasih nya berjalan menuju kamar dilantai atas.
Saat didalam kamar Daniel mencium bibir kekasih nya dengan sangat gemas dan beberapa kali menggigit manja hingga terdengar suara desahan yang semakin membangkitkan gairah nya. Daniel melepaskan jubah mandi yang dipakai kekasih nya tapi saat akan melakukan hal yang lebih jauh kembali mendapat penolakan halus.
"Tidak sekarang By.. Aku selalu menuruti semua perkataanmu jadi tidak ada alasan untuk dirimu melakukannya.."
"Lalu kenapa dirimu tidak membatah saja, agar aku bisa melakukan nya" Daniel melepaskan pelukan nya dan membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur milik Yuna.
"Hey ada apa denganmu By,, apa kau kesal atas penolakanku tadi..?" Yuna mengusap lembut pipi Daniel
__ADS_1
"Lupakan saja,, aku akan pergi melihat persiapan acara sore ini" Daniel berdiri kasar dan pergi meninggalkan Yuna yang terlihat bingung dengan sikap Daniel yang mendadak aneh.
Apa aku terlalu keterlaluan karena terus menolak nya..
"By tunggu ada apa denganmu, kenapa dirimu tiba-tiba menjadi marah seperti ini" Yuna menahan lengan Daniel yang hendak membuka pintu kamar.
"Lupakan saja, bersiaplah aku akan menunggumu disana dan dirimu akan berangkat bersama supirku"
"Kenapa kita tidak berangkat bersama saja By.. Tunggulah sebentar aku akan bersiap dulu"
"Aku akan menunggumu disana, ada urusan penting yang harus aku selesaikan dulu"
Daniel terlihat sangat kesal atas penolakan yang selalu terulang, tapi Daniel masih mencoba menyembunyikan kekesalan nya karena dirinya masih menghargain prinsip wanita yang dicintainya.
Daniel pergi tanpa memberi Yuna ciuman dikening, biasanya itu sudah menjadi kebiasaan dan Daniel selalu melakukan hal itu tapi kini Daniel pergi begitu saja.
#Daniel Milan
.
.
.
.
FYI
Hallo..
Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..
Alasannya karena Authoor kerja..
Untuk weekend diusahakan lebih dari hari-hari biasa ya..
Dan diusahakan setiap hari up ya..
kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..
Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..
__ADS_1
Ditunggu Juga masukan nya ya..
Thank You For Reading ☺