Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa

Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
Season 2 : Ucapan Selamat


__ADS_3

Kini Yuna beserta keluarga besar Moris dan keluarga Milan sudah berada di Indonesia untuk melangsungkan pesta pernikahan yang digelar cukup mewah walaupun tidak semewah seperti pesta di London.


Karena Yuna dan Keluarga hanya mengundang orang-orang tedekat saja. Yuna yang banyak berubah masih menunjukan sikap manis yang mampu menutupi betapa liar jiwanya.


Mom Morisa rindu,,


Morisa yakin sekarang Mommy sedang tersenyum bahagia melihat Morisa sudah menjadi seorang istri dan sekarang Morisa menggantikan posisi Mommy.. (Batin Yuna)


"Are you okay Baby..?"


"Aku rindu Mommy By.."


"Setelah pesta selesai kita langsung kembali ke London dan berkunjung ke makam Mommy okay"


"Thank you By.."


****


Pameran rancangan MG sudah siap dan akan dihadari para pengusaha dalam negri maupun luar negri. Semua urusan dihandle oleh Kirane yang tak lain pengganti Yuna di MG.


"Bagaimana semuanya okay..?" Tanya Yuna yang tengah bersiap menghadiri acara


"Aman kak Baby.."


"Goodjob girl"


Daniel sebenarnya sangat malas untuk datang ke acara MG karena pasti akan ada Marvel disana tapi ini juga satu pencapaian besar untuk adiknya yang bisa menggantikan posisi istrinya dalam waktu singkat.


Katanya perancang dan penanggung jawab proyek ini seorang wanita cantik dan masih muda (Batin Tamu 1)


Ya katanya perancang itu wanita dari keluarga kaya yang memiliki bisnis besar dan memiliki cabang dinegara-negara besar (Batin Tamu 2)


Yuna yang datang bersama Daniel dan juga Dave dengan dijaga ketat oleh para Bodyguard yang sudah disiapkan Victor sebelum keberangkatannya ke Australia untuk urusan bisnisnya. Dan kedatangan Yuna disambut oleh Marvel dan Sekertaris Lee dan juga Kirane adik iparnya didepan pintu utama, Daniel sangat gerah karena Marvel sudah membawa bunga mawar putih yang pasti untuk istrinya.


"Aku tidak mau kau menerima pemberian dalam bentuk apapun dari lelaki itu" bisik Daniel ditelinga istrinya.


"Siap suamiku"


Semua orang terfokus pada sosok Yuna yang dijaga sangat ketat dan tidak mengetahui siapa Yuna.


Yuna berjalan dengan sangat anggun ditambah dengan balutan gaun berwarna hitam yang dipilih langsung oleh Daniel. Marvel dibuat sangat terpesona dengan sosok wanita yang semakin hari semakin cantik.


Kamu sangat cantik Yuna ( Batin Marvel)

__ADS_1


"Selamat datang Nona Morisa, Tuan Daniel dan selamat datang Dave. Hadiah kecil untuk anda Nona Morisa ini sebagai ucapan terimakasih atas kesuksesan acara"


"Maaf Tuan Marvel seperti Nona Kirane yang lebih pantas mendapat hadiah ini karena beliaulah yang sudah bekerja keras selama ini.. Kirane terima bunga ini"


"Terimakasih Tuan Muda" Ucap Kirane


Dengan langkah yang sangat anggun dan sorot mata yang menujukan kharismatik seorang wanita berdarah biru membuat semua pengusaha yang mengenal Yuna langsung membungkuk memberi hormat kecuali para tamu yang memiliki tangan hebat yang berkesempatan hadir dipameran besar yang melibatkan langsung Keluarga Moris.


Tamu yang didominasi oleh para pria membuat Daniel sedikit gerah karena sudah banyak mata yang tertangkap basah sedang memandangi istrinya.


"Tenanglah Adikku milikmu" Ucap Dave yang tengah duduk bersama Daniel disofa khusus tamu vvip.


Daniel hanya menatap kesal pada Dave yang tidak paham bagaimana gerahnya Daniel saat wanitanya menjadi objek utama para pria.


Sial.. Aku harus segera membawa istriku keluar dari tempat ini (Batin Daniel)


****


Sudah hampir 3 tahun Yuna tidak melihat wajah lelaki yang sudah membuat dirinya memiliki trauma dan membuat keluarga besar Ayahnya malu karena rencana pernikahan nya yang batal karena ulah bejat calon suaminya yang berselingkuh dengan wanita lain.


"Alvin..." Yuna mundur secara teratur dan membuat hatinya kembali sakit saat melihat wajah Penghianat berdiri dihadapannya.


"Hai Yuna,, lama tidak bertemu denganmu.. Dirimu sangat banyak berubah kau terlihat semakin cantik" Alvin tersenyum devil menatap wajah Yuna yang telihat kurang baik.


Yuna menarik nafas panjang dan mengusir trauma nya agar tidak terlihat lemah dihadapan Penghianat. Para bodyguard yang melihat majikannya sedang tidak nyaman sudah berancang-ancang untuk membereskan Alvin tapi tangan Yuna memberi isyarat agat tidak ada pergerakan apapun.


"Hai Alvin senang bisa kembali bertemu.." Wajah Alvin langsung berubah melihat respon Yuna yang sangat tenang.


"Dimana kau sekarang bekerja hingga bisa datang keacara sebesar ini" Wajah songong Alvin mulai muncul


"Itu tidak penting untukmu" Yuna menatap Dave yang duduk disofa memberi sebuah isyarat.


"Temani istrimu bermain Niel" Bisik Dave dengan seringai licik pada Daniel yang sedang menahan emosi saat melihat lelaki yang pernah membuat wanitanya hampir mati.


Daniel berjalan dengan langkah tegas diikuti para bodyguard dibelakangnya.


"Baby.." Daniel memeluk posesive pinggang istrinya dan mendaratkan sebuah kecuapan mesra dibibir mungil istri. "Siapa dia..? Apa dia salah satu rekan bisnismu"


"Bukan"


"Lalu.."


"Dia hanya seorang kac*ng disebuah perusahan disini"

__ADS_1


"Jaga bicaramu Yuna" Alvin mulai kesal dengan mantan kekasihnya.


"Apa aku salah, Kau hanya sebuah debu yang bisa aku singkirkan dalam hitungan detik"


"Haha sombong sekali dirimu, aku tahu kau pasti sudah dibeli oleh lelaki ini"


"Mulut anda sangat tidak berpendidik bro" Daniel sudah sangat gerah dan sangat ingin mengahadiahi Alvin dengan sebuah pukulan tapi Yuna masih memberi isyarat agar tidak ada keributan.


"Kau salah besar, Akulah yang bisa membeli PT. xxx dan menendangmu dari sana. Kau perlu bukti.."


Prok Prok Prok


"Nona Morisa.." Owner dari perushaan tempat Alvin bekerja kini tengah tertunduk dihadapan Yuna yang membuat Alvin memandang dengan penuh tanda tanya.


Morisa... Bukankah itu nama dari pemilik rancangan itu (Batin Alvin)


"Pecat lelaki kurang ajar ini dan akan ku berikan satu rancangan secara cuma-cuma untukmu" Mendengar tawaran langka bisa mendapatkan rancangan secara cuma-cuma tidak membuat lelaki tua itu berpikir panjang dan langsung memecat Alvin dihadapan Yuna.


Alvin yang tidak terima langsung mengeluarkan kata-kata hinaan yang membuat para bodyguard bereaksi dan menyeret Alvin keluar gedung.


Yuna sudah merasa sangat bisa membalas rasa sakit hatinya tapi tiba-tiba tubuh Yuna kehilangan kestabilan dan ambruk dipelukan Daniel.


Dave yang melihat Yuna pingsang langsung menghampiri Daniel yang sudah terlihat panik. Stev yang baru datang langsung menghampiri Yuna yang berada dipelukan Daniel.


"Baby bangunlah.."


"Aku akan memeriksanya" Stev meraih tangan Yuna tapi malah mendapat reaksi penolakan dari Daniel.


"Lancang sekali kau menyentuh istriku"


"Hey tenanglah kau lupa aku seorang dokter"


"Tuan biarkan kekasihku memeriksa istrimu" Seoarang gadis bermata biru ikut duduk disamping Stev yang akan memeriksa Yuna.


****


"Seperti yang dikatakan dokter Stev istri anda hanya kelelahan dan itu karena dirinya berdiri terlalu lama. Dan yang paling penting anda harus menjaga istri dan juga calon anakmu Tuan Daniel"


"Apa"


"Istri anda tengah mengandung dengan usia yang sudah menginjak 4 minggu"


Daniel tersenyum sangat bahagia dan langsung memeluk Dave yang juga tengah tersenyum bahagia dengan kehamilan adiknya

__ADS_1


"Selamat Daniel sebentar lagi kau akan menjadi seorang Ayah" Dave menepuk beberapa pundak Daniel.


"Selamat Kawan kau akan menjadi seorang Ayah dan kau harus datang ke pesta pernikahan ku nanti" Stev memeluk Dani dan memberi selamat sementara gadis disamping Stev hanya tersenyum pada Daniel.


__ADS_2