
"Sekertaris Lin apa kau sudah menemukannya"
"Sudah Nona"
"Baiklah bawa dia sekarang dan pastikan Tuan Muda tidak datang kerumahku secara tiba-tiba"
"Baik Nona"
Yuna tersenyum sangat riang seperti mendapat kebahagian, Yuna berlari menuju sebuah kamar yang ada dilantai atas yang didalam dihiasi kacar berukuran besar.
Didalam kamar sudah ada asisten yang sedang menyiapkan semua yang diminta Yuna.
"Maaf Nona apa Tuan Muda tidak akan marah saya berada dilantai atas ini, bukankah Tuan melarang keras para pelayan memasuki area pribadi anda" Seorang pelayan wanita bicara tertunduk dihadapan Yuna
"Tidak usah kau pikirkan hal itu, ini tanggung jawabku" Yuna memandang setiap sudut ruangan yang sudah dilengkapi kamera
"Baiklah saya permisi Nona" Pelayan wanita itu pergi meninggalkan Yuna sendiri
Dreeeettt Dreeettt Dreeeettttt
"Hallo,, Bagaimana Linsa"
"Aman Nona"
"Baiklah bawa dia masuk"
Seorang wanita memasuki rumah mewah Yuna yang disetiap sudut terdapat bunga mawar putih yang segar membuat wanita itu kagum ditambah dengan dekorasi rumah yang bernuansa serba putih menambah kesan mewah serta elegan.
"Nona Muda.. " Sekertaris Lin sudah berdiri didepan pintu ruangan yang terbuka yang didalamnya sudah ada gadis cantik telah menunggu
"Kau sudah tiba Sekertaris Lin, Masuklah... " Yuna menyambut dua wanita yang berparas cantik dengan senyuman manisnya.
"Nona saya ingin bicara sebentar dengan anda.. "
"Baiklah.. " Yuna keluar dari ruangan memenuhi permintaan Sekertaris pribadunya. "Ada apa Linsa..??"
"Nona bagaimana jika Tuan Muda tau ada orang yang memasuki area pribadi anda apalagi ada orang asing masuk kedalam rumah ini tanpa izin dari Tuan Muda"
"Linsa rumah ini milikku dan hakku mau mengundang siapapun kemari, kau tidak usah khawatir tentang itu"
"Baik Nona"
"Kembalilah kekantor dan kabari aku jika Tuan Muda akan datang kemari"
Sekertaris Lin pergi meninggalkan rumah pribadi milik Yuna untuk kembali kekantor MG.
Nona kau membuatku dalam posisi sulit..
Bagaimana jika Tuan Muda tahu dia pasti tidak akan mengampuniku lagi..
Yuna kembali menuju ruangan yang akan menjadi tempat dirinya berlatih dance bersama wanita yang telah diundangnya.
__ADS_1
Yuna berencana akan memberi kejutan untuk kekasihnya dihari pernikahan mereka dengan mempersembahkan sebuah dance karna Yuna tahu jika calon suaminya menyukai para dancer wanita dan selalu terkagum-kagum melihat setiap gerakannya.
Yuna memanggil seorang asisten untuk duduk diruangan dance nya dan memegangi handphone miliknya, bukan tanpa alasan Yuna melakukan itu karna agar tahu jika sekertaris pribadinya mengirim pesan.
Asistennya hanya duduk diam menyaksikan majikannya berlatih dance dan hari sudah hampir sore Yuna sudah hampir 4 jam latihan hingga membuat tubuhnya penuh dengan keringat
"Nona Muda... " asisten itu berteriak dan terlihat sangat kaget dan langsung berjalan dengan cepat menuju arah Yuna yang tengah mengatur nafasnya.
"Ada apa.. " Yuna menerima handphone yang disodorkan asistennya dan kedua matanya langsung membulat "Marvel.."
Kenapa tiba-tiba nelfonku..
"Hallo.. "
"Hunny aku sedang menuju rumahmu tadi kebetulan aku ada meeting diluar jadi aku putuskan untuk menemui"
"Ah benarkah, aku akan menunggumu"
Tut tut tut tut
Sambungan telfon terputus dan seketika membuat Yuna menjadi lemas.
"Bi tolong panggil satu orang pengawal kemari"
"Baik Nona" Asisten wanita itu terdengar menuruni tangga dan beberapa saat kembali muncul dengan seorang lelaki berbadan tinggi besar
"Kau tau apa yang harus kau lakukan"
"Baik Nona"
"Baik Nona sesuai keinginan anda" lelaki itu menunduk hormat kepada Nyonya rumah yaitu Yuna
"Terimakasih untuk hari ini Nona, besok kita akan bertemu lagi"
"Baik Nona saya permisi"
Pengawal itu membawa guru dance Yuna keluar dari rumah dengan melewati jalan belakang sementara Yuna dan asistennya sibuk membereskan ruangan dance dan langsung menguncinya.
Baru 5 menit guru dance nya pergi sudah terdengar suara semua orang menyambut Marvel dilantai bawah sementara Yuna baru saja memasuki kamarnya dengan tubuh dibasahi keringat.
Cekleeeeekkk
pintu sudah terbuka dan Marvel sudah berdiri didepan pintu kamar kekasihnya dengan tatapan sangat heran karna melihat tubuh kekasihnya basah penuh keringat.
"Hey kenapa tubuhmu begitu basah penuh keringat seperti ini, apa ac dikamarmu mati biar aku panggil orang untuk membetulkannya" Marvel berjalan mendekati kekasihnya
"Ah tidak tidak ac kamarku normal Hunny, ini hanya... ah sudahlah lupakan. Biarkan aku mandi dulu tunggulah sebentar" Yuna bergegas masuk kedalam kamar mandi sementara Marvel yang melihatnya hanya tersenyum dan membaringkan tubuhnya ditempat tidur milik kekasihnya.
Bagaimana bisa sekertaris Lin tidak mengabariku..
Dan kau sekertaris Lee kenapa kau juga tidak memberiku kabar huh..
__ADS_1
Yuna masih terus bicara dalam hatinya saat sedang mengguyur tubuhnya dengan air karna merasa kesal kepada dua sekertaris keluarga MG.
Saat Yuna selesai mandi terlihat Marvel sudah terlelap ditempat tidur miliknya.
"Seperti dirimu lelah tidak biasanya terlelao begitu cepat"
Yuna sudah menggunakan pakaian lengkap dan memutuskan meninggalkan Marvel yang sedang tertidur.
Melihat keberadaan Sekertaris Lee dilantai bawah Yuna mempercepat langkah kakinya menuruni tangga.
"Sekertaris Lee!!!"
"Nona Muda.. " Lee tertunduk pasti sebentar lagi dirinya akan menerima ocehan Yuna
"Apa kau tidak bisa diajak untum bekerjasama"
"Maafkan saya Nona karna tadu ponsel saya mati jadi tidak bisa menghubungi anda sebagai gantinya besok hingga satu hari sebelum menikah saya akan membuat jadwal Tuan Muda sedikit padat hingga tidak bisa meninggalkan kantor dengan cepat"
"Benarkah apa kau tidak akan menipuku lagi.. "
"Saya sudah mengaturnya Nona, ini rincian agenda Tuan Muda untuk beberapa hari kedepan"
"Baiklah,,, sekarang pulang dan beristirahatlah karna malam ini Tuan Muda akan tidur disini"
"Tapi Nona... "
"Aku akan membuat alasan kepada keluargaku, lagi pula tidak ada yang berani menaiki lantai atas"
"Baiklah Nona saya permisi, ih ya Nona Keluarga anda akan kembali sekitar 2 jam lagi"
"Ah ya baiklah"
Yuna masih berada dilantai bawah melihat agenda kekasihnya yang sudah disusun rapi oleh sekertaris Lee.
"Bibi,, Tolong simpan ini jangan sampai Tuan Muda mengetahuinya"
"Baik Nona, makanan yang Nona minta sudah siap. Mari saya bawakan keatas"
"Tidak usah saya akan membawanya sendiri karna Tuan Muda sedang tidur saya tidak mau tidurnya terganggu"
"Baik Nona apa ada yang anda butuhkan lagi"
"Tidak ada bi,, Tapi jika keluargaku sudah kembali siapkan makan malam untuk mereka dan katakan aku akan beristirahat lebih awal. Satu lagi jangan katakan Tuan Muda ada diatas jika tidak ada yang bertanya"
"Baik Nona"
Setelah memberi pesan kepada asistennya Yuna kembali kekamarnya dengan membawa makan malam untuk kekasihnya yang sedang tertidur.
.
.
__ADS_1
.