
Menyaksikan kemesraan Mantan istrinya dengan suami barunya Marvel teringat kenangan saat bersama Yuna.
Dimana Yuna selalu bersikap manis dan memperlakukan dirinya dengan penuh perhatian.
Tapi kini hal itu hanya tinggal kenangan dan tidak mungkin akan bisa terulang.
"Tuan Muda Marvel.." Kirane menyadarkan Marvel dari lamunannya. "Are you okay..?"
"Ya"
"Cinta tidak harus memiliki,, dan jika anda benar-benar mencintai kakak iparku maka biarkan dia bahagia dengan kehidupan barunya" Kirane yang paham arti dari sorot mata Marvel merasa iba melihatnya.
"Ya aku akan mencobanya.. Jadi kapan kau akan mulai bergabung dengan MG..?"
"Lusa"
"Baiklah sampai bertemu diKorea"
Ting..
Lee❤
Aku merindukanmu..
Nona Milan❤
Datanglah ke apartment, aku juga merindukanmu
Marvel dan Lee pamit meninggalkan Kirane yang sendirian diruang tengah yany ada di Mansion mewah milik Yuna, Sebelum mengemudikan mobil Lee mengirm pesan pada kekasihnya yang sedari tadi membuat dirinya tidak karuan.
****
"Aku tidak mau meminumnya By" Yuna bersembunyi dibalik selimut karena tahu suaminya pasti akan melakukan segala cara agar dirinya mau untuk minum vitamin yang disiapkannya.
Daniel menghela nafas panjang dan menggelengkan kepala nya melihat tingkah menggemaskan istrinya yang sangat sulit untuk menelan benda kecil yang memiliki rasa pahit. Daniel tersenyum devil karena sudah menemukan cara agar istrinya mau menelen benda pahit itu.
"Arrghhh" Daniel berteriak cukup keras hingga membuat Yuna langsung keluar dari persembunyiannya dan melihat Daniel tengah memegangi mulutnya dan meringis kesakitan.
"Hey dirimu kenapa By.." Yuna mendekatkan wajahnya pada Daniel yang terus meringis seperti sedang menahan sakit.
"Tolong lihat bibirku, apa ada luka tadi aku tidak sengaja menggigitnya saat sedang memakan buah itu" Daniel berakting sangat bagus hingga membuat Yuna sangat mudah percaya.
Yuna mengusap bibir Daniel dan semakin mendekatkan wajahnya agar bisa mengecup bibir suaminya, Daniel yang mendapatkan kesempatan langsung mencium kuat bibir Yuna dan memindahkan obat yang sudah ada didalam mulutnya.
"Mmmhhh By,, pahit By" Yuna terus berontak untuk lepas dari ciuman Daniel tapi Daniel sudah lebih dulu menahan kepala Yuna agar tidak lari dan memuntahkan benda kec yang memiliki rasa pahit.
"Telan Baby..." Daniel enggan melepaskan ciumannya sebelum Yuna benar-benar menelan obat yang ada didalam mulutnya
Glek..
Daniel melepaskan ciumannya dan segera mengambil gelas yang berisi air untuk diminum oleh Yuna.
Yuna beberapa kali mual seperti akan kembali memuntahkan obat yang sudah ditengah tenggorokannya. Daniel mendekatkan kembali wajahnya agar istrinya tidak kesal karena sudah dipaksa untuk meminum vitamin dan kembali mencium bibir mungil Yuna.
"Sorry.." Ucap Daniel lirih
"I hate you"
"I love you Baby"
"No"
"Seriously.."
"Hemmm"
"Jika dirimu terus marah mungkin akan membuka celah wanita lain menggodaku"
__ADS_1
"By.."
"I'm here.."
"Kau menyebalkan"
"Tapi banyak wanita yang mengagumiku dan membuatmu cemburu"
"Pergilah"
"Baiklah aku pergi"
Daniel belaga marah dan berjalan menuju pintu untuk pura-pura pergi meninggal istrinya.
"Aku akan bersiap untuk menemui salah satu rekan bisnisku yang dia jauh lebih tampan darimu By, mungkin aku akan pulang sedikit agak malam jadi dirimu tidak usah menungguku okay".
Daniel yang awalnya berharap Yuna akan merengek untuk meminta dirinya tetap tinggal tapi ternyata rencana Daniel gatot alias gagal total. Malah kini Daniel yang dibuat geram dengan perkataan istrinya. Dalam hitungan detik Daniel membalikkan tubuhnya dan kembali menghampiri Yuna yang sedang tersenyum manis.
Diluar dugaan Daniel mendorong tubuh Yuna hingga berbaring diatas tempat tidur dan dengan kasar Daniel membuka pakaiannya.
"Sesuai janjimu aku akan mengurungmu"
"Mmm By ta..tadi aku hanya bercanda"
"Aku akan membuatmu tidak bisa turun dari tempat tidur"
"Arrhhh tidak tidak..tidak lagi By aku masih merasa lemas"
"Itu yang aku inginkan"
Seringai tipis terlihat diwajah Daniel yang sudah kembali bergairah dan melepas satu persatu pakain yang dikenakan oleh Yuna. Pakaian dibuang kesembarang tempat membuat kamar kembali berantakan.
Daniel terus menjam*h setiap inci tubuh istrinya yang membuat suara desah*n kembali terdengar didalam kamar utama yang ada di Mansion mewah itu. Suara desah*n itu terus membangkitkan gairah yang ada didalam diri Daniel dan membuat Daniel enggan untuk menghentikan perbuatannya.
Yuna kini sudah tertidur didalam pelukan suaminya yang sudah mempermainkan tubuhnya tanpa henti. Daniel hanya memasukan Junior nya satu kali karena tidak ingin menyiksa area sensitive milik istrinya sehingga lebih memilih untuk mencium dan jilat inci demi inci tubuh istrinya karena bagi Daniel kepuasannya didapat saat melihat wanitanya terkulai lemas.
****
"Apa Nona sama sekali tidak keluar dari kamarnya..?" Victor menyapu isi Mansion dengan kedua matanya dan tidak menemukab tanda keberadaan adiknya.
"Nona hanya keluar saat menemui tamunya"
"Tamu..?"
"Tuan bisa melihat cctv"
"Baiklah, tolong bawakan aku minuman kekamarku"
"Baik Tuan"
Victor segera berjalan memasuki kamarnya dan menekan tombol yang sama seperti dikamar adiknya.
Mulai dari kamar Yuna hingga kamar Jemmy memiliki akses untuk melihat semua cctv yang terpasang disetiap sudut Mansion dan dilengkapi akses audio keseluruh area Mansion.
Victor membulatkan matanya saat melihat tamu yang dimaksud oleh pelayannya tidak beberapa lama wajah Victor menampakan senyuman devil melihat sikap adiknya yang sama persis seperti mendiang ibunya yang selalu membuat musuhnya mata dalam hitungan detik dan Yuna memiliki semua pemikiran yang dimiliki mendiang ibunya diantaranya selalu satu langkah lebih dulu dari musuhnya.
Tok Tok Tok
"Masuklah"
"Silahkan Tuan Muda, apa ada lagi..?"
"Tidak Terimakasih, beristirahatlah"
"Terimakasih Tuan Muda.."
Ting...
__ADS_1
Victor
Datanglah kekamarku selagi adikku sedang tidur, ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu
Adik ipar DaMi
Baiklah
Daniel yang sudah membaca pesan dari Victor perlahan melepaskan pelukan Yuna dengan sangat hati-hati karena takut istrinya terbangun. Daniel berjalan dengan pelan hendak menuju kamar Victor yang masih dilantai dua.
Saat Daniel membuka pintu kamar Victor, matanya membulat kala dikamar Victor juga bisa mengakses semua cctv yang ada disetiap sudut Mansion.
"Kau juga bisa mengaksesnya" Tanya Daniel heran
"Tentu.. Bukan hanya kamar ini tapi kamar Dave, Raffa, Caesar dan Jemmy memiliki akses ini"
"Hemm Ya Ya.."
"Ini kode aksesmu untuk Mansion ini"
"Untuk apa ini" Daniel menatap Victor heran
"Itu untuk mengaktifkan semua yang ada diMansion ini, mulai dari penutupan otomastis untuk pintu utama dan sampai pengaktifan semua keamanan saat ada bahaya yang mendekati Mansion ini"
Victor memperlihat maksud kata-kata dirinya, dimana ada banyak senjata yang tertanam disetiap sudut luar Mansion dan bisa diaktifkan oleh pemilik kode aksesnya.
"Ini pertahan akhir saat bahaya mengancam keselamatan adikku yang sekarang sudah menjadi istrimu"
Mendengar penjelasan Victor, Daniel menganggukan kepalanya.
"Sebentar..apa dikamar utama juga ada cctv..?"
"Tentu"
"Apa kau sudah melihat apa yang aku lakukan dengan istriku..?"
Pletaaakkk
"Tentu saja tidak bodoh" Victor memukul kepala Daniel dengan kunci mobil hingga membuat Daniel meringis kesakitan.
"Awwhh kau sangat kasar Tuan Victor"
.
.
.
FYI
Hallo..
Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..
Alasannya karena Authoor kerja..
Untuk weekend diusahakan up setiap lebih dari hari-hari biasa ya..
Dan diusahakan setiap hari up ya..
kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..
Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..
Ditunggu Juga masukan nya ya..
Thank You For Reading ☺
__ADS_1