Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa

Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
Singapura #2


__ADS_3

6 Jam Kemudian..


"Hey are you okay Hunny" Gadis cantik yang tidak sadarkan diri selama 6 jam akhirnya membuka mata dan sudah berada disebuah ruang rawat vvip


"Marvel,, Dimana kita apa yang terjadi" Gadis cantik itu masih terlihat bingung dan mencoba mengingat kejadian terakhir tapi malah membuat kepala terasa sakit


"Kita ada disalah satu rumah sakit Di Singapura, tadi kamu tiba-tiba saat kita sedang berbelanja"


"Maafkan aku telah membuatmu khawatir sayang.. "


"Tidak masalah sayang.. "


Entah apa yang sedang dilakukan Joe hingga membuat sebuah drama kebohongan kepada kekasih.


Seperti tidak terjadi apapun dan semua sudah diatur dengan sangat baik dan sesempurna mungkin.


"Nona Marvel...." Sapa seorang dokter yang melangkah masuk kedalam ruang rawat vvip


"Dokter Crish" Gadis yang masih terbaring ditempat tidur terus menatap dokter yang berdiri dan tersenyum manis


"Sepertinya anda terlalu senang saat berbelanja sehingga tidak menyadari rasa lelah sudah melanda Nona Marvel.. "


Marvel adalah Joe yang memiliki nama lengkap Marvelous Joesee tapi lebih dikenal dengan Tuan Muda Joe sedangkan nama publik adalah Tuan Muda Marvel.


Marvel bisa melakukan apapun dengan kekuasaan dan kekayaannya yang berjumlah fantastis, maka tidak heran dirinya bisa mengubah kekasihnya menjadi Nona Marvel.


Yuna sekarang akan hidup sebagai Nona Marvel dengan memory semua kenangan bahagia bersama kekasihnya Marvelous dengan kata lain Marvel sudah membuang memory masalalu kekasihnya dan hanya mengingat keluarganya selain itu tidak ada dikenangannya yang diingatnya.


"Sayang aku ingin keluar"


"Aku akan menemanimu" Marvel membantu kekasihnya untuk duduk


"Tidak usah aku akan keluar bersama Linsa, Bukankah kamu akan berbicara dengan dokter Crish"


"Baiklah aku akan memanggil Linsa kemari" Marvel membantu kekasihnya memakai sweter dan tak lama Sekertaris Linsa sudah masuk mendekati Nona Muda. Marvel menatap penuh arti kepada Linsa seolah memberi suatu perintah


"Nona Marvel apakah anda baik-baik saja" Sekertaris Lin bertanya dengan diiringi senyuman tapi ada rasa penuh tanya dibenaknya dengan perintah yang diberikan Tuannya


"Aku baik-baik saja Sekertaris Lin" tersenyum manis


"Sayang setelah urusanku selesai aku akan menyusulmu" Mencium kening kekasihnya dengan penuh kasih


Yuna membalas mencium kekasihnya tapi mencium dipipi kekasihnya "Aku mencintaimu Marvel"


Mendengar kekasihnya membisikan sesuatu, Marvel langsung tersenyum manis terlihat kebahagian muncul disela-sela senyuman itu.


Sekertaris Lin meninggalkan ruangan berjalan bersama gadis cantik yang terlihat sudah baik-baik saja


Sementara Yuna berjalan menyusuri lorong rumah sakit, kekasihnya berjalan menuju ruangan dokter Crish.


Setelah berjalan cukup lama Yuna menghentikan langkah kakinya terdiam memandang sebuah taman yang ditumbuhi banyak bunga.


"Nona Muda ingin kesana" Tanya sekertaris Lin


Yuna tersenyum dan menarik tangan sekertaris Lin berjalan menuju arah taman.

__ADS_1


Ditaman itu ada kursi lalu Yuna duduk dan terdiam memandang sekelilingnya banyak bunga yang membuat dirinya bisa tenang.


"Nona kenapa anda begitu menyukai bunga" Tanya Linsa


"Karna mereka membuatku merasa tenang sekertaris Lin"


"Pantas saja Tuan Muda selalu menyiapkan anda bunga"


"Sekertaris Lin,,, aku merasa ingin minum jus bisa tolong carikan untukku"


"Baiklah mari ikut saya Nona"


"Tidak,, aku akan menunggu disini.. "


"Tapi mana mungkin saya bisa meninggalkan anda sendiri disini"


"Percayalah tak akan ada yang terjadi..aku akan tetap disini sampai dirimu kembali" tersenyum meyakinkan Linsa yang terlihat bingung


"Baiklah saya akan segera kembali Nona"


Sekertaris Lin terlihat jalan sangat cepat karna tak ingin meninggal Nona Muda sendiri terlalu lama ditaman.


Yuna begitu menikmati suasana sejuk ditaman itu sampai tidak menyadari ada pasang mata yang sedari tadi terus memandangi dirinya.


"Nona.. " Suara lelaki dengan pakaian rapi dan memakai jas putih memecahkan lamunannya


"Ya.... "


"Apa anda menyukai taman ini" lelaki itu ikut duduk disamping Yuna


"Ah benarkah,, Saya dokter Stev salah satu dokter dirumah sakit ini" Tersenyum dan menyodorkan tangan untuk berkenalan.


Yuna yang sempat menatap wajah dokter itu hanya tersenyum dan memalingkan pandangannya ke arah lain.


"Ah baiklah" Dokter Stev hanya tersenyum saat gadis manis yang sedang duduk disampingnya tidak menerima tangannya


"Saya harus pergi, senang bertemu dengan anda dokter Stev"


Yuna berjalan meninggalkan dokter yang berparas tampan yang sempat menemaninya duduk menikmati bunga ditaman rumah sakit.


"Flow... " Teriak dokter Stev yang seketika menghentikan langkah Yuna "Aku akan memanggilmu Flow karna dirimu menyukai Flower" Yuna tersenyum manis dan melanjutkan langkah kakinya.


Siapa gadis itu..


Senyumannya begitu sangat manis, baru pertama aku meraskan hal ini..


Sedang apa dia disini, apa dia sakit..


Tidak mungkin dia terlihat baik-baik saja..


Nona Flow kita pasti akan bertemu lagi..


Dokter Stev masih duduk dibangku taman masih terbayang senyum manis gadis yang baru saja dia temui.


Ruangan Dokter Crish

__ADS_1


"Seperti yang sudah saya jelas Nona hanya akan ingat bahwa dirinya adalah Nona Marvel,, anda tidak perlu khawatir"


"Baiklah,, saya permisi dokter Crish"


Marvel mengambil ponsel disaku kemejanya dan terlihat mulai memanggil satu nomor.


"*Kamu dimana sayang.. "


"Aku sedang berjalan dikoridor rumah sakit bersama sekertaris Lin menuju ruangan dokter Crish"


"Duduk saja dibangku tunggu aku akan kesana sekarang"


"Baiklah*"


Yuna duduk dikursi tunggu dengan meminum jus strowberi yang dibawakan Linsa.


Marvel yang sudah melihat kekasihnya melambaikan tangan dan terus berjalan mendekati kekasihnya.


"Apa yang sedang kau minum.." meraih tangan kekasihnya dan membantunya untuk berdiri.


"Jus strowberi,, kau mau" Yuna sudah berada dipelukan kekasihnya dan mendapat ciuman hangat dikeningnya.


Marvel terlihat sangat gemas dengan kekasihnya hingga tak berhenti mencium kening kekasihnya.


"Itu untukmu saja sayang,, Apa ada yang ingin kau beli sebelum kembali ke rumah" Marvel dan Yuna sudah berjalan menuju lobi rumah sakit.


"Apa aku boleh berjalan-jalan bersama Sekertaris Lin untuk mencari beberapa pakaian"


"Kenapa tidak berasamaku" mulai menatap kesal kekasihnya


"Aku mohon" Yuna memasang wajah sangat menggemaskan dengan sedikit mengigit bibir bawahnya yang pasti tidak mungkin bisa Marvel tolak


"Arghh Baiklah kau boleh pergi berbelanja dengan Linsa, aku akan menunggu disalah satu cafe dekat mall untuk mengobrol dengan teman lamaku"


"Teman lama"


"Ya apa kau ingin bertemu dengannya sebelum berbelanja"


"Hhmmm tidak usah lain kali saja sayang"


Tidak memang selalu memberi privasi pada setiap urusan kekasihnya tidak ingin terlalu ikut campur.


Mobil mewah sudah membawanya menembus keramaian di negara Singapura membawa mereka menuju sebuah pusat perbelanjaan yang terkenal dinegara tersebut.


"Sekertaris Lin tolong jaga kekasihku"


"Baik Tuan Muda"


"Hey sayang jangan terlalu berlebihan" mencubit perut kekasihnya karna kesal dengan sikap posesivenya


"Aku akan menunggumu di cafe itu" menunjukan sebuah cafe yang masih diarea mall


"Aku akan menemui disana" mencium pipi Marvel lalu pergi berjalan memasuki mall dengan diikuti Sekertaris Lin disampingnya.


Marvel hanya tersenyum menerima perlakuan yang selalu merasa dirinya istimewa dan sebelumnya tidak pernah didapat dari wanita yang pernah bersamanya dulu

__ADS_1


__ADS_2