
Andi yang sudah cukup lama berada di Taiwan sudah ingin segera kembali bertemu dengan wanita yang disukainya. Walaupun sudah mendengar kabar bahwa wanita itu sudah akan menikah.
Beberpa waktu lalu Andi sudah berpikir untuk kembali tanpa menunggu perintah dari kantor nya tapi paspornya tiba-tiba tidak bisa digunakan dan terpaksa harus menunda rencananya.
"Sial kenapa aku jadi tertahan disini dan kenapa pasporku tidak bisa digunakan bahkan sekarang ditahan.
Apa ini permainan dari Presdir MG yang sudah tahu jika aku menyimpan perasaan kepada calon istrinya.
Karna setelah melihatku dengan Yuna dirumah sakit waktu itu MG tiba-tiba mengirimku kemari, arghh bagaimana pun aku tidak rela jika Yuna sampai menikah dengan Presdir tapi apa yang harus aku lakukan..
Mirna pun sekarang terlihat lebih menyetujui keputusan Yuna yang memilih untuk menikah dengan presdir"
Andi sangat terlihat gelisah dan terus saja mondar mandir yang sesekali tangannya memukul dinding ruangan dan mengacak-acak rambutnya.
Kediaman JANSON
"Bagaimana" Stev sedang berada di ruang kerjanya bersama seorang lelaki yaitu asisten pribadinya
"Seperti dugaan anda Nona Flow tidak diberi izin meninggalkan rumahnya"
"Apa Marvel selalu datang kerumahnya"
"Tadi malam Tuan Marvel tidur disana Tuan.. "
__ADS_1
Stev mengepalkan tangannya dan menggebrag meja kerjanya cukup keras.
"Sial kenapa Marvel harus lebih dulu bertemu dengan Flow"
"Maaf Tuan Muda nama anda dicoret dari daftar tamu undangan dan menurut info Tuan Marvel akan membawa Nona Flow untuk tinggal di mansion pribadi miliknya"
"Mansion,, Marvel memiliki beberapa Mansion mewah yang mana yang akan mereka tinggali"
"Yang berada di tepi hutan di kota xxx karna disana memiliki taman bunga yang cukup besar dan mansion itu dijaga sangat ketat" Asisten nya menyodorkan beberapa foto mansion yang akan ditempati Marvel yang menunjukan kondisi mansion itu
"Ah ya aku tahu mansion itu, itu adalah mansion favorit Marvel" Stev terlihat tersenyum licik "Bagaimana pun caranya buat diriku agar bisa datang ke pernikahan itu"
"Baik Tuan saya akan mengaturnya"
Apa lagi yang akan Tuan Muda lakukan, jika sampai Tuan besar tahu pasti beliau akan sangat marah.
Seistimewa apa sih gadis yang sudah meluluhkan hati Tuan Muda dan menjadikan nya gila seperti ini.
Rumah Yuna
"Hunny aku tidak ingin makan tapi ingin ini" Marvel berbicara dengan nada manja tapi ada senyuman devil diwajahnya diiringi dengan gerakan nakal tangan Marvel yang menarik tali pakaian tidur milik Yuna
"Hey kau ini dasar mesum" Yuna memukul tangan nakal Marvel
__ADS_1
"Aw kau selalu saja kasar padaku, apa kau ingin membuatku mati karna perbuatanmu"
"Mana mungkin dirimu mati hanya karna aku memukul tanganmu" Yuna kembali mendaratkan pukulan didada Marvel
"Baiklah aku akan pergi dari kamar ini, jika terlalu lama disini maka aku akan mati" Marvel berdiri berniat mengganti pakaiannya karna akan pulang tapi ternyata Yuna menahannya dan Marvel tersenyum puas karna itu hanya rencananya saja agar Yuna mau menuruti apa yang dirinya minta.
"Jangan pergi,, aku ingin malam ini kau tidur disini menemaniku" Yuna berdiri dan memeluk Marvel dari belakang sementara Marvel tersenyum puas
"Biaklah tapi berikan yang aku minta tadi" Marvel membalikkan tubuhnya dan memeluk kekasihnya
"Marvel.. " Yuna membenam wajah nya didada Marvel
"Kenapa apa lagi.. "
"Aku mohon padamu bersabarlah hanya tinggal 3 hari, jika kau ingin pulang pergilah aku tidak akan memaksamu untuk tidur disini" Yuna melepaskan pelukannya dan kembali duduk disofa.
"Hey maafkan aku,, aku hanya bercanda" Marvel yang tadi tersenyum penuh kemenangan sekarang tertunduk mendapatkan kekalah telak
.
.
.
__ADS_1
.