
Sesuai jadwal yang sudah diatur malam ini adalah malam pengenalan salah satu rancangan Nona Marvel.
Dan pertama kalinya publik mengenal siapa Nona Marvel yang selalu menghasilkan rancangan dengan nominal yang fantastis.
Didalam kamar Utama Yuna sudah memakai gaun berwarna hitam yang elegan dengan memamerkan lekuk tubuh indahnya.
Bagian dedapan gaun sedikit terbuka tapi tetap menampilkan kesan sexy sementara bagian belakang cukup terbuka hingga memamerkan punggung mulus Yuna.
Malam ini Yuna terlihat sangat cantik berbalut gaun hitam ditambah kalung berlian merah yang hanya dimiliki dirinya.
Marvel belum melihat betapa cantik dan menawan kekasih hati nya karna harus menandatangi beberapa berkas dibawah bersama sekertaris Lee.
Setelah berdandan cukup lama akhirnya Yuna keluar menuruni tangga menghampiri kekasihnya yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
Mata Marvel tertuju pada suara langkah kaki yang sedang menuruni tangga, Marvel melihat dari bawah menyapu hingga atas sumber suara itu.
Yuna tersenyum manis menambah kesan sempurna didirinya hingga membuat kekasihnya berdecak kagum.
"Aku sudah siap hunny.. "
Marvel bangun dari duduknya dan menghampiri gadis cantik yang tengah berdiri lalu menarik pelan tubuhnya hingga berada sangat dekat dengannya.
"Apa kau yakin ingin pergi dengan dandanan seperti ini" Marvel mencium aroma wangi dari tubuh kekasihnya yang selalu membuatnya ketagihan dan Yuna bisa merasakan Marvel mulai mencium lehernya.
Sekertaris Lee memilih pergi meninggalkan Tuannya yang mungkin tidak ingin diganggu.
"Apa dandananku jelek, atau aku tidak cocok dengan gaun ini hunny.. " Yuna masih diam dengan aktivitas kekasihnya
"Bukan,, aku hanya tidak rela ada lelaki lain yang menikmati kecantikanmu nanti.. " Setelah puas dengan leher kekasihnya Marvel beranjak ke bibir kecil untuk melakukan aktivitasnya tapi dihentikan kekasihnya.
"Hey jika kau melanjutkannya kita tidak akan jadi berangkat" mencium ringan pipi Marvel
"Baiklah setelah acara selesai aku ingin tidur denganmu dan satu hal, saat disana nanti dirimu harus selalu berada disampingku"
"Baiklah Tuan Muda hamba akan menuruti semua kemauan anda"
Sebelum akhirnya memutuskan untuk berangkat Marvel beberapa kali mendarat ciuman dileher kekasihnya yang membuat kekasihnya menggeliat. Sementara Marvel tersenyum puas melihat wajah kekasihnya yang memerah menahan malu atas apa yang baru saja dirinya lakukan.
Ballroom Hotel xxx
Marvel sudah berada didepan hotel dan disambut oleh para lelaki yang memakai pakaian sangat rapi dan usia nya terlihat lebih tua dari Marvel tapi mereka tetap menundukan kepala memberi hormat kepada Marvel.
Terlihat seorang wanita berkulit putih menyambut Marvel dan kekasihnya dengan membawa satu buket mawar putih.
"Selamat datang Nona Marvel, senang bisa bertemu langsung dengan anda" Menyodorkan buket bunga kepada Yuna
__ADS_1
"Terimakasih.." Yuna tersenyum manis dan semua orang yang melihat keramahan sikapnya berbisik melontarkan pujian.
Yuna kembali berjalan memasuki hotel dan memberikan buket bunga kepada sekertaris Lin yang berjalan dibelakangnya
Semua mata yang melihat kedatangan pemegang saham terbesar dibeberapa perusahaan langsung menunduk memberi hormat.
"Selamat datang Tuan Muda Marvel" Seorang lelaki yang cukup tampan menyapa Marvel tapi tidak ada respon sedikitpun dari Marvel.
"Anda pasti Nona Marvel, senang bisa bertemu dengan anda Nona. Saya membawa hadiah kecil untuk anda" Menyodorkan sebuah kotak kecil kepada gadis yang disamping Marvel yang tak lain adalah Yuna.
Saat Yuna kan mengambil kotak kecil tiba-tiba tangan Marvel menahan pergelangan tangan Yuna.
"Tidak usah kau ambil, aku bisa memberikanmu hadiah yang jauh lebih bagus dari itu" Suara Marvel terdengar sangat berat menahan kesal
"Hunny,, biarkan aku menerima hadiah kecil dari kolegamu ini beliau sudah repot-repot membawakannya untukku" Menatap dengan tersenyum penuh isyarat
Lihatlah pantas saja Tuan Muda tidak melepaskan pelukannya, ternyata gadis yang ada dihadapanku memiliki pesona yang sangat luar biasa.
Kalau saja dia bukan milik Tuan Muda Marvel sudah ku pastikan akan ku rebut gadis ini dari kekasihnya.
Marvel tidak memberi jawaban atas ucapan kekasihnya hanya mendaratkan sebuah ciuman di pipi sang kekasih.
"Terimakasih atas hadiahnya Tuan"
Lelaki yang memberi Yuna hadiah adalah putra dari pemilik perusahaan yang sedang mengembangkan rancangan milik Yuna.
Semua tamu undangan adalah para pemilik perusahaan diberbagai negara.
"Aku tidak suka mereka memandangmu"
mendengar Marvel membisikan sesuatu yang membuat Yuna hanya tersenyum kecil karna kekasihnya masih saja cemburu pada semua orang yang memandangi dirinya
"Tuan Muda Marvel"
Suara lelaki yang sudah berumur menghentikan langkah kaki Marvel dan mencari sumber suara tersebut.
"Paman tidak perlu seperti ini, Bagaimana kabarmu.." Marvel memegang pundak lelaki tua itu yang sedang menunduk memberi hormat.
"Kabar saya sangat baik Tuan Muda,, apakah ini Nona Muda Marvel.. " Menatap kagum melihat senyuman manis yang ada di wajah Yuna
"Saya Nona Muda Marvel paman.. "Ucap Yuna lembut
"Benar yang dikatakan Tuan Smith bahwa menantunya memiliki pesona yang sangat kuat"
Mendengar pujian yang terlontar untuk dirinya tersenyum malu tapi lain halnya dengan Marvel terlihat sedang terbakar api cemburu karna ada lelaki yang terang-terangan memuji kekasihnya.
__ADS_1
Marvel mulai membicarakan bisnis dengan kolega-kolega sementara Yuna masih tetep berada dipelukannya.
Ponsel Yuna bergetar dan ternyata Reksa menelfon dan Yuna membisikan sesuatu kepaada Marvel tapi terlihat ada penolakan diwajah Marvel
"*Biarkan aku pergi untuk menjawab telfon dari Reksa hunny"
"Tidak!!!"
"Sebentar saja aku mohon"
"Baiklah-baiklah hunny*"
Marvel melepaskan pelukannya dan membiarkan kekasihnya pergi ke sudut ruangan yang sedikit sepi untuk menjawab telfon dari Reksa.
Sudah hampir 5 menit Yuna berbicara dengan Reksa dan ada sepasang mata sedang memandangi dirinya dan berjalan mendekat.
"Flow.. " Panggilan dan suara khas itu membuat Yuna sedikit terkejut.
"Dokter Stev anda disini.."
"Ya saya sedang menemani ayah saya disini, kebetulan ini undangan dari salah satu sahabatnya. Apa kamu datang sebagai tamu juga Flow.."
"Ah ya seperti itulah"
"Bisa kita ngobrol sebentar disana" Menunjuk sebuah meja kosong
"Maaf Doktet Stev tapi saya harus segera kembali seseorang pasti sedang menunggu saya"
"Hanya sebentar saja Flow,, panggil saya Stev Flow ini bukan rumah sakit" Stev mencoba meraih tangan Yuna tapi Yuna menghindar dengan mundur secara perlahan.
Jika sampai Marvel melihat ini pasti lelaki ini akan habis ditangannya, aku harus segera pergi sebelum lelaki ini dalam masalah.
"Maaf Stev saya harus pergi sekarang" Yuna berjalan melewati kerumunan banyak sehingga Stev tidak bisa mengejarnya lagi
Bruuuukkkkkk.....
Yuna berjalan sangat buru-buru hingga menabrak tubuh seorang lelaki.
.
.
.
.
__ADS_1