Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa

Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
Magic 7 Negara


__ADS_3

Tuan Smith sudah lebih dulu berada diruangan Presdir Utama dan sudah duduk disofa sambil meminum secangkir kopi.


Melihat Joe yang menyusul masuk bersama Yuna calon menantu kesayangannya diiringi senyuman manis dari Yuna membuat hati Tuan Smith merasa lega karna menantunya tidak larut atas kejadian tadi.


Yuna yang melihat calon mertua sedang meminum kopi membuat kedua alis nya saling bertemu.


"Ayah ini apa" mengambil kopi yang sedang berada ditangan calon mertuanya, Joe yang melihat sikap perhatian calon istri kepada ayahnya melemparkan senyuman penuh kebahagian karna calon istrinya sangat memperhatikan setiap orang yang ada disekelilingnya.


"Hey menantu berikan itu" mencoba mengambil gelas yang sudah dijauh Yuna


"Ini tidak bagus untuk kesehatanmu ayah, siapa yang berani memberikan minuman in kepada ayah"


Tuan Smith terdiam karna calon menantunya sangat begitu cerewet tentang kesehatannya


"Sekertaris Kim yang memberikannya" Tuan Smith menahan tawa melihat wajah sekertaris Kim yang tertunduk seperti takut oleh Nona Muda nya


"Benarkah... " Menatap lekat Sekertaris yang masih tertunduk lalu kembali menatap calon mertua nya yang sedang menahan tawa


"Lihatlah Ayah saja tidak bisa membantah perkataanmu" Joe tertawa sangat puas melihat ayahnya harus berhenti menikmati salah satu minuman favoritnya.


"Yuna akan menyiapkan beberapa cangkir teh hijau" Yuna berjalan keluar ruangan.


Teh hijau,, Tapi Tuan Smith tidak menyukainya


Sekertaris Kim yang bergumam dan menatap wajah Tuan Smith memberi arti sebuah ancaman.

__ADS_1


Maafkan saya Tuan kali ini saya tidak bisa membantu anda


Memalingkan wajah dari tatapan Tuan nya yang sangat menusuk seperti akan membunuh.


Memiliki nyonya rumah sangat mempengaruhi keseharian setiap orang. Sekarang Joe yang menjadi lebih tenang dan selalu merasa mendapatkan nutrisi menjalani segala kesibukannya.


Tuan Smith mulai mau hidup sehat dan mendengarkan setiap apa yang dikatakan calon menantunya.


Yuna memang penganut hidup sehat maka setiap orang yang dekat dengannya selalu diajak untuk hidup sehat mengkonsumsi buah dan sayuran.


Yuna sudah kembali membawa beberapa cangkir yang berisi teh hijau. Walaupun sekarang dirinya sudah menjadi tunangan dari pemilik perusahan Yuna tetap menjadi gadis yang sederhana dan mandiri. Jarang sekali menyuruh orang untuk hal apapun


Yuna menyodorkan secangkir teh yang sudah sengaja dibuatnya untuk calon ayah mertua dan juga mengajak Sekertaris Kim untuk duduk menikmati secangkir teh.


Yuna yang duduk disamping kekasihnya menatap lekat wajah calon mertuanya yang mulai meminum teh buatannya.


"Menantu mu memang hebat membuat semua orang selalu patuh dengan semua kata-katanya" Ucap Joe yang sedang menikmati secangkir teh yang dibuat calon istrinya


"Sepertinya dia memiliki magic (sihir)" Tertawa ringan menanggapi ucapan putranya


"Benarkah,, Apa kau juga memakai magic untuk membuatku tergila-gila padamu"


"Tentu,,aku memakai magic dari 7 negara untuk memikatmu"


Tidak ada jarak antara mereka sehingga bisa saling melemparkan candaan satu sama lain.

__ADS_1


Mereka tertawa begitu lepas tidak ada halangan.


Sekertaris Kim pun sama ikut melontarkan candaan karna sebenarnya masih salah satu keluarga dari Tuan Smith.


Ruang Meeting


"Tuan Lee maafkan saya,,, tolong ampuni sayaa"


Drama diruang meeting masih berlangsung lelaki yang sudah menghina Nona Muda sedang berlutut dikaki Sekertaris Lee orang yang lebih mengerikan dari Presdir Utama pemilik perusahaan.


"Cepat katakan apa pilihan anda" Ucap Lee dengan muka merah menahan amarah


"Saya memilih pilihan kedua Tuan Lee"


"Baiklah,, Sekarang keluar dari kantor ini"


Mendengar Suara yang penuh nada penekanan membuat lelaki dan para koleganya berdiri menuju pintu keluar. Belum sempat membuka pintu tubuh lelaki itu sudah dibuat lemas dengan suara yang sudah tidak ingim didengarnya hingga langsung menghentikan langkah kaki nya.


" 3 hari lagi Tuan Muda akan membawa Nona Muda ke Singapura dan seharusnya anda tau apa yang harus anda lakukan" Ucap Sekertaris Lee sambil merapikan pakaiannya


"Ba.. Baik Tuan saya mengerti" Belum reda badai sudah harus menghadapi badai susulan, lelaki itu tertunduk lemas saat meninggalkan kantor utama MARVELOUS karna nasibnya sangat teragis


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2