
Karena tidak ingin ada orang yang memberitahu hubungan nya Kirane, Lee yang memilih untuk pergi meninggalkan resto milik lelaki yang tak lain adalah kakak dari kekasihnya. Lee yang memiliki apartemen di London berniat mengajak Kirane ke apartemen milik tapi Kirane menolak dengan alasan sebelumnya sudah mengabari keluarga nya akan menginap di apartemen milik yang ada dipusat kota.
Kirane memberikan kunci mobilnya miliknya kepada Lee dan mereka berdua menyusuri jalanan kota London yang masih sangat ramai. Apartemen mewah milik Kirane adalah diperoleh dari hasil kerja keras nya selama beberapa tahun terakhir ini, Kirane benar-benar memiliki banyak kesamaan dengan Yuna yaitu seorang wanita mandiri mendapatkan segala kemewahan dengan hasil kerja kerasnya. Orang tua maupun kakaknya tidak melarang setiap hal apapun yang dilakukan Kirane justru memberi kebebasan dalam segala hal termasuk menjalani hidup dengan caranya sendiri.
Tapi untuk saat ini Kirane tengah gelisah karena takut jika kakaknya akan menentang hubungan nya dengan Lee yang tak lain adalah orang kepercayaan mantan suami Yuna gadis yang dalam waktu dekat akan dinikahi oleh kakaknya Daniel.
Setelah 45 menit Lee melajukan mobil mewah berwarna putih milik kekasihnya, kini mereka sudah sampai di Apartemen mewah milik Kirane.
Lee berjalan dibelakang Kirane memasuki apartemen. Baru saja memasuki ruangan yang dijadikan sebagai ruang tamu, Lee sudah memeluk tubuh Kirane dengan erat dan mencium kening Kirane dengan lembut.
"Tunggu sebentar disini aku akan ganti pakaian dulu" Kirane berbalik hendak menuju kamar nya.
Lee yang tidak ingin berjauhan dengan Kirane menarik kasar tubuh Kirane hingga kini Kirane sudah kembali berada dalam pelukan nya.
"Akan ku bantu" Lee menarik tubuh Kirane mendekat.
Perlahan Lee sudah menarik resleting yang berada dibelakang tubuhnya. Kirane yang mendapatkan perlakuan itu hanya pasrah dan memejamkan matanya terus merasakan gerakan tangan Lee yang membuat gaunnya sudah terjatuh ke lantai, bukan hanya gaun tapi semua yang menutupi tubuh Kirane dibuk perlahan oleh Lee yang sekarang sudah menjadi kekasihnya.
Saat semua penutup sudah berada dilantai Lee menatap kagum tubuh polos yang sangat mempesona dan membuat dirinya enggan untuk memalingkan pandangan nya.
Lee menggendong tubuh polos menuju kamar dan langsung dibaringkannya diatas kasur empuk yang berbalut seprai berwarna putih.
Kirane yang tidak biasa memamerkan tubuh nya terlihat malu-malu dan berusaha menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya. Tapi usaha itu dicegah oleh Lee seolah tidak rela jika harus melewatkan setiap detik tanpa menatap keindahan didepan matanya. Dengan terburu-buru Lee membuka pakaian nya dan melemparkan ke sembarang tempat.
Dengan lembut Lee menyusuri setiap inci tubuh Kirane, mulai dari leher dan bermain didua gunung kembar.
"Ahhh Lee.." Cukup lama bermain digunung kembar membuat Kirane sulit mengatur nafasnya karena ulah Lee yang sudah menaikkan gairahnya. Kirane sudah sangat pasrah dibawah kendali Lee dan tidak ada penolakan sedikit pun.
"Jadilah milikku seutuhnya" Bisik Lee pelan
"Apa akan terasa sakit.."
"Mungkin,, tapi sepertinya hanya seperti digigit semut kecil"
Aaaaaaaaaaaah Leee.....
__ADS_1
Lee menghentikan gerakannya dan mencium bibir Kirane untuk membuat dirinya terbiasa dengan apa yang sedang Lee lakukan diatas ranjang.
"Sudah cukup Lee, ini rasanya sakit tidak nyaman" Kirane merengek agar Lee menyudahi perbuatan nya tapi Lee seperti dibuat tuli dan malah terus mencium dan bermain digunung kembar, gairah Kirane sudah mulai kembali dan perlahan Lee melanjutkan gerakan nya dan kini semakin lama Kirane mulai relax mulai terbiasa dengan permainan yang tengah berlangsung bersama Lee.
Saat tengah bermain suara handphone Lee terdengar berbunyi beberapa kali namun Lee sama sekali tidak mempedulikan nya malah asik terus bermain bersama Kirane.
****
Pagi hari disebuah Apartemen sepasang kekasih masih terlelap dalam balutan selimut tebal yang menutupi tubuh polos mereka berdua.
Kirane terbangun karena suara handphone dan Kirane terpaksa membuka matanya dan meraih handphone yang ada dimeja kecil yang ada disamping tempat tidur nya.
Kirane melihat ada pesan masuk dan Kirane pun membuka pesan itu tapi tidak bisa membacanya dengan jelas karena matanya masih diselimuti rasa nagntuk.
Perlahan Kirane menggerakkan tubuh nya tapi seluruh tubuh nya terasa sangat sakit dan rasa nyeri dibagian pangkal paha nya, Kirane mengangkat selimut dan melihat ada bercak darah disana.
Kirane mengingat apa yang terjadi tadi malam saat Lee meminta untuk mengulangi sebanyak dua kali hingga membuat tubuh terasa sakit dan dibuat sangat lemas.
Hari ini aku hanya akan tertidur diapartemen ini, karena semua tubuhku sudah dibuat remuk tadi malam.
Satu jam kemudian Kirane sudah selesai mandi tapi belum memakai pakaian hanya menggunakan jubah mandi, sementara Lee masih berada didalam kamar mandi. Gaun yang dipakai Kirane tadi malam masih berada diruang tamu belum dirapikan karena Kirane merasa malas.
Saat tengah mengeringkan rambut suara bel terdengar dan Kirane beranjak untuk membuka pintu karena sebelumnya Kirane tengah memesan makanan.
"Kak Baby..." Mata Kirane membulat saat melihat Yuna tengah berdiri didepan pintu apartemen nya.
"Siapa sayang" Teriak Lee yang baru keluar dari kamar mandi dan berjalan menghampiri Kirane yang masih mematung memandang Yuna
Kini bukan hanya Kirane yang tengah mematung memandang sosok yang sedang berdiri didepan pintu tapi Lee juga sama dibuat kaget dengan kedatangan Yuna.
"Kirane... Lee... kalian" Yuna membulatkan mata melihat dua anak manusia yang hanya mengenakan pakaian mandi dan ada bekas merah di dada bidang Lee.
"Masuklah dulu kak, Kirane akan menjelaskan semuanya" Kirane menarik Yuna untuk masuk kedalam apartemen nya. Sementara Lee pergi kekamar untuk berganti pakaian meninggalkan Yuna yang sudah duduk di sofa bersama kekasihnya Kirane.
Kirane menjelaskan awal pertemuan nya dengan Lee dan hingga bisa berakhir diapartemennya. Yuna yang mendapat penjelasan dari Kirane hanya menggelengkan kepala nya.
__ADS_1
"Iiiissshh dasar kalian kenapa sangat terburu-buru, apa kalian menggunakan pengaman tadi malam"
Pertanyaan Yuna membuat Kiran dan Lee saling pandang, dan Kirane menggelengkan kepala nya dan baru menyadari resiko yang akan terjadi atas perbuatan nya tadi malam.
"Nona Muda anda tidak perlu khawatir saya akan bertanggung jawab jika hal itu sampai terjadi"
"Huh panggil saja aku Morisa atau Yuna jangan panggil aku lagi dengan sebutan Nona Muda, bersikaplah biasa anggap aku temanmu Lee"
.
.
.
.
**FYI
Hallo..
Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..
Alasannya karena Authoor kerja..
Untuk weekend diusahakan lebih dari hari-hari biasa ya..
Dan diusahakan setiap hari up ya..
kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..
Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..
Ditunggu Juga masukan nya ya..
Thank You For Reading ☺**
__ADS_1