Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa

Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
Singapura #3 "Flow"


__ADS_3

Yuna sangat terlihat sehat dan baik-baik saja pasca keluar dari rumah sakit. Sekertaris Lin sangat lega melihat senyum manis terus terpancar dari wajah Yuna.


Beberapa toko pakaian dimasuki dan keluar dengan tas belanjaan ditangan.


"Sekertaris Lin pilih barang yang kamu mau.. " Karna sejak tadi hanya Yuna yang sibuk memilih barang sementara Linsa hanya menemani dan memberikan pendapat.


"Tidak perlu Nona.."


"Baiklah aku akan menelfon Marvel dan mengatakan bahwa dirimu membuatku kesal"


"Tapi Nona..." Belum sempat menyelesaikan kata-katanya Yuna sudah menyodorkan kartu kepada Linsa untuk membeli barang dirinya inginkan.


"Ambil ini pergi berbelanja aku akan menunggumu disini, jika dirimu kembali tanpa barang belanjaan aku akan benar-benar marah" Ancam Yuna pada sekertaris pribadinya dan sontak membuat sekertarisnya menurut hingga pergi untuk berbelanja sesuai kemauan Yuna


Bruuuuuuukkkk


"Aww..... " semua tas belanjaan yang dipegang terjatuh karna ditubuhnya ditabrak seorang lelaki yang tidak dikenal


"Maafkan saya Nona, saya sedang terburu-buru" Lelaki itu membantu membereskan tas yang terjatuh. "Flow"


Yuna masih sibuk membereskan tas belanjaan dan saat mendengar suara lelaki itu memanggilnya dengan sebutan Flow langsung melihat wajah lelaki yang berdiri dihadapannya


"Dokter Stev,, "Menyapa dengan tersenyum sangat manis membuat hati lelaki yang tengah berdiri itu sedang berbunga


"Flow senang bisa bertemu denganmu lagi disini,, apa kau sendiri..." Stev melihat sekeliling tidak ada orang yang berada didekat Yuna


"Tidak,, saya bersama seseorang disini tapi dia sedang pergi berbelanja"


Dreeettt Dreeeetttt


Ponsel yang ada ditangan Stev terlihat menyala seperti ada panggilan masuk, Yuna hanya tersenyum dan mempersilahkan Stev untuk mengangkat telfonnya.


"Tunggu sebentar, aku akan kesana dalam beberapa menit"


Stev mematikan telfon dan tersenyum pada Yuna yang sedang berdiri dengan tas belanjaan ditanganya.

__ADS_1


"Sepertinya anda sudah janji dengan seseorang dok"


"Ya... siapa namamu"


"Sebaiknya anda segera menemui orang yang sedang menunggu tidak baik membuat orang menunggu terlalu lama dokter Stev" tersenyum manis tanpa mengatakan namanya


"Baiklah aku akan tetap memanggilmu Flow,, sampai jumpa dilain waktu Flow" Stev berjalan cukup cepat menuruni lantai pusat perbelanjaan menuju sebuah cafe


Tadi dia yang tiba-tiba pergi meninggalkanku sekarang diriku yang pergi meninggalkan karna sudah ada janji dengan sahabat lamaku, kalau bukan karna dia sahabatku aku pasti lebih memilih tetap bersama Flow didalam.


Flow siapa kamu sebenarnya...


Cafee


"Apakah kau ingin mati membuatku menunggu dirimu selama ini hah" Marvel langsung melemparkan ocehan kesal kepada teman lamanya yang baru datang


"Maafkan aku tadi aku harus mengurus pasienku dulu" Steven menyapu seluruh sudut cafe seperti mencari seseorang


"Siapa yang kau cari bodoh" memukul kepala temannya dengan sendok kecil


"Dia sedang berbelanja bersama sekertaris pribadinya, mana mungkin aku mengarang"


"Berbelanja,, apa dia sama seperti..... " Steven menatap penuh selidik kepada sahabatnya yang tengah menikmati secangkir coklat hangat


"Tidak,, dia sangat berbeda Stev. Kartu yang aku berikan untuknya hanya terpakai 0.5% dari jumlah saldo yang ada"


"Benarkah... Apakah dia cantik, sexy dan apakah kau mencintainya"


"Lebih dari itu Stev bahkan jika dia meminta seluruh kekayaanku akan ku berikan dengan ikhlas"


"Hah sepertinya dirimu sudah gila Vel..."


"Mungkin.. " Tersenyum saat menatap layar ponsel yang terus ditatapnya karna disana terpasang foto cantik kekasih hatinya yang tengah tersenyum


"Ah lupakan tentang wanitamu Vel,, aku bertemu dengan seorang gadis yang sangat manis dan kami sudah 2x bertemu secara tidak sengaja" Mendengar temannya membahas wanita Marvel menatap heran karna baru kali ini temannya membahas wanita

__ADS_1


"Benarkah,, tapi tidak ada wanita yang lebih manis dari wanitaku Stev.. " Ejek Marvel


"Ya terserah dirimu saja Marvel,, berapa lama kau akan tinggal disini?" Tanya Stev sambil meminum minuman yang sudah dipesan sahabatnya


"Setelah urusanku selesai aku akan segera kembali ke Korea karna harus menyiapkan pesta pernikahan"


"Kau yang menyiapkannya Vel apa aku tak salah mendengar"


"Wanitaku yang mau, aku bisa apa jika dia yang memintanya"


"Wanita ini sepertinya titik kelemahanmu Vel.."


Dreeeettt Dreeeettt


Ponsel Marvel bergetar ada sebuah panggilan masuk dari nomor yang bertulis Hunny .


"*Halloo sayang kamu dimana?"


"Aku sedang berjalan keluar mall, tapi aku lelah ingin segera beristirahat"


"Baiklah aku akan segera menemui disana*"


Terdengar suara manja diujung telfon sana yang membuat Marvel sudah tidak bisa untuk menahan diri untuk segera bertemu kekasihnya.


"Aku sekarang harus pergi wanitaku meminta untuk segera pulang sepertinya die merasa lelah. Lain kali aku akan memeperkenalkan wanitaku kepadamu dokter Steven"


Marvel berjalan meninggalkan Cafe dan membuat sahabatnya sangat heran dan tidak percaya jika sahabatnya sudah berubah 180° berbanding terbalik dengan beberapa tahun kebelakang yang selalu bersikap arogan.


Seperti apa wanitamu itu Marvelous Joesee...


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2