Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa

Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
Sarapan Pagi


__ADS_3

Sekretaris Lee melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju kantor utama Marvelous Group. Lee fokus mengemudi tanpa menghiraukan hal yang tengah terjadi dikursi belakang.


Sejak awal masuk mobil Marvel terus saja mengerjai istrinya yang duduk disampingnya, dan beberapa kali terdengar kata-kata sensual penuh godaan. Sekretaris Lee pura-pura tidak mendengar dan tetap fokus mengemudi padahal terdengar jelas setiap kalimat yang diucapkan boss nya.


"Aku menginginkannya" Ucap Marvel pelan ditelinga istrinya


"Hah apa kau gila, apa kau tidak lihat sekretaris Lee ada disini" Yuna berbicara dengan suara sangat pelan karena malu takut sekretaris suaminya mendengar.


"Jangan pedulikan dia, dia sedang fokus mengemudi" Tangan nakal Marvel sudah tidak bisa ditahan hingga membuat Yuna gelisah.


"Tidak,, Hentikan Marvel" Suara Yuna cukup keras hingga membuat Lee refleks melihat kearah suara itu.


"Nona Muda apa anda baik-baik saja" Sekretaris Lee melihat ada wajah yang tengah kesal


"Istriku baik-baik saja,, Sekretaris Lee bisa kita menepi sepertinya kau harus memastikan urusan penting diluar mobil" Marvel memberi isyarat kepada Lee dengan gerakan mata. Dan Lee mengerti yang dimaksud boss nya hingga langsung menepikan mobil.


"Saya akan memastikan urusan penting diluar mobil Tuan Muda agar saat sampai kantor aman terkendali dan agar Nona Muda aman" Sekretaris Lee menyunggingkan senyum penuh arti sebelum menutup pintu mobil dan meninggalkan lelaki yang ingin menuntaskan keinginan nya.


"Lee sudah tidak ada, bisa aku mendapatkan nya" Marvel sudah berkali-kali menggerakkan tangan nakalnya dipunggung Yuna, dan hal itu sukses membuat Yuna tidak bisa menahannya


"Tapii... Ma... Marvel" Marvel sudah membuat istrinya duduk diatas tubuhnya. Dan Marvel langsung membuka baju yang dikenakannya istrinya tapi mendapat penolakan.


"Tunggu Marvel... " Yuna menahan tangan suaminya


"Ada apa,, aku ingin menikmati nya, biarkan aku mendapatkan nya" Suara Marvel sudah sangat lirih dan menunjukkan wajah merah menahan hasratnya.


"Jangan semuanya aku akan sulit memakainya lagi Hunny"


"Setelah ini kau akan memakai pakaian yang sudah ku siapkan, jadi sekarang biarkan aku mendapatkan nya" Dengan sekali tarikan Marvel sudah bisa meloloskan pakaian yang dikenakan istrinya dan dalam hitungan detik tubuh Yuna sudah terekspos, memberikan pemandangan indah untuk menyegarkan mata suaminya.


"Ahh Ma...Marvel pelan-pelan" Yuna masih belum terbiasa dengan milik suaminya yang membuatnya selalu merasakan sesak.


"Ini membuatku candu.." Disela-sela permainan nya Marvel melahap rakus melon yang selalu menggodanya.


Entah berapa lama Marvel mempermainkan istrinya hingga mendapatkan yang diinginkannya.


Sekretaris Lee selalu paham arti setiap tatapan boss nya termasuk hal yang baru saja boss nya lakukan bersama wanita yang sudah menjadi istrinya didalam mobil, yang membuat dirinya harus menunggu cukup lama diluar.


"Marvel ini membuat tanda merah dileherku terlihat, aku tidak bisa memakai nya" Yuna yang sudah memakai pakaiannya tapi dengan yang sudah suaminya siapkan. yaitu pakaian model kemeja yang memperlihatkan leher jenjangnya.

__ADS_1


"Apa ada masalah jika itu terlihat"


"Tidak Aku hanya merasa malu" Yuna tertunduk menyembunyikan wajah merah meronanya


"Jangan hiraukan itu"


Marvel memanggil Sekretaris nya untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju kantor utama Marvelous Group.


Untuk pertama kali nya Yuna menginjakkan kaki nya dikantor MG sebagai istri dari pemilik perusahaan, Yuna disambut oleh semua staff kepercayaan Marvel.


Bukan lagi kata Nona yang terdengar melainkan kata Nyonya yang terdengar ditelinga Yuna.


"Selamat pagi Nyonya Muda" Sapa seorang wanita berambut pirang panjang


Semua memandang Yuna dari atas hingga bawah dan tertuju pada tanda merah yang ada dilehernya. Mereka mengerti tanda itu, itu pasti tanda kepemilikan yang ditinggalkan dengan sengaja oleh Presdir mereka.


"Selamat pagi kembali, Apa sekretaris Lin sudah ada..? " Tanya Yuna dan hendak berjalan memasuki lobi tapi Marvel menahan langkahnya


"Kenapa dirimu sangat buru-buru" Manatap kesal karena Yuna seolah lupa ada Marvel didekatnya


"Aku akan mengambil hadiahku, ayo cepat kita masuk" Yuna menarik suaminya agar mau segera memasuki kantor dan Yuna bisa mendapatkan hadiah dari sekretaris nya Linsa


"Selamat pagi Nyonya Muda.." Linsa memberikan buket bunga kepada Yuna.


Marvel mengerutkan wajahnya melihat tingkah istri nya yang kekeh meminta hadiah kepada Sekretaris pribadi nya.


Seorang anak lelaki kecil yang masih berusia 2 th muncul dari balik meja kerja Linsa dengan menunjukkan wajah lucu nan menggemaskan.


"Linsaaaaaaa.. " Teriak Marvel membuat semua kaget dan langsung diam mematung


"Hey kenapa kau teriak, kau membuat anak kecil ini kaget karena suara kerasmu" Yuna berjongkok dan mengusap wajah anak yang terus memandang dirinya. "Ah boy senang bisa bertemu denganmu, tante punya hadiah untukmu karena kau sudah mau menemui tante kemari"


"Hunny kau harus ikut denganku, kau jangan membuang waktu lagi.. "Marvel tidak suka ada orang asing masuk ke area kantor nya apalagi itu tanpa seizinnya.


"Tunggu sebentar, pergilah duluan nanti aku akan menyusulmu" Yuna tetap sibuk bercanda dengan anak lelaki yang tidak lain adalah anak sekretaris nya.


"Jangan membuat ku kesal Hunny, dan hentikan ciuman mu pada lelaki kecil itu"


Sekretaris Lee memandang geli Presdir nya yang tengah cemburu pada anak kecil, karena anak kecil itu mendapat banyak ciuman dari Yuna.

__ADS_1


Yuna berdiri dan menghela nafas panjang dan berbisik kepada lelaki yang sangat posesive atas dirinya.


"Pergilah duluan,, nanti akan ku beri sarapan pagi diruangan mu" Yuna berbisik pelan dan sedikit mendaratkan kecupan ditelinga suaminya diiringi senyuman penuh arti.


"Baiklah,, hanya 10 menit... " Marvel berlalu meninggalkan istrinya yang tengah asik menggoda anak lelaki yang tak lain anak Linsa.


Setelah asik bercanda dengan anak sekretarisnya. Yuna meminta kepada sopir kantor untuk mengantarkan anak Linsa pulang dengan ditemani oleh Linsa langsung, sementara dirinya langsung menuju ruang Presdir utama yaitu ruangan suaminya.


"Kenapa kau lama sekali,, sekretaris Lee keluarlah aku akan menikmati sarapan pagiku"


Hah sarapan pagi, bukankah tadi Tuan Muda sudah sarapan di mansion.


Apa yang di maksud Tuan Muda adalah dia akan kembali memakan Nyonya,, bukankah tadi dia sudah melakukan nya dan membuat ku seperti orang bodoh berdiri dipinggir jalan selama 1 jam.


Dan sekarang akan mengulanginya lagi...


Dan kenapa Nyonya tidak menolak nya apa jangan-jangan Nyonya juga ketagihan.


Dan lagi-lagi aku harus berdiri disini memastikan tidak ada yang masuk mengganggu waktu sarapan Tuan Muda.


Kasian telingaku akan kembali tercemar oleh suara Nyonya Muda, semoga Tuan Muda tidak lupa menekan tombol peredam suara diruangan nya, kalau tidak telinga dan pikiran para staff yang lain pasti akan ikut tercemar.


.


.


.


.


***FYI


Hallo..


Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..


Untuk weekend diusahakan lebih dari hari-hari biasa ya..


Dan diusahakan setiap hari up ya..

__ADS_1


Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..


Thank You For Reading*** ☺


__ADS_2