Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa

Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
Season 2 : Takut Kehilangan


__ADS_3

Yuna dibuat sangat terpukul dengan kecelakaan yang sudah menghilangkan nyawa dua anak kecil yang begitu dicintai dan disayangi dirinya. Yuna yang sejak awal sudah sangat dekat dengan Reksa dan Raina jauh sebelum menjalin hubungan dengan Marvel yang merupakan ayah sambung dari dua malaikat kecil nya dibuat sangat sedih.


Pemakaman Reksa dan Raina dilakukan di London tepat disamping kedua orangtuanya. Selama pemakaman, Yuna tidak berhenti menitihkan air mata didalam pelukan calon suami nya, dirinya masih tidak percaya dengan kepergian Reksa dan Raina. Marvel yang bersikap lebih tenang merasa sakit saat melihat Yuna terus menitihkan air matanya.


Jangan terus menangis aku tidak sanggup melihat itu Hunny.. Aku memang sangat bodoh melepaskan wanita yang tulus memberikan cinta untuk ku dan kedua anakku..


Seharusnya kita bisa membuat banyak kebahagiaan bersama anak-anak kita...


Aku sangat ingin memelukmu, jiwamu pasti sangat rapuh saat ini..


Tersenyumlah tiga malaikat kecil kita pasti tidak senang melihatmu terus menangis.. (batin Marvel)


"Kenapa tuhan mengambil para malaikat kecilku By.."


"Tuhan punya rencana yang jauh lebih indah untuk para malaikat kecilmu Baby,, Tersenyumlah hentikan tangis yang membuat mata indahmu berubah menjadi sembab seperti ini, bukankah Raina bilang ingin selalu melihatmu bahagia bukan sedih seperti ini " Daniel mengusap lembut dan mencium ujung kepala kekasihnya karena dirinya tahu jika sekarang kekasihnya sangat kacau.


Setelah proses pemakaman selesai Yuna dibawa pulang oleh Daniel dengan terus dipeluk, bukan tanpa alasan Daniel melakukan itu karena dirinya takut jika nanti Yuna akan jatuh pingsan seperti saat dirumah sakit.


Dua minggu menuju hari pernikahan


Yuna yang masih belum kembali ceria setelah kepergian dua malaikat kecil nya hanya mengurung diri dikamar dirinya tidak banyak interaksi termasuk dengan kekasihnya. Yuna menjadi kurusan karena pola makan nya sangat tidak teratur, Yuna hanya akan makan jika Daniel yang menyuapinya walaupun begitu sikap Yuna masih tetap dingin tidak seperti sebelumnya yang selalu bersikap manja.


Tok Tok Tok


"Yunaa sayang,, boleh aku masuk" Suara lembut dibalik pintu memecah lamunan nya.


"Masuklah kak Netra.."


"Aku membawakanmu buah-buahan segar, dirimu sudah lama tidak memakab buah. Makanlah" Netra duduk ditepi tempat tidur dan menyuapi adik iparnya.


"Apa dirimu tidak pergi bekerja kak"


"Aku ingin menemani adik iparku, Kau tahu Daniel sangat tersiksa dengan sikapmu.. Jangan buat Daniel mencari tempat lain untuk singgah"


Deg


Yuna menghentikan gerakan mulut nya yang tengah mengunyah buah dari tangan kakak iparnya. Yuna menatap lekat wajah kakak iparnya yang baru saja membuat hatinya berhenti beberapa saat. Yuna mengingat Penghianatan yang dilakukan Marvel beberapa bulan lalu.


"Marvel yang selalu mendapatkan sikap baikmu saja bisa mengkhianati dirimu..apa dirimu tidak berpikir jika kau memperlakukan Daniel seperti ini dia tidak akan mencari tempat persinggahan lain.


Sebaiknya pikirkan perkataanku"


"Kak Netra..Aku tidak ingin kehilangan Daniel" Rengek Yuna sambil memeluk Netra


"Hubungi dia minta dia datang kemari. kakak akan menyiapkan makan siang untukmu"

__ADS_1


*Tuuuut tuuuuut tuuuuut


Tuuuut tuuuuut tuuuuut


Tuuuut tuuuuut tuuuuut


Tuuuut tuuuuut tuuuuut


Tuuuut tuuuuut tuuuuut


kenapa Daniel tidak menjawab telefon ku, tidak biasanya..


Tuuuut tuuuuut tuuuuut


Tuuuut tuuuuut tuuuuut


Arghh Daniel dimana dirimu, atau.. Arghhh tidak tidak*


Yuna berkali-kali mencoba menghubungi Daniel tidak ada jawaban dan karena pikiran negatif nya membuat nya menangis membayangkan jika Daniel mengkhianati dirinya. Karena lelah Yuna tertidur dengan memegang handphonenya.


****


"Senang bisa bekerjasama dengan chef hebat sepertimu" Daniel yang baru saja selesai meeting membahas konsep caffe yang kini tengah dibangunnya dan melakukan dengan salah satu chef muda yang ahli dibidang dessert.


Daniel mengantar fatner bisnisnya hingga area parkir. Selama meeting berlangsung Daniel meninggalkan handphone yang diruang kerjanya dan saat melihat handphone nya banyak sekali panggil dari kekasihnya yang tidak terjawab.


Ya Tuhan 50x panggilan dari Yuna.. Ada apa..


Bodoh sekali aku bisa meninggalkan handphoneku tadi..


Daniel membawa mobilnya menuju kediaman kekasihnya dengan sangat cepat karena pikiran nya berpikir telah terjadi sesuatu dengan kekasihnya karena mengingat kondisi kekasihnya kini sedang tidak baik.


Daniel yang mengemudikan mobilnya diatas rata-rata telah sampai dikediaman calon kekasihnya hanya dengan waktu 20 menit.


"Mana kekasihku"Daniel yang datang dengan wajah panik langsung masuk tidak menghiraukan para pelayan yang dilaluinya dan saat melihat Netra tengah menyiapkan makan siang di meja Daniel langsung menghampiri nya dan bertanya dengan sangat panik


"Lama sekali kau datang, adikku hingga menangis menunggumu"


"Apa, dimana dia sekarang..?"


"Dikamarnya, segeralah temui dia jangan kau buat dia tambah sedih dan berdampak pada rencana pernikahan kalian d....." Netra belum menyelesaikan pembicaraan nya karena Daniel langsung berlari menuju lantai atas kamar kekasihnya berada.


Ceklek


Daniel melihat kekasihnya tengah terlelap dengan handpone masih berada ditangannya. Perlahan Daniel mengusap lembut pipi kekasihnya dan mencium keningnya.

__ADS_1


"Maafkan aku telah membuatmu menunggu terlalu lama hingga kau terlelap" Daniel berbaring disamping Yuna yang masih belum membuka matanya dengan mengusap lembut rambut Yuna.


"Amhh..." Yuna mengejapkan matanya melihat sosok yang sedang mengusap-usap rambutnya "Ah By aku merindukanmu kenapa kau tidak menjawab telefonku tadi" Yuna mengerucutkan bibirnya dan memeluk manja tubuh yang ada disampingnya itu.


"Maafkan aku tadi aku ada meeting bersama fatn...."


Yuna menghentikan pembicaraan kekasihnya dengan mencium bibirnya kekasihnya. Daniel sedikit heran dengan tingkah Yuna yang tiba-tiba berubah menjadi agresif walaupun demikian Daniel menikmati apa yang tengah dilakukan kekasihnya saat ini.. Karena ulah Yuna kini gairah Daniel terpancing dan membuat Daniel membalas ciuman kekasihnya jauh lebih ganas dengan sedikit gigitan yang berhasil membuat Yuna mend*sah.


"Aahhh Baby kau jahat, sakit kenapa digigit begitu keras" Yuna menghentikan ciuman nya karena kesal dengan Daniel yang beberapa kali mengigit gemas bibirnya


"Hehe maaf Baby, bibirmu membuatku selalu hilang kendali" Daniel mengusap lembut bibir mungil calon istrinya itu.


Daniel kembali mencium bibir kekasihnya dengan sangat rakus, karena sudah sangat bergairah Daniel membuka satu persatu kancing pakaian kekasihnya dan tidak mendapatkan penolakan seperti sebelum sebelumnya.


Saat akan benar-benar akan menanggalkan pakaian Yuna, niatnya terhenti karena pintu kamar terbuka. dan sudah ada sosok lelaki yang berdiri menatap sinis kearahnya dimana posisi Daniel diatas tubuh Yuna yang sudah pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh lelaki yang tak lain calon suaminya.


"Jemmy"


.


.


.


.


FYI


Hallo..


Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..


Alasannya karena Authoor kerja..


Untuk weekend diusahakan lebih dari hari-hari biasa ya..


Dan diusahakan setiap hari up ya..


kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..


Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..


Ditunggu Juga masukan nya ya..


Thank You For Reading ☺

__ADS_1


__ADS_2