Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa

Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
Season 2 : Dua Hama Curut


__ADS_3

Mulut Daniel mulai menjilati dan menciumi seluruh permukaan kulit halus yang sudah tidak ada penghalang. Yang terkadang dengan hisapan kuat yang meninggalkan tanda merah.


Bibir Daniel kini bermaina digunung besar favoritnya, dihisap dan digigitnya dengan gemas penuh nafsu.


"Ahh auhhh sshhh shhh ahh" desah*n halus penuh nikmat kini terdengar mengisi ruangan yang tidak terlalu besar.


Akibat obat perangs*ng itu Daniel dibuat sangat buas dan tidak memberi cela untuk Yuna beristirahat.


Tubuh Yuna dibuat menggeliat merespon setiap sentuhan yang terus dilakukan suaminya.


"Ouhh...aarhh aaaa.." Erangan panjang kembali terdengar untuk kesekian kalinya dan otot ditubuh Yuna seketika menegang karena kembali mencapai puncak. Daniel masih belum menggunakan Juniornya Untuk membuat istrinya mencapai puncak kini hanya dengan sentuhan-sentuhan saja sudah membuat Yuna mengerang nikm*t.


Dalam pikiran Daniel dia tidak ingin terburu-buru malah ingin mempermainkan istrinya dan kini Daniel melancarkan serangan lid*h diarea sensitif Yuna.


Daniel menjil*t lembut dan membuat Yuna..


"Ahhh... Ohhh.."


Yuna yang sudah meracau karena Daniel terus mempermainkannya akhirnya mengambil kendali yang kini berada diatas tubuh Daniel, Daniel sangat puas membuat istrinya tidak tahan dan akhirnya memulainya duluan.


Bleeeeeshhh


"Arhhhh.. Mmmmhhh hhh"


Yuna bisa membuat suaminya mencapai puncaknya hanya dalam waktu 30 menit, dan kini Daniel sudah terbaring dengan memeluk perut ramping istrinya. Sedangkan Yuna masih membuka matanya sedang mengumpulkan tenaga untuk menjalankan rencana pada dua curut yang telah merusak pamerannya.


Yuna perlahan turun dari tempat tidur dengan tubuh berbalut gaun dengan asal untuk mengambil handphone nya yang sejak tadi bergetar.


"Hallo Jem.."


"Are you okay"


"Haha tentu,, aku akan segera membereskannya ja...." Yuna yang tidak menyadari jika suaminya sudah bangun di buat kaget karena Daniel mengambil paksa handphone "Aw.. Hai By kau sudah bangun"


"Untuk apa Jemmy menelfonmu"


Praaaaaaanggg


Daniel melemparkan handphone Yuna dengan sangat kuat dan membuat hancur. Yuna heran dengan sikap Daniel dan menatapnya dalam mencari jawaban.


Apa ini pengaruh obat itu (Batin Yuna)


"By tenanglah..Ini hanya tentang dua curut yang masih ditahan oleh Jemmy" Yuna melingkarkan tangan dileher suaminya yang terlihat sedang marah.


"Harus dia menelfonmu..!!" Daniel mengangkat dagu Yuna dan kembali mencium bibir Yuna diiringi hisap*n sangat kuat


"Aahh mmmmhhh By sakit..Jangan bilang kau sekarang sedang cemburu buta"


"Jika iya kenapa"

__ADS_1


"Ahh.." Yuna menjerit saat Daniel tiba-tiba mendorongnya kembali keatas tempat tidur.


"Lupakan dulu tentang dua curut itu sekarang tunaikan lagi tugasmu.. Come on Baby.."


"Ahh baiklah tapi bagaiamana kalau kita selesaikan dulu satu urusan itu dan setelah itu Aku akan menunaikan tugasku"


"Now Baby.."


"Mungkin jika dirimu bersabar sedikit kau bisa kembali mengurungku..."


"Dengan waktu yang tidak ditentukan okay dan kita akan tinggal untuk beberapa saat dirumah pribadiku tanpa ada pengganggu"


Huh kenapa kau semakin posesive (Batin Yuna)


"Baiklah"


****


Yuna yang terpaksa harus membiarkan Daniel menyaksikan hiburan kecil yang sebelumnya akan disembunykan.


"Apa yang akan dirimu lakukan Baby, Apa kau akan menghabisi mereka"


"Haha tentu saja tidak, tanganku terlalu bersih untuk darah kotor mereka"


"Lalu"


"Lihat saja nanti"


"Hai William Zach Murphy" Yuna duduk dipangkuan Daniel dengan mengalungkan tangannya tapi matanya fokus pada wajah william yang masih mulus tanpa bekas luka sedikit pun.


"Harusnya kau belajar dari mendiang Ayahmu, lawan yang kau pilih bukan seorang wanita bodoh tapi aku anak Andara Moris dan cucu dari Sebastian Moris. Kau jelas tahu seperti apa keluarga Moris, kami memiliki cara masing-masing dalam menyelesaikan masalah. Mungkin kakekku bermain dengan cara keji menghabisi Ayahmu yang sudah membuat nyawa anak kesayangannya tiada tapi tenang saja aku tidak bermain keji"


"Seharusnya kau mendapatkan informasi jelas tentang pembantaian itu dan apa latar belakangnya. Apa kau tahu Ibuku meninggal satu hari sebelum Ayahmu dibantai habis oleh kakekku dan kau tahu apa alasan seorang Sebastian Moris melakukannya itu karena Ayahmu lah dalang dari kecelakaan yang dialami oleh ibu jadi ini semua berawal dari kebodohan Ayahmu sendiri"


"Omong kosong...!! kau pasti sedang mengarang"


"Huh aku tidak pandai mengarang Tuan, setelah hiburan selesai aku akan meninggal bukti-bukti kelicikan ayahmu dimasa lalu"


Prok prok prok


"Gracia.." Ucap William pelan


"Sepertinya kau mengenal baik temanku ini, Kau membawa yang aku minta Grac.."


"Tentu.." Gracia menuangkan sebuah obat kedalam dua gelas berisi minuman dengan takaran cukup banyak.


"Berikan pada cecurut itu"


Glek

__ADS_1


Glek


Glek


Gracia memaksa William dan Katryna menegak habis minumannya yang sudah dicampur obat perangs*ng.


"Gracia keluarlah.. Dan kau buka ikatan mereka berdua"


"Selamat bersenang-senang"


"Setelah mereka selesai segera released film nya"


"Kurang ngajar kamu wanita sombong..!" Katryna berteriak merasakan obat itu sudah mulai bekerja dalam tubuhnya.


"Kau yang memulai maka nikmatilah, aku akan kembali memadu kasih bersama suamiku Daniel Milan"


Dave dan Raffa dibuat geleng-geleng dengan cara Yuna, ini jauh lebih kejam saat publik melihat adegan panas Katryn dan William tersebar. Sementara Jemmy dan victor sudah menduga rencana adiknya yang akan bermain halus tapi sungguh menyakitkan.


"Why Daniel..?" Kini Yuna menatap Daniel sedikit tidak suka karena dari sorot mata Daniel ada rasa iba untuk wanita yang sebelumnya adalah teman baik Daniel. "Apa kau tidak suka dengan caraku ini atau kau ingin aku melakukannya dengan ini" Yuna mengambil pistol dari bodyguard nya dan membuat kedua mata Daniel membulat penuh.


"Tidak,, mana mungkin aku kasihan pada wanita yang hampir membuatku menghianatimu. Jika ini membuatmu senang aku akan ikut senang Baby" Daniel memeluk posesive pinggang istrinya dan mengecup lembut bibirnya.


Ini semua salahmu Katryn,, Tidak seharusnya kau bermain api dengan keluarga Moris. Dengan tidak terbunuh pun kau masih untung walaupun seumur hidup akan menanggung malu atas video yang sebentar lagi akan beredar (Batin Daniel)


"Selamat bersenang-senang" terhias senyuman tipis diujung bibir Yuna sebelum meninggalkan dua hama curut yang sudah merusak pamerannya.


.


.


.


FYI


Hallo..


Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..


Alasannya karena Authoor kerja..


Untuk weekend diusahakan up setiap lebih dari hari-hari biasa ya..


Dan diusahakan setiap hari up ya..


kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..


Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..


Ditunggu Juga masukan nya ya..

__ADS_1


Thank You For Reading ☺


__ADS_2