
3 Month Later
Yuna sudah mendapat kontrak proyek yang diberikan sekertaris Lee.
Salah tangan kanan dari presdir maka tidak heran jika sekertaris Lee mendapat kepercayaan penuh dari Owner perusahaan itu.
Yuna mendapat waktu 4 bulan agar bisa menyelesaikan proyek pertama nya itu dan tidak di sangka dalam waktu 3 bulan sudah mulai finishing.
***
Flashback I
Saat Yuna dipanggil untuk menandatangi surat kontrak proyek pertama nya dia ditemani oleh Andi sebagai pengawas ruangan dan trainer Yuna sendiri.
Didalam ruangan meeting hanya ada 3 orang yaitu Andi, Yuna dan sekertaris Lee.
Bisa terlihat oleh Andi kalau Yuna menunjukan raut wajah sangat gugup.
Tanpa ragu Andi menggenggam tangan Yuna yang berada di bawah meja dan mengedip kan kedua mata nya memberi isyarat agar Yuna lebih relax.
Sesaat setelah merasakan genggaman tangan Andi benar saja Yuna merasa sedikit relax.
Walaupun Yuna tidak paham apa maksud dari setiap perhatian yang Andi berikan kepada nya.
Sebagai seorang kakak atau sebagai orang yang menyukai diri nya.
Flasback II
Sehari sebelum Yuna tanda tangan kontrak proyek pertama nya, dirinya berbagi kabar bahagia kepada Andree dengan tidak merasa canggung Yuna menghampiri Andree dan langsung memeluk Andree. sontak saja Andree terkejut dan merasa bahagia karna berpikir kalau Yuna mulai menyukai dirinya.
"Ndree aku mendapatkan nya (kontrak proyek pertama)". mulai bicara dan melepaskan pelukan nya pada Andree
"Aku ikut senang Naa". Andree Tersenyum
Andree berpikir bahwa ini saat yang tepat untuk mengungkapkan perasaan nya pada Yuna.
Baiklah Yuna ini saat nya kamu tau perasaan ku yang sebenar nya.
"Yunaa.. "
"Hemmmmm"
"Aku menyukai mu.. "
"Hah,, aku sudah tau Ndree, aku sudah bisa merasakan sejak pertama melihat pandangan mu padaku". membalas ucapan Andree dengan melemparkan senyuman manis pada Andree
"Lalu..." menatap Yuna berharap memberi jawaban akan menerima nya menjadi pacar nya
"Luka yang pernah aku alami menyangkut hati dan hubungan melebihi teman belum sembuh seutuh nya dan belum bisa untuk memulai nya lagi Ndree. Betapa menjadi gila diri ku waktu itu". Menundukan kepala menyembunyikan mata yang sudah berkaca-kaca teringat akan rasa sakit hati nya
Belum lama dia mengenal Yuna tapi tidak pernah sekali pun melihat Yuna menangis menunjukan bahwa dia benar-benar merasakan rasa sakit yang sangat hebat dalam diri nya. yang selalu Andree lihat selama ini sebuh senyum manis penuh semangat pada Yuna bukan kesedihan seperti yang ada dihadapan nya sekarang ini.
Andree mendekat dan langsung memeluk tubuh Yuna yang masih menangis.
__ADS_1
"Maafkan aku Yuna... aku tidak akan memaksamu untuk menjawab apa-apa, tenanglah Yuna hentikan tangisanmu". mengusap lembut rambut Yuna.
"Maafkan aku Andree aa.. " dengan suara serak mencoba bicara pada Andree tapi dihentikan oleh Andree.
"Hey sudahlah dengan menjadi teman mu saja sudah membuat ku senang nona manis"
*Aku bukan hanya rasa suka dan kagum padamu Yuna tapi rasa sayang padamu sudah tumbuh, tapi aku tidak ingin menjadi orang egois yang memaksakan keinginan ku memiliki mu.
Aku akan coba cari tahu apa alasan kamu menangis seperti ini.
Mirna?
Karina?
Apa mereka tau alasan nya?
Baiklah aku akan menemui mereka dan bertanya tentang masa lalu Yuna pasti mereka mengetahui sesuatu.
Hemmmm*
"Mari kita bicara diluar".
Andree mengirim pesan kepada Karina menjalankan niat mencari tau tentang Yuna.
Karena Karina terlihat sangat dekat dengan Yuna.
Hey kenapa orang ini mengirim pesan, pasti ada yang dia ingin tau tentang Mba Yuna.
Arghh Andree berhentilah berharap, dia tidak kan membuka hati nya untuk waktu dekat.
"Baiklah". Membalas singkat
"CACAO GREEN jam 8 malam".
****
CACAO GREEN
Terletak di lantai 3 toko-toko yang berjajar di jalanan Myeongdong yang ramai Bukan tempat asing bagi Karina karena dirinya sering menemani Yuna ke sini untuk sekedar menikmati Bola es cream strowberi favorit Yuna.
Karina menyapu seluruh ruangan ternyata benar Andree sudah ada di meja yang berada di sudut ruangan. Meja yang biasa di pesan Yuna juga.
Hey kenapa dia ada di meja favorit Mba Yuna...
Apa dia tau semua kebiasaan Mba Yuna...
Mengangkat satu alis sambil berjalan ke arah meja dimana Andree duduk.
"Ada apa Ndree? " Karina langsung bertanya
"Yunaa.. "
Dugaan ku benar
__ADS_1
"Hemmmm" sambil sibuk memilih minuman dan cemilan yang akan dipesannya.
"Apa kamu tau Yuna sedang sakit hati? " Andree langsung to the point
Arrghh
Tuhan apa aku harus menceritakan semua nya yang sedang di alami Mba Yuna saat ini...
"Maksud nya? " Berpura-pura tidak mengerti
"Huh...Sudahlah jangan pura-pura tidak tau, aku tau kamu orang paling dekat dengan Yuna setelah Mba Mirna. Aku bertanya ini karena aku menyukai Yuna dan aku sudah mengungkapkan persaan ku pada Yuna"
"Lalu" menatap Andree penuh tanya
"Yuna tidak memberi jawaban malah menangis dihadapanku Rin. "
Lagi-lagi Andree menarik nafas panjang mengingat saat Yuna menagis.
Dasar kamu Ndree buru-buru banget sih kenal Mba Yuna aja belum lama ini udah nembak aja. Huh Andree membuat ku sulit saja.
Mungkin Andree memang harus tau alasan kenapa dia tidak mendapat jawaban dari pengungkapan perasaan nya.
Karina mulai mencerita kan awal kesedihan Yuna yang ia tau dan sekaligus menjadi alasan keberadaan nya disini.
Andree mendengarkan dengan baik dari mulai Karina berbicara tanpa menyela sekali pun.
Andree mulai paham kenapa Yuna bisa menangis dan sangat kaget mengetahui bahwa Yuna juga pernah depresi sampai pernah mencoba mengakhiri hidup nya.
Setelah Karina selesai berbicara Andree hanya bengong.
Yuna hanya seorang gadis rapuh yang sangat pandai menyembunyikan rasa sakit nya.
Yunaa tetap menjadi gadis kuat.
Andree bergumam dalam hati nya dengan terus memikir kan Yuna.
****
CAFE TRAVEL MAKER
Salah satu cafe klasik ala Amerika di Seoul,Terletak di lingkungan hipster Hongdae, menu Cafe Travel Maker dipusatkan di sekitar makanan klasik diner — roti panggang Perancis yang ditaburi gula, kentang goreng yang renyah dengan telur orak dan daging serta waffle Tebal, lembut, dan dihidangkan di dalam sirup maple lengket, Pancake seukuran piring makan pasti akan membuat ketagihan.
Aku jadi ingat Yuna melihat pancake ini, ini makanan yang biasa Yuna pesan saat berkunjung kesini.
Hemmm maaf Yuna aku tidak bisa mengajakmu kesini karena ada Andi yang mau membicarakan mu.
Mirna bergumam dalam hati nya sambil terus melahap pancake yang ada dihadapan nya.
"Jadi kamu sering datang kesini bersama Yuna? " melihat sekeliling isi cafe yang sering Yuna kunjungi.
.
.
__ADS_1
.