Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang

Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang
Kembali Ke rumah


__ADS_3

Sesilia menghempaskan lengannya yang di tahan oleh Johana dan dia segera pergi dengan cepat dari kediamannya itu, Johana berusaha menghentikan Sesilia namun dia tidak berhasil tapi masih sempat mengikuti Sesilia sampai dia berada di depan rumah lamanya yang begitu mewah.


"Kenapa anak itu kembali ke rumah ini?, Gawat Dona dan Siska pasti tengah di rumah sekarang" gerutu Johana merasa cemas.


Saat Sesilia baru saja keluar dari taxi Johana langsung berlari kembali menahan langkah Sesilia yang hendak masuk ke dalam rumah tersebut.


"Minggir, kau menghalangi jalanku!" Bentak Sesilia dengan tegas,


"Sesilia apa yang kau lakukan?, Rumah ini sudah menjadi milik orang lain kau akan mengganggu pemilik rumah jika masuk dengan sembarangan, jaga sikapmu!" Balas Johana balik membentak Sesilia.


Sesilia tetap tidak memperdulikan ucapan dari ayahnya dan dia terus menerobos masuk dan menekan bel rumah berkali kali juga menggedor pintu sangat keras bahkan dia sampai menendang pintu rumah tersebut.


"Hey....kau keluar ...ini rumahku, keluar kau jal*Ng sialan....keluar....." Teriak Sesilia dengan suara yang sangat keras.


Johana membelalakkan matanya seakan dia tidak percaya putrinya yang sangat manis dan lemah lembut kini bisa berubah menjadi sekasar ini dan sangat berani untuk berteriak seperti itu, dia langsung berusaha menghentikan Sesilia karena takut istri simpanannya mengetahui hal ini.


"Sesilia sudah cukup, kenapa kau seperti ini berhenti mempermalukan diriku dan dirimu sendiri, pemilik rumah akan marah denganmu jika kau terus seperti ini" bentak sang ayah sambil menghalangi pintu tersebut,


"Minggir atau aku sendiri yang akan menendang mu!" Ancam Sesilia dengan wajah yang datar dan dingin.


Johana menelan salivanya susah payah, dia menatap ngeri melihat wajah putrinya yang begitu mendominasi dan berubah sedrastis ini, dia pun segera menyingkir dan membiarkan putrinya masuk ke dalam rumah itu dengan paksa.


Sampai di ruang tengah tiba tiba dua orang wanita yang tengah tertawa asyik membicarakan ibu nya berjalan menuruni tangga tanpa sadar bahwa sudah ada Sesilia di rumah tersebut.


"Ahaha...ibu kini kita adalah pemilik rumah ini, dan kita sudah berhasil menyingkirkan dia manusia menjengkelkan itu, harusnya ayah segera menceraikan wanita lumpuh itu kan bu" ujar Siska yang usianya satu tahun lebih tua dari Sesilia,


"Kamu benar, tenang saja yang penting ayahmu sudah berhasil mengambil alih semua harta miliknya, itu sudah bagus untuk kita" balas Dona yang diketahui adalah ibunya Siska.

__ADS_1


Sesilia menatap dengan tajam dan menyipitkan matanya sambil kedua tangan yang dikepalkan dengan kuat menahan emosi yang meledak ledak di dalam dirinya, rasanya saat itu Sesilia ingin sekali melemparkan koper yang dia pegang pada wajah kedua wanita di depannya.


Sedangkan Johana hanya menatap gemetar dia ketakutan karena rahasia yang sudah dia sembunyikan dengan rapat bertahun tahun lamanya kini malah terbongkar di depan putrinya sendiri, untuk menahan emosi dari Sesilia Johana segera menegur istri dan anak simpanannya itu.


"Dona, Siska jaga sikap kalian di rumah ini!" Ucap Johana sambil memberikan kode kedipan mata pada mereka berdua.


Kedua wanita itu langsung memalingkan pandangan pada Johanan dan mereka beralih pada Sesilia yang sudah menatap dan memperhatikannya dengan penuh emosi sedari tadi, kedua wanita itu membelalakkan mata bersamaan saking kagetnya melihat Sesilia yang tiba tiba berada di dalam rumah yang sudah mereka tempati.


"Ke..kenapa dia ada di sini?" Tanya Siska sedikit gugup,


"Hah....kau tanya kenapa aku di sini?, Lucu sekali kau ini. Jelas ini rumah ibuku dan tentu saja aku pemilik rumah ini, harusnya aku yang bertanya kenapa bisa ada wanita Sam*ah di rumah ini, siapa yang berani memasukkannya ke sini?" Balas Sesilia dengan perkataannya yang sangat tajam.


Perkataan Sesilia berhasil membuat kaget mereka semua dan membuat Dona merasa kesal sampai dia langsung menghampiri Sesilia lebih dekat dan menunjuk wajahnya.


"Kau .. beraninya kau mengataiku dan putriku, pergi kau dari rumah ini, ini bukan rumahmu lagi" bentak Dona sambil menunjuk wajah Sesilia.


Dia tidak akan pernah membiarkan siapapun mengambil apa yang seharusnya menjadi miliknya, terlebih pada kedua wanita simpanan ayahnya.


"Hahaha....lucu sekali kau mengusirku, Johana bawa keluar Sam*ah milikmu ini, sebelum aku memerintahkan satpam kompleks untuk menyeretnya pergi" ancam Sesilia dengan sinis sambil berjalan masuk ke dalam kamarnya di lantai atas.


Johana yang saat itu belum bisa mendapatkan pengalihan harta warisan dari Laura ibunya Sesilia dia terpaksa harus menuruti ucapan Sesilia dan menarik lengan Dona untuk keluar dari rumah tersebut sesuai dengan perintah dari Sesilia.


"Dona..ayo cepat kau kemasi barang barangmu, kau harus pindah ke tempat lamamu sekarang" ucap Johanan pada istri simpanannya itu.


Dona terus berontak karena dia tidak terima dengan semua perlakuan dari Sesilia bahkan dia dengan mudahnya bisa di usir dari kediaman itu hanya karena perkataan dari seorang anak yang lemah.


"Aku tidak akan pergi dari sini, kau sendiri yang sudah berjanji padaku dan Siska bahwa kini rumah ini milik kami, kau juga sudah memberikan semua surat rumah ini padaku, dan nama kepemilikan rumah ini juga sudah namaku, seharusnya kau mengusir dia bukan kamu!" Bentak Dona yang masih tidak terima.

__ADS_1


Sesilia yang saat itu pergi ke kamar ibunya dia segera membuka sebuah brankas di mana hanya ibunya dan dia yang dapat membuka brankas tersebut lalu saat dia membukanya ternyata dugaan dia benar, isi dari brankas itu adalah semua harta yang nenek berikan untuknya sebelum dia meninggal dunia satu tahun yang lalu.


Termasuk di dalamnya terdapat sertifikat kepemilikan perusahaan dan rumah tersebut beserta semua aset lainnya, Sesilia segera mengambil semua berkas tersebut karena tujuan awal dia pergi ke rumah itu juga untuk mengambil berkas rahasia itu, sebab saat berpindah rumah ayahnya mengatakan bahwa dia yang akan memindahkan semua barang sendiri.


Namun karena kejadian tak terduga ini terjadi lebih awal sehingga semua barang penting tidak perlu di pindahkan lagi karena kini Sesilia telah mengetahui semua kejahatan dan kebohongan ayahnya sendiri.


Dia mengambil semua berkas itu untuk berjaga jaga dan dia kembali ke ruang tengah karena mendengar pertengkaran dari ayah dan istri simpanannya itu.


Saat mendengar bahwa ayahnya sudah memberikan sertifikat rumah atas nama wanita tersebut Sesilia langsung memotongnya secara tiba tiba dari tangga sambil berjalan menuruninya melewati Siska yang terdiam syok sedari tadi.


"Haha...ayah kau sangat pandai sampai bisa bisanya membuat sertifikat palsu untuknya, haha... Ternyata kau tidak secinta itu yang dengan wanita tua ini" ujar Sesilia sambil menatap sinis dengan ujung matanya pada Dona saat itu.


Johana lagi lagi dikagetkan dengan perkataan Sesilia dia benar benar kacau malam itu.


"Dari mana kau tahu semua itu?" Bentak Johanan yang tidak mempercayai semua ini,


"Jelas aku tahu karena sertifikat yang asli ada di tanganku" kata Sesilia sambil menunjukkan sertifikat yang asli di depan mereka semua.


Johana tersentak karena selama ini tidak ada orang yang bisa membuka berkas rahasia milik istrinya itu bahkan dia sendiri sudah berkali kali mencoba membongkar brankas tersebut dengan segala cara namun selalu gagal sampai tadinya dia sudah berniat untuk menggantikan brankas tersebut dengan yang palsu namun rupanya sudah didahului oleh Sesilia.


"Ke..ke..kenapa kau...bisa membukanya?" Ucap Johanan terbata bata saking kagetnya,


"Tentu saja karena hanya aku orang yang tidak akan berkhianat pada ibuku sendiri, jadi kalian semua pergi dari rumah ini dan kau mulai besok jangan pernah datang ke perusahaan ibuku lagi!" Bentak Sesilia memutuskan.


Johana sangat kaget begitu pun dengan Dona dan Siska mereka terus merengek tidak menerima kepada Johana sampai membuat Johana frustasi.


"Ayah.... Kenapa kau diam saja cepat ambil sertifikat itu darinya" teriak Siska memaksa,

__ADS_1


"Iya mas kenapa kau malah diam seperti ini cepat ambil semuanya dari dia, dia hanya sendiri sekarang" tambah Dona mendesak Johana terus menerus.


__ADS_2