Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang

Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang
Membersihkan Rumah


__ADS_3

Sekretaris Ken hanya menatap dengan tatapan heran dan dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh tuan Arnold.


"Ehh....tuan ada apa denganmu apa sedari tadi itu kau hanya menahan emosi atau bagaimana?, Kenapa malah melampiaskannya di hadapanku?" Ucap sekretaris Ken tidak mengerti,


"Hah...sudahlah cepat kau bahas mengenai identitas gadis nakal itu aku ingin mengetahui semua yang berhubungan dengan dia, termasuk alasan dia kabur dari rumahnya" ucap tuan Arnold dengan tegas.


Sekretaris Ken pun dengan cepat mengangguk dan segera memberikan berkas yang diminta oleh tuan Arnold mengenai identitas Sesilia yang lengkap, sekretaris Ken memberitahukan semua identitas mengenai Sesilia termasuk semua kejadian yang menimpa dirinya dan ibunya termasuk mengenai kejadian dimana Sesilia yang tiba-tiba saja di temukan di tengah jalan saat kemarin malam oleh mereka.


Setelah mendengar semua penjelasan dari sekretaris Ken mengenai identitas Sesilia yang sebenarnya wajah tuan Arnold seketika berubah menjadi merah kedua tangannya mengepal dengan kuat dan dia mengeratkan giginya dengan kuat, sekretaris Ken yang mengerti bahwa tuan Arnold sudah mulai emosi dan kesal sehingga dia pun mulai berhenti berbicara mengenai Sesilia sebab sekretaris Ken paham jika dia melanjutkan ceritanya itu.


Maka bisa saja sekretaris Ken akan semakin emosi dan membuat emosinya semakin membeludak dari sebelumnya.


"Tuan.... sebaiknya anda jangan terlalu keras kepada Sesilia, dia sebenarnya gadis yang baik dan lugu hanya saja kau tahu sendiri bagaimana kondisinya saat ini" ucap sekretaris Ken memberitahu tuan Arnold.


Ketika mendengar semua itu tuan Arnold langsung merasa sedikit bersalah karena sebelumnya dia sudah membentak Sesilia sangat keras bahkan dia hampir saja menghukum Sesilia atas perbuatan yang dilakukan olehnya karena sudah mengacaukan rumah ini, namun ketika mengetahui semua penderitaan yang dilalui oleh Sesilia di dalam keluarganya tiba-tiba saja rasa kasihan di dalam hati tuan Arnold muncul begitu saja.


Padahal sebelumnya dia tidak pernah merasa kasihan seperti ini kepada siapapun, apalagi kepada orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya sendiri namun kepada Sesilia dia merasa sangat perduli entah apa alasannya, karena tuan Arnold sendiri belum menyadari hal itu pada dirinya sendiri.


"Kau benar dia anak gadis yang malang seharusnya aku tidak sekeras itu kepadanya, tapi tetap saja dia harus bertanggung jawab atas kekacauan yang dia lakukan, dia tidak boleh menjadi lemah jika ingin hidup di rumahku apalagi secara gratis" ucap tuan Arnold yang masih menjaga gengsi.


Sekretaris Ken membuka matanya lebar dia sedikit tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh tuan Arnold mengenai Sesilia yang tinggal di rumahnya secara gratis.

__ADS_1


"Tunggu ...tunggu....apa kau berniat untuk membuat dia tetap tinggal di rumah ini bersamamu terus menerus?" Tanya sekretaris Ken dengan penasaran,


"Memangnya kenapa?" Tanya balik tuan Arnold,


"Ya aku sih tidak masalah hanya saja, memangnya kau yakin akan tahan dengan kelakuannya, tadi saja kau terlihat sangat jengkel dan tidak bisa menahan emosiku seandainya tidak ada aku mungkin sejak awal kau sudah mendobrak pintu kamarnya dan memberikan hukuman yang keras kepadanya, jadi apa kau yakin hah?" Balas sekretaris Ken mengungkapkan maksudnya.


Tuan Arnold seketika terdiam, dia tahu apa yang diucapkan oleh sekretaris sekaligus sahabatnya itu memang benar, namun dia juga tidak ingin membuat Sesilia jauh darinya sebab dia tidak bisa melepaskan orang yang sudah memakan ikan hias mahal kesayangannya itu.


"Ckk....aku tidak perduli dia sudah memakan ikan hias kesayanganku dan ikan itu sudah langka saat ini, dimana lagi aku bisa mendapatkan gantinya, dia harus tetap tinggal di rumahku sampai bisa melunasi hutangnya kepadaku atas empat ekor ikan yang dia makan" ucap tuan Arnold yang sangat kuat dengan keputusannya tersebut.


Sekretaris Ken lagi-lagi dia hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tidak bisa berbuat apapun saat seorang tuan Arnold sudah berkehendak, sehingga dia hanya bisa membiarkan tuan Arnold melakukan apapun yang dia inginkan.


Tuan Arnold tidak memperdulikan sekretaris Ken karena dia pikir saat itu dia pasti bisa mengendalikan Sesilia dan dia yakin bahwa dia akan membuat Sesilia patuh dengan peraturan yang dia buat di rumah ini.


"CK...lihat saja nanti, sekarang kau buatkan peraturan untuknya aku akan menyebutkan semua peraturannya dan kau buat surat perjanjiannya sekarang juga!" Ucap tuan Arnold memberi perintah pada sekretaris Ken.


Mereka pun mulai membuat surat peraturan dan juga surat perjanjian pelunasan hutang dan kontrak tempat tinggal rumah tersebut untuk Sesilia.


Sedangkan disisi lain aku sedang sibuk membersihkan lantai, dan mengepelnya beberapa kali hingga mencuci piring dan membersihkan bekas makanku diatas meja makan yang ada di dekat dapur, tulang-belulang bekas bakar ikan tadi juga sudah aku buang hingga semuanya sudah nampak bersih.


Setelah berkutat dengan alat kebersihan dan membersihkan semua ruangan yang tadinya berantakan menjadi bersih dan cemerlang, aku akhirnya selesai membersihkan semuanya dan segera merebahkan tubuhku ke atas sofa.

__ADS_1


"Huaaa...akhirnya pekerjaan yang menguras energi ini selesai juga" ucapku sambil memandangi langit-langit rumah tersebut,


Bisa beristirahat disana setelah aku bekerja keras membersihkan rumah seluas itu rasanya memang sangat luar biasa, badanku terasa sangat pegal dan sakit disekujur tubuhku mulai terasa aku mematikan tv nya dahulu dan rasa kantuk mulai melanda diriku.


"Hoaammm....tidur sebentar tidak masalah kan" ucapku sambil menutup mulut karena terus menguap beberapa kali.


Aku sudah tidak tahan lagi dan sofa ini juga empuk sehingga aku bisa langsung tertidur dengan lelap, dengan posisi badanku yang terlentang di atas sofa panjang itu dengan celemek yang masih menempel di badanku serta sandal milik tuan Arnold yang kebesaran masih menempel di kakiku.


Tuan Arnold yang baru saja menyelesaikan urusannya bersama sekretaris Ken dia segera keluar dari ruang kerjanya dan langsung melihat ke bawah dimana rumah tersebut sudah bersih namun tatapan matanya melihat ke arah Sesilia yang tertidur di sofa dengan terlentang seperti anak kecil.


"Aishh....kenapa dia malah tidur disitu?" Gerutu tuan Arnold merasa jengkel.


Sekretaris Ken hanya menahan tawa sekuat tenaganya karena baru saja tuan Arnold berkata dengan penuh percaya diri bahwa dia bisa menangani Sesilia dengan baik namun nyatanya hanya melihat Sesilia tertidur di depan tv seperti itu saja sudah membuatnya jengkel dan geram, terlebih melihat ekspresi wajah tuan Arnold yang kesal sangatlah menghibur bagi sekretaris Ken.


"Ahaha.... Arnold.... Arnold aku bilang juga apa, menghadapi anak gadis yang nakal sepertinya tidak semudah yang kau bayangkan, aku harap kau tidak naik darah yah, jangan lupa jaga kesehatannya jangan banyak marah-marah atau menahan emosi terlalu lama itu tidak baik untuk kesehatanmu" ucap sekretaris Ken sambil menepuk pundak tuan Arnold beberapa kali.


Sedangkan tuan Arnold yang merasa kesal dia langsung saja berjalan dengan cepat menuruni tangga dan menghampiri Sesilia yang masih tertidur di sofa tersebut.


"Aishh ...heh bocah tengik bangun kau!" Bentak tuan Arnold cukup keras,


Sekretaris Ken segera berpamitan pergi karena dia tidak ingin tuan Arnold meminta bantuan lagi kepadanya untuk membangunkan Sesilia yang tertidur disana dengan cukup lelap.

__ADS_1


__ADS_2