
Saat Johana pergi untuk memanggil dokter, Sesilia langsung menghampiri sang suster dan memintanya agar segera mendekat padanya lalu dia membisikkan sesuatu pada telinga suster tersebut.
"Suster sebenarnya saya tidak hilang ingatan, saya sudah sadar sejak lama, tolong jaga rahasia ini dan bantu saya untuk bekerja sama dengan dokter, saya mohon ayah saya bukan orang baik, tolong bantu saya, jangan sampai dokter mengatakan keadaan saya yang sebenarnya" ucap Sesilia meminta bantuan sang suster.
Dan betapa terkejutnya sang suster tersebut Saha dia mendengar penuturan dari Sesilia, meski awalnya suster tersebut menolak permintaan Sesilia karena itu telah menyalah gunakan kekuasaannya namun ketika Sesilia sudah menjelaskan semua kejadian di mana ayahnya sendirilah yang menyebabkan dia terluka akhirnya suster itu mau menolongnya.
"Maafkan saya, saya tidak bisa mengabulkan keinginan anda karena itu bertolak belakang dengan peraturan yang ada di rumah sakit ini dan akan menyalahi aturan kekuasaan yang saya miliki" ucap suster itu menolaknya,
"Suster saya mohon, saya tidak akan melakukan ini jika seandainya masalah tidak terjadi pada keluarga saya, bukankah anda juga yang membantu saya memindahkan ibu saya sebelumnya anda juga yang membocorkan alamat rumah sakit ibu saya yang sudah saya pindahkan iya kan?" Ucap Sesilia membuat sang suster kembali kaget,
"Darimana anda mengetahui semua itu?" Tanya suster tersebut tak menyangka,
"Aku sudah bilang aku sudah sadar sejak lama dan aku mohon padamu suster Maria, tolong bantu saya dan bisakah anda mendengarkan penjelasan saya dahulu, ayah saya sendiri yang membuat saya seperti ini, aku mohon suster tolong bantu aku, semua tergantung padamu" ujar Sesilia dengan pasrah,
"Baiklah, aku akan membantumu dan kali ini aku akan menjaga semuanya dengan aman" balas sang suster yang akhirnya menyetujui permintaan Sesilia.
Sesilia sangat senang dan mulai saat itu dia berjanji akan terus menjadikan suster Maria sebagai sahabatnya meski pun usia mereka terpaut cukup jauh, namun entah kenapa sejak awal melihatnya dan semenjak suster Maria pernah membantu dia sebelumnya itulah yang menjadikan Sesilia mempercayainya meskipun tidak ada hubungan saudara dan tidak saling mengenal sebelumnya.
Tak lama dokter dan Johana datang ke ruangan tersebut dan suster berbisik pada dokter tersebut membicarakan agar menyuruh Johana keluar dari ruangan tersebut. Dokter itu pun untungnya mau menuruti suster Maria dan entah kenapa Sesilia merasa suster Maria nampak sangat mudah meminta bantuan dan kerjasama dengan dokter tersebut, tapi itu tidak mengganggu pikirannya selama rencananya berjalan lancar.
__ADS_1
"Tuan mohon anda tunggu di luar saya akan memeriksa putri anda" ucap dokter mempersilahkan.
Johanapun segera kembali keluar dan dokter langsung bertanya pada Sesilia.
"Apa yang kamu inginkan, kenapa sampai harus menyuap istri saya untuk membohongi ayah anda sendiri?" Tanya sang dokter yang membuat Sesilia langsung terbelalak kaget.
"Eh, jadi suster Maria ini istri dokter yah?" Tanya balik Sesilia dengan wajah kaget dan polosnya,
"Iya dia istri saya, dan saya peringatkan ini terakhir kalinya anda meminta istri saya terlibat dengan hal seperti ini jangan memanfaatkan kebaikannya dia sudah kesulitan akibat perbuatanmu sebelumnya" ujar dokter tersebut memperingati,
"Iya dokter, kau tenang saja mulai saat ini suster Maria sudah menjadi sahabatku, iya kan suster. Dokter tolong bicarakan pada ayahku jika aku benar benar kehilangan ingatanku sama seperti yang kau prediksi sebelumnya, meskipun prediksimu itu melenceng hehe" ujar Sesilia meminta tolong sekaligus menggoda dokter tersebut.
Saat dokter mengatakan bahwa Sesilia masih mengalami hilang ingatan nampak wajah Johana hanya biasa saja, di dalam hatinya ada rasa senang karena dengan begitu dia tidak perlu menyakiti hati putrinya dengan semua kenyataan yang ada, sedangkan di sisi lain dia merasa sedih sebab putrinya yang telah melupakan sosok dirinya.
Namun tidak ada yang bisa dia lakukan lagi semuanya sudah terjadi dan Johana hanya akan melanjutkan rencananya bersama Diah sesuai dengan perjanjian mereka sebelumnya.
Setelah dokter memperbolehkan Sesilia untuk pulang Johana langsung membawa Sesilia kembali ke kediamannya sore itu juga dan saat itu ibu Laura juga berada di rumah menggunakan kursi roda dengan keadaannya yang sudah tidak bisa bicara secara normal lagi begitupun dengan kedua kakinya yang lumpuh dan kedua tangannya yang sudah tak bisa di gerakkan sebelah.
Saat pertama kali pulang ke rumah Sesilia sudah di sambut dengan ibunya yang di dorong diatas kursi roda oleh seorang pelayan yang tak lain adalah suster Maria, Sesilia begitu senang melihat itu dan dia segera menghampiri sang ibu juga suster Maria.
__ADS_1
Saat itu Sesilia berniat menyapa dan memeluk sang ibu untuk melepaskan kerinduannya namun dia baru ingat bahwa dirinya masih berakting hilang ingatan sehingga dia harus berpura pura tidak mengenal ibunya ketika masih ada Johana di sekitar sana, alhasil untuk menghilangkan kecurigaan dari ayahnya Sesilia langsung mengalihkan pandangannya pada suster Maria dan memeluk suster Maria dengan erat.
"Aaahh....Suster kenapa kau bisa ada di sini, aku sangat menyayangimu" ucap Sesilia bicara seenaknya karena dia sendiri tidak tahu lagi apa yang harus dia katakan saat itu.
Untunglah suster Maria paham dengan kondisi tersebut sehingga dia ikut berakting membantu Sesilia.
"Tentu saja saya kemari karena tugas dari rumah sakit untuk menjaga nyonya keluarga Kiehl, saya bahkan baru tahu jika nyonya Laura dan anda adalah keluarga Kiehl yang sangat dekat dan berhubungan baik bersama keluarga suami saya, sehingga jelas saya harus merawatnya dengan baik, saya juga di minta langsung oleh tuan Johana untuk membantu memulihkan ingatan anda nona Sesilia Kiehl" balas suster Maria dengan lembut.
Sesilia hanya bisa menahan tawa di dalam hatinya sebab dia tahu dengan jelas semua kerabat ibunya sudah tidak ada karena sang ibu adalah anak tunggal dan sudah jelas bahwa saat itu suster Maria tengah membual, namun dia senang karena setidaknya suster Maria mau membantunya berakting.
Sesilia pun segera beralih kepada Johana dan berpura pura senang dengan kejutan tersebut.
"Ayah apa ini kejutan darimu?" Ucap Sesilia dengan mata berbinar,
"Iya sayang ini kejutan untukmu, ayah tahu kamu sangat dekat dengan suster Maria ini makanya ayah meminta dia untuk menjagamu dan ibumu sekaligus, Sesilia kemarilah ayah juga akan memperkenalkan kamu dengan ibumu, dia adalah ibumu Laura Kiehl, kamu adalah putri tunggal keluarga Kiehl, dan ini adalah rumah kita" ucap Johana yang masih dengan beraninya berkata seperti itu di saat dia sudah berusaha mengambil alih semua kekayaan Laura dan Sesilia.
Sesilia hanya berpura pura senang dan dia segera menghampiri ibunya dan bersikap seakan dia baru melihat wajah ibundanya tersebut.
"Ibu apa kau sungguh ibuku, kau sangat cantik dan aku yakin kau wanita yang baik hati, aku sangat menyayangimu" ucap Sesilia dengan senyuman yang tulus.
__ADS_1
Ibu Laura tak kuasa menahan tangis dia menangis tanpa bisa mengeluarkan suara sedikitpun, di dalam hatinya ibu Laura juga sangat ingin memberitahu putrinya itu mengenai kelakuan jahat ayahnya bersama wanita simpanannya namun karena batasan dalam dirinya saat ini, dia tidak bisa melakukan apapun selain menangis dan hanya bisa berbicara di dalam hatinya berharap putrinya bisa mendengar semua itu.