
Ibu Laura sangat sedih ketika sebelumnya mendengar bahwa putrinya mengalami hilang ingatan, ibu Laura mulai menangis dan menitipkan air mata yang membuat Sesilia ikut merasa sedih saat itu.
"Ibu kenapa kau menangis, jangan sedih aku percaya bahwa kau adalah ibu kandungku, aku sangat menyayangimu" ucap Sesilia sambil segera memeluk sang ibu.
Johana mengajak mereka semua untuk masuk ke dalam dan mengobrol kan semuanya di dalam rumah agar lebih nyaman.
"Sudah sudah ayo kita bicara di dalam saja" ajak Johana dan diikuti oleh Sesilia bersama sang ibu dan suster Maria.
Saat di dalam Johana mulai menjelaskan mengenai kejadian kecelakaan yang menimpa Sesilia sebelumnya dan tentunya semua yang dia bicarakan di hadapan ibu Laura dan suster Maria sangat berbeda jauh dengan kejadian sesungguhnya.
"Sesilia maafkan ayah karena sebelumnya ayah tidak bisa menjagamu dengan baik sehingga kamu berlari dari tangga hendak mengambil hadiah yang ayah berikan padamu sampai akhirnya kamu malah jatuh tersandung di tangga lalu berguling sampai ke bawah, maafkan ayah ya nak" ucap Johana mengarang semuanya.
Sesilia menahan semuanya sekaut tenaga, tidak terbayangkan apa yang akan terjadi seandainya Sesilia benar benar mengalami hilang ingatan sungguhan, mungkin semua akan hancur dengan cepat tanpa dia memiliki persiapan sebelumnya.
Sesilia mengikuti alur rencana ayahnya dan menanggapi ucapan ayahnya tersebut seakan dia memang mempercayai apa yang baru saja sang ayah katakan.
"Tidak papa ayah, lagi pula sekarang aku baik baik saja, masalah itu tidak perlu di bahas lagi, aku juga ingin istirahat" ucap Sesilia lalu pergi ke atas diantar oleh suster Maria bersama ibunya yang akan menunjukkan kamar padanya.
Johana merasa senang karena dia berhasil menipu putrinya sendiri lalu dia pergi dari rumah itu dan berpamitan pada Sesilia untuk pergi ke kantor padahal kenyataannya dia justru pergi menemui istri simpanannya itu.
Sesilia sudah mengetahuinya namun dia sengaja membiarkan sang ayah melanjutkan rencana yang akan dia lakukan, Sesilia juga sudah mengetahui bahwa semua surat surat penting milik dia dan ibunya sudah diambil saat dia belum sadarkan diri di rumah sakit sebelumnya.
__ADS_1
Kini satu satunya cara untuk mempertahankan semua yang menjadi milik dia dan ibunya Sesilia hanya perlu mengumpulkan bukti dari kejahatan ayahnya dan bukti pengalihan kekuasaan secara ilegal tersebut, namun untuk yang pertama Sesilia harus menyelesaikan urusannya bersama sang ibu dahulu.
Saat sudah memastikan Johana telah keluar dari rumah itu, Sesilia langsung mengajak suster Maria dan ibunya masuk ke dalam kamar lalu dia langsung menutup pintu kamar bahkan sampai menguncinya agar tidak ada orang yang bisa menguping pembicaraan mereka.
"Ibu ada hal yang ingin Sesilia jelaskan pada ibu, tolong dengarkan saja aku yakin ibu akan memahamiku" ucap Sesilia dengan wajah yang sendu karena tidak tega melihat kondisi ibunya yang seperti itu,
Suster Maria yang sudah mengetahui semuanya lebih dulu dia mengusap lembut punggung Sesilia untuk memberikan ketenangan padanya.
Sesilia mulai menarik nafas dalam dan dia mulai menjelaskan semuanya kepada sang ibu tanpa ada satu pun yang terlewat dari kejadian saat awal dia melihat ibunya terjatuh sampai memergoki sang ayah yang memiliki wanita simpanan bahkan dengan seorang putri yang usianya satu tahun lebih tua dari dirinya.
Ibu Laura yang hanya bisa bicara kaku dia hanya bisa menangis tersedu sedu dalam keadaannya yang seperti itu dia tidak bisa membantu putrinya dan hanya bisa duduk diam tidak melakukan apapun.
Sesilia mengerti bagaimana perasaan ibunya dan dia kembali memeluk sang ibu sambil menjatuhkan air matanya yang sudah lama dia tahan tahan sedari tadi.
"Maafkan ibu sayang, sungguh ibu tidak berguna. Ibu menyesal telah menikahi ayahmu tapi ibu bahagia memilikimu" gumam ibu Laura di dalam hatinya.
Ibu Laura senang karena mengetahui Sesilia ternyata tidak kehilangan ingatannya namun di sisi lain dia sangat terpukul saat mengetahui semua kejadian yang menimpa putrinya di saat dia tengah tak sadarkan diri di rumah sakit, dia juga merasa sangat bersalah karena tidak bisa membantu putri kecilnya itu.
Dendam dan kekesalan di dalam hati ibu Laura mulai tumbuh dengan perlahan dia kini membenci suaminya sendiri dan berusaha mengatakan bahwa dia ingin bercerai dengan Johana kepada Sesilia, sayangnya kondisinya yang saat ini menyulitkan dia untuk mengatakan semuanya secara langsung.
"Eumm..eeu...eu.... Sesil....ibu...euu..." Ucap ibu Laura berusaha mengatakannya,
__ADS_1
"Iya bu, ada apa aku tahu bu, sudah jangan dipaksakan lagi aku tahu ibu pasti ingin terlepas dari ayah kan, aku mengerti bu, aku akan membawamu bersamaku kita akan pergi menjauh darinya tapi tidak sekarang tunggu sampai aku bisa mengambil semuanya yang menjadi milik kita darinya, bertahanlah demi aku bu" ucap Sesilia dengan menahan tangis dan menggenggam kedua lengan ibunya.
Ibu Laura menggelengkan kepalanya dengan keras seakan dia menolak keinginan Sesilia, namun Sesilia tidak bisa melakukannya dia tidak bisa pergi sekarang karena dia sudah menyusun rencana untuk mengambil kembali seluruh hartanya.
Sesilia pun berusaha keras membujuk ibunya dan memberikan pengertian kepadanya mengenai semua yang tengah dia kerjakan saat ini.
"Bu....tolong bertahanlah, aku akan menjaga ibu dan tidak akan membiarkanmu terluka lagi karena pria brengsek itu, tolong percaya padaku aku pasti bisa menyelesaikan semuanya dengan cepat" ucap Sesilia membujuknya.
Akhirnya hati ibu Laura pun luluh dan dia mengangguk setuju, Sesilia sangat senang dan dia melihat ke arah suster Maria yang juga tersenyum mengangguk kepadanya.
Setelah selesai menjelaskan semuanya dan membujuk ibunya Sesilia pun meminta suster Maria membawa ibunya untuk beristirahat ke kamarnya dan dia meminta waktu pada suster Maria agar mereka bisa bicara empat mata.
Sesilia sangat membutuhkan bantuan orang lain untuk menjalankan rencananya tersebut sedangkan saat ini usianya yang baru menginjak usia delapan belas tahun tentu saja tidak memiliki teman yang bisa dia percaya apalagi dia andalkan untuk bisa membantu masalah keluarganya.
Kebetulan sekali saat ini ada suster Maria yang ada di sampingnya sehingga Sesilia tidak ingin menyia nyiakan semua itu, terlebih dia percaya sekali dengan suster Maria bahwa dia bisa menjaga semua rahasia dan rencananya tersebut, suster Maria memang orang yang baik bahkan dia rela menentang suaminya agar bisa membantu Sesilia.
Karena pada awalnya suami suster Maria tidak mengijinkannya untuk merawat ibu Laura sebab dokter itu juga mengerti terlalu banyak masalah dengan keluarga Kiehl, tapi karena suster Maria memaksa akhirnya suami pun tidak bisa berkutik lagi dan akhirnya mengijinkan suster Maria melakukan apapun yang dia inginkan.
Mulai saat ini Sesilia akan bekerja sama bersama suster Maria untuk mencari tahu dan mengumpulkan bukti bukti kelicikan serat perselingkuhan ayahnya tersebut.
Setelah suster Maria selesai membantu ibu Maria beristirahat dia pun segera menghampiri Sesilia dan mereka mulai membuat rencana berdua untuk mencari tahu dan mengumpulkan semua bukti penting tersebut.
__ADS_1
"Sesilia ingat baik baik tempelkan jps ini pada ponsel ayahmu aku yakin dia tidak akan meninggalkan ponselnya dan akan selalu membawanya kemanapun, dengan begitu kita bisa memantau dan mengawasi kemana saja dia pergi, kita juga akan tahu di mana wanita simpanannya di sembunyikan, tempelkan dengan baik pastikan tidak akan ketahuan oleh ayahmu, cip ini juga sangat kecil dan di rangkai khusus jangan sia sialan kesempatan ini" ucap suster Maria menjelaskan satu rencana pertama mereka.