Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang

Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang
Sarapan pagi


__ADS_3

Aku duduk seorang diri di depan tv menunggu sekretaris Ken yang juga tidak kunjung datang sampai akhirnya dia tiba juga disana dan aku langsung berlari untuk membukakan pintu.


"Aahhh ...itu pasti sekretaris Ken.... akhirnya dia datang juga" ucapku dengan senyum yang ceria.


Aku langsung membukakan pintu dan ternyata memang benar itu adalah sekretaris Ken, aku tersenyum kepadanya dan langsung saja menanyakan mengenai pakaianku.


"Sekretaris Ken, dimana pakaianku?" Tanya kepadanya yang sudah tidak sabar.


Bukannya menjawab ucapanku sekretaris Ken justru malah terdiam membelalakkan matanya menatapku dengan lekat, aku kebingungan dan merasa heran mengapa dia tidak bergerak sama sekali dan terus saja berdiri mematung di hadapanku seperti itu.


Sedangkan di sisi lain tuan Arnold yang baru saja keluar dari kamarnya dia langsung melihat ke bawah dimana Sesilia berdiri dengan memakai kemeja putih miliknya yang kebesaran namun sangat minim untuk tubuhnya, dia terlihat seksi dan tuan Arnold melihat ada sekretaris Ken yang menatap begitu lekat kepada Sesilia dia langsung merasa kesal ketika melihat pemandangan itu dan langsung berlari ke bawah dengan secepat kilat.


Hingga sesampainya di bawah tuan Arnold langsung menarik Sesilia dan menyembunyikannya di belakang tubuhnya hingga membuat sekretaris Ken kaget dan menelan salivanya dengan susah payah.


"Ken apa yang sudah kau lihat?, Aishh....matamu itu. Kau mau aku menusuk matamu hah!" Bentak tuan Arnold menyadarkan sekretaris Ken,


"A..ohh....tidak tidak tuan tentu saja tidak...maafkan aku tadi itu tidak sengaja, dan ini semua pakaian yang kau minta, aku rasa ini akan cocok untuknya sesuai dengan pakaian yang sering dia pakai" ucap sekretaris Ken segera mengalihkan pembicaraan untuk menghindari kemurkaan tuan Arnold.


Aku sangat senang dan langsung mengambil semua pakaian di tangan sekretaris Ken lalu berlari membawanya ke kamarku tanpa bicara apapun lagi kepada dua orang pria tua di hadapanku saat itu.


"Aahh...itu untukku kan...sini aku akan mengambilnya" ucapku dan segera pergi dari sana.


Aku tidak perduli dengan dua orang aneh dan menyebalkan itu aku hanya perduli dengan pakaianku karena aku sudah harus pergi ke kampus untuk pertama kalinya di dalam sejarah belajarku, aku segera mencoba pakaian yang dibelikan oleh sekretaris Ken sebelumnya dan semuanya sangat bagus, juga ukurannya sangat pas di tubuhku.


"Waahh... pakaiannya lucu-lucu sekali, sekretaris Ken memang hebat dia tahu apa yang aku butuhkan xixixi" ucapku sambil melihat penampilanku di depan cermin.


Aku benar-benar sangat puas dengan semua pakaian yang aku dapatkan sehingga aku segera menyusunnya di dalam lemari lalu segera pergi ke luar untuk menemui tuan Arnold dan memintanya mengantarkan aku ke universitas.

__ADS_1


Saat aku keluar dari kamar aku tidak melihat keberadaan dirinya dan ternyata dia tengah menikmati sarapan di ruang makan berdua dengan sekretaris Ken, aku membelalakkan mataku kaget dan sangat kesal karena sudah mencari dia kesana kemari namun ternyata dia malah enak-enakan menikmati sarapannya di dapur tanpa mengajakku.


"Aishh....dasar manusia robot ini kenapa dia tidak mengajakku untuk sarapan juga?" Gerutuku kesal.


Aku langsung berjalan menghampiri mereka dan duduk tepat di samping sekretaris Ken, lalu aku mulai melakukan aksiku, aku menatap sekretaris Ken yang tengah menikmati makanannya dengan tatapan menyedihkan, kedua mata yang ku buka dengan lebar bibir yang ku lipat sedikit dan alis yang aku lengkungkan.


"Sekretaris Ken aku lapar, aku juga ingin makan sepertimu, boleh aku memintanya darimu?" Tanyaku kepadanya dengan lembut dengan mata puppy eyes andalanku.


Benar saja dugaanku sekretaris Ken langsung memberikan makanannya kepadaku begitu saja bahkan dia mau menyuapiku tanpa aku minta.


"Haha...kau sangat imut, ini makanlah aaaa..." Ucap sekretaris Ken yang mau menyuapiku.


Tuan Arnold yang sudah menahan emosi sedari tadi dia mulai kehilangan kesabarannya yang memang setipis tisyu, dia langsung memakan suapan dari sekretaris Ken yang tadinya hendak aku makan, bahkan dia mendorongku hingga aku hampir jatuh ke belakang dari kursi yang aku duduki.


"Aammm....ahaha...ini enak sekali terimakasih sekretaris Ken!" Ucap tuan Arnold sambil menatap tajam memberikan peringatan kepada sekretaris Ken.


Aku menatap ke arah tuan Arnold dengan sangat kesal dan wajah yang ku tekuk sangat buruk, aku benar-benar membencinya, aku hanya bisa melihat mereka menikmati sarapan sedangkan aku kelaparan, aku tidak berani meminta makanan dari tuan Arnold secara langsung sehingga aku hanya bisa tertunduk dengan lesu tidak berdaya.


"Sialan manusia robot sialan, dia mengambil makananku begitu saja, sekarang aku harus bagaimana?" Gerutu dalam hati kecilku,


Hingga tidak lama tiba-tiba saja manusia robot itu menggeser piringnya dan dia memberikan aku jatah makannya begitu saja.


"Ini makanlah aku sudah menyiapkannya untukmu" ucapnya begitu saja membuatku kaget dan sangat senang.


Aku langsung mengangkat kepalaku dengan tegak dan mata yang berbinar aku tidak menyangka dia akan menyiapkan makanan juga untukku.


"Wahhh...benarkah?, Haha jika tahu begini tadi aku tidak perlu memintanya pada sekretaris Ken, kenapa kau tidak memberikannya lebih awal?" Ucapku sambil segera mengambil makanan itu dan mulai menikmatinya,

__ADS_1


Sesilia saat makan.



Tuan Arnold hanya tersenyum dan terus memperhatikan Sesilia yang begitu menikmati makanannya bahkan bisa menyelesaikan makannya dengan cepat lalu dia pun mengajaknya untuk pergi bersama dan mengantar Sesilia ke kampus untuk melakukan pendaftaran ulang.


Saat di perjalanan aku sudah sangat tidak sabar untuk sampai di kampus dan aku sudah tidak sabar untuk mulai belajar mengenai bisnis dan manajemen di universitas tersebut, tapi saat di perjalanan aku baru mengingat sesuatu mengenai data diriku juga hal lainnya yang mungkin akan mereka minta dariku ketika aku melakukan daftar ulang.


"Astaga...tuan robot aku lupa" ucapku sambil langsung berbalik menghadap ke arah tuan Arnold yang duduk di sampingku saat itu.


Tuan Arnold hanya menatap kebingungan dengan matanya yang dia perlebar.


"Ada apa lagi?" Tanyanya kembali santai,


"Itu, kau tahu aku kabur dari rumah, aku tidak punya identitas aku juga tidak memiliki wali untuk mendaftar ulang, bagaimana aku bisa diterima di universitas jika aku bahkan tidak memiliki data apapun" ucapku sambil tertunduk kebingungan,


"Tenang saja, sekretaris Ken akan menjadi walimu, biarkan dia menyelesaikannya iya kan Ken" ucap tuan Arnold memberikan tugasnya begitu saja,


"Ehh..a...apa aku?" Tanya sekretaris Ken kaget tidak karuan,


"Iya kau akan menjadi saudara atau ayah dari si kerdil ini, itu tidak sulit untukmu kan" balas tuan Arnold sambil melemparkan tatapan tajam,


Terpaksa sekretaris Ken mengiyakannya dan memang mau suka atau tidak tetap saja dia juga yang akan melakukannya.


"Aaahh....baiklah aku akan pergi bersamamu setelah mengantarkan tuan Arnold ke perusahaan, kau tidak perlu khawatir gadis kecil" balas sekretaris Ken membuatku lebih tenang.


Aku mulai berpikir mengenai Tante Maria seandainya saja aku tahu dimana tempat tinggalnya mungkin aku bisa menemui dia dan dia pasti mau membantuku untuk masalah seperti ini, dia orang baik yang pertama kali aku temui dan aku merasa dia sudah sama seperti ibuku sendiri, tapi sayangnya aku tidak bisa menemukan dia, tidak tahu dimana alamatnya atau pun nomor ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2