
Sementara itu Laura tidak pernah tahu masa lalu Johana karena dia juga tidak pernah bertanya ataupun membicarakan masalah tersebut, Laura hanya mempercayai Johana sama seperti ayahnya mempercayakan Johana untuk menikah dengan dia, namun menyangkut harta warisan Laura juga sangat perduli untuk masa depan putrinya.
Setelah satu tahun berlalu dan Laura berulang tahun untuk usia ke satu tahunnya tiba tiba saja Johana mendapatkan sebuah surat ke kantornya dan surat itu dikirim dari Dona untuknya, dia mendapatkan beberapa foto di mana Dona tengah menggendong seorang bayi kecil di pangkuannya dan terdapat tulisan kecil juga di belakang foto tersebut.
"Sayang ini adalah putri kita, aku sudah lama mencarimu saat aku tahu aku hamil anakmu satu tahun silam, tapi kamu sudah pergi jauh saat itu, dan sekarang di ulang tahun putriku yang ke dua tahun akhirnya kamu kembali dan aku berhasil menemukanmu, aku hanya ingin Siska mendapatkan perhatian yang sama dan hak sebagai ayah darimu layaknya putri Laura yang telah mendapatkan segalanya darimu" isi tulisan di balik salah satu foto tersebut.
Betapa kaget dan terbarunya Johana ketika membaca pesan tersebut, dia tidak menyangka bahwa perbuatannya satu tahun lalu bersama Dona justru memiliki buah hati yang sudah berusia dua tahun bahkan tanggal dan bulan ulang tahunnya sama persis dengan tanggal dan bulan ulah tahun putrinya Sesilia yang saat ini menginjak usia satu tahun.
Johana terharu senang namun di sisi lain dia juga bingung bagaimana menghadapi Laura yang sudah jelas telah menjadi istri sah nya di mata hukum dan agama juga di tambah semua orang sudah mengetahui status dirinya saat ini.
Meski begitu Johana akhirnya berusaha menghubungi Dona lagi sampai akhirnya mereka bertemu dan dari situlah mulai terjalin lagi kedekatan di antara mereka dan Johana telah berjanji kepada Dona bahwa dia akan bertanggung jawab atas putrinya Siska, dia juga mulai memberikan semua yang Dona minta termasuk permintaan untuk menyingkirkan Laura dan mengambil alih seluruh hartanya.
Awalnya Johana sedikit berat untuk menyetujui permintaan dari Dona, namun mengingat Dona telah lebih banyak menderita dari Laura selama ini, maka dari itu Johana lebih memilihnya karena dia saat itu juga masih mencintai Dona dan dia sangat senang ketika bertemu dengan buah hatinya Siska.
Mulai saat itu sikapnya pada Laura berubah menjadi semakin romantis dan Johana telah berakting sekian lama seakan dia mulai mencintai Laura untuk menutupi semua keburukan dan melindungi Dona juga Siska agar tidak di curigai oleh awak media.
"Sayang tapi kau harus berjanji padaku untuk meninggalkan wanita itu setelah berhasil menguasai hartanya, aku akan menunggumu sampai kau berhasil" ucap Dona kala itu,
"Percayakan semuanya padaku, aku akan memberikan yang terbaik untukmu dan anak kita" balas Johana sambil menggenggam kedua lengan Dona dan meyakinkannya.
#FLASHBACK OFF
__ADS_1
Mereka pun akhirnya telah menyepakati sebuah rencana bersama untuk mengambil alih harta Laura dan sampai saat ini kejadian itu pun akhirnya tiba namun sayangnya berkat Sesilia Johana dan Dona gagal untuk melakukan rencana jahat mereka.
Meskipun Sesilia harus mengorbankan dirinya sendiri namun berkat dia harta milik keluarganya terselamatkan, Johana juga merasa pilu dan sangat merasa bersalah kala melihat putrinya tengah tak sadarkan diri di dalam ruangan ICU.
Hingga beberapa saat kemudian dokter keluar dan Johana segera menghampiri sang dokter lalu menanyakan keadaan Sesilia.
"Dok, bagaimana keadaan putri saya?" Tanya Johana dengan wajah yang penuh kecemasan.
"Putri anda baik baik saja, namun benturan di kepalanya mungkin akan menyebabkan beberapa efek samping seperti kehilangan ingatan untuk sementara waktu" ujar dokter menjelaskan.
Johana membelalakkan matanya begitu lebar dia langsung terduduk lesu mengingat putrinya akan kehilangan ingatannya dia takut sang putri akan melupakan dia juga, namun kini tidak ada yang bisa dia lakukan selain merawat putrinya hingga sembuh.
"Maafkan ayah Sesilia, semua ini karena keserakahan ayah, tapi ayah juga sudah berjanji pada Siska karena dia sama putri ayah dia berhak mendapatkan apa yang kamu telah dapatkan dari ayah selama ini, maafkan ayah Sesilia ayah masih harus mengambil kesempatan ini darimu" ucap Johana sambil segera merebut semua surat surat penting tentang kepemilikan seluruh aset harta kekayaan milik Sesilia dan ibunya.
"Dok, tolong jaga putri saya dengan baik. Saya akan kembali melihatnya besok" ucap Johana lalu dia segera pergi dari rumah sakit tersebut.
Setelah keluar dari rumah sakit Johana langsung pergi menemui Dona dan dia memberitahu semua kabar mengenai keadaan Sesilia pada Dona dan Siska. Betapa bahagianya kedua orang jahat itu ketika mendengar kabar bahwa Sesilia kehilangan ingatannya karena dengan begitu semua perbuatan dia sebelumnya tidak akan di ketahui oleh Sesilia, dan mereka merasa bahwa mereka akan aman dari semua ancaman tersebut.
"Apa?, Dia akan hilang ingatan?" Ucap Dona dengan keras,
"Ibu itu hal bagus jadi kita bisa kembali lagi ke rumah mewah itu dan akan sangat mudah untuk kita menendang dia wanita sialan itu" tambah Siska dengan senyum liciknya,
__ADS_1
"Kamu benar putriku, kita akan kembali lagi ke rumah itu" balas Dona begitu senang.
Johana langsung menghentikan kedua wanita itu dan dia berusaha melarang mereka untuk tidak mengganggu Sesilia dan Laura sampai Sesilia benar benar pulih karena dia tidak tega melihat putrinya luntang lantung di luar sana dalam keadaan seperti itu, dan dia sangat tidak tega lagi jika sampai Sesilia tidak bisa mengingat ibunya sendiri.
"Tunggu Dona, kalian berdua belum bisa menempati rumah itu sebab semua surat surat masih dalam proses pengalihan nama dengan namaku, dan aku akan tetap membiarkan Sesilia juga Laura tinggal di sana sampai mereka jauh lebih baik dan pengalihan nama selesai" ucap Johana dengan tegas.
Mendengar itu tentu saja Dona langsung membelalakkan matanya dan dia merasa tidak terima juga sangat marah kepada Johana saat itu juga.
"Sayang apa apaan kau ini, apa kau tidak merasa kasihan padaku dan Siska yang sudah terlantar selama satu tahun lebih karena wanita itu, ingat dengan janjimu dulu, kenapa kau begini sekarang?" Bentak Dona tidak terima,
"Dona tolong dengarkan aku, ini semua demi kebaikanmu dan semua orang, bagaimanapun Sesilia adalah putriku juga, tidak mungkin aku menelantarkannya setidaknya biarkan sampai dia pulih dahulu" ucap Johana berusaha memberikan pengertian kepada Dona.
Setelah perdebatan kecil akhirnya Dona mau mengalah dengan Johana dan dia mengijinkan apa yang Johana pinta.
"Baiklah, tapi jika kau tidak kembali dalam waktu yang lama maka aku akan datang sendiri ke sana,Agi pula ibunya itu lumpuh dan tidak bisa bicara dengan jelas lagi, putrinya juga hilang ingatan jelas itu akan sangat mudah untuk kita mengusir mereka, kenapa juga kau menunda nundanya membuatku kesal saja" balas Dona dengan wajah yang cemberut,
"Iya iya, kau tenang saja aku hanya membiarkan mereka tinggal sampai surat suratnya selesai, tolong percaya dan lebih bersabarlah sedikit lagi" balas Johana sambil memeluk Dona untuk menenangkannya.
Dona mungkin bisa bersabar dan menerima keputusan dari Johana namun berbeda dengan Siska, dia sudah sangat iri dengan kehidupan Sesilia sejak lama bahkan dia sudah memata matai tentang Sesilia sejak dia duduk di bangku SMP, dia selalu membenci semua tentang Sesilia karena di dalam hatinya dia selalu merasa tidak beruntung di bandingkan dengan Sesilia yang bisa mendapatkan apapun setiap dia menginginkannya.
Berbeda dengannya yang harus terus bersembunyi di desa dan hidup sederhana selama bertahun tahun bersama sang ibu, bahkan dia tidak bisa memamerkan sosok ayah kepada teman temannya, itulah yang membuat Siska sangat membenci Sesilia dan dia selalu ingin merebut semua yang Sesilia miliki.
__ADS_1
Siska kesal dan dia langsung merajuk saat itu juga, karena tidak bisa menerima keputusan dari sang ayah.
"Kalian jahat, kalian tidak mengerti perasaanku. Terutama kau ayah kau tidak tega menelantarkan Sesilia saat ini sedangkan kau telah menelantarkan aku dan ibu sembilan belas tahun lamanya dan kau tetap terlihat baik baik saja, apa kau pikir itu adil untukku dan ibu!" Bentak Siska protes dan dia langsung pergi masuk ke dalam kamarnya lalu mengunci dirinya di dalam.