
Saselia melihat dan mencari ke sana kemari namun tidak juga menemukan keberadaan sang ayah sehingga dia pikir mungkin ayahnya berada di kamarnya atau di ruang kerjanya jadi Sesilia pun memilih untuk pergi ke halaman menunggu kedatangan suster Maria yang sudah sangat dia tunggu tunggu kedatangannya.
Sesilia berdiri di depan pintu masuk sampai tak lama sebuah mobil berwarna putih masuk ke dalam halaman rumahnya dan keluarlah suster Maria, Sesilia segera menghampirinya dengan perasaan yang senang dan gembira tak terkira.
"Tante, akhirnya kamu tiba juga aku sudah menunggumu sejak beberapa waktu terakhir" ucap Sesilia dengan wajahnya yang begitu ceria.
Suster Maria menggandeng lengan Sesilia dan mereka masuk ke dalam rumah bersama, Sesilia mempersilahkan suster Maria untuk duduk dahulu di sofa ruang tengah tersebut sedangkan dia pergi untuk mencari ayahnya dahulu.
"Tante tunggulah di sini sebentar, aku akan memanggilkan ayah dahulu" ucap Sesilia sambil segera pergi ke lantai atas.
Sesilia pergi ke kamar ayahnya namun rupanya tidak ada siapapun di sana dan dia pun beralih mencari Johana ke ruang kerja yang tak jauh dari kamar tersebut.
"Tok...tok....tok, ayah....yah....apa kau ada di dalam?" Teriak Sesilia sambil mengetuk pintu ruang kerja ayahnya beberapa kali,
"Masuk..." Balas sang ayah menyahut dari dalam,
Sesilia segera membuka pintu dan langsung masuk ke dalam ruang kerja sang ayah, saat masuk ke ruangan itu Sesilia bisa langsung melihat sang ayah yang tengah duduk di depan laptop dengan wajah yang serius.
Sesilia menghampirinya perlahan dan mulai mengutarakan niat utamanya menemui sang ayah.
"Ayah....ada yang ingin aku bicarakan denganmu" ucap Sesilia dengan ekspresi wajah yang cukup menggemaskan.
Mendengar ucapan dari Sesilia, Johana pun segera mengalihkan pandangannya dari laptop ke wajah putrinya dan dia mulai menutup laptopnya tersebut sambil mempersilahkan Sesilia untuk duduk di hadapannya.
"Sayang, ayo duduk. Apa yang ingin kamu bicarakan dengan ayah katakan saja" balas Johana dengan lembut dan senyum yang terukir dengan jelas di wajahnya.
__ADS_1
Awalnya Sesilia terdiam beberapa saat, karena dia juga takut sang ayah tidak memberikannya izin untuk keluar bersama suster Maria, namun karena dia juga bosan di rumah terus Sesilia pun memberanikan diri untuk mengungkapkannya pada Johana.
"Begini ayah, aku ingin pergi ke luar bersama suster Maria dan dia sudah menungguku di bawah apa kau mengijinkanku untuk pergi?" Tanya Sesilia mulai meminta izin.
Johana tersenyum melihat putrinya yang nampak meminta izin dengan ragu ragu dan kepala yang terus menunduk sedari tadi, sikap Sesilia yang seperti itu sungguh sangat menggemaskan bagi Johana sehingga mengundang senyuman yang lebar di wajahnya.
"Ya ampun Sesilia, ayah kira kamu akan bicara apa barusan, ternyata kamu hanya ingin meminta izin untuk hal tersebut" ucap Johana membuat Sesilia membuka matanya lebar dan tidak mengerti dengan arti dari senyuman lebar sang ayah barusan.
Sesilia yang sedikit kaget dan bercampur bingung dengan reaksi dari sang ayah dia hanya bisa terbelalak dengan heran dan kembali menanyakan lagi kepada ayahnya untuk memastikan, apa jawaban sebenarnya dari sang ayah mengenai pertanyaan yang dia ajukan sebelumnya.
"Ehhh....ayah kenapa kau malah tersenyum?, jadi bagaimana apa kau mengijinkanku untuk pergi atau tidak?" Tanya Sesilia untuk ke dua kalinya,
"Hmm....menurutmu bagaimana?" Balas Johana sengaja menggoda Sesilia.
Mendengar itu Sesilia pun langsung tertunduk lesu dan dia mengangguk paham lalu hendak pergi dari ruangan itu untuk memberitahukan pembatalan makan malam bersama suster Maria saat ini, namun saat baru saja Sesilia membalikkan badan Johana langsung menghampirinya dan berjalan beriringan dengannya.
"Dia ada di bawah ayah" balas Sesilia dengan senyum yang masam.
Melihat ekspresi putrinya Johana tidak tega untuk mempermainkan dia terlalu lama, sehingga Johana sudah tidak tahan lagi menahan tawanya.
Hingga saat sampai di lantai bawah tepat ketika berhadapan dengan suster Maria, Johana tidak menunggu waktu lama lagi dia langsung berbicara dengan suster Maria dan memberikan izin kepada dia untuk membawa pergi putrinya tanpa harus suster Maria menjelaskan dahulu niatnya.
"Aahhh...suster ternyata kau di sini, pasti kau sudah lama menunggu kalau begitu kenapa kalian tidak segera pergi saja, aku bukan mengusir kalian loh aku hanya ingin agar Sesilia senang itu saja" ucap Johana sambil mengusap kepala Sesilia dengan lembut dan melemparkan senyum penuh kasih sayang kepadanya.
Sesilia langsung terperangah dengan mata yang terbelalak, dia kaget saat mengetahui tiba tiba saja ayahnya memberikan izin untuk pergi kepada dia dengan suster Maria padahal jelas sekali sebelumnya sang ayah nampak tidak menyetujui permintaanya tersebut.
__ADS_1
"Ehh, ayah kapan kau berubah pikiran?, Apa kau sungguh mengijinkanku untuk pergi sekarang?" Tanya Sesilia seakan belum mempercayainya,
"Tentu saja sayang, asalkan itu bersama suster Maria ayah akan merasa aman jika kamu pergi ke luar sebentar, semoga saja dengan berjalan jalan keluar bisa mempercepat pulihnya ingatanmu" balas Johana dengan senyuman yang terukir di wajahnya.
Sesilia hanya membalasnya dengan senyuman bahagia juga lalu dia segera berpamitan untuk pergi dengan suster Maria, sampai ketika dia sudah masuk ke dalam mobil dan suster Maria sudah melajukan mobil hingga keluar dari rumah tersebut barulah Sesilia bisa berubah dengan dirinya yang sebenarnya lagi.
Senyuman di wajahnya yang terukir indah sedari tadi kini sudah berubah dan seakan tidak menimbulkan bekas kebahagiaan sedikitpun di wajahnya, semua senyuman dan kebahagiaan yang dia perlihatkan di depan Johana hanyalah akting semata dan Sesilia sebenarnya tidak pernah merasakan rasa bahagia itu.
"Hmmm...akhirnya aku bisa bebas bersikap menjadi diriku sendiri tanpa harus memakai topeng apapun" ucap Sesilia sambil menyandarkan tubuhnya ke belakang,
Suster Maria hanya tersenyum dan melihat ke arah Sesilia sekilas dan dia kembali fokus menyetir.
Suster Maria bisa merasakan apa yang tengah di rasakan oleh Sesilia saat itu sehingga dia mempercepat laju mobilnya menuju sebuah restoran yang cukup mewah di sekitar sana, saat melewati restoran tersebut mata Sesilia langsung teralihkan dan dia sangat takjub dengan restoran yang sangat mewah di depannya.
"Waahhhh.....Tante, apa itu lestoran yang akan kita datangi kali ini?" Tanya Sesilia sambil menunjuk ke arah restoran itu,
"Tentu saja, bagaimana apa kamu suka?" Balas suster Maria sambil tersenyum hangat pada Sesilia.
Sesilia langsung mengangguk dengan antusias dan dia tidak sabar menunggu mobil untuk segera berhenti di parkiran, sampai ketika suster Maria baru saja memarkirkan mobil Sesilia sudah lebih dulu turun dan berlari melihat restoran itu lebih dekat.
"Tante aku pergi lebih dulu yah, aku mau melihat lihat restorannya lebih dulu, kamu parkiran saja mobilnya dengan baik hehe" ucap Sesilia sambil segera turun dari mobil dengan terburu buru.
Meski suster Maria sudah melarangnya pergi lebih dulu namun Sesilia sudah terlanjur pergi keluar dari mobil itu sehingga suster Maria sudah terlambat meneriakinya.
"Ehhh...hey Sesilia tunggu kau tidak boleh pergi berlari seperti itu sendirian!" Teriak suster Maria yang tidak di gubris oleh Sesilia.
__ADS_1
"Aishh....anak itu benar benar gadis yang aktif dan nakal, tapi kenapa aku menyukainya aneh" gerutu suster Maria sambil memarkirkan mobilnya dan menggelengkan kepalanya pelan.