Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang

Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang
Melepaskan Sesilia


__ADS_3

Tanpa basa basi tuan Arnold menarik lengan Sesilia dan memaksanya untuk kembali ikut bersamanya.


"Kau ayo ikut aku" ucap tuan Arnold sambil menarik lengan Sesilia dengan paksa.


"Eughh...lepaskan, tuan lepaskan aku...." ucap Sesilia berusaha berontak.


Sekretaris Ken mengurus urusan dengan Brain dan meminta maaf atas sikap tuannya tersebut.


"Tuan muda Brain saya mewakili tuan Arnold mengucapkan permintaan maaf atas kejadian barusan, dan sebaiknya anda tidak bersikap kasar kepada seorang perempuan terutama gadis kecil tadi atau perusahaan mu akan berada di ujung tanduk" ucap sekretaris Ken dengan tegas dan wajah yang datar penuh ancaman juga peringatan kepada Brain.


Setelah memberikan peringatan dan meminta maaf pada Brain sekretaris Ken langsung menunduk memberi hormat untuk terakhir kalinya dan segera pergi dari sana dengan wajah yang datar dan begitu tegas.


Ekspresi dan ucapan dari sekretaris Ken membuat Brain merasa kesal dan dia semakin tidak bisa menerima perlakuan dari tuan Arnold yang baru saja hampir akan memukulnya tanpa alasan yang jelas.


"Hhhuhh, dasar manusia aneh, lihat saja aku tidak akan membiarkan perusahaanmu memimpin lebih lama!" Gerutu Brain penuh dendam di dalam hatinya.


Di sisi lain Sesilia terus berusaha melepaskan diri dari Arnold dan dia berontak meminta untuk segera dilepaskan.


"Lepaskan aku, cepat keluarkan aku dari sini!" Bentak Sesilia dengan wajah yang sudah memerah karena marah,


"Tidak, kau harus tetap diam dan kemarikan lenganmu" perintah tuan Arnold yang tidak dapat di bantah siapapun.


Sesilia yang hanya menginginkan pergi dia tidak memberikan lengannya dan hanya diam dengan penuh kekesalan, tuan Arnold akhirnya memaksa Sesilia dan dia berhasil menarik lengan Sesilia dengan cepat lalu mulai membersihkan luka di tangannya tersebut sampai membalut lukanya dengan sangat lembut dan hati hati.


"Sudah sekarang lukamu akan baik baik saja" ucap tuan Arnold saat baru saja selesai membalut luka di tangan Sesilia.


Sesilia sedikit merasa jauh lebih tenang dan kini tangannya juga tidak terasa sesakit sebelumnya, tapi dia tetap ingin pulang dan berusaha terus memaksa tuan Arnold untuk melepaskannya.

__ADS_1


"Tuan aku tidak mengenalmu dan aku juga tidak tahu kenapa anda menahan saya seperti seorang penculik, aku tidak takut padamu tapi aku harus kembali karena kondisi ibuku, jadi aku mohon tolong lepaskan aku, aku harus kembali ke rumah sakit segera" ucap Sesilia memohon dengan penuh harapan.


Tuan Arnold masih kesal karena Sesilia mencoba melarikan diri bahkan sampai melukai lengannya sendiri, meski dia baru melihat Sesilia untuk pertama kalinya namun entah mengapa tuan Arnold merasa hatinya sakit saat melihat Sesilia terluka sehingga dia tidak bisa memaafkan kesalahan yang dibuat olehnya dengan mudah.


Tuan Arnold tetap tidak menjawab ucapan Sesilia hingga sekretaris Ken datang dan dia bertanya untuk melajukan mobil.


"Tuan ke mana kita akan pergi sekarang?" Tanya sekretaris Ken,


"Kembali ke kantor" balas tuan Arnold yang mengabaikan Sesilia.


Sesilia melihat ponselnya yang kehabisan batrai dan dia tidak bisa menghubungi ayahnya untuk meminta bantuan, dia juga tidak bisa terus terperangkap di sana sehingga dengan berani Sesilia memegang tangan tuan Arnold dan memasang wajah puppy eyes sebisa mungkin untuk membujuk pria asing tersebut.


"Tuan...aku mohon, kau tidak tahu kenapa aku menangis sebelumnya bukan, itu karena ibuku dia dalam kondisi yang buruk sekarang, aku harus kembali dan menemaninya...tolong biarkan aku pergi.." ucap Sesilia dengan lembut.


Tuan Arnold termenung saat melihat wajah Sesilia yang begitu imut dan menggemaskan, rasanya dia sungguh tidak bisa menolak permintaan Sesilia namun walau begitu dia segera menyadarkan dirinya dan memalingkan pandangan dari wajah Sesilia secepat mungkin agar bisa tetap mengontrol dirinya sendiri.


Tanpa aba aba tuan Arnold memerintahkan sekretaris Ken untuk membawa mereka ke rumah sakit sebelumnya.


"Baik tuan" balas sekretaris Ken dan langsung memutar mobilnya.


Sesilia langsung tersenyum cerah dan dia segera melepaskan genggaman tangannya dari tuan Arnold dia merasa sangat senang akhirnya pria asing itu bisa membiarkannya untuk pergi dan bia bisa kembali ke rumah sakit dengan selamat untuk menemui ibunya dan mencari tahu kondisi sang ibu.


Sepanjang perjalanan Sesilia terus tersenyum dia tersenyum semata mata bukan karena sangat senang bisa segera di bebaskan oleh pria itu namun dia tersenyum untuk menutupi kecemasannya terhadap kondisi sang ibu.


"Ibu tunggu aku, aku akan menjagamu selalu, bertahanlah ibu" gumam Sesilia penuh harapan dan dia terus berdoa untuk kesembuhan ibunya.


Di sisi lain diam diam tuan Arnold terus memperhatikan Sesilia dan sering mencuri curi pandang padanya tanpa sepengetahuan Sesilia.

__ADS_1


Hingga tak lama akhirnya mereka sampai di rumah sakit dan Sesilia segera turun dari mobil lalu langsung berlari ke dalam rumah sakit, tapi saat baru setengah jalan Sesilia teringat akan pria asing yang dia tinggalkan.


"Astaga...aku lupa belum berterimakasih pada pria itu" ucap Sesilia yang baru tersadar.


Dia pun kembali berlari ke belakang dan mengetuk kaca pintu mobil sampai kaca itu diturunkan oleh tuan Arnold dengan perasaan kesal karena sebelumnya Sesilia pergi keluar begitu saja.


"Hah, ada apa dia malah kembali lagi setelah bersikap tidak tahu diri sebelumnya" gerutu tuan Arnold kesal.


Meski kesal tuan Arnold tetap menurunkan kaca mobilnya karena dia penasaran dengan apa yang akan di lakukan oleh Sesilia kepadanya.


Saat kaca itu sudah di turunkan sepenuhnya Sesilia tersenyum lebar pada tuan Arnold yang terus memasang wajah datar dan tatapan tajam yang menusuk.


"Tuan terimakasih sudah melepaskanku, dan maaf atas kejadian sebelumnya, terimakasih juga sudah menjagaku, aku harus pergi sekarang semoga kau baik baik saja dan sehat selalu, sampai jumpa" ucap Sesilia sambil melambaikan tangannya dan tersenyum ceria pada tuan Arnold.


Setelah itu dia kembali berbalik dan masuk ke dalam rumah sakit dengan terburu buru.


Tuan Arnold hanya berdecak kecil sambil menarik simpul senyuman yang hanya terlintas sekejap di wajahnya.


"Ckk...hanya itu yang ingin dia katakan, kekanak kanakan!" Ungkap tuan Arnold sambil menutup kembali kaca mobilnya.


Dia pun memerintahkan sekretaris Ken untuk melajukan mobilnya lagi menuju kantor dan dia juga memerintahkan sekretaris Ken agar mencari tahu mengenai gadis kecil yang baru saja dia culik itu.


"Ken, kembali ke kantor dan cari tahu mengenai gadis konyol itu" ucap tuan Arnold memberi perintah.


Saat sudah tinggal ada mereka berdua sekretaris Ken langsung merubah cara bicaranya dan dia dengan sengaja menggoda tuan Arnold.


"Baik tuan Arnold, tapi ngomong ngomong tumben sekali kau mau mencari tahu tentang seorang perempuan, gadis pula" ucap sekretaris Ken diakhiri senyuman mengejek,

__ADS_1


"Lakukan saja perintahku atau gajihmu akan aku habiskan seluruhnya!" Ancam tuan Arnold yang berhasil membungkam mulut sekretaris Ken seketika.


"Huuh, iya iya dasar kau sensitif sekali sih" gerutu sekretaris Ken yang merasa kesal karena dia tidak bisa menggoda sahabatnya seperti apa yang sudah dia rencanakan.


__ADS_2