Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang

Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang
Ponsel dari tante Maria


__ADS_3

Kali ini tante Maria benar benar terhibur dan terus dibuat tertawa sangat puas karena ucapan yang Sesilia ungkapkan mengenai tuan Arnold, bagaimana suster Maria tidak tertawa puas sampai sakit perut, karena ini adalah pertama kalinya ada orang yang berani berkata sembarangan seperti itu pada seorang tuan Arnold.


Bahkan suster Maria merasa orang seperti Sesilia sungguh cocok sebagai pasangan tuan Arnold sebab hanya dia yang berani melawan dan menjelek jelekkan tuan Arnold padahal di luar sana banyak sekali anak muda, model terkenal dan kalangan perempuan penggila uang yang selalu berusaha keras untuk mencuri perhatian kepada tuan Arnold meskipun memang sikap tuan Arnold sulit untuk di dekati.


Bahkan para wanita itu rela mendapatkan banyak penghinaan juga kehilangan harga dirinya hanya demi mendekati tuan Arnold, sayangnya tuan Arnold memang selalu fokus pada pekerjaan yang dia lakukan, sedikitpun tidak pernah melirik wanita karena dia mengetahui bahwa semua wanita yang mendekatinya selama ini hanya karena jabatan dan kekuasaannya saja.


Tapi ketika bertemu dengan Sesilia yang tidak mengenalnya dan bisa bersikap biasa saja saat berada di sampingnya di situlah hati tuan Arnold mulai bergetar dan merasakan hal berbeda dengan Sesilia.


Saat itu di restoran Sesilia hanya bisa menatap dengan heran karena suster Maria yang tidak bisa berhenti tertawa sehingga dia mulai menghentikannya dan mengajak suster Maria untuk segera memesan makanan karena dia sudah merasa lapar.


"Tante, sudahlah kenapa kamu terus tertawa begitu, aku sudah sangat lapar kapan kita akan memesan makanan" ucap Sesilia dengan wajah yang imut,


"Ahaha...iya iya baiklah...ayo pesan apapun yang kamu inginkan" ucap tante Maria sambil memberikan buku menu pada Sesilia.


Setelah memilih akhirnya mereka tinggal menunggu pesanannya siap, dan sembari menunggu itu Sesilia membicarakan mengenai urusan dia yang sudah di rencanakan dengan tante Maria sebelumnya.


"Tante aku sudah berhasil menempelkan GPS itu pada ponsel Johana, lalu sekarang bagaimana aku bisa memantaunya?" Tanya Sesilia,


"Apa?, Benarkah secepat itu?" Tanya tante Maria sedikit kaget.


Karena pada awalnya tante Maria pikir akan sulit untuk menempelkan alat itu secara diam diam pada ponsel seseorang karena kebanyakan ponsel selalu berada pada pemiliknya setiap saat, tante Maria bahkan kagum dengan kecerdikan Sesilia.


"Iya, aku sungguh sudah menempelkannya, dan aku yakin dia tidak bisa menyadari hal itu" ucap Sesilia menambahkan,

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu, sekarang aku akan cek posisinya dan menyingkronkan lokasi di ponselku dengan GPS di ponselnya" jelas suster Maria.


Sesilia yang tidak terlalu mengerti dengan hal semacam itu dia hanya terus mengangguk patuh dan melihat bagaimana tante Maria melakukannya.


Bagi seorang tante Maria pekerjaan seperti itu sangatlah mudah sebab dulu dia menempuh pendidikan di fakultas IT di mana bisa menguasai program seperti itu, dan banyak lagi lainnya.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk melihat posisi Johana saat ini lewat lokasi di ponselnya, Sesilia juga langsung tersenyum puas dan dia senang karena dengan begitu akan mudah untuknya mengikuti dan mengetahui keberadaan Johanan kapanpun dan dimana pun.


"Wahhhh, kamu hebat tante benar benar luar biasa sekarang aku bisa memata matai dia setiap saat, bisakah kamu melakukan hal ini di ponselku?" Ucap Sesilia sambil memberikan ponselnya pada tante Maria,


"Tidak usah kamu pakai saja ponsel ini, ini khusus untuk memata matai ayahmu itu, jika kamu menggunakannya di ponsel takutnya nanti ketahuan oleh ayahmu, kamu pakai ponsel ini saja" ujar tante Maria yang malah memberikan ponsel miliknya pada Sesilia.


Sesilia tidak bisa menerima ponsel itu secara cuma cuma apalagi saat dia melihat merk ponsel itu yang memang merupakan salah satu brand terkenal dan pasti harganya sangat mahal, Sesilia tidak mau menerimanya karena itu terlalu besar untuknya dia takut tidak bisa membalas semua kebaikan tante Maria padanya suatu saat nanti jika tante Maria terus menolongnya sebesar ini.


"Sesilia?...Sesilia apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya tante Maria karena melihat Sesilia yang terus terdiam bukannya mengambil ponsel yang dia berikan,


"AA..ahh tidak apa apa tante, hanya saja aku tidak bisa menerima ponsel milikmu itu aku tahu ponsel tersebut sangat mahal kan aku tidak akan sanggup menggantinya suatu saat nanti" ujar Sesilia dengan perasaan yang lesu,


"Sesilia kamu ini apa apaan sih, aku kan sudah bilang kau sudah aku anggap sebagai putriku sendiri, jadi tidak ada masalah jika kamu menerima barang dariku apalagi hanya sebuah ponsel, kau juga putri pemilik perusahaan Kiehl dan kamu pasti bisa menggantinya kapanpun jika kamu merasa tidak enak denganku" balas tante Maria sambil memegang lengan Sesilia dengan lembut.


Dia memberikan keyakinnpada Sesilia agar bisa menerima pemberian darinya sampai akhirnya Sesilia pun menganggu tersenyum lalu mengambil ponsel tersebut dan tidak lupa untuk berterimakasih kepada tante Maria untuk yang ke sekian kalinya.


"Terima tante aku tidak akan melupakan semua kebaikanmu sampai kapanpun" balas Sesilia merasa senang,

__ADS_1


Tak lama pesanan mereka pun tiba dan mereka berdua segera menikmati makanan di restoran itu yang sangat lezat dan Sesilia begitu menyukainya sampai dia bisa makan dengan lahap.


Sedangkan di sisi lain tuan Arnold sebenarnya memperhatikan tante Maria bersama Sesilia dari kejauhan meskipun dia tidak bisa menguping apa yang tengah dibicarakan oleh mereka berdua namun dia terus memperhatikan gerak geriknya dari kejauhan bersama sekretaris Ken.


Bahkan saking penasaran nya dengan hubungan antara istri pamannya itu dengan gadis yang dia temui beberapa hari lalu, tuan Arnold sampai menyuruh sekretaris Ken untuk membuat jadwal temu dengan tante Maria agar dia bisa mengintrogasinya secara langsung dan jelas.


Sedangkan sekretaris Ken mulai memberikan informasi dan identitas dari Sesilia kepada tuan Arnold saat itu juga setelah dia baru mendapatkannya dari anak buahnya beberapa saat yang lalu.


"Ken, buat jadwal pertemuan dengan istri pamanku itu" perintah tuan Arnold,


"Baik, apapun yang kau inginkan" balas sekretaris Ken menerima perintah itu,


"Ini aku sudah mendapatkan informasi penting mengenai gadis itu dan asal usulnya, seperti sekarang dia dalam situasi yang sulit sebab perusahaan milik keluarga tengah berada di ujung tanduk dan aku dengar ada permasalahan keluarga juga diantara dia dan ayahnya, belakangan ini ibunya juga jatuh sakit dan sepertinya itu tepat ketika kita pertama kalinya bertemu dengannya di rumah sakit" ucap sekretaris Ken menjelaskan.


Tuan Arnold hanya mendengarkan semua penjelasan dari sekretaris Ken sambil dia membaca semua informasi dan identitas lengkap Sesilia pada sebuah berkas yang diberikan oleh sekretaris Ken sebelumnya.


Bibir tuan Arnold tersenyum kecil saat dia melihat bahwa Sesilia sungguh anak SMA yang baru lulus sekolah dan dia masih berusia sangat muda juga terpaut sangat jauh dengan usianya.


"Ha, pantas saja dia mengataiku lebih pantas menjadi kakaknya, sial dia memang sangat muda" gerutu tuan Arnold yang tidak sengaja terdengar oleh sekretaris Ken.


Karena di sana tidak ada siapapun selain mereka berdua sehingga sekretaris Ken tidak bisa menahan tawa dan akhirnya dia malah melepaskan tawanya yang begitu nyaring ketika mendengar gerutuan dari tuan Arnold barusan.


"Ahahaha....Arnold apa kau baru sadar ha?, Dari mana saja otakmu selama ini dari wajahnya saja sudah bisa ketahuan kalau gadis itu memang sangat muda berbeda denganmu yang sudah tua bangka haha" ucap sekretaris Ken keceplosan.

__ADS_1


__ADS_2