Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang

Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang
Masa Lalu Johana part 2


__ADS_3

Dona berpura pura sedih dan dia berlari memeluk Johana dari belakang berusaha untuk menahannya agar tidak pergi meninggalkan dia.


"Johana aku mohon jangan tinggalkan aku, seandainya kau menikahi wanita kaya itu aku tidak mengapa jika menjadi wanita simp*nan mu asal kau jangan meninggalkanku seperti ini" ucap Dona dengan wajahnya yang pilu.


"Maafkan aku Dona aku tidak mungkin menjadikanmu wanita simp*nan seperti itu, kau tidak pantas mendapatkannya" balas Johana menolaknya.


Meski Johana sudah berusaha menolak Dona, tetap Dona yang cerdik dia terus berusaha merayu Johana dan dia meminta satu syarat agar Johana menemaninya makan malam untuk terakhir kalinya pada malam tersebut.


Karena tidak ingin membuat wanita yang dicintainya itu semakin sakit hati dan terluka, Johana pun menyetujui keinginan Dona dan mereka pergi makan Mala di hotel tersebut berdua.


"Johana jika kau tetap dengan keputusan awalmu, setidaknya tolong temani aku makan malam untuk terakhir kalinya, anggap saja ini syarat dariku" kata Dona dengan wajah yang merayu,


"Baiklah, jika itu hanya makan malam aku akan menemanimu" balas Johana menyetujuinya.


Mereka pun melakukan makan malam bersama dan dalam kesempatan itu Dona sengaja telah memasukkan obat bius ke dalam minuman milik Johana sedangkan Johana terus meminumnya hingga dia selesai makan dan efek dari obat tersebut mulai dia rasakan.


Kepalanya terasa berat dan matanya berkunang kunang sedikit demi sedikit dia mulai kehilangan kesadarannya dan Dona dibantu dengan salah satu rekan kerjanya di sana segera membawa Johana ke ruang kamar VIP di hotel tersebut, Dona pun mulai melancarkan aksinya.


Hingga ke esokan harinya Dona sudah bangun lebih awal dan dia duduk di depan meja rias dengan mengenakan sehelai handuk yang dia lilitkan di tubuhnya dengan sederhana lalu mengeringkan rambutnya dengan perasaan bahagia.


Kala itu Johana baru terbangun dan bahkan dia masih merasakan sedikit sakit di kepalanya, betapa kagetnya Johana saat dia bangun sudah melihat tubuhnya Tampa selesai kain dan tidur di kamar yang sama dengan Dona malam itu, karena masih kaget dan tidak percaya Johana kembali menanyakannya pada Dona untuk memastikan sebab dia tidak mengingat apapun setelah makan malam tersebut.

__ADS_1


"Aaaaahhh....apa yang terjadi, Dona kenapa aku ada di sini bersamamu?" Teriak Johanan sangat kaget dengan mata yang terbuka lebar,


Dona tersenyum dan menghampiri Johana dengan gayanya yang menggoda.


"Sayang apa kamu lupa semalam kita sudah melakukannya" ujar Dona dengan senyum yang tipis.


Johana kembali membelalakkan matanya dia merasa tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi diantara dia dan Dona.


"Tidak....ini tidak mungkin, ini pasti kesalahan aku sama sekali tidak mengingat apapun, Dona tolong jangan berbohong padaku" bentak Johana dengan keras,


"Untuk apa aku berbohong padamu di sini akulah yang kamu rugikan kenapa kau membentakku juga?" Balas Dona sambil memasang wajah menyedihkan.


Johana memegangi kepalanya dengan frustrasi dia tidak tahu harus berbuat apa lagi, dan akhirnya karena kejadian tersebut, Johana memutuskan untuk menikahi Dona sebagai bentuk tanggung jawabnya meskipun harus dengan pernikahan sirih.


Namun saat malam pertama di hari pernikahan Johana dengan Dona, tiba tiba saja ada pihak rumah sakit yang menghubungi Johana dan mengabarkan bahwa ibunya mengalami kecelakaan lalu lintas dan tengah dalam keadaan kritis.


Johana sangat kaget sehingga dia langsung bergegas pergi ke rumah sakit dan mengabaikan Dona yang baru saja menikah dengannya kala itu, saat tiba di rumah sakit Johana merasa menyesal berkali kali mengingat semua kebohongan yang sudah dia sembunyikan dari ibunya, dia duduk tertunduk sambil memegangi lengan sang ibu yang sudah lemas dan matanya tertutup masih salam keadaan koma.


Johana sangat putus asa sekali dan dia terus berdoa juga berharap agar sang ibu segera sadar, untungnya keajaiban menghampiri dan berpihak padanya, tak lama sang ibu sadar dan justru memberikan pesan terakhirnya pada Johana.


"Johana...." Ucap sang ibu dengan lirih,

__ADS_1


"Ibu...Bu kau bangun, ibu syukurlah apa ada yang sakit aku akan memanggil dokter" ucap Johana merasa senang,


Ibunya segera menahan lengan Johana yang saat itu hendak pergi memanggilkan dokter untuknya.


"Tidak perlu nak, ini hanya sebentar. Ibu ingin titip padamu jaga Laura dengan baik kau harus tetap menikah dengannya dan tinggalkan Dona dia bukan wanita yang...ba..ba..baik..." Ucap sang ibu dengan susah payah seakan nyawanya telah berada di tenggorokan.


Johana sangat panik dan dia hanya bisa memeluk sang ibu sambil terus menangis dan menyetujui semua amanah terakhir dari ibunya, setelah bicara seperti itu ibunya menghembuskan nafas terakhir dan Johana sangat terpukul sekali atas kepergian sang ibunda.


Karena kejadian itu Johana memilih pergi menjauh bertugas di luar negeri sekali mendekatkan diri pada Laura calon istri yang sangat di dambakan dan cintai kedua orangtuanya, seiring berjalannya waktu Johana dan Laura semakin dekat hingga satu tahun kemudian mereka memutuskan untuk menikah dan kembali ke negara asalnya.


Acara pernikahan berjalan lancar dan Johana juga sudah tidak berhubungan lagi dengan Dona meski saat itu secara agama statusnya dengan Dona masih suami istri yang sah, tuan Pramana sangat bahagia dan dia bahkan memberikan sebagian besar hartanya kepada putri tunggalnya tersebut dan menjadikan Johana sebagai pimpinan perusahaan tersebut.


Mengingat tuan Pramana sudah semakin tua dan kini lebih sering sakit sakitan dia sudah merasa tenang karena putrinya telah menemukan belahan jiwa yang sangat baik seperti Johana dan tuan Pramana sangat mempercayai Johana dan menyayangi dia layaknya putra dia sendiri, hingga kematian pun tiba, Laura sangat terpukul dengan kepergian ayahnya di saat dia baru saja melahirkan putri pertamanya yang tak lain adalah Sesilia.


Tuan Pramana hanya melihat cucunya sekali dan dia pergi untuk selamanya, Sesilia kecil juga turut menangis keras seakan dia bisa merasakan kesedihan orang orang disekitarnya, semenjak kepergian tuan Pramana, Laura menjadi satu satunya ahli waris dari kekayaan keluarganya dan dia memtuskan untuk menyimpan semua warisan dari sang ayah untuk putri kecilnya kelak ketika sudah dewasa.


Dengan begitu Laura menyimpan semua surat surat penting tersebut di dalam sebuah brankas yang hanya dia saja mengetahui password nya, Laura tahu Johana belum mencintai dia sepenuhnya karena meski mereka telah memiliki putri hasil darah daging mereka bersama tetap saja sikap Johana masih terasa dingin kepadanya dan hanya bersikap hangat ketika di hadapan orang lain.


Sementara itu Laura tidak pernah tahu masa lalu Johana karena dia juga tidak pernah bertanya ataupun membicarakan masalah tersebut, Laura hanya mempercayai Johana sama seperti ayahnya mempercayakan Johana untuk menikah dengan dia, namun menyangkut harta warisan Laura juga sangat perduli untuk masa depan putrinya.


Setelah satu tahun berlalu dan Laura berulang tahun untuk usia ke satu tahunnya tiba tiba saja Johana mendapatkan sebuah surat ke kantornya dan surat itu dikirim dari Dona untuknya, dia mendapatkan beberapa foto di mana Dona tengah menggendong seorang bayi kecil di pangkuannya dan terdapat tulisan kecil juga di belakang foto tersebut.

__ADS_1


"Sayang ini adalah putri kita, aku sudah lama mencarimu saat aku tahu aku hamil anakmu satu tahun silam, tapi kamu sudah pergi jauh saat itu, dan sekarang di ulang tahun putriku yang ke dua tahun akhirnya kamu kembali dan aku berhasil menemukanmu, aku hanya ingin Siska mendapatkan perhatian yang sama dan hak sebagai ayah darimu layaknya putri Laura yang telah mendapatkan segalanya darimu" isi tulisan di balik salah satu foto tersebut.


__ADS_2