
Ketika mendengar ucapan dari Sesilia sekretaris Ken yang sudah paham apa sebenarnya yang terjadi dia pun berjalan semakin menghampiri Sesilia dan berusaha mengingatkan Sesilia tentang dirinya dan tuan Albert.
"Ahaha ..gadis manis apa kau lupa denganku dan tuan Albert dia pria yang pernah menolongmu di rumah sakit dan dia juga yang menolongmu saat ini, apa sekarang kau mengingatnya?" Ucap sekretaris Ken mengingatkan.
Aku mulai mengingat ingat kembali apa yang dikatakan oleh sekretaris tersebut sampai akhirnya aku ingat dengan mereka berdua dan segera meminta maaf karena merasa bersalah telah melupakan mereka juga bersikap kurang baik sebelumnya terhadap mereka.
"Ohhh ..kau tuan robot itu yah, dan kau aahh aku tahu kau pasti sekretarisnya yang merangkap sebagai supirnya kan ahaha aku ingat sekarang, maaf karena aku melupakan kalian tapi terimakasih juga karena sudah menolongku selama dua kali, aku tidak tahu bagaimana bisa membalas kebaikan kalian berdua" ucapku meminta maaf dan berterima dengan tulus.
Sekretaris Ken kembali merasa tegang saat mendengar bagaimana cara Sesilia berbicara kepada tuan Alber, sedangkan tuan Albert sendiri terus berusaha menahan emosi di dalam dirinya sebab dia harus memaklumi Sesilia yang memang masih seorang remaja sehingga mungkin cara bicaranya sedikit tidak sopan.
"Kau gadis kecil, bagaimana kau akan membalasnya sampai kapanpun kau tidak akan bisa membalas kebaikanku" ucap tuan Albert sambil mendekatkan wajahnya kepada Sesilia.
Aku sangat kaget dan hanya bisa menatapnya dengan heran karena wajahnya berada terlalu dekat denganku sehingga aku berusaha mendorong tubuhnya perlahan agar menjauh dariku.
"Ekhmmm....tuan jangan terlalu dekat aku tidak tuli dan bisa mendengar perkataan dengan baik meski dalam jarak yang normal" balasku sambil tersenyum simpul.
Lagi lagi tuan Albert hanya bisa menahan emosi dan menepuk jidatnya sendiri dengan kelakuan Sesilia yang tidak pernah merasa takut terhadapnya meski dia sudah berusaha keras memasang wajah paling seram dan paling menakutkan yang biasa dia lakukan untuk mengancam para karyawannya di kantor.
Namun semua metode yang dia lakukan untuk membuat Sesilia takut serta tunduk dengannya gagal, tidak ada satunpun yang berhasil pada Sesilia, yang ada justru malah dirinya sendiri kini merasa jengkel dan hampir kehabisan kesabaran dalam menghadapinya.
"Wahhh...dia memang gadis luar biasa dia bisa membuat seorang tuan Albert menyerah dengannya dalam waktu yang cepat, sepertinya aku harus belajar dari gadis kecil ini" gumam sekretaris Ken memikirkan.
__ADS_1
Aku heran dan bingung melihat pria itu menepuk jidatnya beberapa kali dan seperti tengah stres juga menahan emosi, tapi aku tidak terlalu ambil pusing dengan semua itu dan aku kembali teringat dengan mimpiku sehingga aku langsung ingat dengan ibuku yang masih berada di rumah sakit bersama Tante Maria.
"Astaga tuan....tuan....ibuku...aku lupa aku meninggalkannya di rumah sakit dia sedang kritis saat terakhir kali aku melihatnya, bisakah kau membawaku kesana aku mohon tuan aku harus melihat keadaan ibuku segera" ucapku memehon dengan air mata yang sudah membendung di pelupuk mataku.
Pria itu hanya menatapku dengan diam dan aku sungguh tidak bisa meminta bantuan kepada siapapun lagi selain pria itu aku memegang lengannya dengan erat dan berjanji kepadanya.
"Tuan saya mohon jika anda membantu saya, saya akan membalasnya dengan apapun saya akan melakukan apapun yang anda minta, saya mohon tuan tolong bantu saya sekali lagi, saya mohon" ucapku memohon kepadanya dengan wajah yang sendu.
Akhirnya tuan Albert menyerah dan dia langsung menuruti keinginan Sesilia lalu membantunya, mereka langsung membawa Sesilia keluar dari rumah sakit itu dan membawanya ke rumah sakit yang di sebutkan oleh Sesilia sebelumnya.
Selama di perjalanan aku terus saja memegangi kedua lenganku dengan erat dan aku terus saja mencemaskan keadaan ibuku aku sungguh tidak bisa berpikiran jernih setelah memimpikan kejadian pada ibuku, semua bayangan di dalam mimpi itu terasa begitu nyata dan selalu aku ingat di dalam benakku sehingga aku tidak bisa merasa tenang.
Sampai tiba-tiba saja pria yang menolongku dia memelukku dan memberikan kehangatan kepadaku dia juga menenangkan aku dengan lembut, dia tidak sekasar sebelumnya suaranya juga nampak berbeda.
Dia tidak tega dan ikut merasa sedih ketika melihat Sesilia sedih seakan hatinya benar-benar sudah terkait begitu erat dengan Sesilia sehingga dia tidak bisa melihat gadis kecil itu nampak khawatir dan begitu buruk.
Hingga ketika mereka sampai di rumah sakit Sesilia langsung berlari hingga dia hampir jatuh namun tuan Albert dengan sigap menahannya dan dia langsung menggendong Sesilia dan membawanya ke ruangan di mana ibunya dirawat.
Ketika sampai disana ruangan itu sudah sepi dan Sesilia langsung meminta tuan Albert untuk menurunkannya segera.
"Tuan itu ruangan ibuku, tolong turunkan aku, aku akan pergi ke sana sendiri" ucapku memintanya,
__ADS_1
Dia langsung menurunkanku secara perlahan dan aku segera membuka pintu ruangan itu lalu kulihat Tante Maria yang tengah menangis sambil memeluk ibuku yang sudah ditutupi sekujur tubuhnya dengan kain putih.
Aku membelalakkan mataku dan berjalan dengan lemas menghampiri Tante Maria lalu mulai bertanya kepadanya dengan bibir yang gemetar.
"Tante....ibu ...dia kenapa?" Tanyaku dengan perlahan,
"SESILIA?, Akhirnya kamu kembali sayang...hiks...hiks...ibumu...nyonya Laura dia telah pergi sayang dia telah pergi untuk selama lamanya" ucap Tante Maria membuatku langsung ambruk dan aku tidak memiliki kekuatan untuk berdiri lagi.
"Sesilia...sayang...bangun sayang sadar...Sesilia ada apa denganmu?, Tolong...dokter..tolong" teriak Tante Maria panik karena Sesilia langsung jatuh pingsan setelah mendengar bahwa ibunya meninggal dunia.
Tuan Albert yang berdiri di luar tengah menunggu Sesilia dia langsung berlari dengan cepat mendobrak pintu ruangan itu saat mendengar suara teriakkan dari Tante Maria, saat dia melihat Sesilia yang tergeletak di lantai dan diatas pelukan seorang wanita dia langsung menghampirinya dan menggendong dia lalu membawanya ke ruangan lain dan menidurkannya di ranjang rumah sakit, dokter juga segera memeriksanya.
"Dok bagaimana keadaannya?" Tanya tante Maria dengan panik dan khawatir,
"Tenang saja Bu, pak dia baik baik saja hanya syok dan kelelahan dan sepertinya dia juga baru pulih dari siuman yah, sehingga energinya begitu lemah sebaiknya dia tidak menerima tekanan yang terlalu berat karena itu akan berpengaruh fatal pada mentalnya" ucap dokter menjelaskan.
Tante Maria langsung menangis dia tidak bisa menerima semua ini dan dia memeluk Sesilia dengan erat, Tante Maria bisa merasakan rasa sakit yang Sesilia alami dia kehilangan ibunya dan ayahnya justru membawa pulang dua orang simpanan ke dalam rumahnya, lalu Tante Maria masih merasa bingung dengan dua orang yang datang membantu dia membawa Sesilia ke ruangan itu sebab dia orang itu tetap berada disana.
Tante Maria pun menghampiri tuan Albert karena dia mengenalnya sebagai salah satu penguasa pasar bisnis di negeri ini.
"Tuan Albert terimakasih sudah membantu saya membawa Sesilia, tetapi jika saya boleh bertanya mengapa anda bisa bersama dengannya dan kenapa dengan kepalanya?" Tanya Tante Maria dengan serius,
__ADS_1
"Saya menemukannya tergeletak di jalanan dan saya hanya menyelamatkan dia tapi dia meminta untuk mengantarnya kemari jadi saya mengantarnya hingga kejadian ini terjadi, selebihnya saya juga tidak tahu mengapa kepalanya sampai memiliki luka yang begitu besar hingga dia kehilangan banyak darah dan harus menerima transfusi darah" ungkap tuan Albert menjelaskannya dengan cepat.
Tante Maria tidak henti hentinya berterima kasih kepada tuan Albert karena telah menyelamatkan Sesilia dan dia benar-benar berterima kasih juga kepada sekretaris Ken, lalu tuan Albert memutuskan untuk pergi sebab masih banyak pekerjaan yang harus dia lakukan dan karena dia sudah melihat Sesilia bersama Tante Maria dia pun menjadi lebih tenang dan segera pergi dari rumah sakit tersebut.