
Sekretaris Ken sudah menjelaskan dengan sangat detail namun wajah tuan Arnold tetap saja terlihat menyepelekan dan dia seakan tidak terlalu mempercayai penjelasan yang diutarakan oleh sekretaris Ken, hingga tatapan wajah dari tuan Arnold membuat sekretaris Ken frustasi.
"Aishh....kenapa kau memberikan tatapan itu kepadaku, apa kau tidak mempercayaiku, hey... Arnold meski kau bosku tapi kita ini sahabat apa kau gila mencurigai aku?" Ucap sekretaris Ken yang tidak habis pikir.
Selang beberapa saat setelah sekretaris Ken sudah kesal bercampur marah akhirnya tuan Arnold pun mengeluarkan suaran.
"Huh....ya sudah aku percaya padamu tapi awas saja jika kau dekat-dekat dengan gadis nakal itu, ini bukan karena aku menyukainya tapi karena aku ingin menjagamu agar kau tidak jatuh dengan perangkap gadis nakal itu" ucap tuan Arnold memperingati.
"Hah?, Haha ....ayolah Arnold, kau bilang saja jika kau menyukai dia dan kau cemburu saat dia dekat denganku bukan?" Balas sekretaris Ken sengaja menggodanya,
"Tidak, siapa bilang aku menyukainya jaga ucapanmu aku ini bosmu!" Tegasnya dengan serius,
"Aishh ...iya iya, sedikit-sedikit bawa jabatan lama-lama aku pergi juga dari kantormu,"
"KEN, kau berani mengancamku, awas kau!" Teriak tuan Arnold dengan tatapan tajam menusuk.
Sedangkan sekretaris Ken sudah berlari dengan cepat meninggalkan kediaman tuan Arnold tersebut, dia keluar dengan secepat kilat berusaha untuk melarikan diri dari semprotan amarah sahabatnya sendiri hingga ketika sudah berada di luar sekretaris Ken harus menenangkan nafasnya sebab terengah-engah karena berlari tanpa aba-aba terlebih dahulu.
"Hah...hah....hah...sialan si Arnold itu selalu saja membuatku tidak tenang dalam setiap saat, oh tuhan kapan aku akan terbebas dari sahabat penjajah sepertinya" gerutu sekretaris Ken sambil menatap ke langit.
Dia segera masuk ke dalam mobilnya dan pergi dengan cepat sebelum tuan Arnold akan menyusul dia dan memotong gajihnya bulan ini.
*****
Ke esokan paginya aku bangun lebih awal dan segera bersiap-siap memilih pakaian mana yang akan aku kenakan ke kampus, sebab ini adalah hari pertama aku memasuki dunia universitas sebagai seorang mahasiswa, aku sudah jauh lebih baik dari semalam dan aku bahkan merasa tubuhku lebih bugar dari sebelumnya, entah karena aku yang terlalu bersemangat pagi ini atau memang karena obat yang di berikan oleh dokter sebelumnya.
Aku mencoba beberapa pakaian yang sempat dibelikan oleh sekretaris Ken sebelumnya dan aku mencobanya satu per satu di depan cermin, berjalan dan berputar melihat apakah pakaian itu cocok untukku atau tidak.
__ADS_1
"Wow...ini bagus, tapi rasanya seperti kanak-kanak, mungkin seorang mahasiswa tidak terlalu cocok dengan pakaian seperti ini, apa aku harus memilih yang lain yah?" Ucapku menilai diri sendiri.
Aku pergi mencoba pakaian yang lain dan kembali melihatnya di cermin tapi tetap saja aku kebingungan dan merasa pakaian ini kurang cocok denganku, aku kebingungan dan lelah sendiri karena sedari pagi terus saja mencoba pakaian yang ada di dalam lemariku hingga semuanya sudah aku keluarkan.
Hingga aku mulai memiliki ide untuk meminta saran kepada sekretaris Ken.
"Aahh ...atau aku meminta pendapat dari sekretaris Ken saja ya, ini juga sudah jam enam dia pasti sudah datang ke sini untuk memberikan sarapan, ahaha....iya aku lebih baik meminta pendapat darinya" ucapku dengan perasaan senang.
Aku segera membawa beberapa pasang pakaian lalu keluar dari kamar dan berteriak memanggil sekretaris Ken yang rupanya saat itu tengah berada di lantai atas bersama tuan Arnold yang tengah berjalan menuruni tangga.
"Sekretaris Ken....kak... Ken, apa kau sudah ada di rumah?" Teriakku mencari keberadaan dia,
"Sesilia....aku diatas sini mau apa kau mencariku?" Balas sekretaris Ken dari atas tangga,
"Oh...kau disana ya, ayo cepat turun kemari aku membutuhkan pendapatmu" ucapku tidak sabar.
"Hey.... Sekretaris Ken apa kau mendengarkan?, Kapan kau akan turun aku membutuhkan pendapatmu, heyy....tuan robot bisakah kau memintanya agar cepat turun aku sudah sakit tenggorokan terus berbicara seperti ini" teriakku memanggil mereka dengan keras,
"Aishh ...bocah nakal itu, Ken cepat kita turun dan lihat apa yang akan dia lakukan" ucap tuan Arnold berjalan lebih dulu.
Saat melihat Sesilia membawa pakaian di tangannya tuan Arnold sudah mulai curiga dan dia langsung pergi ke meja makan begitu saja, dia mengabaikan aku dan hanya menatap sinis sekilas kepadaku, sedangkan sekretaris Ken berdiri menatapku dan mulai berbicara denganku.
"Ada apa anak kecil?" Tanya sekretaris Ken padaku,
"Sekretaris Ken meski kau menyebalkan karena memanggilku anak kecil tapi aku tetap membutuhkan pendapat darimu, mari ikut aku" ucapku sambil menarik tangannya menuju ke kamarku.
Aku menariknya masuk ke kamarku bukan untuk melakukan hal yang macam-macam tapi dia terlihat ketakutan dan kaget tidak jelas, padahal aku hanya ingin mendapatkan pendapat darinya mengenai pakaian yang aku kenakan karena di ruang tengah tidak ada cermin besar jadi aku membawanya ke kamarku sehingga aku bisa mencoba pakaianku disana.
__ADS_1
"Ehh....ada apa kau tiba-tiba membawaku ke dalam sini, aishh ini akan salah paham jika tuan Arnold mengetahuinya" ucap sekretaris Ken dengan panik,
"Salah paham apa?, Aku hanya ingin meminta pendapatmu tentang pakaian mana yang cocok ditubuhku untuk kuliah di hari pertama, apa yang ini cocok?, Atau yang ini, atau yang itu?" Ucapku meminta pendapatnya.
Sekretaris Ken sudah tegang dia benar-benar takut tuan Arnold akan mengetahui masalah ini sampai tiba-tiba saja, ketakutannya terjadi tuan Arnold membuka pintu kamar Sesilia secara tiba-tiba dan sedikit kasar sampai membuat Sesilia kaget dan dia tersandung dengan pakaiannya yang berserakan di lantai lalu dia tidak sengaja jatuh menimpah sekretaris Ken yang saat itu tengah berdiri di samping ranjang milik Sesilia.
Sampai akhirnya mereka jatuh bersamaan keatas ranjang dan tuan Arnold yang melihat itu dia langsung menghampiri sekretaris Ken lalu menarik Sesilia menjauh dengan kasar dan dia hampir saja melayangkan tinjuan ke wajah sekretaris Ken, namun untungnya aku dengan cepat menghadang tuan Arnold.
"KEN?" bentak tuan Arnold yang emosi,
"Aaarkkk....tidak" teriakku menghadang sekretaris Ken agar dia tidak terkena tinjuan dari tuan Arnold,
"Menyingkir darinya apa kalian akan terus berpelukan seperti itu didapanku?" Bentak tuan Arnold dengan emosi yang menggebu di dalam dirinya.
Aku perlahan bangkit begitu pula dengan sekretaris Ken, dia langsung berusaha menjelaskan semua situasinya kepada tuan Arnold namun sepertinya tuan Arnold tetap tidak ingin mendengarkan apapun penjelasan dari sekretaris Ken.
"Arnold ini tidak seperti yang kamu pikirkan, semua ini hanya kesalahan pahaman, kau harus mendengarkan penjelasanku" ucap sekretaris Ken berusaha menjelaskan,
"Sudahlah aku tidak butuh pengkhianat sepertimu, keluar kau dari rumahku,"
"Tuan apa kau tidak ingin mendengarkan penjelasan dariku dulu, aku bisa menjelaskannya, tidak ada yang terjadi antara sekretaris Ken denganku aku hanya..." Ucapku terpotong,
"Aku tidak perduli jika kalian berpacaran sekali pun, aku tidak perduli semuanya tapi kau harus keluar dari rumahku, kalian berdua pergi dari sini!" Bentak tuan Arnold tanpa pikir panjang.
"Arnold apa kau gila, kau akan mengusirnya?, Hey Arnold kembali kau, kau boleh mengusirku tapi tidak dengan Sesilia kau akan menyesal jika melakukan itu" teriak sekretaris Ken mengejar tuan Arnold namun dia tetap pergi begitu saja.
Aku menahan sekretaris Ken dan aku sudah menerima semuanya jika dia memang mengusirku, walau hatiku terasa sedikit sakit sebab aku pikir pada awalnya dia adalah malaikat penyelamat kehidupanku namun nyatanya dia hanya orang asing yang mengasihani aku tapi tidak sebaik malaikat.
__ADS_1
"Sudahlah sekretaris Ken, jangan mengejarnya lagi, aku akan pergi dari rumah ini lagi pula cepat atau lambat aku juga memang harus pergi, aku tidak mungkin terus menumpang padanya sedangkan dia adalah pria asing kami juga bukan siapa-siapa, maaf karena membuatmu terbawa dalam masalah ini" ucapku sambil tertunduk lesu dan penuh rasa bersalah.