Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang

Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang
Rencana


__ADS_3

Nyonya Laura langsung meminta suster Maria untuk membawa dia pergi dari sana dan suster Maria juga memberikan kode kepada Sesilia agar lebih tenang dan memberikan waktu untuk nyonya Laura berpikir juga menenangkan dirinya.


Sesilia paham dengan ibunya dia juga tahu pasti ibunya sangat mengkhawatirkan dia namun tidak ada pilihan lain yang bisa Sesilia lakukan, dia duduk seorang diri dan menunduk memikirkan solusi untuk dia kedepannya.


"Ibu maafkan aku tapi aku janji akan membantu ayah mengumpulkan uang agar bisa melunasi hutannya kepada tuan Baramantyo sebelum dia menikahkan aku dengan putranya itu, dengan begitu kita bisa terlepas dari genggaman mereka dan aku bisa membatalkan pernikahan bisnis ini" ucap Sesilia mendapat solusi atas masalahnya itu.


Setelah mendapatkan pencerahan dan ide tersebut Sesilia segera berniat menemui ayahnya dan membicarakan mengenai rencana tersebut kepada dia.


Sementara seharian ini ibu Laura tidak ingin disentuh sedikitpun oleh Sesilia dan dia hanya terus bersama suster Maria hingga di saat Sesilia ingin membantu dia untuk menyuapinya makan ibu Laura tetap menolak karena dia masih marah dengan putrinya itu.


"Bu, biar aku bantu suapi yah" ucap Sesilia,


"Tidak usah, biarkan suster Maria saja yang merawatku kau pergi temui ayahmu dan batalkan perjodohan bisnis itu, ibu tahu kau sama sekali tidak mengenal siapa pria yang akan dijodohkan denganmu, apalagi untuk mencintainya dan ibu tidak bisa membiarkanmu menderita seperti itu, pernikahan perjodohan karena bisnis adalah neraka untukmu, kau tidak akan bisa melaluinya" ucap ibu Laura dengan tegas dan mata yang menatap lurus ke depan menahan kesedihan.


Sesilia memahami apa yang dirasakan oleh ibunya saat itu, dia juga mengerti mungkin ibunya merasa trauma apalagi dengan pernikahannya yang rusak saat ini dan pernikahannya dengan Johanan juga perjodohan untuk bisnis sebelumnya sehingga wajar saja jika seorang ibu Laura tidak ingin apa yang dia rasakan menimpa pada putrinya juga.


Sesilia menarik nafas dalam dan dia berjongkok di hadapan kursi roda ibunya, Sesilia perlahan menarik lengan ibundanya dan mengepalkan nya dengan erat bersama dengan tangannya.


"Ibu rasakan kehangatan dariku, kamu tidak perlu takut dan khawatir kepadaku, aku akan meminta ayah untuk melinusi hutangnya sebelum aku benar benar menikah dengan putra keluarga Bramantyo, aku juga akan bekerja keras sendiri agar bisa turut membantu ayah mengembalikan uangnya, jadi ibu tidak perlu khawatir soal itu aku tidak akan benar benar menikah dengan pria itu, keculia jika menyukainya dan dia juga menyukaiku" ucapku memberikan penjelasan dan pengertian lagi kepada ibuku.


Akhirnya ibu luluh juga dan dia mengangguk mengerti dengan pengertian yang aku berikan kali ini, aku pun langsung memeluknya dengan erat dan perasaan yang harus, aku sangat senang kini ibu tidak marah lagi padaku dan akhirnya dia bisa mendukungku.

__ADS_1


"Terimakasih ibu, terimakasih karena selalu mengerti aku" ucapku dalam dekapannya.


Ibu melepaskan pelukan kami dan dia memegang wajahku sambil mengusap bekas air mata di pipiku.


"Sesilia sayang, ibu akan selalu berada di pihakmu dan berjanjilah untuk memberitahu ibu apapun yang terjadi denganmu dan kamu harus pastikan kamu akan melaksanakan rencanamu sesuai dengan apa yang kamu rencanakan jangan sampai kamu gagal atau ibu takut nasibmu akan sama dengan ibu" ucap ibu Laura yang kembali menasehati Sesilia.


Sesilia mengangguk patuh dan mereka telah kembali seperti sedia kala hingga malam tiba dan Sesilia segera menghampiri ayahnya untuk membicarakan rencana yang akan dia lakukan untuk membayar hutang pinjaman dana pada tuan Bramantyo.


"Ayah ada yang ingin aku bicarakan denganmu" ucap Sesilia sambil duduk tepat di hadapan ayahnya,


"Katakan sayang apapun itu" balas sanga ayah,


"Aku ingin tahu berapa dana yang ayah pinjam dari keluarga Bramantyo dan berapa lama kira kira waktu yang ayah butuhkan untuk bisa mengembalikan dana itu kepada mereka?" Tanyaku kepadanya segera,


"Ahh...itu untuk apa kamu menanyakannya?" Tanya balik Johana,


"Aku hanya ingin tahu ayah, kau tau ibu tidak setuju dengan pernikahan bisnis seperti ini, dan aku juga tidak akan menikah dengan orang yang tidak aku cintai sama sekali maka dari itu aku berniat untuk mengembalikan pinjaman uang dari mereka bukankah kau juga berniat seperti itu?" Balasku kepadanya.


Johana seketika menjadi gugup meskipun rencana yang dia katakan pada Sesilia mengarah pada hal itu, namun rencana yang dia buat sebenarnya justru tidak seperti itu dia berniat dengan sengaja memasukkan Sesilia ke dalam keluarga Bramantyo dan dia ingin menghempas mereka berdua keluar dari rumah itu agar bisa memasukkan Dona serta Siska ke dalam rumah tersebut.


"Aish sial, jika akan ini berniat membayar hutangku pada Bramantyo maka pernikahan mereka akan batal, aku harus menghentikannya" gumam Johana di dalam hatinya yang licik.

__ADS_1


"Ayah kenapa kau diam saja, berapa total uangnya?" Tanya Sesilia lagi,


"I...itu....sangat banyak, kamu mungkin tidak akan bisa mengembalikannya" balas Johana sengaja menahan,


"Iya tapi berapa itu ayah, seberapa besar uang yang kamu pinjam padanya aku akan tetap berusaha melunisinya, kau katakan saja padaku, lagi pula yang akan membayar hutang itu bukan hanya aku sendirikan, ayah juga akan membantuku setelah perusahaan beranjak membaik" ucapku kepadanya,


"Ahaha...benar tentu saja ayah akan mengembalikannya, uangnya senilai 10 miliyar" ucap Johana memberitahukan.


Mendengar itu Sesilia sangat kaget hingga membukakan matanya sempurna dia menalan salivanya susah payah nilai sebesar itu bahkan cukup untuk membuatnya langsung menjadi bangkrut, uang yang dipinjam oleh ayahnya untuk menyelamatkan perusahaan sangat banyak itu bahkan tidak cukup satu tahun untuk melunasinya.


"AA..apa?, Se...sepuluh...miliyar?" Tanyaku dengan gugup,


"Iya Sesilia itulah kenapa ayah bilang kamu tidak akan bisa melunasinya, biarkan ayah saja yang berusaha sendiri dan akan ayah pastikan sebelum kamu lulus kuliah dan menikah dengan Brain ayah akan sudah melunasi hutang ayah kepada keluarga Bramantyo dengan begitu kamu bisa membatalkan pernikahan ini, untuk sementara kamu hanya perlu bertunangan dahulu untuk meyakinkan tuan Bramantyo saja" jelas Johana kepada Sesilia.


Aku hanya bisa tertunduk lesu dan tidak pernah mengira uang yang ayah pinjam bisa sampai sebesar itu, mungkin jika kita menjual semua aset kekayaan yang kita miliki saat ini barulah itu akan dapat melunasi hutang ayah kepada keluarga Bramantyo, tapi aku tidak ingin menyerah lebih awal tanpa perjuangan sedikitpun.


Aku berusaha menyemangati diriku sendiri dan mulai mencari lowongan pekerjaan patuh waktu di tempat sekitar universitas yang sudah aku daftarkan, untungnya di sekitar sana banyak sekali pertokoan dan cafe cafe yang sering membuka lowongan kerja patuh waktu untuk para mahasiswa yang membutuhkan uang cepat sepertiku.


"Oke, aku harus memasukkan semua lamaran kerjaku ke tempat tempat ini mulai besok, baiklah semangat Sesilia!" Teriakku di dalam kamar sambil bersorak penuh semangat seorang diri.


Malam itu juga aku segera membuat banyak sekali surat lamaran kerja yang akan aku masuki ke tempat tempat tersebut, aku sudah menuliskan daftar toko dan cafe mana saja yang akan aku datangan dan aku masukkan surat lamaran nantinya.

__ADS_1


Hingga tak terasa aku membuat surat lamaran hingga hampir tengah malam dan sampai ketiduran dengan posisi banyak kertas berserakan di meja belajarku, aku juga tertidur dalam posisi duduk di meja belajar sambil memegangi pena di tanganku.


Hingga ketika aku bangun pagi harinya, jelas sekali punggung dan leherku langsung terasa sakit dan sulit digerakkan.


__ADS_2