
Saat itu dia sudah sangat kelelahan dan hampir kehilangan setengah dari energi yang ada di tubuhnya sampai akhirnya saat tengah kelelahan dia melihat sebuah alat yang tak asing di bawah kakinya di mana terdapat sebuah benda untuk membuka tutup botol, melihatnya sebuah ide langsung muncul di benak Sesilia.
"Ehh, bukankah ini alat untuk membuka tutup botol?, Haha aku bisa menggunakan ini untuk memecahkan kaca mobilnya dengan begitu aku bisa melarikan diri, huuh semoga saja mobil itu tidak berbunyi saat aku memecahkan salah satu kacanya" ucap Sesilia sambil meraih benda tersebut dari bawah.
Sesilia meyakinkan dirinya sendiri sambil memegangi alat tersebut dengan erat lalu dia mulai menghitung mundur dari hitungan tiga sampai satu hingga dia memukul kaca mobil itu dengan sekuat tenaga tepat di bagian sudut kaca tersebut dan membuat kacanya langsung pecah begitu saja.
"Tiga...dua...satu....prenggg..." Suara kaca yang pecah.
Sialnya saat kaca pecah pengaman mobil itu berbunyi dan menyalakan lampu, sehingga kebisingan itu membuat beberapa orang berlari ke arahnya, Sesilia yang kaget dia langsung segera keluar lewat jendela mobil yang sudah dia pecahkan itu.
"Aishh sial mobil ini memang menyebalkan!" Gerutu Sesilia sambil meloncat keluar dari mobil.
Karena terburu buru dan ketakutan sehingga dia membuat lengannya terluka hingga meninggalkan bekas darah pada jendela kaca mobil tuan Arnold, Sesilia yang panik dia masih belum menyadari bahwa tangannya itu terluka dan dia langsung berlari bersembunyi di balik mobil lain yang tak jauh dari sana.
Saat itu Sesilia tidak bisa berlari jauh karena mulai merasakan lengannya yang sakit dan mengeluarkan darah segar, dia pun terus berusaha menghentikan pendarahan dari tangannya dengan menekan luka tersebut menggunakan kain pakaian yang dia kenakan.
Dia terus bersembunyi di balik mobil lain sambil beristirahat sejenak dan menenangkan dirinya, hingga tak lama tuan Arnold yang mendapatkan kabar bahwa mobilnya di rampok dia segera berlari keluar dari gedung perusahaan dengan terburu buru dan di ikuti oleh sekretaris Ken di belakangnya.
"APA?, mobilku di rampok?, Sial ini pasti perbuatan gadis itu!" Bentak tuan Arnold dengan kesal.
Saat mereka sampai dan melihat mobil tuan Arnold yang sangat mewah dan mahal itu telah pecah bagian kaca belakangnya, dan dia berlari terburu buru memeriksa gadis yang dia tahan di dalamnya ternyata sudah tidak ada.
"Wah...wahh... gadis itu cerdik juga, ku pikir dia polos saat bicara" ucap sekretaris Ken sambil menggelengkan kepalanya,
Sedangkan tuan Randi berdecak kesal seperti dia tidak terima karena Sesilia lolos dari genggamannya begitu saja.
"Aishh...sial, harusnya tadi kita membawa dia masuk ke dalam" ungkap tuan Arnold dengan kerutan di dahinya.
__ADS_1
Sekretaris Ken menatap dengan heran melihat tuannya itu bisa memiliki sikap aneh seperti ini terlebih kepada seorang wanita.
"Eh..eh..ehh...tuan Arnold coba kau lihat kemari ada bekas darah di sini dan ini masih basah, apa mungkin dia terluka?" Teriak sekretaris Ken yang tengah memeriksa.
Mendengar itu tuan Arnold langsung bergegas memeriksanya sampai tidak sadar dia mendorong sahabatnya sendiri yang tak lain sekretaris Ken hingga dia hampir terjatuh ke belakang.
"Awas, minggir!" Ucap tuan Arnold memeriksanya,
"Eh..eh..ehh..astaga Arnold apa yang terjadi denganmu apa kepalamu itu terbentur?, Sejak kapan kau terlihat sangat peduli pada perempuan" gerutu sekretaris Ken keceplosan karena dia kesal dengan tingkah tuan Arnold yang mendorongnya tiba tiba.
"Diam kau, lagi pula aku tidak melihatnya sebagai perempuan dia hanya gadis kecil yang bodoh dan konyol" balas tuan Arnold mengelak,
"Huuh tetap saja dia itu perempuan, dasar aneh" gerutu sekretaris Ken pelan.
Tuan Arnold nampak sangat kesal dan marah besar saat mengetahui bahwa Sesilia melarikan diri di tambah ada noda darah di jendela mobilnya, tanpa sadar sebenarnya tuan Arnold itu merasa khawatir dan cemas dengan kondisi Sesilia sebab dia melihat noda darah tersebut.
Karena dia tidak bisa berhenti mengkhawatirkan gadis yang baru saja dia temui itu, akhirnya dia memerintahkan sekretaris Ken untuk mencari tahu keberadaannya saat itu juga.
"Ken, cepat cari dia aku yakin dia belum pergi jauh karena noda darahnya juga masih baru" perintah tuan Arnold.
Awalnya sekretaris Ken hendak menolak perintah itu karena mengingat bahwa mereka masih memiliki meeting dan kerjasama yang sangat penting dengan pimpinan perusahaan Okezone tersebut dan ini menyangkut perluasan kekuasaannya di negara tersebut.
"Eh untuk apa kita mencarinya kau masih ada meeting penting di dalam sebaiknya kita kembali ke sana dan mengurus gadis itu nanti" ucap sekretaris Ken yang langsung mendapatkan tatapan mau dari tuan Arnold.
"Kau sekretaris ku sekarang Ken, bukan sahabatku jadi kau tidak berhak memberitahuku apalagi membantah perintahku, cepat cari dia!" Bentak tuan Arnold membuat sekretaris Ken langsung sadar diri dan menuruti perintahnya,
"Aishh... Iya iya baiklah, kau ini selalu saja seenaknya" balas sekretaris Ken sambil terus menggerutu sendiri.
__ADS_1
Sekretaris Ken pun pergi mencari keberadaan Sesilia di sekitar sana begitu pula dengan tuan Arnold yang turun tangan sendiri mencari Sesilia, di sisi lain Sesilia yang mengintip di balik salah satu mobil yang tak jauh dari sana dia mendengar teriakkan sekretaris Ken yang berteriak tidak jelas memanggil dirinya dan itu membuat Sesilia semakin takut dan cemas.
"Heyy...gadis kecil di mana kau... Cepatlah keluar atau aku akan kena semprot manusia robot mu itu" teriak sekretaris Ken keras.
"Astaga...mereka mencariku, kenapa harus secepat ini" gerutu Sesilia dengan penuh kecemasan.
Karena takut ketahuan oleh sekretaris Ken Sesilia memutuskan untuk pergi menjauh dari sana namun baru saja dia hendak kabur dia melihat keberadaan tuan Arnold di depan mobil lainnya yang tak jauh dari tempatnya bersembunyi.
"Astaga...dia juga mencariku sampai kemari, aduhhh aku harus bagaimana sekarang" ucap Sesilia semakin bingung.
Perlahan lahan tuan Arnold mulai berjalan menghampiri tempat di mana Sesilia bersembunyi dan dengan perasaan panik Sesilia berusaha membuka pintu mobil yang ada di dekatnya agar dia bisa masuk untuk sementara dan bersembunyi di dalamnya, namun sialnya mobil di depannya itu di kunci sehingga dia tidak bisa membuka pintunya.
Sampai tak sengaja dia malah berhasil membuka pintu mobil yang ada di belakangnya.
"Ahhh...ini tidak di kunci, baguslah" kata Sesilia sambil segera masuk ke dalam mobil tersebut dan bersembunyi di bawah jok belakang mobil itu.
Saat tuan Arnold berjalan ke sana dia berpapasan dengan pewaris tunggal keluarga Bramantyo yang tak lain adalah Brain kakak kelas Sesilia saat di SMA dulu.
"Ehh tuan Arnold sedang apa anda berjalan jalan di parkiran?" Tanya Brain menyapa Arnold,
"Saya sedang mencari seseorang" balas tuan Arnold dengan wajah datarnya.
Brain yang sangat ingin bekerja sama dengan tuan Arnold untuk menaikkan nilai perusahaan keluarganya dia pun dengan segera berusaha mendekatkan diri dengan tuan Arnold karena dia pikir itu adalah waktu yang tepat untuk bisa menjilat tuan Arnold dan membuat hubungan mereka lebih dekat di masa depan.
"Ahh...begitu ya, tuan sebaiknya biarkan anak buah saya saja yang mencari orang yang anda maksud, dan kita bisa mengobrol sebentar mengenai bisnis di dalam" ujar Brain mulai melancarkan aksinya.
Tuan Arnold yang sudah mengetahui akal bulus dari Brain dia sama sekali tidak menanggapi ucapan Brain dan dia mengabaikannya begitu saja sambil berjalan pergi meninggalkan tempat itu tanpa sepatah katapun.
__ADS_1