
Hingga hari yang membuat pikiranku terganggu tiba, iya ini adalah hari pertunangan Siska dengan Brain, aku sempat merasa senang dan mengira Brain orang yang baik karena dia pernah membawaku melihat bulan di kediamannya, ku pikir dia berbeda dengan ayahnya yang gila akan harta namun nyatanya ayah dan anak memang sama saja.
Buktinya dia tetap mau bekerjasama dengan Johanan meski calon tunangannya bukan aku, dan dia bisa menerima Siska begitu saja, itu terlihat aneh dan janggal untukku, hari ini aku hanya berdiam diri di rumah tanpa melakukan apapun sedangkan tuan Arnold masih berada di kantor dan dia belum kembali juga.
Rasanya sangat bosan berada seorang diri di dalam sebuah rumah yang sangat mewah, sedangkan disisi lain tuan Arnold juga mendapatkan undangan dari pimpinan perusahaan Bramantyo, dimana mereka juga mengundang tuan Arnold sebagai tamu kehormatannya, di tambah hubungan mereka dengan perusahaan tuan Arnold yang tengah terjalin dengan baik saat ini.
Namun pihak Bramantyo tidak mengetahui bahwa tuan Arnold tidak benar-benar ada di pihak mereka, tuan Arnold menerima kerjasama itu sebelumnya hanya untuk mengembangkan sayapnya di perusahaan Bramantyo hingg dia sudah bisa menjadi akar lalu akan merebutnya seketika dan perusahaan itu tidak akan mampu bersaing apalagi mencoba melakukan hal licik untuk menyaingi perusahaan miliknya.
"Tuan...ini undangan dari pimpinan Bramantyo group, mereka ingin anda datang dalam acara pertunangan putra tunggalnya bersama putri keluarga Johana salah satu pimpinan perusahaan yang cukup besar di kota ini" ucap sekretaris Ken sambil memperlihatkan undangannya.
"Tunggu, bukankah kau bilang putri keluarga itu adalah Sesilia? Gadis kecil yang bersamaku? Dan bukankah mereka hanya memiliki satu putri saja?" Ucap tuan Arnold bertanya-tanya.
Sekretaris Ken segera menjelaskan semua berkas yang sudah dia selidiki mengenai Sesilia dan putri baru keluarga Johana itu hingga nama perusahaannya yang berganti menjadi J&D group.
"Memang putri aslinya adalah nona Sesilia dia adalah pewaris tunggal dari seluruh aset kekayaan ibunya Laura Kiehl, dan hampir delapan puluh persen kekayaan yang di kelola oleh Johana saat ini itu milik nona Sesilia dari warisan nenek serta ibunya yang sudah meninggal dunia, namun sepertinya ada sedikit permasalahan keluarga akhir-akhir ini pada keluarga Kiehl tersebut sehingga menghilangkan nama Kiehl yang sudah di pakai selama bertahun-tahun lamanya menggunakan nama J&D group dan dugaan saya itu di sebabkan karena tuan Johana yang ternyata memiliki istri simpanan di belakang nyonya Laura dan setahuku juga di saat pertama kali kita menemukan gadis kecil itu dia terlihat penuh dengan luka, mungkin itu disebabkan oleh mereka bertiga, bahkan kematian ibunya nyonya Laura itu juga bisa saja karena mereka, termasuk alasan gadis kecil tersebut memotong telapak tangannya sendiri sebagai simbol memutuskan hungan ayah dan anak" ucap sekretaris Ken menjelaskan dengan sangat detail.
Hingga wajah tuan Arnold yang mendengarkan langsung mengerutkan dahinya hingga kedua alis tersebut hampir menyatu, tangannya juga mengepal dengan kuat.
"Baik, Ken cari tahu semuanya dengan benar dan berikan aku bukti yang kuat atas apa saja kejahatan yang sudah mereka lakukan pada gadis kecilku, lalu persiapkan untuk pesta aku akan membawa Sesilia ke pesta tersebut" ucap tuan Arnold yang sudah memiliki rencana di kepalanya dengan cepat.
Sekretaris Ken hanya mengangguk patuh dan dia segera pergi melaksanakan tugas penting dari tuan Arnold tersebut, pertama sekretaris Ken pergi menemui sekretaris Katy dan menyuruh dia untuk mengumpulkan buktinya lalu menghubungi salah satu penata rias yang terkenal dan memintanya datang ke kediaman tuan Arnold untuk merias dan mempersiapkan Sesilia dengan semua kelihaian tangannya.
Setelah semuanya selesai dia lakukan barulah sekretaris Ken kembali melapor pada tuan Arnold bahwa semua tugasnya tengah di jalankan dan mereka pergi untuk memulai meeting bersama beberapa petinggi perusahaan di kota tersebut.
Sedangkan disisi lain aku saat itu tengah berenang di kolam renang dengan santai dan damai, tapi tiba-tiba saja terdengar bunyi bel rumah yang sangat keras dan itu seperti di tekan berkali-kali sehingga bunyi bel nya bertumpu.
"Aishh...siapa sih yang menekan bel seperti itu, aaaahh...ini membuat telingaku sakit" ucapku sangat kesal.
Aku langsung keluar dari kolam renang, memakai jubah mandi aku dulu lalu pergi membukakan pintu, ku pikir itu tuan Arnold yang pulang dengan terburu-buru, namun saat aku membukanya itu adalah orang lain dengan beberapa orang lainnya dan mereka langsung menerobos masuk ke dalam begitu saja tanpa aku mengijinkan mereka dahulu.
"Siapa?" Tanyaku yang langsung kaget.
Mereka masuk menerobos dengan membawa banyak barang bahkan sebuah koper dan ada satu pria yang terlihat seperti setengah wanita, dengan rambut berwarna putih dan gayanya yang sanga stylist, aku terperangah menatap beberapa orang itu menerobos masuk dan berbicara kepadaku begitu saja.
"Apakah kau nona Sesilia?" Tanya pria dengan tangan yang lentik itu.
Aku mengangguk menjawabnya dan dia langsung saja menarik aku masuk ke dalam lalu menanyakan dimana letak kamarku.
"Bagus, ayo tunjukkan dimana letak kamarmu, aku sudah tidak sabar untuk melakukannya, ooouuww...kau sudah cantik natural akan sangat mudah untuk aku melakukannya" ucap pria setengah wanita itu membuat aku sedikit takut dan ngeri ketika melihatnya.
"Eh....eh...tunggu! Siapa kau dan untuk apa menanyakan dimana kamarku, apa kau orang jahat yah?" Ucapku dengan membulatkan mata dan menatap dia menyelidik,
"O M G hello, apa kau tidak lihat nama disini aku adalah penata rias terkenal, dan aku ini profesional! Camkan itu. Bagaimana bisa ada orang yang mengira aku ini orang jahat, jangan bicara sembarangan yah, untung saja kau cantik jika tidak eeuhmm. Aku akan menggigit mu" ucapnya berbicara kepadaku sambil memukul kecil bahuku.
Aku hanya menatapnya dengan heran dan tidak mengerti kenapa bisa ada orang seperti ini tiba-tiba datang ke kediaman tuan Arnold yang dingin seperti beruang kutub, tapi dia terus saja mendesak aku dan ingin mendandaniku.
"Heh, tapi kenapa kau kemari, siapa yang menyuruhmu mendandani aku?" Tanyaku kepadanya,
"Ken.... sekretaris Ken yang memintanya langsung kepadaku dan aku harus terjun melewati badai jalanan untuk sampai ke sini dengan semua asisten terbaikku, jadi kau gadis kecil yang cantik dan cukup cerewet diam sejenak, aku hanya akan mendandaniku sampai menjadi seorang putri yang cantik jelita, jadi tunjukan dimana kamarmu sekarang!" Ucap
__ADS_1
dia bicara layaknya banci sungguhan.
Aku tidak bisa berbicara lebih banyak lagi dengan tipe orang seperti itu sehingga aku pun langsung menunjuk ke arah kamarku dan dia langsung saja menarik tanganku juga membawa semua asisten serta barang-barang make up nya itu masuk ke dalam kamar.
Dia mendudukkan aku dengan paksa di depan meja rias kamarku dan dia bahkan menatap wajahku dengan sangat kasar menurutku hingga membuat aku bersin dan membuat rambutku terasa sakit saat dia menatanya.
Aku sungguh tidak biasa di dandani oleh orang lain seperti ini karena sejak kecil hanya ibuku saja yang aku perbolehkan menyentuh wajah dan rambutku, jadi kali ini terasa sangat aneh ketika orang lain memegangnya dengan sembarangan, apalagi seorang pria jadi jadian sepertinya mau dikatakan dia ini seorang banci sekalipun tetap saja jiwa aslinya adalah seorang pria dan aku tidak suka ketika dia menyentuh wajahku terutama bibirku apalagi ucapannya yang tidak memiliki rem sama sekali.
Dia terus berbicara sesuka hatinya mengatai beberapa orang yang pernah dia dandani dan membentakku untuk diam hingga akhirnya aku hanya bisa pasrah pada banci kaleng perias itu.
"Ohoho.....gadis kecil kau tahu, aku sudah mengelilingi dunia untuk merias para aktris internasional, mereka sangat cantik tapi ada juga yang diantara mereka ternyata tidak secantik kelihatannya saat di layar kaca, kau tahu apa yang mereka lakukan?...... Mereka cantik karena riasanku tentu saja hahaha" ucapnya yang lagi-lagi memuji keahliannya itu.
Aku sudah sangat lelah mendengarkan ocehannya sedari tadi, bahkan aku rasa telingaku sudah kebas sebab dia terus berbicara tanpa henti di tambah dia juga tidak mengijinkan aku untuk melihat ke cermin itu membuat aku semakin cemas dengan hasil make up nya.
"Ya tuhan bagaimana jika dia mendandani aku seperti badut, aaahhh aku tidak mau" gumamku memikirkan.
Aku tidak bisa berhenti memikirkan hal-hal buruk dengan wajahku, rasanya ini lebih menyeramkan di bandingkan melihat makhluk halus seperti kuntilanak dan pocong, dia membuat aku terus merasa cemas dan deg degan karena mendandani aku sambil tertawa dan mengoceh tidak jelas.
Hingga beberapa saat kemudian, akhirnya dia pun selesai merias wajahku, tapi di saat aku ingin melihat wajahku di cermin dia tetap melarangku dan menyuruh aku untuk segera berganti pakaian.
"Nahhh....selesai deh" ucapnya terlihat tersenyum puas ketika melihat wajahku tapi aku justru memiliki firasat buruk dengan hasilnya,
"Ya sudah aku mau melihat wajahku sendiri" ucapku hendak berbalik,
"Eits....tidak bisa! Ini baru lima puluh persen kau masih harus berganti pakaian dan aku harus merapihkan sedikit rambut itu, baru kau boleh bercermin" ucapnya membuatku sangat kesal,
"Kenapa aku belum bisa melihat wajahku, ini kan muka ku kenapa kau mengaturku begitu, awas aku ingin melihatnya!" Bentakku yang sudah sangat jengkel,
Asisten itu sama kerasnya dengan pria banci tersebut dia langsung menarik tanganku dengan kuat, dan membawa aku ke dalam ruang ganti, aku berteriak dan berontak namun hasilnya tetap nihil karena tenaganya jauh lebih kuat dari pada tenagaku.
"Hey...hey...lepaskan aku, aku bisa berganti pakaian sendiri heyyy....apa yang kalian lakukan" teriak aku berusaha berontak.
Asisten itu tidak mendengarkan aku dan tetap ikut masuk ke dalam, dia juga memberikan beberapa pasangan gaun yang cukup cantik padaku dan dia mulai membantuku mengganti pakaian, aku sangat kesal karena asisten itu tidak mau pergi dari sana dan terus menjaga aku seakan aku ini seorang tawanan penjara.
Terpaksa aku pun segera berganti dengan cepat dan dia membawa aku keluar untuk memperlihatkan penampilanku ini kepada pria banci itu lagi, hingga ketika aku keluar dari ruang ganti pria banci itu terlihat tersenyum lebar dan dia memotretku begitu saja tanpa izin.
"Hey...apa yang kau lakukan kenapa kau memotret aku tanpa izin, hentikan itu!" Bentakku padanya,
"Tenang saja gadis kecil ini permintaan sekretaris Ken dan aku hanya akan mengirimkannya pada dia, jadi kau tidak perlu khawatir, sekarang kau sudah boleh bercermin" ucapnya membiarkan aku melihat diriku di cermin.
Saat aku lihat aku begitu kaget dan semuanya sungguh terlihat di luar dugaanku, bahkan aku tidak bisa mengenali diriku sendiri, wajahku terlihat begitu sehat dan cantik, gaun yang aku gunakan juga cocok sekali
dengan diriku dan rambut yang dia tata juga sama cantiknya.
Aku sangat puas dengan hasil riasannya ini dan aku sungguh tidak menyangka bahwa dia mendandani aku sebagus ini.
"Waahhhh.....ini luar biasa, apa ini sungguh aku kenapa terlihat cantik begini?" Ucapku saat bercermin.
Aku mencoba untuk berputar dan melihat diriku dari berbagai arah, hasilnya sama dari segi manapun aku melihat semuanya terlihat cocok denganku dan aku sangat terpukau dengan hasil riasan banci cerewet itu.
__ADS_1
Saking senangnya aku sampai kehilangan kendali pada diriku sendiri dan hampir saja hendak memeluk banci cerewet tersebut, namun untungnya dia menahanku dan mengingatkan aku untuk tidak memeluknya karena dia juga takut dengan tuan Arnold.
"Aaahhh....ini memuaskan aku sangat suka, terima...." Ucapku saat merentangkan tangan dan hendak memeluknya,
"E..eh... Mau apa kau, jangan memelukku sembarangan, nanti aku yang akan terkena semprotan oleh sekretaris Ken dan tuan Arnold bisa-bisa aku akan kehilangan pekerjaanku ini, jagalah jarak dariku, meski kau cantik dan aku sangat senang mendandaniku tapi tetap saja kau itu gadis kecilnya tuan Arnold aku tidak bisa menyentuhmu walau seujung jari" ucapnya menjelaskan,
"Hah... Apa apaan kau ini, tadi saja saat merias wajahku kau menyentuh semua bagian wajahku begitu saja termasuk bibirku, apa itu tidak di luar batas dan tidak ada jarak hah?" Ucapku mengingatkannya,
"Aish....itu beda lagi gadis kecil, kau memang sesuatu, pantas saja tuan Arnold memperlakukanmu seperti ini" ucapnya kepadaku.
Dia pun berpamitan pergi karena sudah meriasku dan dia bilang sekretaris Ken juga tuan Arnold akan segera datang menjemputku kemari, aku hanya mengangguk dan mengantarkan perias itu keluar.
Dia masih tetap cerewet seperti sebelumnya dan terus merasa bangga dengan dirinya sendiri karena sudah berhasil merias wajahnya dengan sempurna dan sepertinya sekretaris Ken memberi dia bonus itu kenapa dia memberikan aku sebuah sepatu yang sangat cantik dan ukurannya juga sangat pas di kakiku.
"Gadis kecil, sebagai tanda senang aku merias mu dan karena kau sangat cantik aku punya hadiah untukmu, ini pakai sepatu ini saat kau pergi ke pesta nanti, ini hanya sepatu yang ada dua di dunia, yang satu aku pakai dan satunya lagi cocok untukmu" ucapnya memberikan sepasang sepatu itu kepadaku.
Sepatu dengan hak tinggi yang sangat bagus dan luar biasa, aku tahu harganya pasti sangat fantastis, sehingga aku merasa segan untuk menerima hadiah itu, aku pun menolaknya dengan halus karena aku merasa orang sepertiku tidak pantas mendapatkan hadiah semewah dan sebagus itu.
"Ehh ... Tunggu! Ini aku tidak bisa menerimanya, hadiah ini terlalu luar biasa untuk wanita sepertiku, sebaiknya kau berikan pada orang lain saja" ucapku mengembalikannya,
"Gadis kecil aku kan sudah bilang aku ini seorang profesional dan sudah merias banyak wajah tapi wajahmu yang paling aku suka dan kebetulan sepatu ini cocok di kakiku jadi mungkin saja ini berjodoh dengan kakiku, dan satu lagi jangan merasa dirimu kecil dari siapapun semua wanita berhak memakai hal hal mewah dalam hidupnya termasuk dirimu, pakai itu nanti aku ingin melihatmu tampil dengan sepatu itu, bye" ucapnya langsung masuk ke dalam mobil dan pergi begitu saja.
Aku ingin menghentikan dia tapi tidak bisa dia juga tidak mau menerima sepatunya lagi sehingga aku hanya bisa menerimanya dan aku berniat untuk memakainya nanti, meski aku tidak tahu ke pesta apa tuan Arnold akan membawaku sampai dia harus menyewa perias luar biasa sepertinya bahkan membelikan aku pakaian sebagus ini.
Aku masih sangat senang dan tidak bosan-bosannya melihat pantulan diriku di cermin, gaun berwarna putih yang menjuntai ke bawah dengan hiasan sebuah pita berwarna hijau di rambutku ini sangat bagus aku terlihat lebih dewasa namun tetap imut dan lucu.
"Aaahhh....aku sudah seperti cinderella memakai gaun ini, bagus sekali" ucapku terus merasa senang.
Hingga tidak lama tuan Arnold tiba dan dia juga sudah memakai setelah jas yang sangat rapih dengan rambutnya yang juga tertata sangat bagus, dia terlihat berbeda dari biasanya dan aku termenung saat melihat dia tersenyum kepadaku namun di saat aku tertegun melihat tuan Arnold yang nampak berbeda tiba-tiba saja dari belakang muncul sekretaris Ken.
"Hallo gadis kecil, waahh... Kamu cantik sekali, tidak salah aku mempercayai si banci itu" ucap sekretaris Ken yang sepertinya keceplosan,
"Apa? Ken jangan bilang bahwa si banci Keifan yang merias gadis kecil ini?" Tanya tuan Arnold yang langsung menatap tajam pada sekretaris Ken.
"I...iya memang dia, habisnya kontak siapa lagi yang aku milikku, lagi pula dia kan sahabatmu juga dan dia sangat ahli di bidang ini" balas sekretaris Ken sambil memalingkan pandangannya.
Tuan Arnold mengepalkan kedua lengannya dan dia hampir saja menepuk sekretaris Ken namun sekretaris Ken dengan cepat berlari ke belakang tubuhku dan berlindung padaku.
"Ken!" Ucap tuan Arnold terlihat marah dan memperingatkan sekretaris Ken,
"Ayolah Arnold coba kau lihat Sesilia, dia cantik dan sepertinya dia senang, dengan hasil riasan Keifan, iya kan Sesilia?" Ucap sekretaris Ken yang aku balas dengan anggukan.
"Iya aku menyukainya, sudahlah tuan Arnold jangan menyalahkan sekretaris Ken, lagi pula perias banci itu sangat baik bahkan dia menjaga jarak dariku dan menolak saat aku hampir memeluknya" ucapku bicara apa adanya.
"Aishhh...Sesilia kau membuat kuburan untukku yah" bisik sekretaris Ken.
Dan dia langsung berlari pergi keluar masuk ke dalam mobil dengan cepat.
"Sekretaris Ken, awas kau!" Teriak tuan Arnold yang sangat keras aku bahkan sampai menutupi telingaku karenanya.
__ADS_1
Gambaran Sesilia dengan gaunnya.