Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang

Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang
Pertemuan Tante Maria dan Arnold


__ADS_3

Sesilia menatap dengan penuh keheranan dan dia masih merasa sedikit takut dengan pemilik restoran mewah tersebut, Sesilia terus menatap ke segala arah karena takut ketahuan oleh pemilik restoran.


Tuan Arnold sangat gemas melihat Sesilia yang tidak bisa diam dan kepalanya terus bergerak ke sana kemari dan tidak fokus dia pun menanyakannya secara langsung.


"Hey bocah apa yang sedang kau lakukan sedari tadi terus clingukan seperti itu?" Ucap tuan Arnold bertanya,


"Tuan apa kamu sudah lupa, pemilik restoran ini kan sudah mengusir kita kenapa kau malah membawaku masuk dengan paksa ke dalam sini, aku takut bagaimana jika dia menemukan kita dan membuat kita malu lagi di depan banyak orang, aahhh aku tidak bisa membayangkannya jika semua itu terjadi" balas Sesilia membuat sekretaris Ken tidak bisa menahan tawa lagi.


"Ahaha....gadis kecil kamu sangat lucu, tuan Arnold sudah membeli seluruh restoran ini jadi tidak ada lagi yang perlu kamu khawatirkan" ucap sekretaris Ken menjelaskan.


Sesilia sangat kaget dan dia langsung membelalakkan matanya dengan sempurna karena masih tidak percaya bahwa kini restoran mewah itu sudah di beli oleh pria yang ada di hadapannya.


Karena masih tidak percaya Sesilia pun malah membalas ucapan dari sekretaris Ken dengan tawa yang cukup keras, karena dia pikir itu hanya gurauan saja sebab sangat tidak mungkin bisa membeli restoran semewah itu hanya dalam beberapa saat, terlebih sedari tadi Sesilia bersama pria itu, jadi Sesilia pikir tidak mungkin dia membelinya.


"Ahaha....kamu yang lucu masa sih dia membeli restoran ini, ini kan restoran mewah dan megah mana mungkin bisa di beli dengan mudah oleh tuan ini begitu saja, dan lagian sedari tadi dia bersamaku kapan dia menemui pemilik restoran yang tadi, haha....gurauanmu tidak bisa menipuku pak supir.." balas Sesilia sambil tertawa renyah.


Sekretaris Ken langsung merubah ekspresi wajahnya yang tadinya tertawa kini seketika menjadi datar dan lesu, dia tidak tahu lagi bagaimana caranya memberi tahu Sesilia bahwa restoran tersebut memang sudah menjadi milik tuna Arnold sejak beberapa menit yang lalu.


"Haduhh....dia benar benar bocil sesungguhnya" gumam sekretaris Ken sambil menggelengkan kepalanya.


Bukan hanya sekretaris Ken yang merasa sudah tak sanggup menghadapi Sesilia namun tuan Arnold sendiri sampai menepuk jidatnya cukup keras karena baru kali ini dia menemukan wanita seperti Sesilia yang begitu polos dan menggemaskan.


Sedangkan Sesilia hanya menatap kedua orang di hadapannya dengan perasaan heran dan kebingungan sambil menaikkan kedua alisnya ke atas bersamaan, sampai tak lama pandangan mata Sesilia beralih pada suster Maria yang baru saja masuk ke dalam restoran dan mencari keberadaannya.

__ADS_1


"Ehh, itu tante Maria. Tante aku disini" teriak Sesilia sambil melambaikan tangan pada tante Maria.


Untunglah tante Maria bisa menemukan Sesilia dengan cepat dan mudah dia pun segera menghampirinya hingga saat sudah berada tepat di depan meja tempat Sesilia berada tante Maria langsung di kagetkan dengan sosok tuan Arnold yang sangat dia kenal.


"Tuan Arnold, sedang apa anda di sini bersama Sesilia?" Tanya tante Maria dengan wajah yang keheranan,


Tuan Arnold langsung berdiri dari kursinya dan dia mulai berbicara dengan tante Maria secara langsung dan tegas.


"Oh jadi dia kemari bersamamu, ya sudah aku akan pergi" ucap tuan Arnold lalu dia segera pergi meninggalkan tempat itu.


Tante Maria sangat heran dengan tingkah tuan Arnold yang dia tahu tuan Arnold adalah adalah adik sepupu dari suaminya dan tuan Arnold juga merupakan pewaris tunggal keluarga ternama dan paling berpengaruh di negara ini dalam urusan bisnis, sehingga wajar saja jika tante Maria merasa heran dan kaget ketika melihat orang sesibuk tuan Arnold bisa datang ke tempat seperti itu dan menemui Sesilia.


"Ehh....kenapa dia tidak menjawab pertanyaanku, hah memang paman dan sepupu sama saja" gerutu tante Maria sambil segera duduk berhadapan dengan Sesilia.


"Sesilia sayang, apa yang kamu bicarakan dengan tuan Arnold dan kenapa dia bisa duduk di satu meja yang sama denganmu?" Tanya tante Maria sangat penasaran,


"Ahh....jadi namanya Arnold" ucap Sesilia yang baru mengetahui nama pria tersebut,


"Hey, Sesilia kamu belum menjawab pertanyaanku" tambah tante Maria yang masih sangat penasaran,


"Ohh...masalah itu tadi aku hanya tidak sengaja bertemu dengan dia dan dia membantuku lalu membawaku masuk ke sini, dia bilang dia sudah membeli restoran ini tapi aku tidak percaya karena aku pikir tidak mungkin ada orang yang bisa membeli restoran semewah ini hanya dalam sekejap, dia juga tidak terlihat menemui pemilik restorannya, tapi dia malah kesal dan menggelengkan kepala padaku, setelah itu aku melihatmu dan dia pergi" ungkap Sesilia menceritakan semuanya.


Tante Maria langsung membelalakkan matanya dengan sempurna dia sangat kaget sekaligus tidak menyangka saat mendengar ungkapan dari Sesilia.

__ADS_1


Karena memang yang dia ketahui selama ini tuan Arnold tidak pernah memperdulikan seorang wanita, jangankan pada orang asing yang belum dia kenal kepada anggota keluarganya sendiripun dia bersikap dingin dan acuh tak acuh termasuk pada ibunya sendiri, orang bilang karakternya itu berasal dari ayahnya yang memang memiliki sifat yang sama persis dengan tuan Arnold saat ini.


Dan hanya istrinya lah satu satunya wanita terdekat dan yang bisa mengatur ayah tuan Arnold, tapi kali ini tante Maria mendengar tuan Arnold bicara dengan Sesilia dan terlihat sangat dekat tentu saja itu membuat tante Maria sangat kaget tidak ke palang.


"Wahhh.....Sesilia sepertinya kamu memang gadis yang spesial, aahh aku semakin menyukaimu semoga saja kamu bisa bersama tuan Arnold agar kamu benar benar menjadi anggota keluargaku aku sangat mengharapkan itu" ucap tante Maria yang sudah berpikiran sangat jauh.


Sesilia tidak mengerti apa yang dikatakan oleh tante Maria karena sudah jelas dia hanya baru dua kali bertemu dengan pria itu dan keduanya hanyalah pertemuan yang tidak di sengaja, dan berakhir seperti biasa juga.


"Ehh, tante jangan berpikiran seperti itu, usiaku denganya sangat jauh dia lebih cocok menjadi kakakku bukan pacarku, dia juga terlalu kaku seperti robot aku tidak menyukainya" balas Sesilia dengan mulut yang di monyongkan ke depan cemberut.


"Adu...dududuh...iya iya aku juga tidak akan memaksamu tapi itu hanya harapanku saja hehe" balas tante Maria yang masih dengan harapan yang sama,


"Terserah kau saja, tapi aku senang jika ternyata kau mengenalnya itu artinya aku tidak perlu takut lagi jika bertemu tuan Arnold di kemudian hari" kata Sesilia sambil tersenyum lebar,


"Maksudmu bagaimana?, Kenapa juga kamu harus takut dengannya?" Tanya tante Maria kembali bertanya,


"Iya karena ternyata kau dan dia saling mengenal itu artinya dia juga orang baik jadi aku tidak perlu takut lagi dengannya dan jika dia macam macam denganku lagi aku bisa melaporkannya padamu atau meminta bantuanmu hehe" balas Sesilia yang membuat gelak tawa seketika,


"Ahahaha...Sesilia kamu ini ada ada saja, tapi aku tidak sedekat itu dengan dia, hanya saja dia adalah sepupu suamiku kami juga tidak dekat jadi kamu masih harus berjaga jaga dengannya" ujar tante Maria yang membuat Sesilia menjadi lesu.


Karena dia pikir jika tuan Arnoly dan tante Maria saling mengenal, mungkin mereka sama sama orang baik walaupun di lihat dari karakter nya mereka berdua sangat berbeda bahkan bertolak belakang, nyatanya tetap saja dia masih harus berjaga jaga jika bertemunya lagi, lagi pula Sesilia juga tidak ingin bertemu pria yang mendominasi seperti itu lagi.


"Huuh...aku pikir kalian dekat, tak apalah aku juga tidak ingin bertemu dengan pria tua sepertinya lagi, dia itu sangat membosankan dan selalu berwajah datar itu membuatku gugup dan takut" tambah Sesilia membuat tante Maria kembali tertawa keras.

__ADS_1


__ADS_2