Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang

Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang
Memindahkan


__ADS_3

"Waahhh....sepertinya aku harus pergi, kau urus gadis nakal ini sendiri byee...tuan Arnold haha" ucap sekretaris Ken sambil berlari dengan cepat,


"Aishh .....Ken sialan kau awas ku potong gajihmu!" Teriak tuan Arnold dengan kesal dan keras.


Meski teriakan dari tuan Arnold barusan sangat keras, tapi Sesilia sama sekali tidak terganggu dalam tidurnya dia tetap saja menutup matanya dan hanya menggeliat sebentar lalu kembali tertidur pulas, tuan Arnold yang melihat itu dia benar-benar jengkel dibuatnya.


Dan dia pun mulai mengangkat Sesilia dengan perlahan namun yang dia dapatkan justru malah sebuah tamparan dari tangan Sesilia yang cukup keras dan kuat.


"Plakkk ...aduuhh..." Suara tamparan dari tangan Sesilia yang tidak sengaja mengenai pipi tuan Arnold,


Tuan Arnold mendengus kesal dan dia memegangi pipinya yang mulai memerah dan terasa sedikit nyeri olehnya, dia juga menggerutu dengan kesal sebab dia sudah memiliki niat yang baik untuk memindahkan Sesilia namun dia justru malah mendapatkan tamparan seperti tadi.


"Dasar gadis nakal, bisa-bisa dia menamparku sangat keras padahal masih tertidur dengan lelap, aishh....dia sungguh menjengkelkan!" Gerutu tuan Arnold yang hampir kehabisan kesabarannya.


Setelah mendapatkan sebuah tamparan dari Sesilia tuan Arnold sangat kesal sehingga dia mengurungkan niat awalnya yang hendak menggendong Sesilia dia pun kembali bangkit berdiri dengan emosi dan terus menggerutu kesal, dia berniat pergi untuk mengobati pipinya itu namun di saat dia baru saja hendak melangkahkan kakinya.


Justru tangan Sesilia malah menahan salah satu kakinya dan memeluk kaki tuan Arnold dengan erat sehingga membuat tuan Arnold tertahan dan tidak bisa melanjutkan langkahnya.


"Ehh ...sialan, hey....gadis nakal apa kau ini b*bi?, Kenapa tidur seperti ini sih merepotkan sekali!" Gerutu tuan Arnold kesal.


Dia pun segera kembali dan melepaskan tangan Sesilia dengan perlahan dari kakinya, tapi di saat sudah hampir terlepaskan tiba-tiba saja Sesilia justru menarik dasi yang dikenakan oleh tuan Arnold dengan kencang sehingga membuat tuan Arnold jatuh ambruk menimpah tubuh Sesilia.

__ADS_1


"E..eh...aaaa..brukkk" suara tuan Arnold yang jatuh diatas tubuh Sesilia yang masih tertidur pulas.


Mata tuan Arnold langsung terbelalak lebar dan dia sangat kaget ketika wajahnya berada sangat dekat dengan wajah Sesilia dia berusaha untuk bangkit namun dasinya masih di tarik dengan kuat oleh Sesilia bahkan membuatnya hampir tercekik, terpaksa tuan Arnold segera melonggarkan jasnya tersebut dan melepaskannya dari leher dirinya.


"Hah...hah....dasar gadis nakal ini, kenapa dia benar-benar menjengkelkan" gerutu tuan Arnold lagi.


Dia pun segera mengangkat tubuh Sesilia dan segera memindahkannya ke kamar yang sudah dia sediakan untuk Sesilia, tuan Arnold menidurkan Sesilia di kasur dengan lembut dan menyelimuti dia dengan baik, bak seperti seorang ayah yang mengurusi putri kecilnya.


Tuan Arnold segera pergi dari kamar tersebut setelah memastikan Sesilia tidur di atas kasur dengan nyaman dan aman, dia juga menutup pintunya dengan perlahan agar tidak mengganggu Sesilia.


Tuan Arnold segera membersihkan dirinya dan dia bersiap untuk beristirahat namun dia kembali teringat dengan sosok Johana sehingga sebelum tidur tuan Arnold memeriksa mengenai perusahaan keluarga Kiehl, dan tuan Arnold sudah menemukan semua data-data yang dia cari tahu juga dia mendapatkan info terbaru mengenai pertunangan antara putra ketua pimpinan perusahaan Bramantyo yang sebelumnya sudah menandatangani kesepakatan bersama dirinya.


Ya tentu saja seorang tuan Bramantyo tidak mungkin menikahkan putra kesayangannya dengan wanita sembarangan apalagi wanita dari keluarga Kiehl yang dikenal oleh semua orang bahwa keluarga mereka tidak pernah mendapatkan restu dari kedua orangtuanya sehingga itu berpengaruh pada perkembangan perusahaannya saat ini, rumor lainnya juga banyak tersebar mengenai pimpinan perusahaan tersebut yang tak lain adalah Johana.


Sementara tuan Arnold sendiri tahu kini putri keluarga Kiehl ada dalam genggamannya dan memiliki hutang dengannya karena sebuah ikan yang dia makan tanpa izin.


Urusan tuan Arnold memang hanya dengan keluarga Bramantyo dimana selama ini mereka selalu bersaing untuk menjadi nomor satu dan dalam setiap kali bersaing keluarga Bramantyo tidak pernah menang jika melawan tuan Arnold sebab kekuatan tuan Arnold tidak hanya di satu negara melainkan di banyak negara lain sebab dia memiliki kedua orangtuanya yang mendukung dia di balik semuanya.


Di tambah tuan Arnold sendiri cukup berpengaruh di negara ini sebab dia yang paling banyak menyumbangkan dana untuk pembangunan fasilitas umum dan sebagainya sehingga dia menjadi salah satu pengusaha penguasa pasar bisnis dan di lindungi oleh negara dengan kuat.


Jika bukan dengan cara yang licik mungkin keluarga Bramantyo juga tidak akan menempati posisi ke dua diantara ke lima keluarga paling berpengaruh di negara tersebut.

__ADS_1


Disisi lain Dona dan Siska sudah sangat senang karena mereka mengira semua rencana yang mereka buat telah berhasil dan mereka pikir mereka sungguh sukses mengelabui tuan Bramantyo dan putranya dengan sangat mudah.


"Ibu aku tidak menyangka tuan Bramantyo yang kaya raya itu bisa tertipu dengan kebohongan kita haha...ini sangat luar biasa" ucap Siska merasa senang kepada ibunya.


Mereka berbicara di dalam mobil tepat setelah baru saja kembali dari keluarga Bramantyo dan Johana hanya menyetir di depan dengan fokus dia sama sekali tidak ikut campur dengan semua pembicaraan yang di bicarakan oleh istri dan putrinya di belakang.


"Iya sayang kamu memang putri ibu yang cantik dan cerdas mana mungkin tuan Bramantyo menyia-nyiakan gadis sepertimu" ucap Dona dengan bangganya memuji putrinya sendiri.


Padahal sebenarnya semua tentu tidak sesederhana yang mereka pikirkan dan Johana juga mencemaskan hal itu, dia merasa curiga sepanjang perjalanan karena melihat tuan Bramantyo nampak biasa saja bahkan tidak memperlihatkan ekspresi wajah kecewa atau sebagainya disaat dia mengganti calon tunangan bagi putranya begitu saja.


Padahal sebelumnya yang tuan Bramantyo inginkan adalah Sesilia bahkan tuan Bramantyo sudah menargetkan Sesilia sejak lama dia sampai diam-diam mencari tahu tenang Sesilia di belakangnya namun kini tuan Bramantyo nampak begitu terlalu mudah untuk merelakan Sesilia, itulah yang selalu membuat Johana curiga dan cemas.


Tapi meski dia curiga dan cemas dia juga tidak bisa melakukan apapun sebab dia juga memiliki niat sama yakni untuk memanfaatkan tuan Bramantyo sebagai keuntungan bisnisnya saja dan demi mempertahankan bisnisnya.


"Sudahlah tidak ada yang perlu aku khawatirkan lagi pula dana yang akan diberikan oleh Bramantyo kepada perusahaan sangat besar, dan Siska juga menyukai Brain itu tidak akan menjadi masalah besar di masa depan" ucap Johana mengesampingkan kecurigaannya tersebut.


Johanan sudah terlanjur dibutakan oleh uang dan kekuasaan sehingga dia tidak dapat berpikir dengan jernih dan benar, dia selalu mengikuti apapun yang diinginkan oleh istri dan anak simpanannya tersebut padahal dia bahkan belum memastikan dengan benar apakah Siska benar putrinya atau bukan.


Dia hanya tahu Dona tiba-tiba kembali menemuinya disaat dia melahirkan seorang putri dan dia terpaksa harus mengakui Siska sebagai putrinya sebab dia memang sudah pernah menikah sebelumnya dengan Dona cukup jauh sebelum dia bertemu dengan ibu Sesilia, sehingga untuk menebus kesalahannya di masa lalu pada Dona dia harus mengikuti semua keinginan Dona saat ini.


"Setidaknya aku bisa membahagiakan mereka sekarang" gerutu Johanan sambil menatap sekilas kepada Dona dan Siska yang nampak begitu senang karena mereka berhasil mendekatkan diri dengan keluarga Bramantyo.

__ADS_1


__ADS_2