
"Ahaha....maafkan aku gadis kecil yang nakal, aku hanya menggoda mu, habisnya kau juga berpura-pura belum sadar sebelumnya bukan?" Jawabnya kepadaku,
Aku pun mengetahui kesalahan diriku sendiri dan aku merasa malu kepadanya karena aku ketahuan berpura-pura tidur sebelumnya, dan sekarang aku tidak tahu harus melakukan apa, aku hanya merasa malu dan hanya bisa tertunduk dengan lesu tidak berani menatap tuan Arnold lagi.
"Maafkan aku, aku hanya kesal kepadamu" ucapku dengan jujur.
Tuan Arnold langsung tersenyum kecil dan dia mendekatkan diri kepada Sesilia lalu memeluk Sesilia dengan erat, dia sangat mengkhawatirkan Sesilia dan hanya bisa memeluk Sesilia dengan sangat erat saat ini.
Aku juga merasa sedikit tidak enak hati dan kebingungan karena dia memelukku secara tiba-tiba, itu membuatku merasa kebingungan dan hanya bisa diam saja, meskipun dia memelukku cukup lama untuk beberapa saat, aku juga sudah berusaha mendorong dia perlahan dan meminta dia untuk melepaskan pelukannya dariku, tetapi dia justru malah semakin mempererat pelukannya itu.
"AA..ahhh...tu..tuan Arnold, apa yang kamu lakukan lepaskan aku, kenapa kau memelukku tiba-tiba seperti ini?" Tanyaku dengan heran dan degup jantungku mulai tidak bisa aku kendalikan.
Aku tidak ingin dia bisa mendengar degup jantungku ini, yang terasa sangat kencang tetapi dia tetap memelukku dengan erat.
"Tolong diamlah, izinkan aku memelukmu dengan erat untuk beberapa saat saja. Aku mohon kepadamu gadis kecil" ucap tuan Arnold sambil mempererat pelukannya.
Aku pun tidak bisa melakukan apapun lagi, disaat dia sudah mengatakan itu kepadaku, aku hanya bisa diam dan membiarkan dia memelukku hingga tidak lama kemudian dia mulai meminta maaf kepadaku untuk pertama kalinya.
"Sesilia tolong maafkan aku, aku tidak sungguh-sungguh saat mengusirmu semalam dan kau seperti ini karena kebodohanmu tolong maafkan aku, aku tidak ingin kehilanganmu gadis kecil" ucapnya dengan sorot mata yang begitu sayu.
Aku sangat tersentuh dengan ucapannya barusan, dia adalah orang kedua setelah ibuku yang mengatakan tidak ingin kehilanganku, aku sangat berharap dia akan menempati ucapannya itu, karena aku sungguh tidak memiliki siapapun lagi saat ini.
Dan dari tatapan matanya aku bisa melihat bahwa dia begitu tulus dalam mengungkapkan permintaan maafnya tersebut kepadaku dan karena melihat dia begitu tulus aku tidak bisa menolaknya aku lemparkan senyum kepadanya dan mengangguk untuk memaafkan dirinya.
"Tidak masalah aku seperti ini bukan sepenuhnya atas kesalahanmu tuan, dan aku sudah baik-baik saja sekarang, aku selalu merasa tenang dan aman ketika aku berada di sampingku" ucapku sambil tersenyum lebar,
__ADS_1
"Benarkah?, Apa kau sungguh sudah memaafkan aku dengan semudah itu?" Tanya tuan Arnold yang seakan tidak mempercayainya,
"Tentu saja, aku akan memaafkan mu dengan mudah selama itu bukan kesalahan yang besar karena aku mempercayaimu tuan, dan aku begini juga bukan karenamu aku seperti ini karena dia preman sialan yang mengejarku semalam" ucapku keceplosan.
Aku sungguh tidak berniat untuk mengadu kepadanya tentang apa yang terjadi kepadaku semalam tetapi aku justru malah keceplosan dengan sendirinya membicarakan mengenai dia preman yang mengejarku saat itu.
Tuan Arnold yang mendengar dua preman penyebab aku seperti ini, dia langsung mengerutkan kedua alisnya dan menatapku dengan tajam, dia merasa sangat penasaran dan langsung saja mendesakku untuk menceritakan semua yang terjadi sebelumnya.
"Apa, preman?, Jadi kau seperti ini karena dikejar preman?" Tanyanya dengan kaget,
"I..iya tapi sudahlah lagian mereka juga hanya preman jalanan tidak penting memperpanjang masalah dengan mereka" balasku berusaha melupakan masalah itu.
"Tidak bisa seperti itu! Preman mana yang berani mengganggumu di wilayahku!" bentaknya dengan mata yang terbuka lebar.
Tapi walau aku sudah berusaha mengesampingkan masalah itu, tetap saja tuan Arnold terus bertanya dan mendesak aku untuk menceritakan mengenai semua yang terjadi padaku semalam, termasuk apa yang dilakukan oleh kedua preman tersebut padaku.
"Tidak bisa begitu Sesilia, cepat katakan saja kepadaku dimana kau bertemu mereka dan kenapa mereka berurusan denganmu, lalu apa saja yang mereka lakukan kepadamu, cepat katakan Sesilia!" Ucapnya terus mendesakku,
"Sudahlah tuan, tidak ada yang terjadi padaku karena saat itu aku langsung berlari kabur dari mereka hingga aku berhasil melarikan diri, dan aku terluka hanya karena berlari dari kejaran mereka, itu saja" balasku kepadanya menutupi kejadian yang sebenarnya.
"Baiklah hentikan membicarakan preman-preman itu, dan kau istirahatlah lebih lama aku akan menyiapkan sarapan untukmu" ucapnya sambil membantuku merebahkan tubuhku lagi dengan perlahan.
Aku pikir ketika tuan Arnold sudah tidak mendesakku lagi, dia tidak akan mencari tahu kepada orang lain dan tidak akan mencari tahu lagi masalah kejadian tersebut lebih dalam, sehingga aku merasa tenang dan dia hanya pergi menyiapkan sarapan untukku.
Padahal disisi lain tepat setelah keluar dari kamar Sesilia tuan Arnold langsung menyuruh sekretaris Ken untuk memeriksa kamera cctv yang ada di gerbang depan kediamannya dan dia menyuruh sekretaris Ken untuk datang ke rumah dan mencari tahu mengenai kedua preman yang mengejar Sesilia itu.
__ADS_1
"Tidak mungkin tiba-tiba saja ada preman di dalam area tempat tinggalku yang terjaga aman ini, bahkan di jalanan depan juga tidak mungkin ada preman murahan yang berani masuk ke dalam kawasanku, ini pasti ada sesuatu yang salah" gerutu tuan Arnold memikirkan.
Dia tetap merasa semua ini adalah sesuatu yang aneh baginya, sebab selama ini di kawasan kekuasaan dirinya tidak pernah ada siapapun yang melapor bahwa ada prampok maupun preman jalanan disekitar sana.
Meskipun banyak jalanan sepi yang terdapat di sekitar sana tetapi, preman itu sangat tidak masuk akal baginya, di tambah dia juga mendapatkan sebuah surat undangan pesta pertunangan dari sekretaris Ken tadi malam, dan itu sekretaris Ken dapatkan dari tangan Sesilia ketika dia tidak sadarkan diri.
Meski tuan Arnold tidak mengenal siapa pasangan yang ada di dalam foto kartu undangan tersebut tetapi dia yakin Sesilia pasti mengenal mereka berdua itulah, mengapa dia menyimpan kartu undangan tersebut, dia hanya takut Sesilia akan menanyakannya, sebab dia tahu bahwa kartu undangan itu dirancang menjadi syarat masuk ke dalam pesta tersebut.
"Aku yakin ini tidak sesederhana kelihatannya, apalagi luka yang di dapatkan oleh gadis kecil itu terlalu parah, dan itu tidak seperti hanya dikejar preman biasa" gerutu tuan Arnold semakin curiga.
Hingga tidak lama sekretaris Ken sampai di kediamannya dan dia sudah memeriksa hasil rekaman cctv di depan gerbang tersebut dan sekretaris Ken juga sudah mendapatkan seluruh informasi penuh mengenai Sesilia, dia betapa kaget saat mengetahui semua kebenarannya dan langsung bergegas menemui tuan Arnold.
"Tok....tok....tok.... tuan cepat buka pintunya tuan!" Teriak sekretaris Ken tergesa-gesa.
Dia sudah tidak sabar lagi untuk memberitahu semua kebenaran yang terjadi pada Sesilia dan apa yang membuat Sesilia sampai seperti itu.
Tuan Arnold segera membuka pintunya untuk sekretaris Ken dan sekretaris Ken langsung menarik tangan tuan Arnold dengan cepat dan dia membawa tuan Arnold ke dalam ruangan kerjanya di kediaman tuan Arnold sendiri.
"Hey, Hey.... Sekretaris Ken berani sekali kau menyeret tanganku seperti tadi?" Bentak tuan Arnold sambil menghempaskan tangannya dengan kuat,
"Ayolah tuan Arnold ini sangat mendesak jangan marah dahulu, coba kau perhatikan ini lihat rekaman cctv nya dan dengarkan percakapan kedua preman ini" ucap sekretaris Ken memperlihatkan rekaman video dari tablet di tangannya.
Di dalam video rekaman cctv tersebut terlihat jelas kejadian yang terjadi pada Sesilia semalam dimana dia dikejar oleh dua orang preman berbadan kekar dan dia sampai memanjat pagar tinggi rumah tuan Arnold hingga terjatuh karena ulah dia preman sialan itu, selain itu tuan Arnold juga bisa mendengar dengan jelas.
Percakapan yang diucapkan oleh kedua preman itu diaman dia mengetahui bahwa itu bukan preman biasa melainkan preman suruhan seseorang.
__ADS_1