
Setidaknya masih ada sekretaris Ken yang memperdulikan aku dan mau membantuku untuk turun dengan cepat, tidak tahu lagi jika dia tidak ada mungkin aku akan meloncat dari ranjang itu hingga ke bawah.
Sekretaris Ken menuntunku berjalan dengan perlahan tapi aku masih sangat lemas dan tidak ada energi yang tersisa di tubuhku sehingga sulit sekali untukku berjalan, aku sendiri juga tidak mengerti kenapa aku tiba-tiba menjadi selemah ini, padahal sebelumnya aku adalah gadis yang kaut dan tidak mudah terserang penyakit.
"Kak Ken aku sudah tidak sanggup berjalan lagi, aku sangat lemas sungguh" ucapku dengan wajah yang lesu,
"Ta..tapi bagaimana aku tidak mungkin menggendongmu, jika tuan Arnold mengetahuinya dia pasti akan memarahi kita berdua, ayo gadis kecil kamu harus kuat kita sebentar lagi akan sampai ke mobil oke" ucap Sekretaris Ken kepadaku.
Aku hanya menanggapinya dengan anggukan pelan dan terus berusaha untuk tetap berjalan sambil menahan kakiku yang perlahan menjadi semakin lemas dan sulit untuk digerakkan, sebelumnya dokter tadi memang sudah memberitahuku bahwa aku harus beristirahat dengan penuh dan mungkin aku akan menjadi lemah hanya dengan aktivitas kecil.
Tetapi sebelumnya aku mengabaikan ucapan dokter itu karena ku pikir aku sudah bugar dan kuat namun ternyata aku memang lemah dan tidak memiliki energi sama sekali.
Disisi lain tuan Arnold yang sudah menunggu mereka berdua di depan mobil dia sudah sangat kesal karena mereka tidak kunjung sampai juga, hingga akhirnya tuan Arnold kembali masuk ke dalam rumah sakit dan menyusul mereka, hingga tidak jauh dari tempatnya berdiri dia melihat Sesilia yang di bopong oleh sekretaris Ken dan terlihat jelas Sesilia yang begitu lemah.
Melihat itu tuan Arnold langsung berlari dengan cepat menghampiri mereka dan langsung menggendong Sesilia dengan cepat, sambil membentak sekretaris Ken karena melihat sekretaris Ken yang membiarkan Sesilia terus berjalan seorang diri padahal sudah jelas Sesilia terlihat begitu lemah dan tidak bisa bertahan lebih lama lagi jika dipaksakan terus berjalan seperti itu.
"Aishh...Ken ada apa denganmu, kenapa kau membiarkan dia berjalan disaat kondisinya seperti ini?" Bentak tuan Arnold dengan matanya yang terbelalak lebar,
"Ta...tapi tuan, tadi itu ...aku..." Ucap sekretaris Ken terbata-bata,
Tanpa basa basi lagi tuan Arnold langsung menggendong Sesilia dan segera membawanya masuk menuju mobil, begitu juga dengan sekretaris Ken yang ikut menyusul dari belakang lalu segera masuk untuk mengemudi mobil.
__ADS_1
"Ken bisakah kau melajukan mobil dengan lebih cepat?" Bentak tuan Arnold penuh dengan emosi.
Dengan gugup dan sedikit takut sekretaris Ken mulai menaikkan laju kendaraannya lalu melesat dengan cepat menuju kediaman tuan Arnold, sehingga sesampainya di sana tuan Arnold langsung membawa Sesilia menuju kamar dan menidurkannya dengan cepat.
"Istirahatlah dengan tenang, aku akan kembali memeriksamu nanti" ujar tuan Arnold lalu pergi dari kamar tersebut dan menutup pintu dengan pelan.
Aku yang memang merasa sangat lelah, langsung saja tertidur saat itu juga sebab mataku sudah terasa sangat mengantuk dan tubuhku sungguh membutuhkan istirahat yang lama.
Meski sebelumnya aku sangat kesal dan emosi kepada tuan Arnold sebab dia yang menyebabkan aku seperti ini dan dia juga sempat mengabaikan aku ketika aku berjalan keluar dari ruang rawat, tetapi setelah melihat dia yang menggendongku dengan cepat barusan aku merasa dia tidak seburuk sebelumnya.
Tuan Arnold keluar dan menemui sekretaris Ken lalu dia menatap Ken dengan tajam dan menyuruh sekretaris Ken untuk tetap di rumah itu padahal jelas sekretaris Ken harus kembali ke perusahaan terlebih dahulu karena harus menyelesaikan rafat bersama pemimpin departemen disana.
"Ken mau kemana kau, duduk ada yang ingin aku bicarakan kepadamu" ucap tuan Arnold dengan wajah yang begitu serius.
"Maaf tuan tapi rafat di kantor masih harus saya selenggarakan dan itu harus diselesaikan hari ini, sehingga saya harus kembali kesana secepatnya" ucap sekretaris Ken beralasan,
"Heh, disini aku bosmu, kau tidak telpon orang di kantor dan katakan untuk membatalkan rafat tersebut, maka kau bisa tetap disini mendengarkan ucapanku" balas tuan Arnold masih tetap menahan sekretaris Ken.
Sudah banyak alasan yang diutarakan oleh sekretaris Ken untuk meloloskan diri dari ocehan tuan Arnold tetapi dia tidak bisa pergi dari sana dengan mudah sehingga dia hanya bisa pasrah dan menghembuskan nafas kasar.
"Hhhaaa...ya sudah iya...ada apa tuan Arnold Albertus yang terhormat?" Tanya sekretaris Ken yang akhirnya duduk juga di sofa ruangan tengah tersebut berhadapan dengan tuan Arnold.
__ADS_1
"Aku memang tidak bisa kabur darinya dasar Arnold sialan" gerutu sekretaris Ken menahan emosi.
Tuan Arnold seperti tengah kesal dan menahan emosinya sedari tadi kepada sekretaris Ken sampai akhirnya ketika sekretaris Ken mempersilahkan dia untuk mengutarakan niatnya, tuan Arnold sudah tidak merasa ragu lagi dan dia langsung berbicara pada sekretaris Ken saat itu juga.
"Ken jawab aku dengan jujur, kenapa gadis nakal itu bisa menurut denganmu, bahkan dia memanggilmu dengan sebutan kakak, apa yang kau lakukan padanya sampai dia patuh terhadapmu?" Tanya tuan Arnold yang membuat sekretaris Ken terperangah membelalakkan matanya lebar.
Awalnya sekretaris Ken pikir tuan Arnold akan memarahi dia mengenai dirinya yang memaksakan Sesilia untuk terus berjalan sendiri dalam kondisi lemah seperti tadi, tapi rupanya tuan Arnold justru malah menanyakan hal lain yang baginya itu adalah hal yang tidak penting untuk dipertanyakan apalagi di bahas oleh mereka berdua saat ini, sebab masih ada rafat yang jauh lebih penting untuk dia hadiri.
Sekretaris Ken tidak menyangka dan sangat merasa heran dengan apa yang dipertanyakan oleh tuan Arnold kepada dirinya sehingga dia bahkan sulit untuk menjelaskan yang sebenarnya.
"Astaga....jadi kau menahanku disini hanya untuk membahas hal semacam itu?" Balas sekretaris Ken sambil menatap penuh keheranan.
"Memangnya kenapa? Itu hal yang penting untukku" balas tuan Arnold,
"Apa lebih penting dari rafat departemen?" Tambah sekretaris Ken,
"Ya, tentu saja ini jauh lebih penting karena ini menyangkut...." Ucap tuan Arnold yang hampir keceplosan,
"Aishh....sudah kuduga kau pasti memiliki perasaan lebih pada gadis kecil itu, kau tidak bisa membohongiku lagi sekarang" balas sekretaris Ken sambil menggelengkan kepalanya.
Bagaiman sekretaris Ken tidak kesal dia sudah hampir ketakutan dan merelakan dirinya untuk tidak hadir dalam rafat penting hari ini hanya karena tuan Arnold menahannya dan tidak memberikan izin kepadanya namun ternyata hanya hal semacam ini yang dia bahas dan itu membuat sekretaris Ken sungguh tidak habis pikir terhadap tuan Arnold.
__ADS_1
"Ya sudah sekarang jawab saja pertanyaanku tadi, apa sebenarnya hubunganmu dengan gadis nakal itu?" Tanya tuan Arnold lagi yang terlihat begitu penasaran,
"Kau kan tahu sendiri aku hanya memperlakukan dia sama seperti apa yang kau perintahkan kepadaku, dia memanggilku kakak hanya karena aku sebagai walinya dan aku hanya bisa berpura-pura menjadi kakaknya saat mendaftar di kampus, menurutmu apa aku harus berpura-pura menjadi ayahnya?" Balas sekretaris Ken menjelaskan dengan perasaan yang jengkel.