Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang

Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang
Perihal Pakaian


__ADS_3

Ke esokan paginya hari di mana perkuliahan sudah dimulai pun tiba, aku bangun pagi lebih awal dari biasanya dan sudah bersiap-siap untuk pergi kuliah tapi aku lupa aku kabur dari rumah kemarin tanpa membawa apapun dan hanya pakaian yang aku pakai saat ini saja, bahkan aku tidak tahu harus memakai apa sekarang dan pakaian yang ku pakai saat ini juga sudah sangat bau karena aku tidak menggantinya sejak kemarin.


Aku pergi mencari tuan Arnold karena sungguh tidak ada satu pun pelayan di rumah itu, aku menaiki tangga dan mencari dimana kamar tuan Arnold.


"Aishh ...kamarnya yang mana sih kenapa banyak sekali pintu di sini, atau aku berteriak saja yah sampai dia keluar dari kamarnya?" Ucapku berbicara memikirkan sendiri,


Aku pun berteriak dengan kencang memanggil tuan Arnold itu sekeras yang aku bisa.


"Tuan Arnold....tuan Arnold dimana kau....hey...tuan aku harus pergi ke kampus ini hari pertama ke kampus untukku...tuan Arnold....tolong keluarlah!" Teriakku sangat kencang.


Arnold yang saat itu sudah bangun dan dia tengah memakai dasi di lehernya dia sangat geran mendengar teriakkan Sesilia yang begitu kencang dan lebih mirip klakson truk di jalanan yang membuat telinganya berdengung menjadi kebas.


Karena tidak tahan dengan suaranya tuan Arnold segera keluar dari kamar dengan wajah merah padam tatapan tajam yang langsung menusuk menatap ke arah Sesilia yang berjalan menghampiri dia tanpa rasa takut sedikitpun.


"Ehh...itu dia...tuan....kau?" Ucapku merasa heran karena melihat ekspresi wajahnya yang tidak senang.


"Tuan jangan marah aku mencarimu dengan berteriak karena aku tidak tahu dimana letak kamarmu dan lagi di rumah ini tidak ada satupun orang yang bisa aku panggil selain dirimu makanya aku berteriak mencarimu, tolong jangan marah ya tuan" ucapku memohon dengan memasang wajah yang berbinar.


Usahaku tidak sia-sia dan tuan Arnold akhirnya tidak jadi memarahiku tapi dia seperti mengendus terus ke arahku dan mendorongku sedikit ke belakang.


"Aishh ..kenapa kau bau sekali, sana pergi mandi!" Bentak tuan Arnold padaku,


"Tuan aku sudah mandi tapi pakaianku tidak pernah berganti tentu saja akan tetap bau, kau tahu aku tidak membawa pakaian atau apapun saat kabur dari rumah sekarang aku harus bagaimana?" Tanyaku kepadanya.

__ADS_1


Arnold langsung menepuk jidatnya pelan dia benar-benar lupa jika gadis itu datang ke rumah tanpa membawa apapun dia pun langsung mengajak Sesilia untuk masuk ke kamarnya.


"Ya sudah ayo masuk" ajaknya begitu saja.


Aku tersentak kaget saat mendengar dia mengajakku masuk ke dalam kamarnya tanpa basa basi, sehingga aku hanya menatapnya dengan heran dan kedua alis yang dinaikkan bersamaan, tapi belum sempat aku menjawab dia sudah langsung menarik tanganku dan membawaku masuk ke dalam kamarnya.


"Aduhh...tuan kenapa kau malah membawaku masuk kemari?" Tanyaku dengan kesal dan bingung,


"Diam dan tetaplah berdiri di situ, aku akan mengambilkan pakaian untukmu" ucapnya menyuruhku berdiri di depan pintu.


Aku hanya menuruti apa yang dia katakan hingga akhirnya dia tiba dan membawa handuk putih serta beberapa setel kemeja putih di tangannya, aku heran melihatnya membawa pakaian kemeja putih miliknya ke arahku.


"Tuan jangan bilang kau mau memintaku untuk memakai pakaianmu itu" ucapku mencurigainya,


"Tentu saja memangnya apa lagi, kau pikir aku memiliki pakaian wanita di rumah ini, aku hanya tinggal sendiri dan hanya pakaian kerja saja yang aku miliki, tidak mungkin kamu akan memakai pakaian santaiku, sudah pakai kemeja ini kau pilih mana yang cukup dengan ukuranmu, semuanya sudah tidak aku pakai" ucapnya sambil melempar pakaian itu tepat mengenai wajahku.


"Aaahhh...aishh...kau menyebalkan...brukkk..." Ucapku kesal sambil berjalan masuk ke kamar mandi kamarnya.


"Ahaha....kau dasar gadis kecil nakal hahaha...bisa bisanya dia tertimbun dengan pakaianku dasar kerdil" ucapnya terus mengejekku.


Aku sangat tidak terima dia mengataiku kerdil tapi aku hanya mengabaikannya saja karena aku harus segera berganti pakaian, sudah hampir semua kemeja putih itu aku coba tapi semuanya kebesaran tidak ada satu pun yang pas dan cocok dengan ukuranku aku sudah sangat kesal dan lelah untuk mencobanya lagi sehingga aku segera keluar dengan memakai meja terakhir yang aku pakai.


"Tuan....semuanya tidak cocok dengan tubuhku, kau lihat ini" ucapku sambil merentangkan tangan dan memperlihatkan betapa kebesarannya kemeja dia yang aku pakai,

__ADS_1


Bukannya berpikir atau mengataka apapun dia justru malah semakin tertawa keras sambil memukul ranjangnya sendiri berkali kali.


"Apa?, Ahaha....kau terlihat sangat kerdil dan lebih mirip kurcaci di bandingkan seorang manusia ahaha....atau jangan-jangan kau memang seorang kurcaci yah?, Haha...lucu sekali...sini kemari kau biar aku potret dirimu, sini cepat...ayo berfose...cepat..." Ucapnya yang malah memotretku tanpa izin menggunakan ponselnya.


Aku sangat kesal dan hanya menatapnya dengan cemberut, dia sangat menjengkelkan sedangkan waktu terus berjalan aku, menghampirinya dan berniat merebut ponsel di tangannya yang terus memotret diriku seperti tadi.


"Kau...kemarikan ponselnya... kemarikan berikan padaku....aishhh..." Ucapku sambil terus berusaha meraih ponsel itu dari tangannya.


Sayangnya dia mengangkat tangannya terlalu tinggi untukku sehingga aku kesulitan untuk meraihnya aku pun terus berusaha menari tangannya itu hingga tidak sadar aku malah memanjat ranjangnya dan memeluk dia karena ingin meraih ponsel di tangannya tersebut sampai akhirnya aku dan dia malah jatuh ke ranjang yang sama dan aku tepat berada diatas tubuhnya.


"E..e...ehhh....aaaa..." Ucapku langsung tertegun karena jatuh diatas tubuhnya.


Aku sulit menelan salivaku sendiri saat melihat wajahnya berada terlalu dekat denganku sedangkan dia juga sama terdiamnya denganku hingga aku segera bangkit berdiri dan merapihkan pakaianku, meskipun itu tetap kebesaran.


Suasana langsung berubah menjadi canggung dan dia juga tidak mengatakan apapun kepadaku, hingga akhirnya dia mulai mengatakan sesuatu mengenai pakaianku.


"Aku akan sudah menghubungi sekretaris Ken untuk membelikan beberapa pakaian untukmu, kau tunggu saja sampai dia tiba itu tidak akan lama" ucapnya kepadaku.


Aku langsung membalikkan badan menghadapnya dan tersenyum senang, bodohnya aku hanya karena sebuah kesenangan kecil seperti itu aku sudah lupa dengan kejadian yang baru saja terjadi antara aku dan dia.


"Wahh ...benarkah, akhirnya aku bisa pergi kuliah...hehe... terimakasih tuan Arnold kalo begitu aku akan kembali ke luar menunggu sekretaris Ken" ucapku sambil berjalan senang menuju pintu keluar.


Aku berjalan keluar dengan perasaan ruang gembira dan duduk di sofa menunggu kedatangan sekretaris Ken dengan sangat tidak sabar.

__ADS_1


Sedangkan disisi lain tuan Arnold langsung menghembuskan nafas lega setelah Sesilia keluar dari kamarnya, dia benar-benar merasa aneh pada dirinya sendiri karena dia merasa perasaannya tidak dapat dia kendalikan ketika bersama gadis kecil itu.


Saat kejadian tadi dimana dia jatuh bersama dengan Sesilia dia merasa jantungnya berdetak sangat kencang dan dia sulit menahan keinginannya untuk melakukan sesuatu pada Sesilia namun untunglah Sesilia segera bangkit jika tidak Arnold sendiri tidak tahu apa yang akan dia lakukan pada Sesilia nantinya.


__ADS_2