Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang

Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang
Bertemu Brain


__ADS_3

Brain yang sangat ingin bekerja sama dengan tuan Arnold untuk menaikkan nilai perusahaan keluarganya dia pun dengan segera berusaha mendekatkan diri dengan tuan Arnold karena dia pikir itu adalah waktu yang tepat untuk bisa menjilat tuan Arnold dan membuat hubungan mereka lebih dekat di masa depan.


"Ahh...begitu ya, tuan sebaiknya biarkan anak buah saya saja yang mencari orang yang anda maksud, dan kita bisa mengobrol sebentar mengenai bisnis di dalam" ujar Brain mulai melancarkan aksinya.


Tuan Arnold yang sudah mengetahui akal bulus dari Brain dia sama sekali tidak menanggapi ucapan Brain dan dia mengabaikannya begitu saja sambil berjalan pergi meninggalkan tempat itu tanpa sepatah katapun.


Brain yang merasa diabaikan oleh tuan Arnold dia masih bersih keras untuk berbicara dan mendekatkan dirinya pada tuan Arnold.


"Eh..tuan....tuan jika tidak izinkan saya membantu anda mencari orang tersebut" teriak Brain yang membuat tuan Arnold jengkel dan kesal.


Tuan Arnold menghentikan langkahnya lalu dia segera membalikkan badan dan menegaskan ucapannya lagi kepada Brain.


"Jangan urusi urusan saya, dan berhentilah menjilat padaku, kau terlihat seperti an*ing!" Ucap tuan Arnold yang seketika membuat Brain terdiam mematung.


Setelah berbicara sekasar itu tuan Arnold kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan tempat itu sedangkan Brain benar benar terluka dengan perkataan tuan Arnold yang menyamakan dirinya dengan seekor hewan liar seperti itu, dia mengepalkan kedua lengannya dengan kuat dan sejak saat itu dia menjadi membenci tuan Arnold.


"Huuh dasar sombong, jika bukan demi perusahaan aku juga tidak ingin bersikap seperti ini kepada orang berhati batu sepertinya" gerutu Brain sambil berjalan kembali menuju mobilnya.


Dia masuk ke dalam mobilnya sambil terus menggerutu kesal dan membanting pintu mobilnya sendiri dengan keras hingga membuat Sesilia yang berada bersembunyi di jok belakang langsung terperanjat kaget dan akhirnya malah ketahuan oleh Brain.


"Bruggghhh" suara pintu yang dibanting keras oleh Brain.


"ASTAGA...." Teriak Sesilia yang kaget sambil memegangi lengannya yang masih terluka dan terasa sakit.


Brain kaget bukan main saat melihat seorang perempuan berada di dalam mobilnya.


"Arkkhhh.....siapa kau?, Kenapa kau bisa ada di dalam mobilku dengan pakaian penuh darah seperti itu?" Teriak Brain dengan mata yang terbuka sempurna.


Sesilia juga baru tersadar jika dia masuk ke dalam mobil orang lain secara acak dan kini dia malah ketahuan oleh pemilik mobilnya seperti itu, Sesilia benar benar bingung dan gugup untuk menjelaskan posisinya saat ini kepada pria di depannya yang dia kenal bahwa pria itu adalah Brain.

__ADS_1


"Astaga...sial sekali aku hari ini, bagaimana bisa aku malah masuk ke dalam mobil kak Brain" gumam Sesilia merasa frustasi,


Brain yang bertanya dengan keras dan malah tidak mendapatkan jawaban dari perempuan di belakang mobilnya dia pun kembali membentak dengan lebih keras sampai membuat Sesilia semakin takut tak karuan.


"Heh, apa yang kau pikirkan, kenapa kau diam saja cepat keluar dari mobilku untuk apa kau masih duduk di situ, aishhh mengotori mobil mewahku saja" bentak Brain dengan kedua alis yang dikerutkan.


"Eu...eu...kak tolong maafkan aku, aku sedang dalam bahaya tadi makanya tidak sengaja masuk ke mobilmu untuk berlindung, tolong bawa aku pergi dari sini mungkin orang yang mengejarku masih berada di sekitar sini, aku takut di tangkap mereka lagi" ungkap Sesilia berkata sejujurnya.


Lagi dan lagi Brain kembali terperangah sampai membuka mulutnya lebar saking kaget bercampur kesal dengan perempuan di belakangnya itu, Brain tetap tidak percaya dan tidak perduli dengan perkataan yang dikatakan oleh Sesilia padanya.


"Apa?, Kau dikejar orang jahat? Haha" balas Brain yang tidak mempercayainya,


"Iya kak, aku sungguh dikejar orang jahat, dan aku juga mengenalmu jadi bisakah kau membawaku pergi dari sini aku meminta bantuanmu, aku mohon kak" ucap Sesilia memohon,


"Haha...untuk apa aku menolongmu, memangnya apa yang akan aku dapatkan dari menolong wanita gembel sepertimu, dan satu lagi jangan bersikap seolah-olah kau sangat mengenalku karena aku ini memang terkenal semua orang banyak yang mengenalku tetap aku tidak mengenal mereka termasuk kau!" Balas Brain dengan sinis dan sombong.


"Kak setahuku Brain yang dipuja semua orang bukan orang sepertimu" kata Sesilia membalas ucapannya.


"KAU!" sambung Brain sambil mengerucutkan bibirnya menahan emosi.


Dia pun kembali mengusir Sesilia dan bahkan menarik lengan Sesilia dan memaksanya untuk keluar dari mobil secara paksa.


"Sudah kemari kau, cepat keluar dari mobilku!" Bentak Brain sambil terus menarik Sesilia dengan kasar.


Sesilia tidak ingin keluar dari mobil tersebut karena dia pikir itu adalah tempat paling aman untuk bersembunyi dari kejaran kedua pria asing yang dia temui sebelumnya, apalagi Sesilia mengetahui bahwa kedua pria asing itu masih berkeliaran di sekitar sana tengah mencari keberadaannya.


"Tidak...aku tidak mau...lepaskan tanganku kak itu sakit" teriak Sesilia merasakan lengannya yang sakit,


Brain tetap tidak menghiraukan teriakkan dari Sesilia dan terus berusaha menarik Sesilia keluar dari mobilnya dengan paksa sampai akhirnya dia mengambil aba aba dan menarik Sesilia sekaligus sampai membuat Sesilia tersungkur jatuh ke tanah cukup keras.

__ADS_1


"Arkhhh.....brukkkk" teriak Sesilia dan dia jatuh ke tanah dengan keras.


Tuan Arnold yang berada tidak jauh dari sana dia mendengar teriakkan Sesilia dan langsung berlari dengan cepat mencari asal suara tersebut sampai dia melihat dengan mata kepalanya sendiri di mana Sesilia sudah jatuh tersungkur di tanah dan Brain yang tengah memarahinya.


"Huuh rasakan itu siapa suruh kau begitu keras kepala tidak ingin pergi dari mobilku!" Bentak Brain yang tidak memiliki rasa bersalah sedikitpun.


Tuan Arnold sangat marah dan dirinya di penuhi dengan emosi yang membeludak dalam dirinya dari kejauhan dia langsung berteriak menyebut nama Brain sangat keras sambil berjalan menghampirinya dengan tatapan mata yang tajam.


"BRAIN BRAMANTYO!" teriak tuan Arnold yang membuat Sesilia juga Brain beralih menatap ke arahnya seketika.


Brain menatap dengan heran melihat wajah tuan Arnold begitu merah dengan kedua lengannya yang mengepal kuat, dan dari dirinya memancarkan aura yang sangat menyeramkan.


"Ya ampun ada apa dengan tuan Arnold, apa aku menyinggungnya lagi?" Gerutu Brain merasa heran.


Saat sudah berada tepat berhadapan dengan Brain tuan Arnold sudah melayangkan lengannya dan hampir memukul Brain dengan penuh emosi namun tingkah sekretaris Ken datang telat waktu dan dia berhasil menahan kepalan tangan tuan Arnold yang hampir melukai wajah mulut Brain yang selalu dia banggakan.


"Tuan berhenti, apa yang anda lakukan dia adalah tuan muda keluarga Bramantyo, kau tidak bisa melukainya di depan umum seperti ini, itu akan merusak citramu" bisik sekretaris Ken berusaha menenangkan tuan Arnold.


Mendengar bisikan dari sekretaris Ken tuan Arnold pun menghempaskan lengannya ke bawah dan dia beralih menatap ke arah Sesilia yang masih duduk di tanah sambil tertunduk ketakutan.


Tanpa basa basi tuan Arnold menarik lengan Sesilia dan memaksanya untuk kembali ikut bersamanya.


"Kau ayo ikut aku" ucap tuan Arnold sambil menarik lengan Sesilia dengan paksa.


"Eughh...lepaskan, tuan lepaskan aku...." ucap Sesilia berusaha berontak.


Sekretaris Ken mengurus urusan dengan Brain dan meminta maaf atas sikap tuannya tersebut.


"Tuan muda Brain saya mewakili tuan Arnold mengucapkan permintaan maaf atas kejadian barusan, dan sebaiknya anda tidak bersikap kasar kepada seorang perempuan terutama gadis kecil tadi atau perusahaan mu akan berada di ujung tanduk" ucap sekretaris Ken dengan tegas dan wajah yang datar penuh ancaman juga peringatan kepada Brain.

__ADS_1


__ADS_2