Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang

Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang
Ikut ke kantor


__ADS_3

Ketika mengingat lagi mengenai sosok Tante Maria entah kenapa aku langsung menjadi murung dan sedih sekali, aku sangat menyayanginya dan merindukan dia padahal baru satu hari satu malam saja tidak bertemu dengannya, aku masih harus tetap melanjutkan hidupku meski ibuku telah pergi begitu juga dengan Tante Maria yang tidak bisa aku temui untuk saat ini, kesedihan di dalam diriku sedikit terobati ketika kami sudah sampai di kampus.


Melihat kampus dengan bangunan menjulang tinggi dan sangat mewah aku sungguh tidak sabar untuk masuk ke dalam saat itu, tuan Arnold sudah tidak bersama kami karena sebelumnya dia sudah pergi ke kantornya sedangkan kini hanya aku dan sekretaris Ken yang pergi ke kampus, sekretaris Ken memperlakukan aku dengan sangat baik dia juga membantuku membukakan pintu mobil dan menuntun tanganku hingga kami masuk ke dalam gedung kampus.


"Waahhh... sekretaris Ken ini sangat luar biasa meski aku sudah pernah ke sini sebelumnya tapi tetap saja aku kagum ketika melihat bangunan yang luas ini" ucapku sambil terus melihat kesana kemari,


"Sudah...sudah...ayo kita pergi ke ruang pendaftarannya" ucap sekretaris Ken sambil membawaku kesana dengan segera.


Kami duduk menunggu antrian hingga akhirnya giliran kami tiba dan beberapa orang yang menangani masalah administrasi juga pendaftaran ulang mulai meminta data-data pribadi milikku namun sekretaris Ken segera bicara kepada mereka mengenai hal itu sehingga mereka langsung memahaminya terlebih disaat sekretaris Ken mengatakan mengenai tuan Arnold mereka bahkan langsung berhenti bertanya.


Dan hanya menanyakan siapa waliku dengan cepat sekretaris Ken mengatakan bahwa dirinya adalah kakakku sehingga dia menjadi wali untukku saat itu, aku hanya diam dan terus menahan tawa saat melihat sekretaris Ken terlihat gugup ketika terpaksa harus berpura-pura menjadi kakakku.


Hingga akhirnya semua pendaftaran selesai dan aku sudah mulai bisa masuk kuliah secera normal mulai besok aku dan sekretaris Ken segera kembali keluar dari gedung kampus yang mewah tersebut namun aku menggoda sekretaris Ken sebab dia sangat menggemaskan ketika terlihat gugup saat dia berbohong sebelumnya kepada mereka.


"Ekhmm.... sekretaris Ken bisakah aku memanggilmu kak Ken mulai sekarang?" Tanyaku kepadanya sambil tersenyum senang,


"Ehh, apa?, Sudahlah itu hanya sebagai wali kau bebas memanggilku apapun yang kau mau gadis kecil" balasnya membuatku sangat senang.


"Wahh...benarkah, kak Ken apa itu benar-benar boleh? Apa kamu tidak keberatan?" Tanyaku lagi untuk memastikan karena masih merasa tidak percaya sepenuhnya,


"Iya...gadis kecil yang bawel, sudah ayo masuk kita harus segera kembali ke rumah dan aku akan ke kantor untuk bekerja" ucapnya sambil membukakan pintu untukku.

__ADS_1


Aku sangat senang dan segera masuk ke dalam, tapi saat sekretaris Ken mulai melajukan mobilnya aku mulai meminta dia untuk ikut bersamanya ke perusahaan karena aku merasa bosan tinggal di rumah mewah milik tuan Arnold seorang diri.


"Kak Ken, boleh aku meminta sesuatu kepadamu, kau kan sekaranga sudah menjadi kakak ku" ucapku mulai mengutarakannya,


"Apa katakan saja?" Balasnya dengan santai,


"Boleh aku ikut denganmu?, Aku ingin ikut ke perusahaan saja, aku tidak mau kembali ke rumah disana sangat membosankan aku tidak suka" balasku kepadanya dengan memasang wajah menyedihkan.


Aku berharap dia bisa mengijinkan aku dengan memasang wajah menyedihkan dia pasti akan mengabulkan keinginan itulah yang aku pikirkan, dan ternyata benar saja dia langsung mengijinkan aku dan memperbolehkan ku untuk ikut bersamanya ke perusahaan meskipun dengan beberapa syarat yang dia katakan kepadaku.


"Aishh....ya sudah kau akan ikut denganku tapi ingat syaratnya kau harus menuruti semua ucapanku begitupun dengan tuan Arnold jangan membuatnya kesal atau marah dan jangan mengganggu karyawan lain dalam bekerja, ingat jangan membuat kekacauan apa kau mengerti?" Ucapnya menasehati ku,


"Baguslah jika kamu mengerti" balas sekretaris Ken sambil kembali fokus menyetir menatap ke depan dengan serius.


Aku sangat senangeskipun di dalam lubuk hatiku aku masih menyimpan sebuah rasa dendam terhadap ayahku yang justru lebih memilih mempertahankan istri serta putri simpanannya dibandingkan dengan aku yang sudah jelas adalah putri kandungnya sendiri hasil dari darah dagingnya.


Tapi setiap kali aku mengingat tentang mereka aku segera menghampaskan pikiranku dengan cepat lagi pula ketika aku melihat tanganku yang dibalut perban aku langsung ingat bahwa dia bukan ayahku lagi mulai saat ini dan seterusnya semuanya sudah selesai diantara aku dan Johana, dan aku juga akan melaksanakan keinginan ibuku yang terakhir yakni aku harus membahagiakan diriku sendiri dan membiarkan mereka mendapatkan karmanya sendiri.


Saat aku melamun sambil melihat tanganku yang diperban aku tidak sadar jika kami ternyata sudah sampai di depan perusahaan dan sekretaris Ken menyuruhku untuk keluar sehingga membuat aku langsung tersadar dalam seketika.


"Sesilia ayo keluar" ucap sekretaris Ken menyadarkan aku dari lamunanku sendiri,

__ADS_1


"Ahh...iya ternyata kita sudah sampai yah" balasku sambil segera keluar dari mobil.


Sekretaris Ken langsung membawaku masuk ke dalam perusahaan yang sangat besar tersebut dan saat aku masuk ke dalam semua karyawan yang aku temui mereka semua langsung menunduk memberi hormat dan mengucapkan salam menyapa sekretaris Ken, aku kagum dan sedikit kaget saat melihatnya.


Karena aku berjalan dengan sekretaris Ken tepat di sampingnya aku merasa sedikit canggung sebab orang-orang disana terus saja memberikan hormat kepada sekretaris Ken, hingga ketika kami masuk ke dalam lift dan hanya ada aku dan dia saja di dalam sana barulah aku berani berbicara kepada sekretaris Ken.


"Wahhh...kak Ken kau hebat, semua orang menghormatimu dan cara berjalannya sangat berkarisma, kau memang luar biasa kak haha aku kagum denganmu" ucapku sambil memberikan dua jempol tanganku kepadanya.


Sedangkan dia hanya tersenyum kecil menanggapi ucapanku hingga akhirnya kami sampai di lantai paling atas lalu sekretaris Ken membawaku ke ruangan tuan Arnold, aku hanya terus mengikutinya dengan baik dan tidak melakukan apapun sesuai dengan yang dia katakan untuk tidak melakukan kekacauan.


Ketika masuk ke dalam ruangan tuan Arnold ku lihat sekeliling ruangan itu sangat luas dan itu sangat tertata rapih, aku tidak bisa menahan diriku saat melihatnya, dan mulutku ini sungguh tidak bisa aku tahan.


"Wahhh...apa ini ruanganku kak, hebat sekali?" Tanyaku pada sekretaris Ken.


Sekretaris Ken tiba-tiba saja membekap mulutku dan menyuruhku untuk diam sehingga aku langsung mengangguk patuh dan akhirnya dia melepaskan kembali mulutku dari bekapannya.


"Aishh...sial apa dia ini bodoh, sudah jelas ini ruangan tuan Arnold bagaimana bisa menjadi ruangan seorang sekretaris sepertiku" gumam sekretaris Ken yang merasa cemas.


Saat aku lihat ada tuan Arnold yang dudu di depan sebuah meja yang menghadap ke arahku dia terlihat gagah saat duduk disana dengan posenya yang tengah menulis sesuatu di meja tersebut, sekretaris Ken berjalan membawaku menghampirinya lebih dekat lalu menyapanya sambil membungkuk memberi hormat sedangkan aku hanya berdiri clingukan tidak mengerti harus melakukan apa.


"Selamat pagi tuan, saya membawa nona Sesilia kemari karena dia tidak ingin kembali ke rumah" ucap sekretaris Ken menjelaskan kepada tuan Arnold,

__ADS_1


__ADS_2