Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang

Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang
Perjodohan


__ADS_3

Di sisi lain untuk saat ini Johana memang telah sedikit berubah karena rasa penyesalan yang menghantuinya sebab kejadian saat itu di mana dia hampir kehilangan putri tercintanya Sesilia, dia juga sudah sangat lama tidak pernah menghubungi Dona juga putri simpanannya Siska, entah mengapa belakangan ini Johana tidak lagi memperhatikan mereka karena dia di sibukkan dengan pekerjaannya di kantor yang tengah berada di ambang kebangkrutan.


Ditambah biaya yang terus dia keluarkan untuk terapi serta pengobatan istrinya ibu Laura yang tidak sedikit dan itu berlangsung untuk jangka waktu yang panjang sehingga membuat pembengkakan dalam pengeluarannya, saat ini Johana tengah kebingungan untuk mencari suntikan dana agar bisa mempertahankan posisi perusahaan itu, sehingga dia berusaha mendekati salah satu rekan bisnis sekaligus sahabatnya ketika duduk di bangku sekolah yang tak lain dan tak bukan adalah tuan Bramantyo ayah dari Brain Bramantyo yang saat ini tengah berada di puncak kejayaan sebab telah berhasil bekerja sama dengan penguasa bisnis di negeri ini yang tak lain adalah tuan Arnold.


Johana pikir ketika dia mendekati lagi teman masa sekolahnya, dengan begitu mungkin dia bisa mendapatkan sedikit bantuan darinya agar perusahaan yang dia pimpin tetap berdiri dengan stabil dan berjaya.


Hingga ke esokan paginya ketika ibu Laura bersama Sesilia pergi ke rumah sakit di temani oleh suster Maria untuk kembali melakukan pengobatan di minggu ini, dia justru tidak bisa menemani istrinya dan mengatakan yang sebenarnya untuk mengurusi bisnisnya tersebut, Sesilia kini juga sudah mempercayainya dan dia langsung saja mengijinkan ayahnya itu.


"Sayang maafkan ayah ya karena ayah tidak bisa mengantar kalian kali ini, dan ibu tolong tetap semangatlah untuk kesembuhanmu, aku akan segera kembali jika urusan bisnisku sudah selesai" ucap Johana ketika berpamitan pada Sesilia dan istrinya,


"Iya ayah, tidak masalah aku akan menjaga ibu dengan baik kau tidak perlu mencemaskan kami dan bekerjalah dengan fokus. Semoga keadaan perusahaan kita lekas membaik" balas Sesilia sambil mencium lengan ayahnya.


Dia pun melambaikan tangan dan segera masuk ke dalam mobil lalu mulai meninggalkan kediamannya tersebut, sedangkan Sesilia bersama ibu Laura dan tante Maria juga segera pergi ke rumah sakit saat itu juga.


Di sisi lain saat Johana telah sampai di kantornya dia segera menyiapkan beberapa tawaran kontrak dan berkas lainnya yang bisa dia gunakan untuk meyakinkan sahabatnya Bramantyo agar mau membantunya dalam bisnis kali ini setidaknya untuk memberikan dia sedikit pinjaman dana, tidak lupa dia juga selalu membawa ponselnya yang menggunakan wallpaper layar kunci dengan foto keluarga agar bisa membuat rekan bisnisnya berpikir bahwa keluarganya sangat harmonis dan itu cukup berpengaruh dalam urusan kerjasama bisnis selama ini.


Setelah bersiap siap beberapa saat di depan cermin untuk merapihkan pakaian dan tampilannya, dia pun segera meluncur menuju perusahaan Bramantyo dengan penuh percaya diri, hingga ketika sampai di perusahaan dia langsung di sambut oleh sahabatnya tersebut yang tak lain adalah tuan Bramantyo.


"Selamat datang di perusahaanku Johana, wahh sudah lama sekali yah kita tidak bertemu bagaimana kabarmu sekarang?" Ucap tuan Bramantyo menyapa Johana dengan ramah,


"Ohh....tentu saja aku sendiri baik baik saja begitu pun dengan keluargaku hanya saja kini ke stabilan perusahaan sedikit terganggu dan aku tidak mau berbasa basi lagi denganmu, kedatanganku kemari untuk meminta bantuan darimu dan menawarkan kerjasama diantara kita" ungkap Johana yang langsung membicarakan maksudnya,


Tuan Bramantyo yang terkenal sebagai pemimpin ramah dan sedikit licik, dia juga ditakuti banyak orang, tentu saja dia menanggapi ungkapan dari Johana dengan sangat santai dan dia menyuruh Johana untuk duduk dahulu di ruangannya tersebut.


"Aahh...ayo duduk dulu Johana kau ini tidak berubah sama sekali selalu saja to the poin" balas tuan Bramantyo sambil menepuk pundak Johana beberapa kali,

__ADS_1


"Ah...iya iya terima kasih" ucap Johana sambil segera duduk di sofa yang sudah di sediakan oleh tuan Bramantyo sebelumnya,


Bagi seorang tuan Bramantyo permasalahan yang dialami oleh Johana adalah hal sepele baginya dan dia bisa dengan mudah memberikan pinjaman dana pada Johanan dengan mudah namun dia juga memiliki syarat lain untuk Johana.


Setelah mereka duduk berhadapan, merekapun kembali mulai mengobrol dan membahas mengenai kerjasama mereka dan keuntungan yang akan di dapatkan oleh tuan Bramantyo bila seandainya dia menerima tawaran kerjasama ini bersama Johana, tak lupa Johana juga menceritakan semua kesulitannya dalam mengurus perusahaan dan dia meminta solusi kepada tuan Bramantyo.


Tuan Bramantyo pun dengan senang hati memberikannya sedikit masukkan yang bisa dia berikan kepada Johana, namun untuk masalah penyuntikan dana dan kerjasama diantara mereka berdua tuan Bramantyo memiliki ide lain untuk mempererat persahabatan mereka yang sudah berlangsung selama bertahun tahun ini.


Dia pun mengungkapkan niatnya yang ingin menjodohkan putranya Brain dengan putri Johana yang tak lain adalah Sesilia. Tuan Bramantyo berniat memberikan syarat tersebut sebelum dia mau memberikan pinjaman penyuntikan dana kepada perusahaan yang di pimpin oleh Johana saat ini.


"Bramantyo kau tahu kita telah berteman baik untuk waktu yang lama, kali ini aku sungguh membutuhkan uluran tanganmu, aku sangat membutuhkan pinjaman penyuntikan dana dari perusahaanmu" ucap Johana memohon saat meminta pinjaman,


"Ahaha...ini mudah saja jika kau setuju untuk menjodohkan putra putri kita bagaimana?" Ucap tuan Bramantyo sambil menepuk pundak Johana sedikit kuat dan memberikan kode lewat matanya.


Tuan Johana hanya bisa tersenyum senggang dia bingung bagaimana harus menjawabnya sebab dia tidak tahu apakah Sesilia akan setuju dengan hal ini atau tidak, namun di saat Johana masih tengah berpikir tuan Bramantyo terus mendesaknya sehingga dalam kondisi terdesak seperti itu Johana pun langsung menyetujui keinginan tuan Bramantyo.


Mendengar mengenai pengembang perusahaan Johanna langsung saja menyetujuinya tanpa melihat isi dari kontrak yang diberikan oleh tuan Bramantyo dan dia tidak berpikir panjang lagi.


"Ohh... Tentu aku sangat ingin mempertahankan dan menaikkan perusahaanku, aku juga senang jika putriku bisa berjodoh dengan putra sahabatku sendiri" jawab Johanan sambil tersenyum senang.


"Baguslah, jika begitu mari kita tandatangani kesepakatan ini dengan segera" ucap tuan Bramantyo sambil memberikan sebuah kontrak kesepakatan pada Johana,


"Ini aku sudah menandatanganinya, aku sangat berharap kau akan segera memberikan penyuntikan dana itu" ucap Johana dengan tidak sabar,


"Tenang saja jika kedua putra kita telah resmi bertunangan aku akan segera memberikan semuanya dan ingat kau masih perlu membayar hutangmu padaku sebelum kedua putra kita menikah, kecuali jika mereka telah sah menjadi suami istri aku akan menganggap semua hutangmu padaku lunas" ucap tuan Bramantyo memperingati Johana agar tetap membayar hutangnya,

__ADS_1


"tentu tentu saja aku akan membayarnya, kau tidak perlu khawatir" balas Johana dengan penuh keyakinan.


Mereka pun kembali mengobrol dan begitu dekat satu sama lain hingga tuan Bramantyo mulai memperkenalkan putranya Brain pada Johanandan saat itu juga tuan Bramantyo meminta Johana untuk menunjukkan foto putrinya.


"Brain kemarilah, kenalkan ini tuan Johana dia adalah pimpinan perusahaan Kiehl" ucap tuan Bramantyo memperkenalkan mereka,


"Selamat bergabung tuan saya Brain Bramantyo" ucap Brain memperkenalkan dirinya lebih dulu,


"Aahh....kamu sangat tampan sekali dan berwibawa, saya sudah banyak mendengar tentangmu dari ayahmu ini, kamu memang cocok untuk putriku" balas Johana yang membuat Brain tersenyum namun kebingungan sendiri.


Dia refleksi menatap ke arahnya dengan menaikkan sebelah alisnya memberikan kode kepada sang ayah mengenai maksud dari perkataan Johana saat itu, namun ayahnya yang sudah mengerti bahwa Brain tengah kebingungan dia pun segera mempersilahkan Brain untuk duduk dan mulai menjelaskan mengenai hubungan dia dengan Johana juga tentang perjodohan dia dengan putri Johana yang tak lain adalah Sesilia.


"Ahaha...ayo duduk dulu Brain ayah akan menjelaskannya padamu" ucap tuan Bramantyo mempersilahkan putranya.


Brain pun segera duduk dengan perasaan yang sudah terasa tidak menentu dan memiliki perasaan buruk di dalam hatinya hingga semua kebingungan dirinya terjawab saat tuan Bramantyo mulai menjelaskannya.


"Brain tuan Johana ini bukan rekan bisnis biasa beliau adalah sahabat ayah sejak ayah duduk di bangku sekolah dulu, bahkan sampai sekarang kami masih sering berkomunikasi dengan baik, dan kali ini karena perusahaan beliau tengah berada dalam masa yang sulit tentu ayah akan membantunya, hanya saja kamu tahu sendiri bukan ayah sangat berharap kamu bisa menikah dan berjodoh dengan putri sahabat ayah ini, jadi mulai sekarang ayah ingin kamu segera menemui Sesilia Kiehl putri tuan Johana, ini dia fotonya" ucap tuan Bramantyo menjelaskan kepada Brain sambil memperlihatkan sebuah foto di ponsel Johana.


Betapa kagetnya Brain saat dia teringat dengan gadis yang sempat masuk dengan sembarangan ke dalam mobilnya beberapa bulan lalu di tambah gadis itu pula yang di seret oleh tuan Arnold untuk masuk ke dalam mobilnya, karena Brain sangat penasaran dia pun langsung menyetujui permintaan ayahnya tersebut.


"Hah?, Ternyata cewek ini, aku harus mencari tahu lebih dalam tentang dia, dengan begitu mungkin aku akan memiliki kesempatan untuk mencaritahu tentang tuan Arnold juga" gumam Brain dalam hatinya,


"Brain bagaimana apa kau menyukainya, dia gadis yang cantik bukan?" Tambah tuan Bramantyo,


"Iya ayah dia gadis yang cantik aku setuju untuk bertunangan dengannya kapanpun kau ingin" balas Brain dengan tersenyum palsu yang sangat rapih di hadapan ayahnya dan Johana.

__ADS_1


Kedua orang tua itu tertawa senang dan mereka saling berpelukkan untuk merayakan semua ini dan tuan Bramantyo meminta Johana untuk segera mempertemukan putrinya dengan Brain secepatnya karena dia sudah tidak sabar untuk menentukan tanggal pertunangan diantara mereka berdua.


__ADS_2