Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang

Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang
Ingin Ikut


__ADS_3

Dia langsung menghentikan makannya dan menatap ke arahku dengan lurus sekaligus lalu membentak aku dengan cukup keras membuat aku kembali kaget di buatnya.


"TIDAK! kau tidak boleh berbicara santai seperti itu kepadaku dan kau tidak boleh menganggap ku sebagai kakakmu, aishh....aku tidak ingin memiliki adik nakal dan pecicilan sepertimu, amit...amit" ucap tuan Arnold membuat aku sangat tersinggung dengan ucapannya itu,


"Huh ...biasa saja dong, kenapa kau sangat menyinggung perasaanku" balasku sambil mengerutkan kedua alisku dan memonyongkan bibirku kesal cemberut.


Aku langsung melipatkan kedua tanganku di dada bahkan hingga kami pulang dari restoran aku tidak ingin berbicara lagi dengannya karena dia sudah menyinggungku seperti tadi, padahal aku berbicara dengan sangat baik-baik kepadanya tetap dia justru malah membentak aku dan mengatai aku sebagai anak yang nakal dan pecicilan, meskipun aku juga tidak mengelak sebab apa yang dikatakannya memang ada padaku.


Tapi tetap saja aku merasa kesal karena aku pikir dia tidak seharusnya mengatakan semua itu secara gamblang dan langsung kepadaku bahkan di depan wajahku secara langsung seperti sebelumnya, itu membuat aku sangat sakit hati karenanya.


Aku sendiri tidak tahu dan tidak mengerti kepada tuan Arnold tidak mau aku anggap sebagai seorang kakak, padahal sekretaris Ken saja senang-senang saja dan dia terlihat biasa saja ketika aku meminta dia untuk menjadi kakaku, bahkan sekretaris Ken sampai menjadi wali ku di kampus dan dia terlihat baik-baik saja, berbeda sekali dengan tuan Arnold yang justru malah terlihat kesal kepadaku seperti itu.


Bahkan hingga ke esokan paginya aku dan dia masih tidak saling tegus sapa satu sama lain dan kali ini aku juga tidak akan pergi ke kampus karena tidak ada jadwal ngampus kali ini sebab dosen tidak akan hadir sehingga aku memutuskan untuk bolos kuliah saja, yang terpenting aku menyelesaikan tugas yang di berikan.


Sedangkan disaat kami tengah menikmati sarapan pagi ini, aku mulai meminta izin kepada tuan Arnold untuk ikut dengan dia ke perusahaan sebab aku pasti akan bisa jika terus berdiam diri di rumah itu tanpa melakukan apapun, terlebih tidak ada siapapun di rumah itu selain diriku seorang diri.


Jadi meskipun saat itu aku sangat gengsi untuk berbicara lebih dulu kepadanya aku pun terpaksa memulai pembicaraan dengan dia karena aku mau tidak mau harus meminta izin dengannya dan tidak bisa langsung pergi ikut ke kantornya begitu saja.


"Ekhmm.... Tuan....... Tuan.... Tuan Arnol!" Teriakku sudah memanggil dia sebanyak tiga kali namun dia tetap tidak menoleh ke arahku hingga akhirnya setelah aku berteriak memanggil namanya barulah dia mau menoleh ke arahku meskinhanya dengan tatapannya yang masih datar dan cukup menjengkelkan bagiku.


"Hmm ada apa kau memanggilku hah?" Tanya dia balik kepadaku yang akhirnya mau menanggapi ucapanku.


Aku merasa sangat kesal sekali saat itu kepadanya, namun aku berusaha menarik nafas dalam dan mengontrol emosi di dalam diriku sendiri karena aku tidak ingin membuat dia semakin kesal kesal kepadaku.


"Huftt...." Suaraku yang menghembuskan nafas dengan pelan,


"Begini tuan..... Aku kan sekarang tidak ada jadwal ngampus bagaimana jika aku ikut denganmu ke kantor, boleh kan?" Ucapku kepadanya,

__ADS_1


"Tidak....." Jawab dia dengan cepat.


Padahal saat itu aku sudah memasang wajah paling manis di hadapannya dan mengedipkan mataku beberapa kali untuk membujuk dia agar mengijinkan aku namun belum juga aku berhasil membujuk nya dia sudah dengan cepat melarangku dan mengatakan tidak dengan sangat singkat, padat dan jelas.


Bahkan itu membuat sekretaris Ken menertawakan aku dan aku menjadi kesal.


"Ahaha....gadis nakal mana mungkin seorang tuan Arnold mau membawa gadis kecil yang keras kepala dan nakal sepertimu ke kantor, yang ada kantornya akan menjadi berantakan karenamu" balas sekretaris Ken yang malah ikut campur tidak jelas.


"Aishhh.... Diam saja kau sekretaris Ken, lagi pula keputusan ada di tangan tuan Arnold kau tidak bisa mengatakan itu aku juga bukan gadis nakal, iya kan tuan Arnold?" Ucapku sambil menatapnya dengan lekat.


Saat itu aku sangat berharap dia akan mengatakan iya dan membelaku namun ternyata aku salah dia tidak mengatakan apapun dan tetap saja bersikap acuh tidak acuh kepadaku, dan itu membuat aku sangat heran serta lagi-lagi sekretaris Ken yang hanya bisa menertawakan aku dengan puas dalam setiap saat.


Karena tuan Arnold tidak bisa di ajak kerja sama secara baik-baik sehingga aku harus menggunakan cara yang tidak baik untuk mengikuti dia ke kantor, tepat setelah selesai sarapan aku langsung menggandeng tangannya dan memeluk tangannya dengan sangat erat, hingga dia mulai merasa kesal dan langsung memintaku untuk melepaskan tangannya itu.


"Eh...eh .ehhh...apa yang sedang kau lakukan, lepas jangan bergelantungan di tanganku, aishhm...apa kau ini monyet apa, lepaskan tanganku!" Bentak tuan Arnold kepadaku,


"Aishhm..tidak....tidak...mana mungkin aku harus membawa anak monyet sepertimu, sudah cepat lepaskan tanganku!" Bentak dia kepadaku dan malah mengatai aku sebagai anak monyet.


Aku sangat kesal dan langsung saja menangis sambil memeluk tangannya semakin erat.


"Huaa....aku bukan anak monyet aku ini anak manusia, aku seorang gadis yang cantik kenapa kau malah selalu mengatai aku dengan nama hewan hiks...hiks...aku tidak ingin melepaskanmu aku mau ikut denganmu" ucapku merengek sangat keras dan sengaja mendekatkan itu pada telinganya meski aku harus meloncat bener kali sebab dia cukup tinggi.


Bahkan sekretaris Ken saja sudah mulai jengkel mendengarkan rengekan dan suaraku yang sangat memekik kan telinga baginya.


"Aaahhh...tuan kita akan terlambat jika tidak pergi sekarang, sudahlah kau ijinkan saja dia untuk ikut aku akan menjaganya nanti" ucap sekretaris Ken yang membantuku.


Aku .erasa senang karena akhirnya tuan Arnold mengangguk setuju dan aku langsung saja beralih kepada tangan sekretaris Ken dan memeluk dia kali ini.

__ADS_1


Sebab berkat dialah tuan Arnold mau mengijinkan aku untuk pergi ke kantornya.


"Aaahhh.... terimakasih sekretaris Ken kau memang yang paling baik dan pengertian, aku tidak salah menjadikan kau sebagai kakak angkatku nanti kau belikan aku es krim yah aku janji akan jadi anak yang baik" ucapku sambil memeluk tangannya dengan erat.


Sedangkan di sisi lain tuan Arnold sudah langsung menatap tajam kepada sekretaris Ken dan memberikan peringatan kepadanya agar segera menjauhkan diri dengan Sesilia saat itu, sehingga sekretaris Ken langsung melemparkan perkataannya pada tuan Arnold lagi agar Sesilia bisa kembali kepada tuan Arnold.


"Aishhh... gadis nakal ini, kenapa dia harus menggandeng tanganku begitu, aaahh matilah aku tuan Arnold terlihat sangat marah" gumam sekretaris Ken sudah merasa.resah tidak menentu.


Dia pun dengan cepat menarik tangannya sangat kasar sampai aku merasa sedikit kesal dan daguku sakit karena dia menarik tangannya secara tiba-tiba.


"Aaaahhh...lepaskan aku kau tidak boleh memeluk tangan seorang pria secara sembarangan, ingat itu!" ucap sekretaris Ken memperingatiku,


"Iya....iya lagi pula aku kan melakukannya padamu dan tuan Arnold saja, kalian berdua bukan orang sembarangan untukku bukan?" Balasku kepadanya dengan heran,


"Aaahhh terserah saja intinya kau harus menjaga jarak denganku dan jangan menyentuhku jika itu tuan Arnold baru kau boleh menyentuhnya, apa kau mengerti?" Ucap sekretaris Ken dengan menatap tajam dan serius kepadaku.


Aku benar-benar tidak mengerti dan merasa sangat aneh kenapa dia mengatakan hal seperti itu kepadaku dan itu terasa sangat aneh untukku karena dia hanya mengijinkan aku untuk menyentuh tuan Arnold saja sedangkan tuan Arnold sendiri selalu merasa risih ketika aku menyentuhnya, bahkan jangankan menyentuhnya mendekatinya saja dia sudah membentakku.


"Aahh.... Iya...iya aku mengerti aku akan menjaga jarak darimu juga dari semua pria kecuali tuan Arnold, tapi tuan Arnold juga untuk apa dia selalu menghindariku jadi aku juga akan menghindarinya" balasku kepada sekretaris Ken.


Hingga dia menggelengkan kepala merasa kesal sendiri karena Sesilia yang begitu lugu juga sangat ceroboh.


Sekarang sekretaris Ken tidak bisa banyak bicara lagi dengannya dia sudah sangat pasrah dan kesal yang membatu kepada Sesilia, dia pun hanya segera menyuruh Sesilia untuk masuk ke dalam mobil karena sekretaris Ken tahu jika semakin lama Sesilia di luar maka akan semakin berbahaya untuk nasib gajih dan pekerjaan dia saat ini yang sudah dia geluti selama bertahun-tahun lamanya.


"Aishhm..sudahlah ayo cepat masuk atau aku akan meninggalkanmu, ingat bersikap baiklah kepada tuan Arnold apa kau mengerti?" Ucap sekretaris Ken yang kembali memperingati aku,


"Iya...iya aku mengerti kok, kau tidak perlu memperingati aku terus seperti itu, aku bukan bocah TK tahu!" Ucapku kepadanya dengan perasaan yang sedikit kesal karena dia terus memperingati untuk bersikap baik pada tuan Arnold.

__ADS_1


Padahal selama ini aku juga tidak pernah memperlakukan tuan Arnold dengan buruk justru aku selalu bersikap baik kepadanya dan selalu menahan emosi untuknya, bukan kah dia yang seharusnya di berikan peringatan oleh dia, tali dia selalu saja memperingati aku padahal aku tidak melakukan apapun setahuku.


__ADS_2