Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang

Terjerat Cinta Gadis Pelunas Hutang
Anggap saja aku ibumu


__ADS_3

Sesilia mengangguk paham dan segera menuruti perintah dari suster Maria dia segera mengambil sebuah GPS yang diberikan oleh suster Maria dan segera membawanya, GPS itu berukuran sangat kecil dan sama dengan apa yang disebutkan oleh suster Maria sebelumnya bahwa GPS itu dirancang khusus untuk menyadap.


"Terimakasih suster, anda sudah mau membantu saya padahal kita baru saling mengenal aku sangat banyak berhutang padamu, aku juga titip ibu yah. Sekali lagi terimakasih suster" ucap Sesilia dengan wajah yang penuh haru.


Suster Maria yang sampai saat ini belum bisa memiliki keturunan dia merasa Sesilia layak mendapatkan kasih sayang darinya apalagi ketika mengingat semua hal yang telah menimpa Sesilia dia juga menganggap Sesilia seperti putrinya sendiri karena dia sudah mendambakan seorang putri yang cantik sejak lama.


"Tidak papa Sesilia, jika ada apa apa kamu langsung hubungi saya dan jangan sungkan untuk meminta bantuan anggap saja saya adalah ibu angkatmu, dan kamu boleh memanggil aku ibu layaknya kamu memanggil ibumu, kamu anak yang baik aku yakin suamiku juga akan menyukaimu cepat atau lambat" balas suster Maria dengan senyum yang meneduhkan hati.


Sesilia tak tahan menahan haru dia sangat bersyukur pada Tuhan karena walau dia di terpa ujian seberat ini, tuhan ternyata masih mengirimkan sosok malaikat yang menolongnya seperti suster Maria yang tidak pernah dia sangka sangka kehadirannya.


Saat itu setelah menyusun semua rencana dengan baik suster Maria sudah waktunya untuk pulang karena dia hanya akan bekerja merawat ibu Laura dan Sesilia ketika siang pagi hingga siang saja sebab dia juga masih harus bertugas di rumah sakit dan suaminya hanya mengijinkan dia bekerja setengah hari.


Suster Maria pun segera berpamitan pada Sesilia sebelum dia benar benar pergi.


"Kalau begitu ibu pergi dulu ya, jaga dirimu baik baik Sesilia" ucap suster Maria yang bersikap layaknya seorang ibu sungguhan.


"Baik Bu, hati hati di jalan dan kabari aku juga ketika kau sudah sampai" balas Sesilia mulai memanggil suster Maria dengan sebutan ibu juga.


Suster Maria begitu senang sampai dia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya tersebut ketika mendengar untuk pertama kalinya dia di panggil ibu oleh seorang gadis cantik di hadapannya.


Dia terus tersenyum gembira sambil melambaikan tangan dan segera masuk ke dalam taxi online yang sudah dia pesan sebelumnya.

__ADS_1


Sesilia juga membalas lambaian tangannya dan dia terus melihat kepergian suster Maria hingga taxi yang ditumpangi oleh beliau hilang tak terlihat oleh mata.


Setelah kepergian suster Maria tak lama dari itu Johana juga tiba di depan rumahnya dan dia memanggil Sesilia yang saat itu baru saja hendak masuk ke dalam rumah setelah mengantar suster Maria.


"Sayang kenapa kamu di luar?" Tanya Johana membuat Sesilia langsung memalingkan pandangan kepada Johana.


Setiap kali melihat wajahnya yang terlihat biasa saja dan tanpa rasa bersalah sedikitpun, melihatnya terus bersikap baik di depannya membuat Sesilia sangat muak saat melihat wajahnya, hati Sesilia terus terasa bergejolak dengan emosi yang meledak ledak di dalam dadanya.


"Sampai kapanpun aku akan membencinya dan aku berjanji pada diriku sendiri aku akan membalaskan semua kepedihan yang dia berikan padaku dan ibu, dasar pria kau pria brengsek Johana, mau bukan ayahku lagi sejak kejadian itu!" Gumam Sesilia di dalam hatinya.


Dia sudah payah berusaha menutupi kekesalan dan amarah di dalam hatinya Sesilia juga berusaha menenangkan dirinya agar tetap terlihat tenang di hadapan ayahnya agar tidak menimbulkan kecurigaan dari Johana terhadap dirinya.


Johana yang melihat putrinya malah terdiam saja saat dia bertanya, dia pun sedikit cemas dan mulai menggenggam lengan Sesilia sambil kembali bertanya kepadanya, hingga membuat Sesilia segera tersadar dari gumaman dia yang penuh emosi.


"Ahh...ayah kau sudah kembali, aku....aku baik baik saja hanya sedikit melamun" balas Sesilia menyembunyikan semuanya dengan rapat.


Saat itu karena masih agak kaget Sesilia sempat terbata bata ketika menjawab pertanyaan dari Johana namun untunglah dia masih bisa mengalihkan ucapannya dan berhasil menutupi semuanya dengan aman.


Johana pun mengajaknya untuk segera masuk ke dalam dan dia memberikan beberapa bungkus hadiah untuk Sesilia.


"Ouhh begitu, ya sudah ayo kita kedalam ayah membelikan mu beberapa hadiah kecil kamu pasti menyukainya" ucap Johana sambil menuntun Sesilia masuk ke dalam rumah mewah tersebut.

__ADS_1


Mereka berdua duduk di sofa ruang tengah dan Johana memberikan beberapa hadiah yang sudah dia belikan untuk Sesilia, Sesilia segera membukanya satu persatu dengan perasaan yang penasaran dan saat membukanya dia sangat kaget karena itu adalah sebuah gaun yang sudah dia impikan sejak lama.


"Wahhhh....ayah apa ini sungguh untukku, gaunnya sangat cantik" ucap Sesilia terkejut sekaligus merasa senang.


Tidak bisa di pungkiri saat mendapatkan gaun yang sudah dia dambakan sejak lama hati Sesilia memang merasa sangat senang bisa mendapatkan hadiah itu dari ayahnya meskipun dia sudah tahu keburukan sang ayah tapi Sesilia juga masih anak gadis yang membutuhkan kasih sayang dari kedua orangtuanya.


Dia tidak bisa menolak hadiah tersebut karena dia sangat menyukai gaun itu, apalagi ketika ayahnya mengatakan bahwa hanya dia dirinya yang Johana belikan gaun mewah dan mahal itu.


"Ayah gaun ini sangat mahal apa kau yakin memberikannya untukku?" Ucap Sesilia memastikan lagi,


"Tentu saja sayang, gaun ini edisi terbatas dan yang asli hanya ada beberapa pasang saja, ini adalah gaun terakhir dan ayah memberikannya khusus untuk putri ayah yang cantik ini, anggap saja ini hadiah permintaan maaf dari ayah" ucap Johana sambil mengusap pucuk kepala Sesilia dengan lembut.


Sesilia sangat merindukan momen tersebut, dia merasa di sayangi oleh ayahnya ketika mendapatkan perlakuan seperti itu, meskipun hal seperti itu merupakan hal yang sangat sederhana namun bagi seorang Sesilia perlakuan tersebut sudah jauh dari cukup bagi dia saat ini.


Setidaknya dia masih bisa melihat lewat sorot mata sang ayah bahwa masih terdapat cinta di matanya untuk dia.


"Ternyata aku belum kehilangan sosok ayah seluruhnya, terimakasih tuhan" gumam Sesilia penuh syukur.


Sesilia lanjut membuka hadiah yang lain dan semua hadiah yang diberikan oleh ayahnya adalah benda benda yang dulu sangat dia inginkan namun selalu di tolak oleh ayahnya dengan banyak alasan yang diberikan.


"Setelah semua ini terjadi kau baru memberikan aku semua kemewahan ini, sebelumnya hanya ibu yang selalu memberiku segalanya, tapi aku senang karena merasakan cinta darimu ayah meski aku tahu semua ini hanya tipuan darimu saja" gumam Sesilia di dalam hatinya.

__ADS_1


Sesilia paham betul bahwa ayahnya cepat atau lambat akan membuang dia dan ibunya dia merasa sangat sedih dan terpukul ketika mengingat semua itu, namun dia harus tetap fokus pada niat awalnya untuk menempelkan GPS pada ponsel sang ayah.


__ADS_2