Ternyata Kita Berjodoh

Ternyata Kita Berjodoh
Kembali ke Inggris


__ADS_3

Pagi pagi sekali Lia sudah bangun dari tidurnya. Dia beranjak ke kamar mandi dan membersihkan diri disana. Setelah itu dia memakai baju dan bersiap siap ke bandara.


Semalam dia memang sudah membereskan kopernya. Dia juga sudah mengganti baju nya yang kotor menjadi yang bersih dan mencuci baju yang kotor.


Setelah siap, Lia keluar dari kamar dan menuju meja makan. Disana sudah ada Bunda dan Papa.


" Ayo makan dulu nak" ajak bunda pada Lia


" Iya Bun" jawab Lia dan duduk disamping bundanya


" Kamu yakin mau ke Inggris?" Tanya bunda lagi memastikan.


" Iya Bun, Bunda gausah khawatir. Aku bisa jaga diri kok" jawab Lia tersenyum


***


Saat ini Lia sudah berada di dalam pesawat. Dia melamun. Termenung memikirkan beruntung nya gadis yang bernama Aurel itu.

__ADS_1


Dia fikir selama ini, Raffa juga mempunyai perasaan yang sama padanya. Karna mereka selalu bersama dulu. Tapi ternyata, realita tak seindah ekspektasi.


Lia yang dulu berharap bisa hidup bahagia bersama Raffa selamanya. Tapi semua itu hanyalah halusinasi. Karna sekarang, Raffa sudah mempunyai tunangan. Dan Lia yakin jika sudah seperti itu maka 80 % kemungkinan mereka untuk menikah.


Sebenarnya Lia tak ingin meninggalkan negara ini. Tapi, dia juga tidak mau terlalu terpuruk dalam kesedihan. Dia ingin bangkit dan memulai lembaran baru disini.


Mungkin jika untuk membuka hati pada pria lain, dia belum mau saat ini. Tapi dia akan membuka lembaran baru kehidupan tanpa pria. Hidup bebas dengan sahabat. Itu sudah cukup untuknya


Dan Lia memang belum bisa untuk membuang perasaannya pada Raffa. Tapi Lia akan mencoba menutupnya dengan semua kegiatannya. Dan lagi, Lia akan melampiaskan semua amarah dan emosinya ke pekerjaan.


Ya, Lia memang ingin bekerja. Dari dulu, dia sangat ingin mempunyai sebuah Restoran. Dan dia akan mengabulkan permintaannya di Inggris.


Menjadikan tempat itu sebagai lembaran baru hidupnya. Meskipun begitu, dia akan tetap pulang kerumah orang tuanya. Mungkin dalam 1 tahun 3 kali dan selama sebulan.


***


Setelah perjalanan yang sangat melelahkan dan dipenuhi dengan lamunan Lia. Akhirnya Lia sampai juga di kota London. Dia langsung memberhentikan taksi dan menyuruh pak supir mengantar ke apartemen Lily.

__ADS_1


Tok..Tok..Tok..


ceklek


" Wh-" Ucapan Lily terhenti saat dia melihat siapa yang datang. " Lia" pekik Lily terkejut


" Lily" lirih gadis itu pelan dan langsung memeluk erat Lily


" Ayo masuk dulu" Ajak Lily yang kemudian menuntun Lia duduk di sofa


" Bentar ya, biar gue ambilkan air minum" Ucap Lily yang langsung berdiri dan menuju dapur.


" Nih, Lo minum dulu ya" Ucap Lily memberikan segelas air dingin


" Makasih ya " ucap Lia setelah menghabiskan satu gelas air dingin


" Iya, yaudah Lo sekarang istirahat dulu ya. Lo bisa pake kamar sebelah" Ucap Lily menunjuk kamar di samping kamarnya. Sebenarnya Lily sangat penasaran tentang Lia. Tapi dia tau kalau Lia pasti sedang takn ingin bercerita saat ini. Dan Lily paham itu.

__ADS_1


" Yaudah, gue masuk kamar dulu ya" Ucap Lia yang langsung beranjak dan masuk ke dalam kamarnya.


Setelah Lia pergi Lily langsung menuju dapur dan memasak makanan dengan bahan yang ada di kulkas. Karna dia tak mungkin belanja lagi. Jadi dia memasak apa yang ada saja untuk Ia dan Lia makan nanti


__ADS_2