
Setelah menceritakan semua nya pada Lily, hati Lia menjadi sedikit lega. Ternyata jika kita menceritakan isi hati kita pada orang lain, maka rasanya akan sedikit plong.
Setelah selesai makan, Lily mengajak Lia mengobrol ke sofa tengah.
" Li, Lo tau gak sih. Dave itu berubah. Masa dia selalu ikut asal gue mau pergi. Alasannya tau gak Lo? dia bilang dia mau jagain gue? aneh banget kan?" Adu Lily kesal
" Ya gapapa dong Lily. Dia kan mau jagain Lo. Bukan jahatin Lo. Jadi ya biarin ajalah" Jawab Lia sambil terkekeh kecil
" Ya tapi kan aneh Lia " sahut Lily cemberut
" Udalah biarin aja Lily " balas Lia masih dengan kekehan kecil
***
Pagi ini, Lia berencana ingin memulai kariernya. Dia ingin membangun sebuah restoran. Lia memang mempunyai tabungan yang cukup jika hanya membangun sebuah restoran yaaang sederhana. Dan Lia akan menggunakan uang itu untuk modal nya.
Lia juga sudah berbicara semalam pada Lily tentang rencananya. Dan Lily siap membantu nya.
" Lily makasih ya uda mau bantu gue " Ucap Lia saat di meja makan
" Yaelah Lia. Lo itu gausah sungkan sama gue. Kita kan Best Friends Forever" jawab Lily
Tok.. Tok..Tok
" Bentar ya Li, biar gue bukain " ucap Lily kemudian berlalu menuju pintu
ceklek
" Ngapai Lo?" tanya Lily jutek
" Lo mau keluar gak? biar gue jagain" jawab Dave yang langsung masuk dan duduk di sofa
" Dave Lo apa apaan sih?" kesla Lily yabg langsubg meninggalkan Dave dan berjalanke meja makan. Dave yang melihatnya pun kesal dan mengikuti Lily ke meja makan.
" Lia?" pekik Dave terkejut
" Eh gausah teriak teriak" kesal Lily
" Lia, kamu kok balik lagi?" tanya Dave heran
" Emang gak boleh!" ketus Lia
" Boleh kok. Aku malah seneng banget Lia " ucap Dave sumringah
__ADS_1
***
" Oh jadi Lia mau buka restoran?" Tanya Dave setelah Lily menceritakan rencana Lia
" Hmm" jawab Lia singkat
" Terus Uda dapat tempat nya belum?" Tanya Dave lagi
" Belum" jawab Lia singkat
" Jadi kapan ?" Tanya Dave
" Sekarang" jawab Lia ketus
" Dave kan tadi Uda gue bilang. Kalo si Lia mau mulai nya hari ini" jelas Lily
" Oh yaudah, gue ikut ya. Gue bisa bantu kok" Tawar Dave
" Gausah" jawab Lia cepat
" Kenapa ?" Tanya Dave dan Lily bersamaan
" Gue gak percaya sama Lo" jawab Lia terus terang
" Tapi Lia, dengan Dave bantu kita. Maka kita akan lebih mudah nantinya" protes Lily
" Huh! Oke, terserah" balas Lia jutek
***
" Lia, gimana kriteria tempat yang mau Lo jadiin restoran?" Tanya Dave saat mereka sudah di dalam mobil
" Emm yang pasti tempatnya strategis, terus rindang, nyaman. Pokoknya tempat yang bener bener asri. Karna gue mau bikin restoran yang berbeda" Jelas Lia
" Emm gitu ya. Oke gue tau tempatnya" ucap Dave semangat dan melajukan mobilnya menuju tempat yang sepertinya sangat cocok dengan kriteria tempat yang disebutkan Lia.
***
Saat sudah sampai, mereka bertiga pun turun. " Wow, benar itu tempat yang cocok banget buat gue buka restoran" Ucap Lia anstusias melihat tanah lebar didepannya dengan pohon yang rindang, dan udara yang sangat sejuk.
" Bener kan. Aku bisa bantu juga kan" sahut Dave bangga
" Terus ini siapa yang punya?" Tanya Lily yang sedari tadi diam
__ADS_1
" Ini punya temen gue. Tadi gue sempet WhatsApp dia. Bentar lagi juga datang." Jawab Dave sambil melihat jam dipergelangan tangannya
Mereka bertiga pun masuk kembali ke dalam mobil sembari menunggu teman Dave.
Setelah menunggu selama 10 menit. Akhirnya teman yang dimaksud Dave pun datang juga.
" Dave" panggil Erick mengetuk kaca mobil Dave
Dave pun segera turun dan menyapa temannya itu. " Apa kabar Bro?" tanya Dave. Erick memang teman Dave yang bisa berbahasa Indonesia. Karna Erick pernah tinggal di Indonesia
" Baik. Lo mau beli tanah?" Tanya Erick
" Bukan dia, tapi saya" sahut Lia yang sudah keluar dari mobil
" Siapa bro?" Tanya Erick heran
" Temen gue" jawab Dave tersenyum
***
Mereka pun duduk di atas tiakr yang dipinjam dari warga setempat. Membahas tentang letak dan luas tanahnya. Setelah selesai dengan semuanya, Lia dan Erick pun menandatangani surat jual beli.
" Oke semua Uda beres kalo gitu gue pulang dulu ya. Terimakasih atas kerja samanya" Pamit Erick pada mereka bertiga
**
" Kita langsung pulang?" Tanya Dave yang sudah menjalankan mobilnya
" Ke cafe dulu deh Dave" ajak Lia
" Oke" jawab Dave semangat
" Oh ya Li, nanti untuk interior nya Lo mau desain sendiri atau gimana?" Tanya Dave pada Lia
" Emm gue desain sendiri aja" jawab Lia
" Oke nanti kalo uda siap Lo kasi gue ya" balas Dave
" Buat apa?" tanya Lia heran
" kok buat apa? kan gue mau bantu Lo?" jawab Dave bingung
" Uda Lo cukup bantu masalah tanah doang. Biar setelah itu gue sama Lily aja. " ucap Lia
__ADS_1
" Iya Dave, gua ada kenalan arsitek" sahut Lily
" Oh oke. Tapi kalo kalian butuh bantuan. Gue siap bantu" balas Dave tersenyum.