Ternyata Kita Berjodoh

Ternyata Kita Berjodoh
Liburan part 3


__ADS_3

" Fia" Panggil Raffa dari arah pintu. Mengagetkan ketiga gadis yang sedang berpelukan haru itu.


Lia segera melepaskan pelukan itu, gadis itu dengan tersenyum berjalan kearah Farrel yang berdiri di depan pintu.


" Kenapa?" Tanya Lia dengan senyum yang tak bisa Ia sembunyikan.


" Aku mau ngajak kalian semua jalan-jalan" Jawab Raffa dengan suara yang keras agar semua orang mendengar.


" Boleh, ya kan guys?" Tanya Lia tersenyum manis menatap kedua gadis yang sudah sangat dekat dengannya.


Viona dengan cepat mengangguk, " Aku mau" Ucap Viona dengan tersenyum senang.


Sementara Lily masih diam, Ia sedang memikirkan hubungannya yang belum membaik dan sekarang mereka akan jalan-jalan. Pasti tidak asyik.


Lia yang melihat wajah sahabatnya sedih, segera pergi dari sana tanpa berkata apapun. Raffa yang melihat itu secara spontan mengikuti gadis itu.


Lia berjalan dengan cepat ke halaman belakang. Dan tebakannya sangat tepat. Dave ada disana dengan raut wajah yang tak kalah mirip dengan Lily.


Lia segera berjalan kesana untuk berbicara dengan Dave. Namun pegangan di tangannya menghentikan langkahnya. Denagn cepat gadis itu berbalik dan melihat Farrel tengah menatapnya dengan tatapan yang sulit Lia artikan.


Lia menghela nafas pelan, gadis itu menarik Farrel dari sana untuk sedikit menjauh agar Dave tak mendengarnya.


" Aku mau bicara sama Dave, Lily sama Dave lagi berantem. Aku ga bisa biarin itu. Jadi biarin aku bicara ya sama Dave" Pinta Lia lembut dengan suara yang kecil.

__ADS_1


Raffa mengangguk ringan, perlahan pria itu melepaskan pegangan tangannya dan membiarkan Fia pergi.


***


" Gue Uda coba Li, tapi nyatanya Lily ga dengerin gue" Ucap Dave dengan menahan kesal.


Lia tersenyum tipis melihat itu, Ia sudah mencoba menasehati pria ini namun pria ini selalu mempunyai alasan yang tak bisa Lia bantah.


" Dave, wanita itu makhluk yang apa-apa pasti pake perasaan. Jadi Lo sebagai pria, harus ngerti sama wanita. Lily itu butuh bujukan Lo. Dia bukan lebay, tapi wanita itu butuh kelembutan. Sekeras apapun dia, pasti dalam hatinya butuh kelembutan. Dan satu lagi, wanita itu makhluk gengsi. Jadi jangan terpikir di kepala Lo kalo Lily yang bakal duluan minta maaf. Meskipun Lily yang salah, tapi cobalah untuk jadi pria yang selalu sabar. Gue yakin Lily pengen banget minta maaf sama Lo. Tapi dia gengsi, jadi Lo harus mulai duluan supaya Lily mau ikut. Kalian udah sama-sama dewasa, gue yakin Lo punya cara sendiri untuk bujuk seorang Lily" Jelas Lia panjang lebar, Lia berharap Dave mendengarkan dan menyimpan itu semua dalam otaknya. Lia tak ingin, karna masalah sepele hubungan keduanya menjadi renggang.


***


" Gimana, kamu suka kan?" Tanya Raffa dengan merangkul mesra pundak Lia.


Lia tersenyum menatap tangan Farrel yang merangkul erat pundaknya. Gadis itu mengangguk dengan mengalihkan pandangannya, gugup.


***


" Kita mending pisah aja deh. Gue sama Lily kesana dulu ya" Ucap Dave ketika mereka berhenti di sebuah taman yang rindang. Dave sebenarnya ingin memperbaiki hubungannya dengan Lily. Maka dari itu dia memilih berpisah dari mereka.


Lia mengangguk karna Ia mengerti maksud Dave.


" Kita juga ya" Ucap Viona langsung menarik Rizky dari sana dan pergi ke tempat lain.

__ADS_1


Sekarang tinggallah mereka berdua disini. Saling menatap, mengalihkan pandangannya, gugup. Tidak ada pembicaraan, hanya ada keheningan dengan tangan Raffa yang menggenggam lembut tangan Fia.


" Fia" Panggil Raffa dengan sedikit ragu. Namun Ia tak bisa menahan ini lagi. Pria itu sudah meyakinkan dirinya sendiri untuk mengatakan ini.


Lia menoleh menatap Farrel yang terlihat gugup. Namun gadis itu hanya diam saja menunggu pria ini mengatakan maksudnya.


" I love you" Ucap Raffa denagn cepat dan terdengar tidak jelas.


" Huh?" Lia merasa mendengar sesuatu tadi, namun gadis itu tidak terlalu jelas mendengarnya.


Raffa yang sudah sangat gugup, menghela nafas kasar. Ternyata gadis ini tidak mendengarnya. Dengan menahan kesal, pria itu menjawab.


" Kita pindah yuk" Ajak Raffa langsung menggandeng tangan Fia pergi dari sana.


***


Tiga hari berlalu, mereka melewati liburan itu dengan hati bahagia. Hubungan Lily dan Dave sudah membaik dan malah lebih mesra. Hubungan Viona dan Rizky juga sudah lebih terbuka dari sebelumnya. Dan hubungan Lia dengan Raffa tidak ada perkembangan.


Raffa gagal mengungkapkan rasa yang sudah sanagt ingin Ia ungkapan. Dan pria itu hanya bisa menahan kesal dan terus tersenyum di depan Fia.


****


Hay Readers tersayang, maaf ya author lama up. Semoga masih ada ya yang mau baca karya author ini.

__ADS_1


...Jangan lupa komen🄰...


...Salam hangat dari Author šŸ¤—...


__ADS_2