Ternyata Kita Berjodoh

Ternyata Kita Berjodoh
Tamu tak diundang


__ADS_3

Keesokan harinya, Lia dan Viona pergi ke Rainbow Restaurant. Tadi malam mereka menginap di rumah orangtua Lia karna Bunda yang sangat menginginkan nya.


Saat sudah sampai di Rainbow Restaurant, Lia langsung memarkirkan mobilnya ditempat yang tersedia. Sementara Viona sudah turun duluan dan mulai bekerja.


Lia turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam, namun saat dia hendak menaiki lift Lia merasa bahwa ada orang yang memperhatikan nya.


Lia berbalik dan melihat siapakah orang itu? Namun semua orang hanya sibuk dengan urusan mereka masing masing. Lia kembali berjalan menaiki lift dan masuk keruangan nya.


Saat dia membuka pintu, tampak Viona sedang duduk di sofa. Lia mengernyitkan dahinya, tidak biasanya Viona datang ke ruangannya dan duduk di sofanya disaat jam kerja seperti ini.


Lia berjalan menghampiri nya, duduk di depan gadis yang terlihat sibuk itu. " Vi" Panggil Lia.


Viona mendongak, melihat wajah cantik Lia. Viona menegakan tubuhnya dan mulai berbicara. " Maaf Nona, Ada orang yang ingin bertemu dengan anda" Lapor Viona sopan.


Lia mengernyitkan dahinya heran, Viona yang tahu itu melanjutkan ucapannya. " Urusan pribadi" Sambung Viona kembali menunduk menatap berkas berkas itu.


Lia semakin dibuat heran. Siapa orang yang ingin bertemu dengan nya di Restoran karna urusan pribadi?


Viona mendongak, melihat Lia yang hanya diam dengan raut wajah bingung. Viona yang mengertipun mulai menjelaskan.


" Tuan Farrel, CEO dari perusahaan LIFA yang bergerak di bidang Elektronik. Anda juga pernah bertemu dengan beliau. Saat anda menyapa tamu VVIP kita, beliau salah satu dari mereka" Jelas Viona.


Lia terdiam, mencoba mencerna apa yang baru saja Ia dengar. Farel, lelaki yang baru pertama kali dia jumpai, CEO dari perusahaan yang bergerak di bidang Elektronik, sama sekali tidak nyambung jika membahas kerjasama. Tapi tadi dia mendengar bahwa ini urusan pribadi. Urusan pribadi apa jika Ia baru bertemu satu kali dengan orang itu.


Melihat reaksi Lia, Viona kembali melanjutkan. " Maaf Nona, Tuan Farel memaksa dengan kekuasaan nya bertemu anda" lanjut Viona.


" Apakah kita punya kerjasama dengan nya" Mencoba menebak-nebak ada urusan apa.


" Tidak nona" Jawab Viona cepat.


" Apakah kita pernah membuat kesalahan?" Tanya Lia dengan harap harap cemas. Karna Lia tahu kalau perusahaan yang dipimpin oleh lelaki tampan yang bernama Farrel itu sangat besar. Dan jika sampai membuat kesalahan, bisa-bisa Restoran nya akan tutup.


" Sepertinya tidak Nona" Jawab Viona yakin.

__ADS_1


" Baik, jam berapa aku nertemu dengannya" Memilih untuk bertemu dan menemukan jawabannya disana.


" Jam 10.00 Nona, Tuan Farrel sendiri yang akan datang" Jawab Viona setelah melihat agenda Lia yang sudah Ia susun.


Lia menghembuskan nafas nya kasar, " Urus semuanya" Ucapnya malas kemudian berjalan gontai menuju meja kerjanya.


Lia tidak bisa fokus bekerja. Berulang kali Ia melirik ke arah jarum jam, memastikan bahwa belum saatnya dia bertemu dengan orang yang semalam sudah Ia putuskan untuk tidak berurusan dengannya.


Semalam sebelum tidur, Lia memainkan hp nya. Hanya bermaksud untuk melihat notifikasi pesan. Namun saat Ia melihat aplikasi internet, pikirannya kembali pada Farrel pria yang mengingatkan nya pada Raffa.


Lia yang penasaran tentang orang itu, mulai mencarinya di Internet. Dia mengetikan kata kunci di kolom pencarian ' Farrel pengusaha muda', Lia menunggu lingkaran yang masih berputar itu, sampai pada saat liangkaran itu berhenti dan menampilkan apa yang Lia cari.


Wanita yang sedang penasaran itu, mulai mengklik salah satu artikel yang menyebutkan pengusaha muda tersukses, kemudian Ia mulai membaca. Scroll sampai kebawah yang menjelaskan seberapa kaya pria ini.


Selesai membaca, Lia langsung bertekad untuk tidak pernah berurusan dengan orang itu. Bagaimana tidak? Lia membaca banyak artikel yang menyebutkan bahwa pria itu adalah orang paling kaya di negaranya. Dan kesuksesannya sudah sampai di luar negeri.


Kembali melirik jam, masih ada waktu 30 menit lagi untuk mempersiapkan dirinya. Lia menarik nafas nya dalam dalam dan menghembuskan nya secara perlahan.


Lia juga sudah menyiapkan hatinya. Jika saja nanti dia mendapat kan cacian dari orang itu.


Lia menoleh, melihat kearah meja yang sudah dibersihkan dan ada makanan serta minuman yang baru saja diletakan orang suruhan Viona disana.


Melirik ke pintu, berharap orang itu tidak datang. Berharap sedang sakit perut atau tiba tiba kepeleset. Berdoa dalam hati semoga jika dia datang semuanya menjadi lancar.


Tangan Lia sudah keringat dingin, dia sudah sangat gugup namun yang ditunggu-tunggu malah belum datang. Semoga saja dia memang tidak datang. Harap harap cemas Lia menunggu.


Melirik kembali ke arah jam, sudah lebih dari 15 menit. Ada sedikit kelegaan disana. Lia sempat membaca, jika Tuan Farrel adalah orang yang sangat disiplin akan waktu. Dan Lia membuat kesimpulan sendiri.


Jika terlambat maka tidak datang


Entah pemikiran dari mana, tapi Lia berharap itu benar. Memberanikan diri, Lia berjalan menuju pintu. Membukanya sedikit dan melihat sekitar. Tidak ada orang, huh aman.


Dia sudah sangat bahagia karna sudah dipastikan Farrel tidak akan datang, karna ini sudah lebih dari setengah jam. Lia kembali menutup pintu dengan keadaan lega dan begitu senang.

__ADS_1


Ia melompat kegirangan di depan pintu. Namun siapa sangka, orang yang sedari tadi Ia menunggu dengan harap harap cemas sudah berdiri disana dengan senyum tipis melihat kelakuan Lia.


" Seneng banget ya" Ucap Raffa yang langsung masuk karna pintunya tidak dikunci.


Lia membeku, matanya hampir meloncat keluar ketika melihat sosok yang dia takuti sudah duduk di sofa sambil memperhatikan dirinya.


Sebisa mungkin Lia kembali bersikap normal. " Maaf Tuan" Ucap Lia kemudian duduk di sofa depan Raffa.


" Selamat datang" Sapa Lia tersenyum kikuk. Raffa yang melihat itu tergelak. Ini kali pertama dia tertawa dengan orang lain selain keluarga Lia.


Lia yang melihat tawa Raffa seketika hatinya menghangat. Entah apa Lia tak tahu itu. Namun sebisa mungkin dia mengendalikan perasaannya sendiri.


" Kamu sudah lama menunggu?" Tanya Raffa setelah selesai dengan tawanya.


Aku malah berharap anda tidak datang tuan. Ingin rasanya mengucapkan itu. Namun Lia teringat kembali pada artikel yang Ia baca.


" Tidak kok Tuan Farrel, tidak lama" Jawab Lia berusaha tersenyum.


Raffa yang melihat wanita di depannya tersenyum terpaksa pun mengulas senyum tipis. Senyum yang sangat jarang Ia tunjukan.


Lia yang melihat senyum menawan itu langsung terpesona. Meskipun hanya sebentar, tapi Lia mengingat dengan jelas senyum itu.


" Oh ya tidak usah terlalu formal. Panggil aku Farrel" Ucap Farrel mengulurkan tangannya.


Lia hanya tersenyum kikuk saat Raffa menjulurkan tangannya. Dia pun dengan bingung membalas uluran tangan itu.a


" Teman" Ucap Raffa saat tangan mereka sudah bersalaman.


Lia yang melihatnya pun langsung tertwa seketika. Yang Ia baca di artikel kalau Farrel memiliki sifat yang dingin. Namun dia melihat Farrel bertingkah konyol seperti ini.


Hati Raffa langsung menghangat seketika melihat tawa lepas dari Lia. Tawa itu seakan mengisi relung hatinya yang kosong sejak Lia pergi. Namun dengan cepat dia menepis pikiran itu. Hanya Lia yang ada di hatinya.


" Mau ketaman?" Tanya Farrel disaat Lia masih tertawa.

__ADS_1


Seketika Lia diam. Mendengar Farrel mengatakan sesuatu. " Apa?" Tanya Lia balik karna dia memang tidak terlalu dengar tadi.


" Ayo ketaman" Ajak Farrel langsung menarik tangan Lia. Menuntunnya turun kebawah dan naik ke mobilnya. Membawa gadis itu pergi ke taman biasa yang Ia kunjungi.


__ADS_2