
Lily bekerja di sebuah perusahaan besar yang ada di kota London. Lily sudah bekerja selama kurang lebih 5 bulan. Namun, dia masih tidak tahu siapakah bosnya itu?.
Lily sudah mencoba bertanya kepada karyawan disana. Namun semua yang dia tanyai jawabannya selalu tidak tahu.
Selama ini Lily memang bertemu dengan asistennya saja. Dia tidak pernah bertemu dengan bos nya. Bahkan Lily tidak pernah ikut meeting jika ada bosnya disana.
Bos nya itu selalu pergi dengan asisten pribadinya. Bosnya juga tidak pernah menaiki lift khusus ataupun tidak. Karna bos nya itu memiliki lift khusus di ruangannya. Itu yang Lily tahu dari karyawan disana.
Lily juga mengetahui satu informasi yang sangat penting di perusahaan itu. Tidak boleh mencari tahu identitas CEO.
Dan sejak saat itu Lily tidak pernah lagi mencari tahu siapa sebenarnya bos nya itu. Meskipun dia penasaran, namun diabtahan. Karna Lily tidak berani jika nanti dimarahi oleh asisten bosnya yang halak itu.
Saat ini Lily ingin mengantarkan berkas yang harus ditanda tangani oleh bosnya. Dia datang ke ruangan asisten bosnya, tapi tidak ada disana.
Dan Lily berpikir mungkin asisten itu ada di ruangan bosnya. Lily mengetuk pintu itu dengan harap harap cemas.
Tok..Tok..Tok..
Terdengar suara dari sana. " get in " Suara yang sepertinya sangat tegas dan berwibawa.
ceklek
Lily membuka pintu yang sudah dibuka drai dalam menggunakan remote. Langkah Lily terhenti saat dia melihat sosok laki laki duduk di kursi kerjanya dengan mengetikkan sesuatu di keyboard nya.
" Dave?" lirih Lily kaget.
__ADS_1
Dave yang mendengar itupun tak kalah terkejut. Dia langsung melihat siapa yang datang. Tadi dia pikir itu adalah asisten nya karna Dave menyuruhnya datang tadi.
" Lily?" ucap Dave tak kalah terkejut.
" Ternyata selama ini?" Tanya Lily masih dengan keterkejutan nya.
Sementara Dave mencoba untuk menetralkan sikapnya.
" Ada apa?" Tanya Dave kembali lagi ke suara tegas dan berwibawa nya.
Lily yang melihat itupun juga menetralkan sikapnya menjadi bawahan dan bos.
" Ini ada berkas yang harus ditanda tangani" Ucap Lily sopan kemudian meletakan berkas tersebut di meja Dave.
" Tuan saya permisi" pamit Lily dab hendak keluar menuju pintu.
" Iya? " Tanya Lily spontan.
" Tolong jangan beritahu siapa pun tentang identitas gue" Ucap Dave kembali pada bahasa biasanya mereka bertiga bicara.
" Iya Lo tenang aja. Tapi sama Lia?" Tanya Lily.
" Kecuali Lia" jawab Dave.
***
__ADS_1
Setelah waktu pulang tiba, Lily langsung pulang ke apartemen nya.
Setelah sampai, dia langsung naik ke apartemen nya. Namun dia bukan menuju pintu apartemen nya. Tapi dia menuju ke sebelah, pintu apartemen Lia.
Tok..Tok..Tok..
Lily mengetuk pintu karna memang Lia belum membuat password nya.
ceklek. Pintu terbuka dari dalam, tampaklah Lia yang baru selesai mandi.
" Lia gue boleh masuk" Tanya Lily saat Lia hanya diam saja melihatnya.
" Oh iya sorry" jawab Lia kemudian membuka pintunya lebar.
" Lo kenapa?" tanya Lia setelah mereka duduk di sofa.
" Lo tau kan bos gue" Jawab Lily.
" Terus?" Tanya Lia bingung.
" Ternyata selama ini bos gue itu Dave" jawab Lily antusias.
" What?" pekik Lia terkejut.
" Serius" Ucap Lily meyakinkan.
__ADS_1
" Ternyata selama ini Dave bos Lo" Ucap Lia gamblang.
" Iya" Lily mengangguk cepat. Dia terlihat antusias dengan ini.