
" Jalan yuk" ajak Raffa yang tiba-tiba muncul di balik pintu yang sedikit terbuka.
" Eh siapa" Ucap Lia spontan saat ada orang yang tiba-tiba masuk tanpa mengetuk.
" Ya ampun" lirih Lia mengelus pelan dadanya. Lia berjalan ke tempat dimana Raffa berda.
Menghembuskan nafas kasar, Lia berucap " Ngapai si Lo kesini?" Tanya Lia kesal.
" Rel pliss kalo Lo mau ngajak gue jalan-jalan atau apapun itu, saat gue lagi libur, bukan di jam kerja kayak gini. Dan lagi Lo kan CEO di Perusahaan sebesar itu, emang gak ada kerjaannya apa" Cerocos Lia sebal, berharap sosok didepannya mengerti dan pergi.
" Fi, gue cuma mau Deket sama Lo, gue mau Lo nyaman sama gue " jawab Raffa yang membuat Lia sangat terkejut.
Kenapa kata-kata Lo manis banget sih, kayak Lo mau nembak gue aja. Aduh jantung gue kok berdebar gini ya
" Lia? Li? Lia?" Panggil Raffa saat melihat Lia sedang melamun.
" Eh iya sorry " Jawab Lia canggung.
" Jadi gimana? " Tanya Raffa lagi.
" Eh apanya? " Tanya Lia yang sudah dag dig dug menunggu jawaban.
" Jadikan mau jalan-jalan, gak jauh kok cuma palingan ke taman, yang penting ngabisin waktu seharian " jelas Raffa santai.
Yaelah aku pikir dia lagi nembak, astaga Lia kamu itu kenapa sih berharap
" Emm oke, kamu tunggu di mobil aja ya, aku mau beresi meja dulu " Pinta Lia agak canggung.
" Oke" jawab Raffa sedikit heran karna Lia memakai kata aku kamu.
***
" Kesini?" Tanya Lia mengedarkan pandangannya ke arah taman yang terlihat sangat romantis itu. Sangat cocok untuk orang yang ingin berkencan ataupun mengungkapkan perasaan.
" Hmm" Rafa mengangguk, dia mengambil tikar yang ada di balik pohon dan membentangkannya ditengah-tengah bunga beraneka warna yang membentuk lambang love.
__ADS_1
" Ayo " ajak Raffa yang melihat Fia hanya diam.
" Emm Rel, ga salah nih kita kesini " Tanya Lia lagi.
" Iya, emangnya kenapa? " Tanya Raffa santai.
" Emm ga cocok aja sih " jawab Lia pelan, takut menyinggung perasaan Farrel.
Raffa tersenyum, " Uda ayo masuk" ajaknya lagi.
" Oke" jawab Lia kemudian melangkah masuk ke dalam lambang cinta itu.
" Nih aku Uda siapin makanan " Ucap Raffa membuka isi tempat makanan yang sudah Ia siapkan.
" Wah berrati ceritanya kita piknik nih" Ucap Lia semangat.
" Iya" jawab Raffa mengangguk masih menyusun makanan.
" Nah Uda selesai, ayo makan" Seru Raffa ketika makanan sudah di tata rapi diatas karpet.
Raffa yang melihat itu tersenyum tipis, Ia juga mengambil salah satu makanan dan mulai memakannya.
Setelah semua makanan habis, Raffa mengajak Lia jalan-jalan.
" Fi, kita ke sana yuk " Ajak Raffa menunjuk sebuah danau indah.
" Wah ternyata ada danau nya juga " Ucap Lia kagum.
" Ayo " Menggandeng tangan Lia dan membawanya ke sana.
" Indah banget ya tempatnya" Ucap Lia kagum setelah mereka duduk di kursi yang menghadap langsung ke danau.
" Iya indah banget kayak kamu" jawab Raffa menatap Lia.
" Apaansih" Lia yang ditatap seperti itu menjadi salah tingkah sendiri.
__ADS_1
" Fia, apa aku boleh jujur ? " Tanya Raffa tiba-tiba.
" B-boleh " jawab Lia sedikit gugup.
" Sejak pertama kali aku melihatmu aku merasakan getaran aneh yang saat itu aku belum yakin akan artinya. Setiap hari berjumpa denganmu, getaran itu semakin nyata. Dan aku tau persis apa artinya " Ucap Raffa dengan masih menatap mata Lia dalam.
Lia yang mendengar curahan hati Raffa menjadi gugup seketika. Sebagai wanita dewasa, Lia tentu tau apa maksud Raffa.
Duh, gue jawab apa ya.
" Fia, aku mencintaimu " sambung Raffa dengan penuh keyakinan.
Deg.
Aku harus jawab apa?
" Rel, kita belum kenal lama, aku belum kenal kamu gimana begitupun sebaliknya " Jawab Lia yang berusaha menolak, karna dia sendiri belum terlalu yakin akan perasaannya. Dan lagi, Lia takut jika Farrel hanya main-main. Sebagai wanita dewasa, Lia ingin jika menjalin hubungan dengan serius, karna dia bukan remaja labil yang suka bermain-main.
" Aku tau persis sikap kamu Fi, sikap kamu mirip dengan wanita yang aku cintai " balas Raffa keceplosan.
Deg.
Wanita yang dicintai? Jadi aku bukan satu-satunya?
" Maksud kamu ?" Tanya Lia pelan.
" Emm maksud aku bukan gitu Fi, maksud aku it- " Ucapan Raffa terhenti karna ucapan Lia.
" Oke" Ucap Lia kecewa, sangat jelas terlihat kalau Farrel sedang berbohong.
" Fi pliss maksud aku bukan gitu " jawab Raffa berbohong, memang benar dia mencintai Lia, namun Raffa juga mencintai Fia.
" Jangan ganggu aku lagi, jangan pernah datang ke Resto lagi, jangan pernah hadir di hidup aku lagi, cukup sampe sini kamu permainan perasaan aku " Terang Lia kemudian pergi tanpa menunggu jawaban Raffa.
Lia memberhentikan taksi yang lewat, dia langsung masuk ke dalam.
__ADS_1
kenapa sih aku harus ketemu sama pria brengsek kayak dia, dan kenapa aku bisa punya perasaan sama dia.